Keajaiban dan Biaya Tanam Benang di Medan - Panduan lengkap untuk Kesenian Menjahit dan DIY
Efek Samping Tanam Benang
Di atas sudah dijelaskan secara lengkap mengenai biaya tanam benang di seluruh klinik kecantikan di Indonesia dilengkapi dengan prosedur pelaksanaannya. Meskipun tanam benang memang termasuk ke dalam prosedur aman untuk dilakukan, namun tetap saja bahwa terdapat beberapa risiko atau efek samping yang mungkin akan dialami oleh para pasien.
Maka dari itu, sebagai bahan pertimbangan sebelum menjalani tanam benang, berikut akan kami berikan beberapa risiko ataupun efek sampingnya.
- Infeksi.
- Nyeri di area ujung benang.
- Benang putus.
- Benang bisa terlihat.
- Benang bergeser.
- Akumulasi darah (hematoma).
- Munculnya benjolan pada kulit (granuloma).
- Pendarahan.
- Pembengkakan.
- Memar.
- Sulit membuka mulut.
- Sensasi panas.
Mengenal Tanam Benang Hidung: Prosedur, Biaya, Efek Samping
Simak informasi prosedur tanam benang hidung berikut ini, mulai dari harga, efek samping, hingga cara menghilangkannya.
tirto.id - Tanam benang hidung atau nose thread lift adalah istilah untuk merujuk prosedur non-bedah yang dilakukan untuk meningkatkan penampilan hidung. Umumnya bertujuan untuk merubah bentuk hidung sesuai keinginan pasien.
Dilansir Mayo Clinic, dokter bedah plastik menempatkan benang kelas medis di bawah kulit hidung untuk mengubah kontur hidung. Benang ini mengaktifkan respons penyembuhan alami tubuh, memicu peningkatan kolagen.
Benang tersedia dalam beberapa bahan dan panjang yang berbeda. Benang yang digunakan biasanya terbuat dari bahan yang dapat diserap oleh tubuh, seperti polidioxanone (PDO) atau bahan yang serupa.
Prosedur ini lebih minim invasif daripada operasi plastik hidung tradisional dan memiliki waktu pemulihan yang lebih singkat.
Dokter spesialisasi bedah plastik wajah, Dr. Edward Gross menjelaskan melalui laman Primera Plastic Surgery bahwa tanam benang hidung adalah prosedur yang dikembangkan sebagai alternatif dari filler hidung atau "operasi hidung cair".
Filler efektif dalam beberapa kasus untuk menaikkan pangkal hidung atau mempertegasnya, namun teknik ini dapat menimbulkan beberapa komplikasi serius jika dilakukan dengan tidak benar.
Meski demikian, bukan berarti tanam benang hidung tidak memiliki efek samping sama sekali. Seperti halnya prosedur kosmetik lainnya, ada risiko dan komplikasi yang perlu dipertimbangkan, dan hasilnya bisa bervariasi tergantung pada teknik yang digunakan dan respons individu terhadap prosedur tersebut.
Jenis-Jenis Tanam Benang
Foto: Jenis-Jenis Tanam Benang (Photo by Marcus Aurelius from Pexels)Menurut Plastic Surgery, pada umumnya perawatan ini diminati oleh mereka yang berada di usia akhir 30-an hingga awal 50-an.
Mereka yang secara umum sedang dalam keadaan sehat dan baru mulai menyadari tanda-tanda penuaan, adalah yang bisa mendapat manfaat tanam benang paling maksimal.
Ada pula beberapa orang yang tidak dapat menjalani operasi pengencangan wajah karena kondisi medis. Biasanya mereka yang berisiko terkait anestesi yang mengalaminya.
Nah, mereka ini yang sebaiknya mempertimbangkan untuk melakukan perawatan tersebut sebagai alternatif yang cenderung lebih aman.
1. Tanam Benang Wajah
Lebih dari payudara, tanam benang wajah memiliki banyak peminat belakangan ini. Moms bisa mendapatkan kulit wajah yang lebih kencang dengan treatment ini.
Kerutan di dahi, bawah mata, dan bagian pipi yang kendur bisa seketika kencang dengan tanam benang wajah.
Biasanya proses treatment ini dilakukan di garis tulang pipi dan rahang.
Dalam prosesnya, benang ditanam dari bagian dalam pipi atau rahang, kemudian 'dijahit' dan ditarik ke bagian luar dan mengarah ke atas. And then, bye kerutan!
2. Tanam Benang Hidung
Lebih sedikit area yang dikerjakan ketimbang pada wajah, tanam benang hidung ini biasanya dilakukan oleh mereka yang merasa kurang mancung.
Hasil akhirnya adalah bentuk ujung hidung yang lebih lancip dari sebelumnya.
Tags: benang