Ibu Mahir Menjahit dengan Jarum dan Benang - Seni DIY dan Keterampilan Jahit Tradisional
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apakah semua jenis jarum jahit bisa digunakan pada semua mesin jahit?
Tidak semua jenis jarum jahit bisa digunakan pada semua mesin jahit. Setiap mesin jahit memiliki spesifikasi jenis jarum jahit yang sesuai. Pastikan untuk memahami jenis jarum yang cocok untuk mesin jahit yang Anda gunakan agar menghasilkan jahitan yang berkualitas.
2. Apakah perlu mengganti jarum jahit secara berkala?
3. Bagaimana cara membersihkan dan merawat jarum jahit?
Untuk membersihkan jarum jahit, Anda dapat menggunakan jarum magnet untuk menghilangkan sisa-sisa benang sehingga jarum tetap tajam. Selain itu, hindari menyimpan jarum jahit dalam keadaan terikat dengan benang agar tidak merusak mata jarum. Jangan lupa juga untuk merawat mesin jahit secara rutin agar jarum jahit dapat berfungsi dengan baik.
Mitos seputar ibu hamil yang menjahit
Beberapa orang percaya bahwa ibu hamil tidak boleh menjahit karena alasan berikut ini.
1. Bayi cacat lahir
Menjahit saat hamil dianggap bisa membuat bayi lahir dengan bibir sumbing. Bentuk cacat lahir pada wajah ini ditandai dengan munculnya celah pada mulut bayi.
Kelainan ini terjadi saat jaringan pembentuk bibir dan langit-langit mulut gagal menyatu dengan sempurna selama janin berkembang dalam kandungan.
Dikutip dari Mayo Clinic , beberapa faktor yang meningkatkan risiko cacat lahir ini antara lain:
- memiliki riwayat keluarga dengan bibir sumbing,
- mengidap diabetes gestasional atau gula darah tinggi saat hamil,
- mengalami kelebihan berat badan atau obesitas saat hamil, hingga
- paparan zat saat hamil, termasuk dari rokok, alkohol, atau obat-obatan tertentu.
2. Proses persalinan yang sulit
Dalam dunia medis, persalinan yang terasa sulit atau macet disebut distosia ( dystocia ) , failure to progress , atau prolonged labor.
Kondisi ini membuat ibu hamil membutuhkan waktu lebih lama untuk bersalin, yakni sekitar 20 jam atau bahkan lebih.
Distosia tidak terjadi karena ibu hamil menjahit, melainkan karena faktor-faktor berikut ini.
- Postur tubuh ibu pendek atau kurang dari 140 sentimeter (cm).
- Usia ibu lebih dari 35 tahun saat hamil dan melahirkan.
- Usia kehamilan lebih dari 41 minggu.
- Ibu mengandung bayi kembar dua, tiga, atau bahkan lebih.
- Kelainan pada jalan lahir, seperti panggul sempit atau leher rahim sulit terbuka.
- Pengaruh psikologis dan obat-obatan tertentu yang melemahkan kontraksi.
Tahukah Anda?
Benang jahit biasa tentu berbeda dengan benang jahit operasi . Apabila benang jahit pakaian pada umumnya berbahan dasar katun, benang jahit operasi bisa terbuat dari bahan alami (sutera atau serat usus) maupun bahan sintetis (nilon).
Kamu bisa membuat atau memperbaiki sekaligus mempelajari teknik menjahit baju bayi yang rusak atau sobek dengan teknik menjahit feston
Teknik menjahit feston via buxstyle.com
Biasanya teknik ini digunakan untuk menyelaraskan tiras dengan jahitan. Contohnya tiras lingkar pada pakaian bayi. Nah, buat para ibu-ibu muda, teknik ini sangat menguntungkan karena bisa memperbaiki atau mempercantik pakaian si kecil.
Selain itu, tusuk feston digunakan untuk dekorasi khususnya jika warna benang dan kain selaras. Biasanya tusuk feston akan terlihat sempurna saat menghasilkan pola motif bunga-bungaan.
10 Pantangan Ibu Hamil Menurut Berbagai Adat di Indonesia
Freepik/prostooleh
Menjaga keselamatan janin pada ibu hamil penting dilakukan oleh kedua pasangan suami istri. Beberapa dari masyarakat Indonesia masih percaya terhadap sejumlah pantangan ibu hamil untuk menjaga kandungannya.
Seorang ibu yang sedang hamil biasanya memiliki kondisi yang rentan sehingga mereka kerap kali memercayai pantangan-pantangan ini. Pada dasarnya, adanya pantangan bagi ibu hamil ditujukan agar kandungannya terhindar dari berbagai hal buruk.
Lantas, pantangan ibu hamil apa saja yang masih dipercaya hingga kini?
Tags: jahit jarum