Pengkodean ICD-10 untuk Kontrol Jahitan - Panduan Lengkap DIY
Memahami Jahitan Pasca Melahirkan Normal dan Cara Merawatnya
Dokter atau bidan sering melakukan jahitan pasca melahirkan normal untuk memperbaiki luka pada vagina dan perineum (daerah antara vagina dan anus) akibat bersalin. Selama pemulihan, ibu yang baru saja melahirkan perlu merawat jahitan ini dengan baik agar tidak mengalami infeksi. Saat proses persalinan normal berlangsung, ibu akan mengejan kuat untuk membuka jalan lahir agar bayi dapat dilahirkan. Ketika ibu mengejan dan mendorong bayi keluar dari rahim, vagina dan perineumnya akan mengalami tekanan yang sangat kuat. Hal ini berisiko tinggi menyebabkan luka robekan pada vagina dan perineum yang dapat menyebabkan perdarahan pascapersalinan. Oleh karena itu, untuk memperbaiki bagian yang robek tersebut, dokter atau bidan akan melakukan penjahitan. Selain robekan alami akibat proses mengejan, jahitan pasca melahirkan normal juga dilakukan apabila ibu menjalani prosedur episiotomi, yaitu sayatan yang dibuat di perineum dan vagina ibu untuk mempermudah proses kelahiran bayi. Prosedur ini biasanya dilakukan pada ibu yang memiliki kondisi tertentu, seperti menderita penyakit serius, misalnya penyakit jantung, persalinan lama, dan bayi sungsang.
Robekan terjadi di lapisan kulit dan jaringan sekitar vagina, namun belum mencapai otot. Robekan berukuran kecil dan dapat sembuh tanpa proses penjahitan.
Pengkodean ICD 11 Untuk Luka Terbuka
Luka terbuka dalam ICD 11 masuk dalam bab 22 yaitu cedera, keracunan, atau konsekuensi tertentu lainnya dari penyebab eksternal. Rentang kode untuk luka dimulai dengan NA00. Sementara versi kode ICD 10, rentang kode yang digunakan dimulai dengan S00-T98.
Dalam ICD, cedera artinya kerusakan fisik atau fisiologis tubuh yang diakibatkan oleh interaksi tubuh dengan energi (termal, mekanis, listrik, pancaran atau kimiawi atau dikarenakan tekanan ekstrim) pada kecepatan transfer, atau dalam jumlah yang bisa ditoleransi oleh fisik atau fisiologis.
Cedera juga bisa terjadi disebabkan kekurangan elemen vital, contohnya oksigen. Keracunan oleh dan efek racun yang berasal dari bahan-bahan termasuk di antaranya kerusakan atau karena perangkat yang ditanamkan. Sindrom penganiayaan termasuk dalam bab ini bahkan ketika kerusakan fisik atau fisiologis belum dilaporkan. Sebaliknya, efek psikologis tidak termasuk, contohnya perasaan terluka, dalam bab ini.
Klik Untuk Donasi - Bantu Pembudidaya Ikan yang Kesulitan Saat Pandemi!
Beri Ikan Untuk Indonesia
Oleh Medikator
Panduan perawatan luka post SC (operasi caesar) di rumah
Sebelum keluar dari rumah sakit dan pulang ke rumah, bekas luka sayatan operasi caesar akan ditutupi dengan kertas menyerupai pita yang dikenal sebagai Steri-Strip.
Pita ini berfungsi melindungi luka bekas operasi caesar Anda supaya tetap tertutup dan bersih.
Selama proses penyembuhan luka, Anda mungkin merasakan sedikit gatal di sekitar bekas sayatan operasi caesar. Ini merupakan hal yang normal dan akan menghilang nantinya.
Perawatan luka post SC dengan perban
Supaya perban penutup bekas luka post SC (pasca-operasi caesar) senantiasa bersih, berikut perawatan yang sebaiknya Anda lakukan.
Perawatan luka post SC dengan Steri-Strip
- Hindari mencuci Steri-Strip. Anda tetap bisa mandi dan mengeringkan perban dengan handuk bersih.
- Jangan melepas paksa Steri-Strip. Perban khusus ini biasanya akan lepas sendiri kurang-lebih dalam seminggu. Bila perban tidak kunjung lepas, konsultasikan dengan dokter Anda.
Intinya, jangan ragu untuk mandi dan membersihkan tubuh Anda. Meskipun terasa sakit, mandi membantu mencegah masalah pada bekas operasi caesar , seperti munculnya infeksi.
Apabila dokter mengganti perban dengan bahan tahan air, tidak masalah untuk membasahinya saat mandi. Namun, bila belum, perhatikanlah instruksi yang dokter berikan.
Warna luka bekas operasi mungkin masih terlihat agak kemerahan. Ini tergolong normal, sebab dibutuhkan waktu sekitar enam bulan sampai bekas luka bisa menyamai warna kulit asli Anda.
Pengertian Apa itu Vulnus Laceratum?
Dalam kehidupan sehari-hari ketika beraktivitas, kita pasti pernah mengalami cedera yang menyebabkan bermacam jenis luka. Beberapa luka ringan yang kita alami menyebabkan kerusakan sel kulit. Untuk bisa sembuh akan memerlukan waktu dan perawatan sederhana.
Luka atau vulnus adalah cedera yang merusak kulit atau jaringan tubuh lainnya yang bisa berupa goresan, gesekan, dan kulit yang tertusuk. Sering kali luka terjadi diakibatkan oleh kecelakaan. Namun tindakan medis pembedahan dan jahitan juga mengakibatkan luka. Contoh untuk istilah lain yang terkait dengan Vulnus Laceratum adalah ICD 10 vulnus excoriatum yang merupakan luka lecet.
Biasanya luka ringan tak terlalu serius, tapi tetap penting untuk membersihkannya. Sementara untuk luka yang serius dan terinfeksi kemungkinan akan memerlukan pertolongan pertama kemudian pemeriksaan ke dokter.
Baca juga: Yuks berbuat kebaikan, dengan donasi online membantu sesama.
Koding Cedera Dan Kecelakaan ICD 10
Cedera dalam koding berada di kelompok kode dari Bab 19 ICD-10 berjudul "Cedera, Keracunan, dan Konsekuensi Lain dari Penyebab Eksternal" (kode S00-T88). Kode-kode ini terdapat lebih dari 50% dari semua kode ICD-10.
Sementara bagian S memberikan kode untuk berbagai jenis cedera yang terkait dengan satu daerah tubuh, bagian T mencakup cedera pada daerah tubuh yang tidak ditentukan serta keracunan dan konsekuensi tertentu lainnya dari penyebab eksternal.
Seperti yang diketahui oleh para koder ahli di rumah sakit, casemix bpjs dan asuransi, spesifikasi adalah kunci untuk pengkodean yang tepat pada kasus kecelakaan dan cedera di ICD-10. Agar petugas dapat menetapkan kode yang paling tepat akurat, dokter perlu menulis selengkap mungkin informasi pada rekam medis.
Tags: jahit