... Panduan Lengkap ICD 10 Kontrol Jahitan: Tips dan Teknik Jahitan DIY

Pengkodean ICD-10 untuk Kontrol Jahitan - Panduan Lengkap DIY

Cedera dan Kecelakaan - Panduan Utama

Faktor untuk menentukan secara spesifik kasus cedera pasien adalah: episode perawatan, lokasi cedera, etiologi, dan tempat kejadian.

Dokter harus secara tepat menulis rincian seputar cedera dalam rekam medis. Rincian ini akan memudahkan casemix untuk menambahkan kode Bab 20 jika BPJS Kesehatan memerlukan kode penyebab eksternal.

Verifikasikan persyaratan pengkodean dan penagihan khusus dengan asuransi cedera pribadi

Penulisan rekam medis kasus cedera yang baik terperinci akan sangat membantu untuk klaim cedera. Coder casemix yang berpengalaman akan berkolaborasi dengan dokter untuk memastikan tulisan dokumentasi yang lengkap dan tepat serta pengajuan klaim yang akurat untuk penagihan biaya ke BPJS menjadi maksimal.

Jenis-Jenis Luka

Luka bisa berupa luka tertutup atau terbuka. Biasanya luka tertutup diakibatkan oleh trauma tumpul langsung yang diderita ketika jatuh atau saat mengalami kecelakaan kendaraan bermotor. Meskipun kulit terlihat utuh, tapi kerusakannya bisa sampai otot, organ dalam, dan tulang di bawahnya.

Sementara luka terbuka merupakan cedera yang mengakibatkan kerusakan eksternal atau internal pada jaringan tubuh, biasanya luka tersebut melibatkan kulit. Jenis luka ini banyak dialami oleh setiap orang dalam kehidupan mereka. Luka terbuka kebanyakan ringan dan bisa dirawat di rumah. Penyebab paling umum dari luka terbuka biasanya karena jatuh, kecelakaan mobil, dan kecelakaan dengan benda tajam. Lihat juga struktur kulit dan fungsinya.

Klasifikasi luka berdasarkan karakter luka jaringan terdiri dari:

  • Vulnus incisum: Luka potong atau sayatan yang diakibatkan oleh benda tajam,
  • Vulnus punctum: Luka tusuk yang diakibatkan oleh benda yang kecil dan runcing,
  • Vulnus contusum: Luka kuntosio atau luka memar yang diakibatkan oleh benda tumpul. Sebelum mengakibatkan kulit rusak, benda tumpul tersebut terlebih dahulu melukai jaringan lunak dalam atau organ, seperti otot dan tulang,
  • Vulnus conquassatum: Luka pecah atau luka kontusi jaringan yang diakibatkan oleh trauma, seperti tergilas, tertimpa oleh reruntuhan, atau kecelakaan mobil atau kereta api,
  • Vulnus caesum: Luka bacok yang disebabkan oleh benda tajam, di antaranya pdang, kapak, golok atau gergaji,
  • Vulnus morsum: Luka gigitan yang diakibatkan oleh gigitan hewan, di antaranya kucing, angjing, atau kuda,
  • Vulnus mixtum: Luka campuran yang melibatkan dua atau lebih luka,
  • Vulnus sclopetarium: Luka tembak yang diakibatkan oleh tembakan atau granat,
  • Vulnus perforatum: Luka tembus yang diakibatkan oleh benda tajam yang menembus ke jaringan tubuh.
  • Vulnus amputatum: Luka terpotong yang diakibatkan oleh terpancung atau terpotong benda tajam.
  • Vulnus excoriasi: Luka lecet yang diakibatkan oleh gesekan kulit dengan benda keras.
  • Vulnus laceratum: Luka robek yang diakibatkan oleh benda tumpul. Luka ini mengakibatkan jaringan lunak tubuh menjadi robek. Seringkali jenis luka ini tidak teratur dan bergerigi.

Kode ICD-10 untuk Cedera

Dalam ICD-10, cedera seperti patah tulang, dislokasi, keseleo, dan regangan dikategorikan berdasarkan bagian tubuh yang terkena, bukan jenis cedera. Ada banyak kode untuk cedera ringan di hampir setiap area tubuh.

Setiap cedera pada suatu bagian tubuh dikelompokkan berdasarkan letaknya seperti cedera pada pergelangan kaki, kaki dan jari kaki (S90-S99), cedera pada pergelangan tangan, tangan dan jari (S60-S69), dan cedera pada leher (S10- S19).

Cedera, keracunan, dan konsekuensi tertentu lainnya dari penyebab eksternal - Kode S00-T88

  • S00-S09 Cedera di kepala
  • S10-S19 Cedera pada leher
  • S20-S29 Cedera pada dada
  • S30-S39 Cedera pada perut, punggung bawah, tulang belakang lumbal, panggul dan alat kelamin luar
  • S40-S49 Cedera pada bahu dan lengan atas
  • S50-S59 Cedera pada siku dan lengan bawah
  • S60-S69 Cedera pada pergelangan tangan, tangan dan jari
  • S70-S79 Cedera pada pinggul dan paha
  • S80-S89 Cedera pada lutut dan tungkai bawah
  • S90-S99 Cedera pada pergelangan kaki dan kaki
  • T07-T07 Cedera yang melibatkan beberapa bagian tubuh
  • T14-T14 Cedera pada bagian tubuh yang tidak dijelaskan
  • T15-T19 Pengaruh benda asing yang masuk melalui lubang alami
  • T20-T25 Luka bakar dan korosi permukaan bodi luar, ditentukan oleh lokasi
  • T26-T28 Luka bakar dan korosinya terbatas pada mata dan organ dalam
  • T30-T32 Luka bakar dan corrosions dari beberapa bagian tubuh yang tidak ditentukan
  • T33-T34 Frost bite
  • T36-T50 Keracunan oleh, efek samping dan dosis yang kurang dari obat-obatan, medikamen, dan zat biologis
  • T51-T65 Efek toksik bahan terutama nonmedicinal pada sumbernya

Tips supaya luka operasi caesar cepat sembuh

Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mempercepat penyembuhan luka bekas sayatan operasi caesar.

1. Rutin cek kesehatan dengan dokter

Jika jahitan tidak menyatu dengan kulit, Anda harus rutin periksa dengan dokter. Dengan begitu, jahitan dapat segera dibuka dan bekas luka akan sembuh lebih cepat.

Jika Anda mengalami demam tinggi dan sayatan bekas operasi caesar tampak kemerahan, bengkak, atau mengeluarkan cairan, sebaiknya segera kunjungi dokter.

Mengapa perlu menanyakan nutrisi si Kecil? Bayi yang lahir melalui operasi caesar biasanya cenderung memiliki sistem imunitas yang lebih sensitif. Hal ini diperkuat dengan penelitian terbitan The Journal of Allergy and Clinical Immunology .

Penelitian tersebut menjelaskan bahwa anak-anak dilahirkan dengan caesar mempunyai peningkatan risiko penyakit yang berhubungan dengan fungsi kekebalan tubuh, terutama pada penyakit yang melibatkan sistem kekebalan mukosa.

Pasalnya, si Kecil yang lahir caesar tidak terpapar oleh flora atau bakteri baik pada vagina ibu, maka tak heran jika ia butuh nutrisi extra untuk daya tahan tubuhnya.

Tahukah Anda?

2. Jangan sampai kelelahan

Pastikan Anda menyempatkan diri untuk beristirahat di sela sibuknya mengurus bayi. Usahakan Anda juga ikut beristirahat saat bayi tertidur.

Dikutip dari situs Mayo Clinic , ibu juga perlu hindari mengangkat barang-barang berat, melakukan pekerjaan rumah tangga berlebih, atau terlalu banyak bergerak.

3. Jaga perut dan area sekitar sayatan operasi

Anda mungkin akan sesekali atau malah sering merasakan nyeri serta tidak nyaman pada bekas luka operasi caesar . Hal ini umumnya terjadi saat Anda bersin, batuk, atau tertawa.


Tags: jahit

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia