Menyelusuri Keterkaitan Dalam "Benang Merah"
Luangkan waktu yang cukup untuk melakukan tarik benang di beauty clinic yang terpercaya
Prosedur tarik benang wajah itu butuh waktu yang cukup lama! Untuk tarik benang area pipi, rahang, dan hidung, gue butuh waktu treatment hingga 4 jam. Orang lain bisa jadi ada yang lebih cepat, ada juga yang lebih lama. Hal ini karena tingkat kompleksitas tarik benang yang harus dilakukan dokter itu berbeda-beda, tergantung bentuk wajah pasien, usia, luas area wajahnya, dan lain-lain. That’s why, teman-teman harus meluangkan waktu yang cukup untuk melakukan tarik benang.
Again, kompleksitas tarik benang itu bervariasi antar individu. Untuk objektif yang sama, misalnya pipi yang lebih tirus, belum tentu jumlah benang yang dipakai antara pasien A dan pasien B itu sama. Apalagi kalau bentuk wajah, komposisi lemak dan otot wajah, serta usia kedua orang tersebut berbeda.
Tarik benang berbeda dengan tanam benang
Sesuai namanya, tarik benang berarti ada benang yang dimasukkan ke wajah, lalu ditarik supaya bentuk / kontur wajah sesuai dengan target yang pasien inginkan. Kalau tanam benang, benang ditanam di bawah kulit wajah (tidak ditarik-tarik) dengan tujuan menstimulasi pembentukan kolagen. Umumnya, benang untuk tarik benang memiliki permukaan yang banyak kaitnya (cog), sementara benang untuk tanam benang memiliki permukaan yang rata dan lurus aja (mono).
Istilah tarik benang dan tanam benang ini mungkin hanya ada di Indonesia ya. Karena kalau gue cari padanan bahasa Inggris dari tanam benang, itu tetap saja baliknya ke thread lift (tarik benang). But, let me know if you have any information on this!
Asal usul Red String Theory
ilustrasi sepasang kekasih (pexels.com/Jasmin Wedding Photography)
1. Mitologi Jepang
Konsep benang merah pertama kali muncul dalam mitologi Jepang, yang mengaitkannya dengan ikatan takdir atau pertemuan yang sudah ditentukan sejak awal. Dalam mitos Jepang, dikatakan bahwa dewa cinta dan pernikahan, disebut "Akai Ito" (benang merah), mengikat jari-jemari orang-orang yang sudah ditakdirkan untuk bertemu sebagai pasangan hidup.
2. Kepercayaan Tiongkok
Di Tiongkok, terdapat konsep serupa yang disebut "Yuanfen", yang berarti hubungan takdir atau nasib. Konsep ini juga mencakup keyakinan bahwa orang-orang yang berhubungan oleh Yuanfen atau benang merah ini akan bertemu dalam kehidupan mereka.
3. Pengaruh Budaya Populer
Selain akar-akar mitologis dan kepercayaan tradisional, Teori Benang Merah juga mempengaruhi budaya populer di berbagai negara Asia Timur dan kemudian menyebar ke seluruh dunia melalui media, sastra, dan film. Konsep ini sering diadaptasi dalam cerita cinta atau hubungan penting antar karakter dalam karya fiksi.
Editor’s picks
Secara umum, Teori Benang Merah mencerminkan keyakinan akan ikatan takdir atau hubungan yang lebih besar daripada kebetulan semata. Meskipun tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat, konsep ini tetap memiliki daya tarik yang kuat juga.
Di mana sebenarnya bentuk visualisasi bagaimana hubungan antar individu dapat dianggap sebagai bagian dari rencana semesta atau nasib yang sudah ditentukan. Seperti istilah yang berkembang di Indonesia, banyak yang mengatakan "kalau jodoh pasti gak kemana" yang ternyata relate juga dengan ini.
Tags: benang