"Jahit Angka 8 Sirkumsisi - Mitos dan Realitas"
Angka 8 Dalam Hukum Kehidupan
Hukum yang pertama dari filosofi angka 8 adalah, kita sebagai manusia hanya bisa menempati salah satu lingkaran kehidupan (Bagian atas atau bagian bawah) saja. Jika kita sedang di lingkaran bawah, maka kita tidak mungkin sedang berada di atas ataupun sebaliknya.
Hukum yang kedua, berlakunya kelembaman pada tiap lingkaran. Jika kita sedang ada di lingkaran atas, kita akan dengan sendirinya berada di atas terkecuali ada gaya luar yang menarik kita sehingga turun ke lingkaran bawah. Begitu pula ketika kita sedang berada di lingkaran bawah, kita akan tetap merasa nyaman di lingkaran bawah jika tak ada sesuatu motivasi yang bisa menarik kita ke posisi atas.
Hukum ketiga yakni hukum gravitasi. Hukum ini ingin menegaskan bila sesuatu yang berada di posisi atas akan dengan sendirinya jatuh ke posisi bawah, bila tidak ditopang dengan suatu usaha. Namun yang sedang berada dibawah akan sangat mustahil untuk naik dengan sendirinya tanpa adanya gaya tarik dari atas yang mampu mengubah kedudukanya.
Oke gaes, itulah tadi artikel singkat kami tentang filosofi angka 8. Semoga menginspirasi ya.
Metode Sunat Tanpa Jahit - Stapler
Untuk jenis metode khitan ini, pemotongan dan jahitan hanya dikerjakan dengan satu alat saja. Berikut ini beberapa manfaat yang bisa dirasakan jika memilih metode stapler.
- Waktu pengerjaan cepat sehingga lebih minim sakit.
- Ketika alat stapler dilepas, anak tidak akan merasakan nyeri sebab cuma cincin silikon yang menempel pada penisnya.
- Risiko perdarahan sangat kecil jika dibandingkan dengan metode sunat konvensional.
- Tak ada jahitan karena alat stapler itu sendiri sudah bekerja sebagai jahitan.
- Proses penyembuhannya singkat sebab hanya ada sedikit luka dehisens.
- Hasil sunat lebih estetis karena sayatan luka yang rapi.
- Alat stapler tersedia dalam berbagai ukuran sehingga dapat memberikan hasil khitan yang lebih akurat.
Bukan cuma untuk anak-anak, metode sunat modern ini juga sangat direkomendasikan bagi orang dewasa.
Tags: jahit sirkumsisi