"Jahit Angka 8 Sirkumsisi - Mitos dan Realitas"
Metode Sunat Tanpa Jahit - Fine Sealer
Fine sealer adalah jenis prosedur sunat yang berasal dari penggabungan beberapa metode khitan—klamp, bipolar, dan lem. Metode fine sealer juga menawarkan beberapa keunggulan sebagai berikut.
Tepi luka sunat fine sealer lebih rapi dan rata, yang membuat risiko terjadinya benjolan atau bekas luka sangatlah kecil.
Keunggulan lain dari fine sealer adalah tidak adanya alat yang terpasang pada luka. Dengan kata lain, Ayah Bunda tidak perlu membuka perban atau klamp pada luka sunat.
Karena tidak ada alat yang terpasang pada luka, pasien tidak diwajibkan untuk kontrol ke klinik.
- Boleh langsung menggunakan celana dalam
Usai menjalani metode khitan fine sealer, anak boleh langsung dipakaikan celana dalam biasa. Begitu juga untuk bayi, Ayah Bunda dapat langsung memakaikan popok sekali pakai pada si kecil.
Sunat, Ini yang Harus Anda Ketahui
Sunat adalah prosedur bedah untuk membuang kulit yang menutupi kepala penis. Sunat atau khitan dapat dilakukan pada anak-anak atau orang dewasa. Prosedur ini bermanfaat untuk mempermudah menjaga kebersihan penis dan menurunkan risiko kanker penis. Sunat, atau dalam istilah medis dinamakan circumcision (sirkumsisi), merupakan prosedur yang dilakukan dengan membuang kulup, yaitu kulit yang menutupi bagian kepala penis. Prosedur ini bisa dilakukan di rumah sakit atau klinik. Sunat bisa dilakukan pada orang dewasa, anak-anak, atau bayi. Pada bayi baru lahir, sunat dapat dilakukan ketika bayi berusia 10 hari. Akan tetapi, hal ini hanya boleh dilakukan di rumah sakit dan atas saran dokter.
- Memudahkan untuk membersihkan kepala penis
- Mencegah terjadinya infeksi saluran kemih
- Mengurangi risiko terkena infeksi menular seksual
- Menurunkan risiko kanker serviks pada pasangan
- Menurunkan risiko kanker penis
Pada kondisi tertentu, sunat dapat dianjurkan oleh dokter untuk mengatasi penyakit yang sudah tidak bisa diatasi dengan metode pengobatan lain. Beberapa penyakit tersebut adalah:
Hemostasis dan Penjahitan Luka Sunat dan Dressing Luka
Prosedur ini bisa dikatakan adalah prosedur tahap akhir dalam proses sunat/sirkum, tapi hal ini jangan dianggap sepele karena bisa berakibat fatal juga bila salah dalam prosedural.
Hemostasis adalah tindakan yang dilakukan dengan memberikan penekanan kasa, penjepitan dengan forsep arteri, ligasi atau diatermi (laser) pada luka apakah luka sunat atau luka operasi. Tujuan tindakan Hemostasis adalah menghentikan perdarahan.
Salah satu prosedur hemostasis paling umum adalah dengan teknik Ligasi, teknik ini dilakukan dengan membuat dua atau 3 simpul pada area berdarah dan pada luka sunat, jika terjadi ereksi(kemaluan tegang) ikatan simpul tidak lepas. Jika proses sunat dilakukan di Kamar Operasi maka proses hemostasis bisa dilakukan dengan Diaterm, yakni dilakukan dengan kauterisasi jaringan.
Teknik penjahitan Luka sunat
Menjahit luka sunat, biasa dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Teknik menjahitan dengan simple suture dilakukan dengan mempertemukan kulit dengan kulit dan posisikan Jahitan jangan terlalu jauh dari luka. Teknik penjahitan biasa digunakan pada anak, sedangkan pada bayi penjahitan jarang diperlukan.
Teknik jahit luka sirkum/sunat dengan metode Mattress suture bisa dilakukan secara vertikal dan horizontal. Vertical mattress suture ditempatkan pada arah jam 12, jam 3 jam 9. Sedangkan pada horizontal mattress suture, posisi jahitan ditempatkan di jam 6
Proses Follow up Luka bekas Sunat
Tags: jahit sirkumsisi