Panduan Lengkap tentang Jahitan Matras Horizontal untuk Kerajinan dan DIY
Kamis, 04 April 2013
Sejarah Bedah Plastik
Kata plastik berasal dari bahasa yunani “Plasticos” yang artinya “to mold” atau “membentuk”. Jadi bedah plastik merupakan ranah disiplin kedokteran bedah yang memanfaatkan potensi sifat-sifat fleksibiitas jaringan (1) untuk tujuan memperbaiki kecacatan fisik dan fungsi anggota tubuh (rekonstruksi), (2) dan untuk tujuan menyempurnakan bentuk anggota tubuh yang secara fisik normal dan sehat menjadi lebih indah (estetik).
Selain itu di Persia, seorang dokter terkenal bernama Rhazes memperkenalkan pemakaian usus hewan untuk ligatures pada ±900M. Tetapi sebenarnya ha itu sudah pernah dipakai sebelumnya oleh bangsa Roma bernama Celcus, bukan dokter, yang berbicara tentang rekonstruksi di 8 buku tulisannya.
Karya-karya medis Sushruta dalam bahasa Sansekerta banyak diterjemahkan dalam bahasa Arab yang akhirnya menyebar ke Eropa melalui pedagang-pedagang Arab. Pada abad ke-15 di Eropa, seorang bangsa Italia bernama Tagliacozzi dari Bologna, memakai flab dari lengan untuk merekonstruksi hidung dan ditulis pada text book pertamanya “De Curtorum Chirurgia” pada tahun 1597. Dia disebut sebagai bapak bedah rekonstruksi modern. Tagliacozzi ditentang oleh greja dan dihukum karena dianggap mencampuri takdir Tuhan.
Pada tahun 1668 Van Meekren merekonstruksi defek tengkorak seorang tentara dengan tengkorak anjing. Tokoh bedah plastik yunani Von Graeve menulis Rhinoplastik pada tahun 1818. Dan Zeis menerbitkan “Handbuch der Plastichen Chirurgia” pada tahun 1838.
Dengan berkembangnya ilmu anestesi pada abad 19-20, maka berkembang pula ilmu bedah plastik, karena dapat melakukan operasi tanpa menimbulkan rasa sakit yang hebat.Ilmu bedah plastik masih terus berkembang sampai saat ini.
Prof. Dr. Djohansjah Marzoeki, dr., Sp.BP(K) adalah perintis yang membangun dan mengembangkan Bedah Plastik ini di Surabaya dan Indonesia. Pada tahun 1970 bedah plastik belum begitudikenal di Surabaya, belum ada sub spesialisnya, dan belum jelas bidang pelayanannya. Kasus bibir sumbing dilempar-lempar karena belum ada petunjuk yang jelas tentang teknik operasinya, operasi palatum angka kematiannya tinggi mencapai 50%, dan kasus luka bakar terbengkalai.
Catatan Dunia Medis
Pernahkah anda atau keluarga anda mengalami luka bakar? Lalu tindakan apa yang anda lakukan? Mengoleskan odol atau kecap? Bukan hanya pada peristiwa kebakaran, luka bakar dalam kehidupan rumah tangga biasa terjadi karena tersiram air panas atau minyak panas, terkena knalpot atau peralatan masak yang panas, tersetrum listrik, dan lain-lain. Menurut data statistik, 60% luka bakar terjadi karena kecelakaan rumah tangga, dan kebanyakan terjadi kesalahan pada penanganan awal luka bakar yang justru memperparah luka bakar itu sendiri. Hal tersebut sering terjadi karena panik dan beredarnya mitos-mitos yang salah di masyarakat mengenai penanganan luka bakar.
Jahitan matras horizontal
Am Fam Physician. 2002,66(12):2231-2236
The interrupted vertical and horizontal mattress suture techniques are two of the most commonly used skin closure methods. These mattress sutures promote wound edge eversion and less prominent scarring. Vertical and horizontal mattress sutures allow for skin edges to be closed under tension when wound edges have to be brought together over a distance. The corner stitch, a variation of the horizontal mattress suture, is commonly used for closure of angled skin flaps or wounds. Although mattress sutures can produce surface scarring or “railroad marks,” early removal of these sutures can limit this damage.
The interrupted horizontal and vertical mattress suture techniques are two of the most commonly used skin closure methods. 1 – 3 These techniques provide many advantages, including the closure of wounds under tension when wound edges must be brought together over a distance. Mattress sutures are often performed as the anchoring stitch for skin flap closure. 1 Mattress suture techniques also promote skin edge eversion. 1 – 8 Because scars tend to retract over time, eversion of the wound edges at the time of closure promotes less prominent scarring. Eversion produced by the mattress sutures is valuable when closing sites with edges that tend to roll under, such as on the posterior neck or in the groin.
The techniques, indications, and pitfalls related to the standard mattress sutures are demonstrated in this article. One variation of the horizontal mattress suture, the half-buried horizontal mattress or corner stitch, is included because of its great usefulness in office closures. All of the suture techniques discussed in this article make use of nonabsorbable suture material. 1 , 4
Tags: jahit horizontal