... 10 Ide Kreatif Menggunakan Jarum Sulam Benang Wol untuk Kerajinan Tangan

Seni Sulam Benang Wol - Panduan Lengkap dan Tips Terbaik untuk "Jarum Sulam Benang Wol"

Sejarah Singkat Menyulam

Di Eropa, karya paling awal menggunakan tusuk tikam jejak, sulam rantai, dan tusuk belah. Pada Zaman Kuno akhir, roundel dan pita dekorasi ditemukan pada jubah Koptik dan vestimentum terkadang disulam menggunakan teknik-teknik itu, sisa-sisa sulaman Zaman Kegelapan menunjukkan bahwa kerajinan emas yang dilapisi sudah digunakan untuk membuat pembatas (seperti pada pakaian Ratu Merovingian, Arnegunde, abad ke-6 M) dan panel dengan teknik yang berkembang menjadi Opus Anglicanum yang kaya dari Abad Pertengahan (sulaman Maaseik, abad ke-10).

Beberapa teknik digunakan untuk membuat hiasan dinding menakjubkan dari abad pertengahan yang sebagian besar bertahan dari biara. Yang paling terkenal dari semuanya adalah permadani Bayeux, yang dibuat dengan metode laid-and-couch dan disebut tusuk Bayeux atau refilsaum, sebuah teknik yang hanya umum di Skandinavia. Jahitan yang dilapisi lainnya disebut Klosterstitch, yang populer di Jerman Utara, sementara tusuk bata Jerman digunakan pada permadani, bantal, tas, dan kantong di penjuru Eropa.

Teknik-teknik paling rumit dan indah adalah:

  • Opus Teutonicum, teknik whitework dan kerawang yang digunakan untuk membuat kain altar yang rumit selama masa Prapaskah,
  • or nué, teknik yang menggunakan jahitan couching di atas benang emas untuk membuat desain, dan
  • Opus Anglicanum, teknik kerajinan emas yang membuat Inggris terkenal di seluruh Eropa.

Mulai Renaisans, ada lebih banyak karya yang bertahan menggunakan berbagai jahitan berbeda untuk permukaan. Blackwork sangat populer pada periode Elizabethan, sedangkan pada abad ke-18 muncul sulaman pita di Prancis, sebuah teknik yang segera menyebar ke negara-negara lain bersama dengan mode Paris.

Permadani atau karya karpet menjadi sangat populer di abad ke-19, ketika tusuk silang perlahan mendapatkan popularitas yang dikenal sekarang.

Jarum/Alat Rajut Lainnya

Selain jarum-jarum yang disebutkan di atas, ada juga tipe jarum yang menggunakan teknik berbeda seperti jarum Tunisian. Jarum Tunisian atau Tunisian hook ini lebih panjang dari hook biasa, bahkan yang panjang sekali menggunakan tali sebagai ‘perpanjangan’ dari jarumnya seperti Jarum Rajut Tunisian Bambu Panjang. Bahannya kebanyakan terbuat dari aluminium atau bambu. Teknik merajutnya pun sedikit berbeda dengan crochet hook biasa.

Dari kreativitas penekun rajutan akhirnya juga memunculkan beberapa model jarum/alat rajut baru seperti misalnya Knook (singkatan dari Knitting with hook), yang merupakan perpaduan dari knitting dan crochet. Ada juga CroKnit (yang ini Maya Crafts belum punya) berupa double pointed hook yang pada dua ujungya terdapat kait dengan ukuran yang sama.

Selain menggunakan jarum (plus skill), merajut bisa juga tanpa jarum dan tanpa skill! Yaitu dengan menggunakan knitting loom. Knitting loom ini belum begitu populer di Indonesia. Knitting loom ini biasanya berbentuk kotak persegi panjang atau lingkaran yang pada kotak atau lingkaran ini ada pasak-pasak (peg) untuk “mencantolkan” (apa ya bahasa Indonesianya?) benang. Sedemikian rupa hingga menjadi rajutan. Dari knitting loom ini pun bisa untuk membuat macam-macam produk seperti topi, syal, kaos kaki, selimut, sarung tangan dkk.

UPDATE 20-09-2017 (dari FB Page Maya Crafts)

Rajuter penting untuk memahami masalah ini.

Tahukah Anda bahwa crochet hook dan jarum knitting yang beredar di pasaran memiliki standar ukuran yang berbeda-beda? Paling tidak ada tiga standar ukuran yang banyak ditemui di Indonesia, yaitu metric (mm), Jepang, dan US (Amerika Serikat).

Hakken merk Rose yang banyak beredar di Indonesia itu menggunakan ukuran Jepang, 3/0, 4/0, 5/0 dst. Demikian juga merk seperti Hamanaka, Clover (versi jepang), Tulip dll. Sedangkan hook buatan China kebanyakan menggunakan ukuran metric (milimeter).

Jadi, ukuran 4/0 ≠ 4.0 mm (lihat tabel), tapi 4/0 = 2.50 mm dst. Jadi, penting untuk memperhatikan standar ukuran ini ketika ingin membeli atau menggunakan sebuah hook.

Penomoran Jarum Jahit

Selain mengetahui jenis-jenis jarum jahit, kenali pula penomoran jarum jahit agar nantinya lebih mudah memahami tips memilih jarum jahit. Nomor-nomor khusus pada jarum jahit berfungsi menunjukkan ukuran jarum. Setidaknya ada dua cara penomoran jarum jahit.

1. Cara pertama

Menggunakan nomor metrik (Nm). Nomor ini mewakili diameter bagian runcing jarum dengan satuan milimeter. Diameter diukur tepat dari atas bagian cekung tetapi tidak termasuk bagian runcing jarum.
Jarum Nm 110, artinya jarum memiliki diameter 1,1 millimeter pada bagian runcing jarum.
Jarum Nm 50, artinya jarum memiliki diameter 0.5 millimeter pada bagian runcing jarum.

2. Cara kedua

Menggunakan sistem penomoran Amerika dan Eropa. Contoh, jarum ORGAN 80/12. “ORGAN” menunjukkan merk jarum, sedangkan “80/12” menunjukkan ukuran jarum. Angka “80” dan “12” sebenarnya merupakan satu ukuran yang sama. Angka “80” mengacu pada European size, sementara angka “12” merujuk pada American size.

marthastewart.com // tips memilih jarum jahit

Fungsi Kerajinan Tekstil

Sekarang, mari kita bahas mengenai fungsi dari kerajinan tekstil. Kerajinan tekstil memiliki berbagai peran penting dalam kehidupan sehari-hari, budaya, dan industri. Fungsinya jauh lebih dari sekadar produk kain atau benang, mereka membawa makna yang dalam dalam berbagai aspek kehidupan. Di bawah ini, kita akan menjelaskan berbagai fungsi kerajinan tekstil:

1. Pemenuhan Kebutuhan Sandang atau Fashion
Salah satu fungsi utama dari kerajinan tekstil adalah pemenuhan kebutuhan sandang. Ini mencakup pembuatan berbagai jenis pakaian seperti baju, celana, rok, jaket, dan sepatu. Kerajinan tekstil dalam fashion bukan hanya sekadar untuk menutup tubuh tetapi juga sebagai wujud ekspresi gaya pribadi.

2. Pelengkap Interior
Kerajinan tekstil digunakan untuk melengkapi interior rumah atau ruangan. Mereka termasuk dalam pembuatan sarung kursi, taplak meja, hiasan dinding, dan kain untuk tirai. Produk-produk ini memberikan nuansa dan gaya pada ruangan.

3. Pelengkap Rumah Tangga
Kerajinan tekstil juga digunakan dalam berbagai keperluan rumah tangga seperti pembuatan keset, sarung bantal, taplak, sprei, dan lain-lain. Mereka tidak hanya memberikan fungsi praktis tetapi juga menciptakan estetika di dalam rumah.

4. Sebagai Wadah Benda
Kerajinan tekstil juga dapat berfungsi sebagai wadah untuk berbagai barang. Ini termasuk pembuatan dompet, tas, sarung tangan, dan sarung hp. Fungsi ini tidak hanya memudahkan penggunaan sehari-hari tetapi juga menambah keindahan.

5. Sebagai Alat Ritual atau Tradisi Tertentu
Dalam banyak budaya, kerajinan tekstil digunakan dalam upacara ritual atau tradisi tertentu. Mereka sering kali memiliki makna simbolis dan dipakai dalam konteks acara khusus. Contohnya termasuk kain ikat celup untuk penutup jenazah, kain tapis dalam pernikahan Lampung, dan kain songket dalam pernikahan dan khitanan.

Tips Jitu Memilih Jarum Jahit Sesuai Bahan dan Mesin Jahit

Jarum jahit memiliki bentuk batang dengan salah satu ujung yang meruncing. Di ujung yang runcing terdapat mata jarum sebagai jalan masuk untuk benang. Jarum jahit tangan mempunyai mata jarum di bagian pangkalnya. Sedangkan jarum mesin jahit dilengkapi mata jarum pada bagian paling bawah dari batang jarum yang runcing. Di era modern, jarum tersebut dari bahan kawat baja dengan lapisan nikel atau emas yang berfungsi untuk mencegah korosi. Nah, sebelum memilih jarum jahit, sebaiknya ketahui terlebih dahulu jenis-jenis jarum jahit yang ada di pasaran.

1. Jarum Mesin Jahit Manual, Otomatis dan Semi Otomatis

Jarum untuk mesin jahit manual, otomatis dan semiotomatis adalah jenis jarum yang mempunyai mata jarum sebelum bagian ujung jarum yang runcing. Secara sederhana, bagian-bagian penting jarum mesin jahit meliputi:

thesprucecrafts.com // tips memilih jarum jahit

2. Jarum Mesin Jahit Industri

Berbentuk silinder seluruhnya, jarum mesin jahit industri tak mempunyai bagian yang pipih seperti yang terdapat pada jarum mesin jahit manual.

3. Jarum Mesin Obras

Jenis jarum jahit ini memiliki bentuk bulat pada ujung atasnya. Jarum mempunyai ukuran lebih pendek jika dibandingkan jarum mesin jahit.

4. Jarum Jahit Kembar (Twin Needle)

Jenis jarum jahit ini mempunyai 2 mata jarum dalam satu batang benang. Fungsi jarum ini untuk menjahit kelim tiras kain atau membuat jahitan aplikasi dengan ketebalan bervariasi.

Untuk menjahit baju, jarum jahit kembar ini umumnya divariasikan dengan pintuck foot. Adapun fungsinya untuk membuat jahitan dekoratif seperti efek lipatan pada kain untuk mendapatkan kesan vintage dan klasik.


Tags: benang sulam jarum

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia