Seni Sulam Jelujur - Mengungkap Keindahan Jarum Sulam Timbul
Kursus Menjahit
| Tutorial Teknik Sulaman Dan Jenis-Jenisnya |
bahan sulam tangan dasar - Bagi teman2 yang berkecimpung didunia fashion atau tertarik dalam dunia menjahit disini saya ingin berbagi dengan teman2 tentang Tutorial Jenis-Jenis Teknik Sulaman Dan Langkah Pengerjaanya. Sulaman adalah teknik menghias kain dengan menggunakan benang sulam sebagai bahan untuk menghiasnya.
Sulaman terdiri dari tiga jenis yaitu :
Sulam Datar
Adalah sulam yang hasil sulamannya datar atau rata dengan permukaan kain
Sulam Timbul
Adalah sulam yang hasil sulamanya timbul atau muncul dipermukaan kain yang dikerjakan dengan tangan dengan jarum khusus untuk sulam timbul
Sulam Terawang
Adalah sulam yang hasil sulamannya berlubang-lubang
Disini saya akan menjelaskan cara mudah untuk membuat sulaman timbul yang biasa disebut dengan sulam sisir karena dalam proses pengerjaannya menggunakan sisir. Lucu juga ya..ternyata sisir tidak hanya berfungsi untuk menyisir rambut tetapi juga bisa untuk membuat sulaman yang cantik untuk kreasi baju2 anda.
Alat dan bahan yang kita butuhkan adalah :
Sebuah sisir untuk membantu kita untuk merentangkan benang
Karet gelang untuk menahan benang sulam yang dilaitkan ke sisir
Ram untuk mengencangkan kain sewaktu di sulam
2 buah jarum tangan.
Bahan yang akan disulam, syarat bahan yang akan disulam timbul bahannya kuat dan tidak terlalu tipis. Seperti bahan katun,satin, silk, velvet, dan lain2.
Benang sulam DMC
Sejarah [ sunting | sunting sumber ]
Pada awalnya, selendang bersulam Koto Gadang hanya dipakai oleh orang Koto Gadang dan tabu apabila dipakai oleh orang di luar Koto Gadang. Bahkan, keterampilan menyulam tidak diajarkan kepada orang yang bukan asli Koto Gadang. Sulaman Koto Gadang mulai terkenal sejak berdirinya Kerajinan Amai Setia pada 1911. Didirikan oleh Roehana Koeddoes, sekolah tersebut mengajarkan berrnacam-macam keterampilan rumah tangga untuk perempuan, termasuk menyulam, baik untuk perempuan Koto Gadang maupun dari luar Koto Gadang. Lama kelamaan, selendang bersulam Koto Gadang dikenal oleh orang dan bahkan banyak pesanan akan selendang tersebut. Salah seorang rekan Roehana yang seorang saudagar, Hadisah memasarkan hasil sulaman Koto Gadang ke istri pejabat-pejabat Belanda untuk dipakai atau dikirimkan ke kolega mereka di luar Minangkabau, yakni Eropa. [13] [2] Sementara itu, rekan Roehana yang lain, Rukbeny memperkenalkan selendang bersulam Koto Gadang ke luar daerah Sumatera Barat. [14]
Sejak Kerajinan Amai Setia berdiri, kegiatan menyulam menjadi pekeijaan yang digemari perempuan Koto Gadang. Selain dapat menghasilkan uang, pekerjaan menyulam bagi perempuan dianggap sebagai pekerjaan yang mulia. [13] Perempuan dapat bekerja di dalam rumah sambil mengurus keluarga. Saat ini, sulaman Koto Gadang menjadi produk yang diincar perempuan Paris dan Belanda. Meski tak seperti abad ke-19, perempuan Koto Gadang masih menghasilkan kain bersulam aneka motif dan cara pengerjaan. [2]
Penyebutan sulaman kadang disamakan dengan bordir karena memiliki persamaan. Perbedaannya terletak pada hasil dan cara pengerjaannya. Menurut Ernatip, peneliti Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Padang, penyebutan bordir di Minangkabau identik dengan sebuah kain yang memiliki hiasan yang dibuat oleh teknologi mesin, sedangkan apabila hiasan dikerjakan dengan keterampilan tangan rnaka lebih dikenal dengan sebutan sulaman. [13] Baik sulaman maupun bordir masih tetap eksis dalam masyarakat Minangkabau sebagai salah satu warisan masa lampau. [7]
Mengenal Bordir dan Jenis-Jenisnya
Bordir adalah kegiatan menyulam benang dengan jarum untuk membentuk pola dengan berbagai desain sesuai dengan kreativitas atau kebutuhan Anda. Mulai dari merajut logo perusahaan, nama, huruf, hingga pola dekoratif yang unik dan kompleks pada tekstil atau garmen.
Dikenal juga dengan istilah bordir atau bahkan biasa disebut dengan jahit rantai/tusuk, tidak sepenuhnya akurat karena jahit rantai hanyalah salah satu teknik dan gaya bordir yang bisa digunakan. Bordir dapat dilakukan dengan berbagai teknik, baik manual maupun digital (menggunakan mesin dan komputer). Masing-masing dengan penggunaan sendiri dan disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Tusuk Feston
Tusuk hias ini memungkinkan banyak variasi yang sangat dikenal antara lain:
- Tusuk Feston biasa atau tusuk selimut (blanket stitch)
- Tusuk Feston bersilang
- Tusuk Feston tertutup atau bentuknya segitiga
- Tusuk Feston berkelompok yang diikat
- Tusuk Feston kaki dua dan tusuk feston berganda
- Tusuk Feston berkelompok dengan antara
- Tusuk Feston naik turun
- Tusuk Feston dengan Sisipan. Dengan berbagai macam cara kita dapat menyisipi tusuk feston seperti dengan cara mengepang. Untuk ini kita dapat mempergunakan benang yang bermacam-macam tebalnya.
- Tusuk Feston dengan Buhulan. Dengan cara membuat sengkelit yang melingkari ibu jari, dengan mudah kita dapat membuat buhulan pada ujung kaki tusuk feston.
- Tusuk Feston yang dililit. Kalau kita melilit tusuk feston itu dari kiri ke arah kanan, akan memberi kesan lain daripada kalau kita melilit dari kanan ke kiri.
- Tusuk Feston sebagai Pengisi. Tusuk hias ini sebagian besar merupakan pengisi bidang yang letaknya bebas, dikerjakan setiap baris dengan cara dibolak-balik. Pada baris pertama setiap tusuk feston menyangkut sedikit kain dasar, pada baris-baris berikutnya hanya pada permulaan dan pada ujungnya atau akhir saja.
Tags: sulam jarum