... Pengertian dan Panduan Praktis Kerajinan Keramik untuk Pekerjaan Jarum dan DIY

Seni Kreatif dan Pesona - Menggali Makna Kerajinan Keramik dalam Dunia Jahitan dan DIY

Pengertian Seni Keramik

Seni keramik adalah cabang seni rupa yang mengolah material keramik yang diubah menjadi karya seni dari yang bersifat tradisional sampai kontemporer.

Seni keramik sendiri termasuk kedalam salah satu jenis Seni Kriya, istilah seni kriya berasal dari bahasa Sansekerta dari kata k rya yang berarti mengerjakan.

Jika disimpulkan arti krya ialah mengerjakan sesuatu hal untuk menghasilkan sebuah benda atau objek. Namun, semakin berkembang disebutlah seni kriya.

Sedangkan dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) kriya diartikan sebagai pekerjaan (kerajinan tangan).

Dalam bahasa Inggris disebut craft yang bermakna energi atau kekuatan, maksudnya adalah suatu keterampilan dalam mengerjakan atau membuat sesuatu.

Tembikar/ keramik di Zaman Neolitikum menjadi sebuah hiasan sebagai lambang atau simbol kehidupan spritual.

Di periode selanjutnya, seni kriya berkembang baik dalam aspek fungsi, peningkatan kualitas bahan, bentuk, dan corak hiasannya hingga saat ini.

Alat & Bahan Seni Keramik

1. Bahan Seni Keramik

Tanh liat yakni suatu bahan utama yang dipakai dalam pembuatan keramik. Tanah liat ini mempunyai sifat penting yang biasa dikenal dengan sifat plastisitas, yaitu dengan kemampuan dibentuk tanpa membuatnya mudah retak. Tanah liat juga mempunyai suatu kemampuan dilebur yang disebut dengan fusibiltas.

Yang harus diketahui tentang tanah sebelum membuat keramik adalah kandungan yang ada di dalam tanah liat itu sendiri. Ada setidaknya 4 kandungan utama yang ada di dalamnya, yaitu kaolinite, halloysite, montmorillinote dan illite. Perbedaan kandungan ini sudah pasti akan membuat sifat tanah liat jadi berbeda pula.

Pasir memiliki fungsi utama yakni sebagai pengikat, tapi jika terlalu banyak penambahan silika didalamnya justru bisa berakibat fatal karena hasil keramik akan mudah retak saat proses pembakaran.

Feldspar yakni suatu bahan yang memiliki fungsi sebagai pengikat sekaligus berfungsi untuk dapat menurunkan temperature saat proses pembakaran. Dimana, bahan feldspar ini sendiri terdiri dari berbagai jenis, diantaranya adalah Ca-feldspar, K-feldspar dan Na-feldspar.

Kaolin ini yakni suatu tanah liat putih yang mempunyai fungsi penting saat proses pengeringan dan pembakran karena mempunyai mutu penyusutan yang baik sekaligus sebagai pemberi warna.

Kuarsa yakni suatu bahan yang berasal dari batuan beku asam metamorf dan sedimen digunakan untuk dapat mencegah penyusutan pada bodi tanah liat serta memudahkan penguapan air saat proses pengeringan dan pembakaran.

Selain bahan, dalam pembuatan seni keramik juga membutuhkan alat khusus yang akan dapat membantu dalam pembentukan keramik itu sendiri.

2. Alat Seni Keramik

  • Cetakan model, digunakan untuk membuat bentuk keramik yang diinginkan.
  • Kayu penggiling, digunakan untuk membentuk lempengan tanah liat.
  • Tali pemotong, digunakan untuk mengambil tanah liat yang masih dalam keadaan basah dari meja putar atau untuk memotong tanah liat.
  • Pisau pahat, digunakan untuk membuat hiasan pada permukaan keramik.
  • Tungku pembakaran, digunakan untuk membakar keramik yang sebelumnya sudah dikeringkan.
  • Butsir, digunakan untuk membantu membentuk tanah liat.Meja putar, berbentuk lingkaran atau silinder untuk membuat keramik.

Mengenal Teknik Pembuatan Keramik

Semua kerajinan keramik dibuat menggunakan bahan alami yang diekstraksi dari bumi, kemudian dibentuk menjadi ubin keramik yang umum dijumpai.

Secara umum, ada beberapa teknik membuat keramik yang digunakan pengrajin. Beberapa di antaranya seperti:

1. Teknik Lempeng

Teknik lempengan ini juga dikenal dengan nama slabing. Pengrajin akan membuat lempengan tanah liat yang digilas dengan roller kayu.

Cara pembuatannya adalah tanah liat ditaruh di atas meja putar. Kemudian mejanya diputar secara perlahan sambil tangan menekan tanah liat sampai menjadi bentuk keramik yang diinginkan.

2. Teknik Pijat (Pinching)

Sesuai namanya, pada teknik ini, pengrajin akan langsung menggunakan tangannya untuk memijat keramik hingga mendapatkan bentuk yang diinginkan.

Hasilnya berupa kerajinan tanah liat yang padat dan tidak mudah mengelupas, membuatnya bisa bertahan sangat lama.

3. Teknik Pilin

Teknik juga langsung menggunakan kedua tangan pengrajin. Tanah liat akan dipilin seperti tali. Hasil pilinan bisa dibentuk menjadi lingkaran atau bentuk lainnya.

4. Teknik Putar

Teknik akan memanfaatkan subak pelarik atau alat putar. Ambil segumpal tanah liat, letakan di atas meja putar. Selama tanah liat diputar, pengrajin akan menekannya serta membentuknya hingga mendapatkan bentuk silindris atau bentuk yang diinginkan.

5. Teknik Cetak (Press)

Pada teknik ini, proses pembentukan keramik menggunakan cetakan. Hal ini menjadikan bentuk tanah liat sesuai dengan cetakan yang digunakan.

Adapun bentuk cetakannya bisa memiliki beragam bentuk. Jika tanah liat sudah masuk ke dalam cetakan, maka bahan ini siap menuju proses selanjutnya.

Klasifikasi Keramik

Perlu diketahui bahwa keramik pada prinsipnya dibedakan menjadi 2 yakni, keramik tradisional dan keramik halus. Adapun penjelasan dari masing-masing keramik adalah sebagai berikut.

1. Keramik Tradisional

Keramik tradisional adalah keramik yang komposisi utamanya berasal bahan alam, seperti, kuarsa, kaolin, dsb. Contoh dari keramik tradisional yaitu, industri (refractory), barang pecah belah (dinnerware), dan keperluan rumah tangga (tile, bricks).

2. Keramik Halus

Keramik halus atau bahasa inggris disebut fine ceramics adalah keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-oksida logam, seperti, AI2O3, ZrO2, MgO, dsb.

Penggunaan elemen tersebut digunakan untuk pemanas, semikonduktor, komponen turbin dan juga sangat berguna dalam bidang medis.

Sifat Keramik

Sifat yang umum dan mudah sekali dilihat pada kebanyakan jenis keramik ialah mudah rapuh dan gampang pecah.

Hal ini dapat kita temukan pada jenis keramik tradisional seperti barang pecah belah yang meliputi gerabah, kendi, gelas dan lain sebagainya.

Namun sifat yang rapuh ini tidak berlaku pada jenis keramik tertentu, terutama pada jenis keramik hasil sintering dan campuran sintering antara keramik dengan logam.

Tahapan Pembuatan Seni Keramik

Didalam pengolahan bahan ini tentunya terdapat beberapa proses-proses tertentu yang harus dapat dilakukan diantaranya yaitu pengurangan ukuran butir, penyaringan, pencampuran, pengadukan (mixing), dan pengurangan kadar air. Pengurangan ukuran butir juga dapat dilakukan dengan cara melakukan penumbukan atau penggilingan dengan menggunakan ballmill. Penyaringan disini dapat dimaksudkan sebagai untuk memisahkan material dengan ukuran yang tidak seragam. Ukuran butir seringnya menggunakan ukuran mesh. Ukuran yang lazim digunakan adalah 60 –100 mesh.

Tahap pembentukan yakni suatu tahap yang mengubah bongkahan badan tanah liat plastis menjadi benda-benda yang dikehendaki. Terdapat tiga keteknikan utama dalam membentuk benda keramik, yakni pembentukan tangan langsung (handbuilding), teknik putar (throwing), dan teknik cetak (casting).

Pengeringan yakni suatu yang dilakukan untuk menghilangkan air plastis yang terikat pada badan keramik. Dimana pada saat berlangsungnya, badan keramik plastis dikeringkan akan terjadi 3 proses penting, yakni pertama air pada lapisan antarpartikel lempung mendifusi ke permukaan, menguap, sampai akhirnya partikel-partikel saling bersentuhan dan penyusutan berhenti, kedua Air dalam pori hilang tanpa terjadi susut dan terakhir ialah air yang terserap pada permukaan partikel akan hilang.

Pembakaran yakni suatu inti dari pembuatan keramik dimana prosesnya ini tentunya akan dapat mengubah massa yang rapuh menjadi massa yang lebih padat, keras, dan kuat. Pembakaran dapat dilakukan dalam sebuah tungku/furnace suhu tinggi. Terdapat beberapa parameter yang akan dapat mempengaruhi hasil pembakaran, yakni atmosfer tungku, suhu sintering/matang dan tentu saja mineral yang terlibat. Pada saat berlangsungnya pembakaran, badan keramik akan mengalami beberapa reaksi-reaksi penting, hilang/muncul fase-fase mineral, dan hilang berat (weight loss).

Pengglasiran yakni suatu tahap yang dilakukan sebelum dilakukannya pembakaran glasir. Benda keramik biskuit harus dilapisi glasir dengan cara dilakukannya secara celup, dituang, disemprot, atau dikuas. Sedangkan, untuk benda-benda kecil – sedang pelapisan glasir dapat dilakukan dengan cara dicelup dan dituang. Dan untuk benda-benda yang besar pelapisan dapat dilakukan dengan cara melakukan penyemprotan. Fungsi glasir pada produk keramik ialah sebagai salah satu untuk menambah keindahan, agar lebih kedap air, dan terakhir untuk menambahkan efek-efek tertentu sesuai keinginan.


Tags: kerajinan yang dimaksud

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia