Jenis Benang Hecting - Panduan Lengkap untuk Pemula dalam Seni Kerajinan Jarum dan DIY
Jenis benang non-absorbable
Jenis benang non-absorbable atau tidak dapat diserap biasanya digunakan pada prosedur operasi untuk menjahit jaringan lunak dan juga untuk prosedur kardiovaskular serta sistem saraf. Proses penyembuhan menggunakan benang ini memerlukan waktu yang lama. Berikut ini beberapa jenis benang non-absorbable:
Nilon
Nilon merupakan benang jahit luka yang masuk dalam jenis benang monofilamen alami.
Polypropylene (prolene)
Polypropylene masuk ke dalam jenis benang monofilament sintetik
Sutra (silk)
Sutra termasuk dalam jenis benang multifilamen alami dan berbentuk jalinan yang dikepang. Benang ini mengandung serabut sutra yang dihasilkan oleh ulat sutra
Polyester (ethibond)
Polyester merupakan salah satu jenis benang jahit luka yang merupakan benang multifilamen sintetis. Benang ini berbentuk jalinan yang dikepang.
Itulah jenis-jenis benang yang digunakan untuk menjahit luka. Semoga informasi ini bermanfaat.
Apabila Anda sedang membutuhkan supplier alat-alat kesehatan untuk berbagai jenis proyek atau tender, Anda bisa percayakan pada Syaf Unica Indonesia. Syaf Unica Indonesia merupakan supplier alat-alat kesehatan dan laboratorium yang terpercaya dan memiliki legalitas
Ukuran Jarum Operasi
Jarum operasi ini tersedia dalam berbagai ukuran. Ukuran ini juga menyesuaikan dengan besarnya benang, semakin besar benang maka jarum juga semakin besar. Jarum bedah ini memiliki ukuran yang sama dengan jarum suntik pada umumnya. Semakin besar angkanya, maka ukuran ukuran jarumnya akan semakin kecil.
Ukuran jarum ini mulai dari ukuran yang paling besar yaitu 00 untuk menjahit dinding abdomen. Sedangkan ukuran yang paling kecil yaitu 10 – 0 untuk menjahit anastomoses mikrovaskuler yang berukuran seperti rambut manusia. Jarum bedah yang paling sering di gunakan para tenaga medis untuk melakukan operasi yaitu yang berukuran 3.0 – 5.0.
Untuk prosedur pembedahan di bagian wajah menggunakan jarum berukuran 5.0 – 6.0 sehingga tidak meninggalkan bekas luka. Lain halnya dengan bagian tubuh yang tidak terlihat biasanya menggunakan jarum berukuran 3.0 – 4.0, dengan ukurannya yang besar membuat jahitan kuat dan mudah menjahitnya. | cara memilih benang operasi
Jenis-Jenis Benang Bedah
Berdasarkan ukuran diameternya, benang bedah ini terbagi menjadi beberapa ukuran berdasarkan pada bahan penyusunya yaitu benang sintetik dan alami serta benang salut dan tanpa salut.
Benang bedah ini terbagi ke dalam beberapa jenis tergantung bahan penyusunnya yaitu sebagai berikut:
Benang bedah yang tidak bisa diabsorbsi
Benang Bedah dapat diabsorbsi
Berbeda dengan benang sebelumnya, benang ini tidak perlu melakukan tindakan pengangkatan benang lagi. Terbuat dari bahan yang bisa larut dan melebur dengan jaringan dalam kurun waktu 10 – 8 minggu. Namun benang ini memiliki kekurangan yaitu dapat meningglkan bekas luka, sehingga penggunaan benang ini khusus untuk bagian bawah kulit. Contoh benang jenis ini yaitu banang asam poliglikolat (PGA), poliglaktin 910 (PGLA), catgut plain dan catgut chromic, polidioksanon (PDS).
Benang bedah monofilamen
Jenis benang bedah monofilamen ini tersusun dari satu benang saja. Benang ini berguna untuk menutup kulit yang luka dan yang berisiko infeksi. Contohnya yaitu ada poliglaktin 910 dan benang PGA.
Benang bedah multifilamen
Berbeda dengan monofilamen, benang multifilamen tersusun dari beberapa benang yang terkepang menjadi satu. Kelebihan benang ini yaitu penggunaanya yang mudah. Namun, memiliki kekurangan yaitu dapat menyebabkan infeksi, karena bisa menjadi tempat bersarangnya bakteri. Contoh dari benang ini yaitu polipropilene, nilon (ethilon), catgut, polidioksanon.
Jenis jenis jarum dan benang di atas bisa anda dapatkan dengan mudah melalui distributor alat kesehatan AGM Medica. Kami menyediakan berbagai macam perlengkapan rumah sakit terlengkap dengan pelayanan yang sudah terpercaya. Dapatkan alat kesehatan berkualitas anda di AGM Medica, pastinya dengan harga yang terjangkau. | cara memilih benang operasi
Apa Itu Hecting?
Dalam proses pelayanan Hecting ada beberapa tahapan yang harus dipersiapkan sebelum melakukan hecting atau penjahitan luka, persiapan yang harus dilakukan diantaranya
- Alat dan bahan prosedur,
- Sistematika prosedur, dan
- Hal-hal yang harus diperhatikan.
1. Alat dan Bahan Prosedur
Ada beberapa alat dan bahan yang harus dipersiapkan sebelum melakukan penjahitan luka diantaranya:
1. Sarung tangan steril,
2. Duk steril atau duk lubang,
3. Satu set bedah minor, yang terdiri dari,
- pinset anatomi
- pinset chirurgis
- nald folder
- gunting
- arteri klem
5. Benang jahit dengan jenis poliglaktin (Vicryl),
8. Cairan antiseptik,
9. Obat anestesi (Pehacain),
11. Gunting plester,
13. Nierbeken, dan
14. Tempat sampah medis.
2. Sistematika Prosedur
- Hal pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan luka dengan cairan antiseptik,
- Lalu mengganti sarung tangan dengan sarung tangan steril,
- Kemudian memberikan anestesi di jaringan sekitar luka dengan anestesi lokal (lidokain, pehacaine) atau bisa juga dibersihkan luka dengan cairan lain contoh: NaCl 0,9 %,
- Jika luka masih kotor dapat gunakan larutan H2O2 dan perhidrol 10%,
- Memasang duk steril,
- Gunakan jarum medis untuk menjahit kulit, memasukkan benang ke lubang jarum,
- Pegang jarum menggunakan klem kemudian mulai menjahit luka secara perlahan,
- Jika luka tersebut dalam sampai jaringan otot maka dijahit lapis demi lapis,
- Mengikat benang pada luka menggunakan simpul potong benang,
- Lanjutkan jahitan luka sampai luka tertutup,
- Berikan desinfektan pada jahitan,
- Tutup dengan kasa steril dan hipafix,
- Membersihkan alat yang barusan digunakan, dan
- Selesai.
Bahan pembuat benang operasi
Perbedaan benang operasi yang jadi daging dan tidak ini didasarkan pada bahan pembuatnya, sebagian bisa diserap tubuh dan lainnya tidak.
Setiap jenis benang terbuat dari bahan yang berbeda, baik alami maupun sintetis.
1. Bahan benang yang bisa diserap (absorbable)
Jenis benang medis ini biasanya digunakan untuk menjahit bagian paling dalam dari sayatan. Meski begitu, benang ini juga bisa dokter gunakan pada permukaan kulit.
Berikut ini merupakan bahan-bahan pembuat benang yang bisa diserap tubuh.
Serat usus (gut)
Benang monofilamen alami ini berasal dari serat dinding usus hewan, seperti sapi, kambing, dan domba. Ini digunakan untuk menjahit jaringan lunak bagian dalam tubuh.
Akan tetapi, benang dari serat usus tidak digunakan untuk operasi kardiovaskular dan sistem saraf. Pasalnya, benang ini bisa memicu reaksi buruk yang lebih besar dan berisiko menyebabkan komplikasi operasi .
Polydioxanone (PDS)
Benang monofilamen sintesis ini bisa digunakan untuk memperbaiki luka jaringan lunak, seperti untuk perut atau jantung bayi dan anak-anak.
Poliglecaprone (Monocryl)
Benang monofilamen sintetis ini digunakan untuk memperbaiki jaringan lunak yang terbuka. Namun, bahan ini tidak boleh digunakan untuk operasi kadiovaskular atau sistem saraf.
Jenis benang ini paling sering digunakan untuk menutup luka kulit agar bekasnya tidak terlihat.
Poliglaktin (Vicryl)
Benang multifilamen ini biasanya digunakan untuk memperbaiki luka robek tangan atau wajah.
Benang ini juga tidak boleh digunakan untuk prosedur penjahitan bagian kardiovaskular atau sistem saraf.
2. Bahan benang yang tidak dapat diserap (non-absorbable)
Semua jenis bahan benang jahit yang tidak dapat diserap biasanya dapat digunakan untuk memperbaiki jaringan lunak, termasuk untuk prosedur kardiovaskular dan sistem saraf.
Tags: benang jenis