... Jenis Benang Operasi untuk Kerajinan dan DIY: Panduan Lengkap

Jenis-Jenis Benang Operasi - Panduan Lengkap untuk Pekerjaan Jahit dan Kerajinan DIY

Mungkinkah benang operasi menyebabkan infeksi?

Meski begitu, benang multifilamen lebih berisiko memicu infeksi daripada benang monofilamen. Ini disebabkan benang yang lebih tebal sehingga lebih sulit melewati jaringan saat penjahitan.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Risiko ini tentu akan sangat kecil bila prosedur dilakukan oleh dokter ahli atau profesional terlatih di bidangnya.

Hal yang umumnya menyebabkan infeksi ialah ketika pasien tidak merawat luka operasi dengan benar.

Selain itu, lakukan perawatan lain yang dokter Anda rekomendasikan untuk menjaga luka jahitan tetap steril dan lekas sembuh.

Jenis-Jenis Benang untuk Operasi Plastik

Benang untuk operasi plastik adalah komponen penting dalam prosedur ini. Benang ini digunakan untuk menjahit luka dan mengangkat jaringan kulit atau otot yang mengendur.

Ada beberapa jenis benang untuk operasi plastik yang umum digunakan, yaitu absorbable dan nonabsorbable . Masing-masing jenis benang untuk operasi plastik ini bisa terdiri dari dua jenis, yaitu beberapa utas benang yang dikepang bersama (braided) maupun satu utas benang (monofilament).

Berikut adalah penjelasan mengenai jenis-jenis benang untuk operasi plastik.

1. Absorbable

Benang absorbable adalah benang yang dapat diserap dan umumnya kehilangan sebagian besar kekuatan tariknya dalam 1 hingga 3 minggu. Benang ini bisa terserap sepenuhnya dalam waktu 3 bulan.

Pada umumnya, benang absorbable hanya digunakan untuk jahitan dalam. Namun, belakangan penggunaan benang ini mulai dianjurkan untuk penutupan luka perkutan pada orang dewasa dan anak-anak. Beberapa jenis benang absorbable untuk operasi plastik antara lain:

2. Non-Absorbable

Benang nonabsorbable adalah benang yang terbuat dari bahan buatan yang tidak dimetabolisme oleh tubuh. Berikut beberapa contoh jenis benang untuk operasi plastik nonabsorbable:

Perbedaan Jenis Benang untuk Operasi Wajah

Berikut adalah beberapa perbedaan mendasar dari masing-masing jenis benang yang digunakan untuk prosedur wajah diatas:

Lama Benang Bertahan

Masing-masing benang memiliki kemampuan yang berbeda dalam bertahan di jaringan. Semakin lama benang bertahan di jaringan, maka semakin banyak kolagen yang terstimulasi sehingga hasilnya jauh lebih baik dan lebih tahan lama.

Benang PDO dapat bertahan di jaringan selama sekitar 6 bulan, sekitar 12 bulan untuk benang PLA, sedangkan benang PCA dapat bertahan di jaringan selama 12-15 bulan.

Kemampuan Pengangkatan Jaringan

Apa yang ingin dicapai dari suatu prosedur wajah akan mempengaruhi pemilihan benang yang akan digunakan. Benang PDO diketahui unggul dalam memposisikan ulang dan merevitalisasi jaringan, tetapi benang jenis ini tidak untuk memberikan daya angkat sehingga lebih cocok untuk pasien yang lebih muda.

Benang PLA juga memiliki efek pengangkatan yang kurang signifikan sehingga juga cocok untuk pasien yang hanya membutuhkan sedikit pengangkatan jaringan. Sedangkan benang PCA mampu memberikan lebih banyak daya angkat. Untuk itu benang ini bisa menjadi pilihan terbaik bagi pasien yang membutuhkan daya angkat kecil hingga sedang.

Stimulasi Kolagen

Benang PDO dan PLA dapat menyebabkan fibrosis di area sekitarnya dan membuat kolagen tipe 1. Sedangkan benang PCA mampu merangsang produksi kolagen tipe 1 dan 3 yang membantu memperbaiki kondisi kulit sehingga lebih efektif untuk membuat tampilan yang awet muda.

Pemilihan jenis benang untuk operasi wajah yang tepat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kondisi kulit, usia, tujuan dari prosedur tersebut, waktu resorpsi atau daya tahan benang dalam jaringan dan stimulasi kolagen dari benang.

Penting untuk memilih dokter atau praktisi kecantikan yang berpengalaman dan terlatih untuk melakukan prosedur wajah dengan menggunakan benang yang tepat agar dapat mencapai hasil yang diinginkan dan meminimalkan risiko.

A. Berdasarkan Penyerapan

Berdasarkan penyerapannya benang bedah diklasifikasikan menjadi dua, yaitu absorbable suture material dan non absorbable suture material. Penggunaan kedua benang ini biasanya spesifik pada organ tertentu, sehingga penggunaannya harus hati-hati.

1. Absorbable Suture Material

Jenis benang bedah yang pertama adalah benang absorbable. Terdapat dua mekanisme penyerapan yang terjadi pada benang absorbable, pertama penyerapan melalui mekanisme enzimatik yang terjadi pada benang catgut dan kolagen.

Enzim proteolitik dalam lisosom akan menghancurkan benang. Kedua, melalui mekanisme hidrolisa yang berefek pada air di dalam benang. Gangguan air benang akan menyebabkan benang lebih rapuh kemudian hancur. Hidrolisa akan memingkat dengan perubahan pH (Erlinawati, 2016).

Berdasarkan bahan pembuatnya, benang absorbable terbagi menjadi dua yaitu alami dan sintetik. Jenis benang absorbable yang terbuat dari bahan alami adalah catgut yang terbuat dari usus kucing dan domba , collagen, cargille membrane, kangaroo tendon, dan fascia lata.

Jenis benang absorbable yang terbuat dari bahan sintetik adalah polyglicolic acid (dexon), polyglactic acid (vicryl), polydioxanone (PDS), dan polytrimethlylene carbonate (maxon). Menurut US Pharmacope dalam Sudisma (2017), benang yang diserap jumlah dan jenisnya bermacam-macam. Mulai dari benang tipe A, B, C, dan D.

Tipe BenangNama BenangLama PenyerapanFungsi Benang
APlain cat gut3-7 hariMenjahit jaringan lunak sub cutan, otot, uterus, dan usus
BMilk chromic cat gut14 hariMenjahit uterus, usus, vesica urinaria
CMedium chromic cat gut20 hari
DExtra chromic cat gut40 hari

Jenis Operasi Wajah yang Banyak Diminati

Beberapa jenis operasi wajah yang paling banyak diminati di antaranya adalah sebagai berikut:

Facelift

Facelift (rhytidectomy) adalah prosedur bedah kosmetik yang dilakukan untuk mengencangkan kulit dan menghilangkan kerutan pada wajah dan leher. Proses ini melibatkan pengangkatan dan penarikan kulit wajah dan leher, serta penghilangan lemak dan jaringan ikat yang berlebihan. Facelift dapat memberikan hasil yang tahan lama dan memberikan tampilan wajah yang lebih muda.

Rhinoplasty

Rhinoplasty adalah operasi kosmetik yang dilakukan pada hidung. Prosedur ini dapat merubah ukuran dan bentuk hidung, serta memperbaiki masalah pernapasan yang terkait dengan kelainan hidung. Rhinoplasty seringkali menjadi pilihan bagi orang-orang yang merasa tidak percaya diri dengan bentuk hidung mereka.

Eyelid Lift

Eyelid lift (blepharoplasty) adalah operasi kosmetik yang dilakukan pada kelopak mata. Prosedur ini bertujuan untuk menghilangkan kantung mata dan kerutan di sekitar mata, sehingga memberikan tampilan yang lebih segar dan lebih muda.

Brow Lift

Brow lift adalah prosedur kosmetik yang bertujuan untuk mengangkat alis dan dahi seseorang. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kerutan dan garis-garis di dahi, serta memberikan tampilan yang lebih muda dan segar.

Chin Implant

Chin implant merupakan prosedur kosmetik yang bertujuan untuk memperbaiki atau memperindah bentuk dagu. Implan dagu dapat memberikan dimensi tambahan pada wajah dan membantu mencapai proporsi wajah yang lebih seimbang.


Tags: benang jenis

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia