Jenis-Jenis Benang Operasi - Panduan Lengkap untuk Pekerjaan Jahit dan Kerajinan DIY
3 Jenis Benang untuk Operasi Wajah dan Perbedaannya
Penuaan atau aging dapat menyebabkan hilangnya lemak wajah, terutama di sekitar pipi, area mata, rahang, dan leher. Proses tersebut menjadikan kekencangan kulit wajah berkurang, kontur wajah menjadi kurang tegas, serta muncul garis-garis halus atau keriput di wajah. Hal ini pun bisa menurunkan kepercayaan diri seseorang.
Oleh sebab itu, banyak orang yang melakukan prosedur operasi wajah demi bisa mendapatkan penampilan wajah yang ideal dan mengembalikan kepercayaan diri. Operasi wajah menggunakan benang khusus dalam prosedurnya untuk mengencangkan kulit. Namun, tidak semua benang dibuat sama. Ada berbagai jenis benang untuk operasi wajah dengan berbagai manfaat dan efek yang berbeda pada kulit wajah.
B. Berdasarkan Susunan Filamen
Berdasarkan susunan filamennya, benang bedah terbagi menjadi monofilamen dan multifilamen. Perbedaannya terletak pada lembar benang dan daya serap cairan. Benang monofilamen terdiri dari satu helai, sehingga tidak menyerap cairan. Contoh benang monofilamen adalah Catgut, PDS, dan Prolene.
Benang monofilamen memiliki kelebihan, yaitu memiliki permukaan yang rata dan halus sehingga meminimalisir pembentukan nodus. Namun, benang monofilamen memiliki struktur yang kaku sehingga diperlukan simpul jahitan khusus. Selain itu, benang monofilamen juga tidak sekuat benang multifilamen. Sehingga apabila ditarik terlalu kuat akan putus.
Berbeda halnya dengan benang monofilamen, benang multifilamen terdiri dari beberapa helai benang yang dipilin menjadi satu, memiliki sifat yang kuat, dan menyerap cairan. Kelebihan dari benang multifilamen adalah memiliki tekstur yang lentur sehingga mudah untuk diarahkan dan disimpul.
Kekurangan dari benang multifilamen adalah keberadaan rongga pada benang memudahkan terjadinya kontaminasi mikroba pada luka. Contoh benag multifilamen adalah Vicryl, Silk, dan Ethibond.
C. Berdasarkan Bahan Benang
Selain beberapa klasifikasi di atas, benang juga dapat diklasifikasikan berdasarkan ukurannya. Berikut adalah lokasi penjahitan, jenis benang yang digunakan, dan ukuran benang yang digunakan (Sjamsuhidajat dan Wim, 2005) :
| Lokasi Penjahitan | Jenis Benang | Ukuran Benang |
| Fasia | semua | 2.0-1 |
| Otot | semua | 3.0-0 |
| Kulit | non absorbable | 2.0-6.0 |
| Lemak | absorbable | 2.0-3.0 |
| Hepar | chromic cat gut | 2.0-0 |
| Ginjal | semua cat gut | 4.0 |
| Pancreas | sutera atau kapas | 3.0 |
| Usus halus | cat gut, sutera, kapas | 2.0-3.0 |
| Usus besar | chromic cat gut | 4.0-0 |
| Tendon | non absorbable | 5.0-3.0 |
| Kapsul sendi | non absorbable | 3.0-2.0 |
| Peritoneum | chromic cat gut | 3.0-2.0 |
| Bedah mikro | non absorbable | 7.0-11.0 |
Perbedaan Jenis Benang untuk Operasi Wajah
Berikut adalah beberapa perbedaan mendasar dari masing-masing jenis benang yang digunakan untuk prosedur wajah diatas:
Lama Benang Bertahan
Masing-masing benang memiliki kemampuan yang berbeda dalam bertahan di jaringan. Semakin lama benang bertahan di jaringan, maka semakin banyak kolagen yang terstimulasi sehingga hasilnya jauh lebih baik dan lebih tahan lama.
Benang PDO dapat bertahan di jaringan selama sekitar 6 bulan, sekitar 12 bulan untuk benang PLA, sedangkan benang PCA dapat bertahan di jaringan selama 12-15 bulan.
Kemampuan Pengangkatan Jaringan
Apa yang ingin dicapai dari suatu prosedur wajah akan mempengaruhi pemilihan benang yang akan digunakan. Benang PDO diketahui unggul dalam memposisikan ulang dan merevitalisasi jaringan, tetapi benang jenis ini tidak untuk memberikan daya angkat sehingga lebih cocok untuk pasien yang lebih muda.
Benang PLA juga memiliki efek pengangkatan yang kurang signifikan sehingga juga cocok untuk pasien yang hanya membutuhkan sedikit pengangkatan jaringan. Sedangkan benang PCA mampu memberikan lebih banyak daya angkat. Untuk itu benang ini bisa menjadi pilihan terbaik bagi pasien yang membutuhkan daya angkat kecil hingga sedang.
Stimulasi Kolagen
Benang PDO dan PLA dapat menyebabkan fibrosis di area sekitarnya dan membuat kolagen tipe 1. Sedangkan benang PCA mampu merangsang produksi kolagen tipe 1 dan 3 yang membantu memperbaiki kondisi kulit sehingga lebih efektif untuk membuat tampilan yang awet muda.
Pemilihan jenis benang untuk operasi wajah yang tepat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kondisi kulit, usia, tujuan dari prosedur tersebut, waktu resorpsi atau daya tahan benang dalam jaringan dan stimulasi kolagen dari benang.
Penting untuk memilih dokter atau praktisi kecantikan yang berpengalaman dan terlatih untuk melakukan prosedur wajah dengan menggunakan benang yang tepat agar dapat mencapai hasil yang diinginkan dan meminimalkan risiko.
Tags: benang jenis