Jenis-Jenis Benang Operasi - Panduan Lengkap untuk Pekerjaan Jahit dan Kerajinan DIY
A. Berdasarkan Penyerapan
Berdasarkan penyerapannya benang bedah diklasifikasikan menjadi dua, yaitu absorbable suture material dan non absorbable suture material. Penggunaan kedua benang ini biasanya spesifik pada organ tertentu, sehingga penggunaannya harus hati-hati.
1. Absorbable Suture Material
Jenis benang bedah yang pertama adalah benang absorbable. Terdapat dua mekanisme penyerapan yang terjadi pada benang absorbable, pertama penyerapan melalui mekanisme enzimatik yang terjadi pada benang catgut dan kolagen.
Enzim proteolitik dalam lisosom akan menghancurkan benang. Kedua, melalui mekanisme hidrolisa yang berefek pada air di dalam benang. Gangguan air benang akan menyebabkan benang lebih rapuh kemudian hancur. Hidrolisa akan memingkat dengan perubahan pH (Erlinawati, 2016).
Berdasarkan bahan pembuatnya, benang absorbable terbagi menjadi dua yaitu alami dan sintetik. Jenis benang absorbable yang terbuat dari bahan alami adalah catgut yang terbuat dari usus kucing dan domba , collagen, cargille membrane, kangaroo tendon, dan fascia lata.
Jenis benang absorbable yang terbuat dari bahan sintetik adalah polyglicolic acid (dexon), polyglactic acid (vicryl), polydioxanone (PDS), dan polytrimethlylene carbonate (maxon). Menurut US Pharmacope dalam Sudisma (2017), benang yang diserap jumlah dan jenisnya bermacam-macam. Mulai dari benang tipe A, B, C, dan D.
| Tipe Benang | Nama Benang | Lama Penyerapan | Fungsi Benang |
| A | Plain cat gut | 3-7 hari | Menjahit jaringan lunak sub cutan, otot, uterus, dan usus |
| B | Milk chromic cat gut | 14 hari | Menjahit uterus, usus, vesica urinaria |
| C | Medium chromic cat gut | 20 hari | – |
| D | Extra chromic cat gut | 40 hari | – |
Perbedaan Benang Absorbable dan Non-Absorbable
Perbedaan antara benang untuk operasi plastik jenis absorbable dan benang non absorbable di antaranya yaitu:
1. Kemampuan Benang untuk Terurai
2. Pengangkatan Benang
Kelebihan benang absorbable lainnya adalah tidak perlu dilakukan pengangkatan benang secara terpisah karena benang akan terurai dengan sendirinya.
Sementara itu, tindakan pasca operasi diperlukan untuk mengangkat benang nonabsorbable. Pengangkatan benang jahitan dapat menyebabkan pasien mengalami nyeri, meningkatkan risiko infeksi dan memperpanjang waktu pemulihan pasien.
3. Kekuatan Benang
Karena benang absorbable akan terurai dari waktu ke waktu, maka kekuatannya tidak bertahan lama dan kurang cocok untuk digunakan dalam operasi yang membutuhkan dukungan jangka panjang. Lain halnya dengan benang non-absorbable. Benang nonabsorbable dapat memberikan dukungan yang lebih lama, sehingga cocok digunakan dalam operasi yang membutuhkan dukungan jangka panjang.
Jadi, benang absorbable dan nonabsorbable memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Penggunaan jenis benang absorbable atau nonabsorbable akan tergantung pada jenis operasi yang dilakukan, kondisi kesehatan pasien, preferensi dokter bedah, dan faktor-faktor lainnya.
C. Berdasarkan Bahan Benang
Selain beberapa klasifikasi di atas, benang juga dapat diklasifikasikan berdasarkan ukurannya. Berikut adalah lokasi penjahitan, jenis benang yang digunakan, dan ukuran benang yang digunakan (Sjamsuhidajat dan Wim, 2005) :
| Lokasi Penjahitan | Jenis Benang | Ukuran Benang |
| Fasia | semua | 2.0-1 |
| Otot | semua | 3.0-0 |
| Kulit | non absorbable | 2.0-6.0 |
| Lemak | absorbable | 2.0-3.0 |
| Hepar | chromic cat gut | 2.0-0 |
| Ginjal | semua cat gut | 4.0 |
| Pancreas | sutera atau kapas | 3.0 |
| Usus halus | cat gut, sutera, kapas | 2.0-3.0 |
| Usus besar | chromic cat gut | 4.0-0 |
| Tendon | non absorbable | 5.0-3.0 |
| Kapsul sendi | non absorbable | 3.0-2.0 |
| Peritoneum | chromic cat gut | 3.0-2.0 |
| Bedah mikro | non absorbable | 7.0-11.0 |
Yuk Kenali Berbagai Jenis Benang Bedah Veteriner
Penggunaan benang dalam prosedur operasi menjadi bagian yang sangat penting. Karena ternyata, terdapat berbagai jenis benang bedah yang dapat digunakan. Tentunya masing-masing jenis benang tersebut memilki fungsi yang berbeda satu sama lain.
Sebelum mengenal lebih jauh mengenai benang bedah, mari kita ingat lagi apa fungsi benang dalam prosedur bedah atau operasi. Pada dasarnya, benang bedah atau benang operasi merupakan benang yang berfungsi sebagai ligasi (mengikat) pembuluh darah atau aproksimasi (mengikat / menyatukan jaringan) (Sudisma, 2017).
Terdapat tiga hal yang mendasari perbedaan penggunaan benang bedah, di antaranya adalah jenis bahan yang digunakan, kemampuan tubuh dalam menyerap, dan susuan filamen atau seratnya.
Sama halnya dengan peralatan dan bahan medis yang lain, benang bedah (suture material) juga memiliki persyaratan khusus. Sudisma (2017) menyebutkan bahwa beberapa persyaratan tersebut yaitu :
- Harus memiliki tensile strength yang tinggi untuk menahan luka hingga proses penyembuhan selesai
- Diketahui absorption rate
- Diameter benang bedah ukuran terkecil yang paling aman untuk setiap jenis jaringan yang akan dijahit
- Tidak menyebabkan alergi atau inflamasi jaringan
- Memiliki daya simpul baik
- Memiliki daya kapilaritas minimum
- Mudah disterilisasi
- Harga terjangkau
Berikut adalah penjelasan mengenai berbai jenis benang bedah yang digunakan dalam prosedur operasi :
Bahan pembuat benang operasi
Perbedaan benang operasi yang jadi daging dan tidak ini didasarkan pada bahan pembuatnya, sebagian bisa diserap tubuh dan lainnya tidak.
Setiap jenis benang terbuat dari bahan yang berbeda, baik alami maupun sintetis.
1. Bahan benang yang bisa diserap (absorbable)
Jenis benang medis ini biasanya digunakan untuk menjahit bagian paling dalam dari sayatan. Meski begitu, benang ini juga bisa dokter gunakan pada permukaan kulit.
Berikut ini merupakan bahan-bahan pembuat benang yang bisa diserap tubuh.
Serat usus (gut)
Benang monofilamen alami ini berasal dari serat dinding usus hewan, seperti sapi, kambing, dan domba. Ini digunakan untuk menjahit jaringan lunak bagian dalam tubuh.
Akan tetapi, benang dari serat usus tidak digunakan untuk operasi kardiovaskular dan sistem saraf. Pasalnya, benang ini bisa memicu reaksi buruk yang lebih besar dan berisiko menyebabkan komplikasi operasi .
Polydioxanone (PDS)
Benang monofilamen sintesis ini bisa digunakan untuk memperbaiki luka jaringan lunak, seperti untuk perut atau jantung bayi dan anak-anak.
Poliglecaprone (Monocryl)
Benang monofilamen sintetis ini digunakan untuk memperbaiki jaringan lunak yang terbuka. Namun, bahan ini tidak boleh digunakan untuk operasi kadiovaskular atau sistem saraf.
Jenis benang ini paling sering digunakan untuk menutup luka kulit agar bekasnya tidak terlihat.
Poliglaktin (Vicryl)
Benang multifilamen ini biasanya digunakan untuk memperbaiki luka robek tangan atau wajah.
Benang ini juga tidak boleh digunakan untuk prosedur penjahitan bagian kardiovaskular atau sistem saraf.
2. Bahan benang yang tidak dapat diserap (non-absorbable)
Semua jenis bahan benang jahit yang tidak dapat diserap biasanya dapat digunakan untuk memperbaiki jaringan lunak, termasuk untuk prosedur kardiovaskular dan sistem saraf.
Tags: benang jenis