Jenis-Jenis Jahitan Luka yang Menginspirasi dalam Kerajinan Jarum dan DIY
Faktor yang memengaruhi penyembuhan luka terbuka
Sekilas, luka terbuka yang ringan ini dapat sembuh tanpa ada masalah lain yang menyertai. Akan tetapi, tetap ada beberapa hal yang bisa membuat proses penyembuhannya semakin lama.
Salah satu faktor utama yang menentukan kecepatan penyembuhan adalah adanya suplai darah menuju luka yang memadai. Sebab, nutrisi dalam darah seperti vitamin C, zat besi, dan protein memiliki peran penting dalam pembentukan sel-sel kulit baru yang akan membantu penyembuhan luka.
Selain nutrisi, oksigen juga sangat dibutuhkan dalam proses penyembuhan luka terbuka. Salah satu hal yang dapat menurunkan tingkat oksigen dalam darah adalah kebiasaan merokok. Hal ini disebabkan oleh adanya karbonmonoksida yang memasuki sel darah saat Anda merokok.
Bila ingin luka lebih cepat sembuh, sebisa mungkin hindari dan hentikan kebiasaan merokok.
Jenis-jenis luka terbuka dan penyebabnya
Luka terbuka terdiri beberapa jenis yang berbeda. Jenis-jenis ini tentunya penting untuk Anda ketahui karena masing-masing memiliki perbedaan cara penanganannya.
1. Abrasi (luka lecet)
Abrasi atau lebih sering disebut luka lecet adalah luka yang timbul karena gesekan kulit pada permukaan yang keras dan kasar. Luka ini dapat menyebabkan terkikisnya sedikit lapisan kulit terluar (epidermis).
Luka lecet termasuk ke dalam jenis luka ringan dan paling sederhana dalam penanganannya. Durasi penyembuhan luka juga biasanya tidak akan memakan waktu yang lama. Lecet hanya akan menimbulkan perdarahan minimal dan mayoritas sembuh tanpa meninggalkan bekas luka.
2. Laserasi (luka gores)
Dikenal juga sebagai luka gores pada kulit, laserasi adalah luka terbuka yang menyebabkan jaringan di bawahnya terpotong atau robek.
Seringnya, luka ini disebabkan oleh kecelakaan di dapur saat menggunakan pisau atau peralatan tajam lainnya. Luka ini tidak melibatkan pengikisan lapisan epidermis.
3. Luka bakar
Luka bakar bisa disebabkan oleh kontak dengan suhu panas yang berlebih, tapi terkadang juga dapat disebabkan oleh kontak dengan benda atau udara dengan suhu dingin ekstrem dalam waktu yang lama.
Luka bakar dapat muncul dalam keadaan ringan atau parah. Pada luka bakar yang parah, efeknya bisa membuat seseorang mengalami syok atau bahkan terancam jiwanya.
Penyebabnya bervariasi, mulai dari paparan sinar matahari, kontak dengan api, listrik, atau bahan kimiawi yang terkandung dalam produk-produk tertentu.
Jahitan yang dapat dilarutkan di dalam mulut
Untuk melepaskan jahitan, Anda akan membutuhkan satu set dua tangan sehingga jika Anda tidak dapat mencapai jahitan dengan kedua tangan karena lokasi luka tertutup Anda akan membutuhkan bantuan dari orang lain. Anda juga akan membutuhkan sepasang pinset dan satu gunting bedah. Jika Anda tidak memiliki gunting bedah, jenis gunting tajam kecil lainnya atau pemotong kuku juga harus melakukan pekerjaan itu. Untuk mensterilkan peralatan, masukkan ke dalam air mendidih selama 10 menit, lalu keringkan dengan handuk kertas bersih. Temukan lokasi dengan pencahayaan yang baik di mana Anda dapat beristirahat dalam posisi yang nyaman sambil melepas jahitan.
- Cuci tangan sampai bersih.
- Sterilkan daerah tempat jahitan, bukan hanya luka yang tertutup, tapi juga daerah sekitarnya.
- Tarik simpul dengan pinset dan potong tepat di bawahnya.
- Tarik benang dari kulitnya dengan lembut.
- Ulangi proses untuk setiap simpul.
- Lap lagi area tersebut dengan disinfektan.
Jahitan yang dapat dilarutkan: berapa lama jahitan ini bertahan? (panduan lengkap)
Jahitan yang dapat diserap adalah salah satu cara untuk menahan luka, memotong atau menutup sayatan bedah sehingga dapat sembuh dengan baik, meminimalkan bekas luka, pendarahan dan risiko infeksi.
Jenis utama jahitan bedah adalah:
- Jahitan yang dapat dilarutkan (diserap), yang diserap kembali oleh tubuh dari waktu ke waktu
- Jahitan biasa (tidak dapat diserap), yang perlu dilepas oleh ahli medis
- Staples logam
- Jahitan perekat (steri – strip)
- lem Cyanoacrilate, lem khusus non – toksik yang cocok untuk kulit
Jahitan yang dapat dilarutkan terutama digunakan untuk jaringan dalam dan jaringan yang sembuh dengan cepat seperti kulit, jaringan di bawah kulit dan otot.
Table of Contents
6. Terapkan gaya hidup sehat
Saat menjalani pemulihan luka jahitan, kamu juga perlu mengonsumsi makanan bergizi, termasuk sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan daging agar tubuh dapat memperbaiki jaringan yang rusak.
Selain itu, agar proses pemulihan luka bisa berjalan lancar, hindari aktivitas fisik berat, tidak merokok atau terpapar asap rokok, dan jauhi minuman beralkohol.
Untuk beberapa kondisi, bekas luka jahitan mungkin saja bisa tetap muncul walau kamu sudah melakukan langkah-langkah perawatan bekas luka jahitan. Kondisi ini dapat dialami oleh penderita keloid. Keloid umumnya diturunkan secara genetik dalam keluarga.
Jika luka jahitan membentuk keloid, kamu mungkin perlu menghilangkan bekas luka secara medis, misalnya dengan suntikan kortikosteroid dari dokter untuk menghilangkan bekas luka yang menjadi keloid.
Luka jahitan biasanya dapat pulih dan menutup dengan sempurna dalam waktu sekitar 1–2 minggu. Dengan perawatan luka jahitan yang baik, luka tersebut bisa sembuh dengan baik dan hanya meninggalkan sedikit bekas.
Kamu perlu waspada dan segera berkonsultasi dengan dokter jika muncul demam selama proses pemulihan luka, atau jika luka terlihat bengkak, bernanah, berbau, terasa nyeri, atau terus berdarah. Hal ini bisa menandakan bahwa luka jahitan mengalami infeksi.
Tags: jahit luka jenis