Jenis-Jenis Jahitan Luka yang Menginspirasi dalam Kerajinan Jarum dan DIY
Jahitan yang dapat dilarutkan: berapa lama jahitan ini bertahan? (panduan lengkap)
Jahitan yang dapat diserap adalah salah satu cara untuk menahan luka, memotong atau menutup sayatan bedah sehingga dapat sembuh dengan baik, meminimalkan bekas luka, pendarahan dan risiko infeksi.
Jenis utama jahitan bedah adalah:
- Jahitan yang dapat dilarutkan (diserap), yang diserap kembali oleh tubuh dari waktu ke waktu
- Jahitan biasa (tidak dapat diserap), yang perlu dilepas oleh ahli medis
- Staples logam
- Jahitan perekat (steri – strip)
- lem Cyanoacrilate, lem khusus non – toksik yang cocok untuk kulit
Jahitan yang dapat dilarutkan terutama digunakan untuk jaringan dalam dan jaringan yang sembuh dengan cepat seperti kulit, jaringan di bawah kulit dan otot.
Table of Contents

Faktor yang memengaruhi penyembuhan luka terbuka
Sekilas, luka terbuka yang ringan ini dapat sembuh tanpa ada masalah lain yang menyertai. Akan tetapi, tetap ada beberapa hal yang bisa membuat proses penyembuhannya semakin lama.
Salah satu faktor utama yang menentukan kecepatan penyembuhan adalah adanya suplai darah menuju luka yang memadai. Sebab, nutrisi dalam darah seperti vitamin C, zat besi, dan protein memiliki peran penting dalam pembentukan sel-sel kulit baru yang akan membantu penyembuhan luka.
Selain nutrisi, oksigen juga sangat dibutuhkan dalam proses penyembuhan luka terbuka. Salah satu hal yang dapat menurunkan tingkat oksigen dalam darah adalah kebiasaan merokok. Hal ini disebabkan oleh adanya karbonmonoksida yang memasuki sel darah saat Anda merokok.
Bila ingin luka lebih cepat sembuh, sebisa mungkin hindari dan hentikan kebiasaan merokok.

Bagaimana saya tahu jika jahitan saya terinfeksi?
Tanda – tanda infeksi untuk luka apapun adalah sebagai berikut:
- Kemerahan di sekitar jahitan
- Area ini hangat untuk disentuh
- Daerah tersebut bengkak
- Meningkatkan rasa sakit.
Ingatlah bahwa kulit merah muda atau kemerahan adalah normal di sekitar jahitan sementara luka sembuh, serta rasa sakit atau ketidaknyamanan kecil adalah normal.
Adanya nanah atau lendir berwarna dan berbau busuk, demam dan/atau kelenjar bengkak adalah tanda – tanda infeksi lainnya.
Jika Anda pikir luka Anda terinfeksi, hubungi dokter Anda untuk petunjuk dan evaluasi yang tepat.

4. Hindari paparan sinar matahari
Saat kulit terluka, baik karena luka jahitan atau cedera, sebisa mungkin hindari area tersebut dari paparan sinar matahari. Hal ini karena paparan sinar matahari pada kulit yang terluka bisa menyebabkan luka tampak berbekas.
Jika kamu harus bepergian saat luka jahitan masih dalam masa pemulihan, kenakan pakaian yang menutupi luka dan menyerap keringat. Kamu juga perlu mengenakan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet dari matahari.
5. Hindari menyentuh atau menggaruk luka
Luka jahitan memang akan terasa gatal di fase pemulihan. Hal ini normal, kok. Namun, jangan menyentuh, mengusapu-usap, apalagi sampai menggaruknya, ya. Menggaruk luka bekas jahitan dapat menyebabkan luka terbuka kembali dan memperlambat proses penyembuhan.

Jenis-jenis luka terbuka dan penyebabnya
Luka terbuka terdiri beberapa jenis yang berbeda. Jenis-jenis ini tentunya penting untuk Anda ketahui karena masing-masing memiliki perbedaan cara penanganannya.
1. Abrasi (luka lecet)
Abrasi atau lebih sering disebut luka lecet adalah luka yang timbul karena gesekan kulit pada permukaan yang keras dan kasar. Luka ini dapat menyebabkan terkikisnya sedikit lapisan kulit terluar (epidermis).
Luka lecet termasuk ke dalam jenis luka ringan dan paling sederhana dalam penanganannya. Durasi penyembuhan luka juga biasanya tidak akan memakan waktu yang lama. Lecet hanya akan menimbulkan perdarahan minimal dan mayoritas sembuh tanpa meninggalkan bekas luka.
2. Laserasi (luka gores)
Dikenal juga sebagai luka gores pada kulit, laserasi adalah luka terbuka yang menyebabkan jaringan di bawahnya terpotong atau robek.
Seringnya, luka ini disebabkan oleh kecelakaan di dapur saat menggunakan pisau atau peralatan tajam lainnya. Luka ini tidak melibatkan pengikisan lapisan epidermis.
3. Luka bakar
Luka bakar bisa disebabkan oleh kontak dengan suhu panas yang berlebih, tapi terkadang juga dapat disebabkan oleh kontak dengan benda atau udara dengan suhu dingin ekstrem dalam waktu yang lama.
Luka bakar dapat muncul dalam keadaan ringan atau parah. Pada luka bakar yang parah, efeknya bisa membuat seseorang mengalami syok atau bahkan terancam jiwanya.
Penyebabnya bervariasi, mulai dari paparan sinar matahari, kontak dengan api, listrik, atau bahan kimiawi yang terkandung dalam produk-produk tertentu.

Tags: jahit luka jenis