Jenis-Jenis Jahitan Luka yang Menginspirasi dalam Kerajinan Jarum dan DIY
Jahitan Matras
Jenis jahitan ini dibedakan dalam 3 variasi jahitan, yaitu horizontal, vertical dan modifikasi. Jahitan matras horizontal adalah jahitan dengan melakukan penusukan seperti simpul, tapi sebelum disimpul dilanjutkan dengan penusuka sejajar sejauh 1 cm dari tusukan yang pertama. Hal ini dilakukan untuk memberikan hasil jahitan yang kuat.
Sedangkan jahitan matras vertical adalah jahitan dengan menjahit secara mendalam dibawah luka kemudian dilanjutkan kembali dengan menjahit tepi-tepi luka. Biasanya menghasilkan waktu penyembuhan luka yang cepat karena didekatkan dengan tepi-tepi luka.
Kemudian untuk jahitan matras modifikasi sedikit sama dengan jahitan matras horizontal. Perbedaannya jahitan matras modifikasi menjahit daerah luka di seberangnya pada daerah subkutan.
Faktor yang memengaruhi penyembuhan luka terbuka
Sekilas, luka terbuka yang ringan ini dapat sembuh tanpa ada masalah lain yang menyertai. Akan tetapi, tetap ada beberapa hal yang bisa membuat proses penyembuhannya semakin lama.
Salah satu faktor utama yang menentukan kecepatan penyembuhan adalah adanya suplai darah menuju luka yang memadai. Sebab, nutrisi dalam darah seperti vitamin C, zat besi, dan protein memiliki peran penting dalam pembentukan sel-sel kulit baru yang akan membantu penyembuhan luka.
Selain nutrisi, oksigen juga sangat dibutuhkan dalam proses penyembuhan luka terbuka. Salah satu hal yang dapat menurunkan tingkat oksigen dalam darah adalah kebiasaan merokok. Hal ini disebabkan oleh adanya karbonmonoksida yang memasuki sel darah saat Anda merokok.
Bila ingin luka lebih cepat sembuh, sebisa mungkin hindari dan hentikan kebiasaan merokok.
6 Tips Merawat Luka Jahitan agar Tidak Berbekas
Sebagian besar luka sayatan atau goresan kecil pada kulit akan sembuh dan hilang dengan sendirinya. Namun, lain halnya pada luka sayatan besar seperti jahitan pascaoperasi, misalnya operasi caesar, dan luka luas dan dalam yang menimbulkan banyak perdarahan. Luka tersebut biasanya perlu ditangani dengan cara dijahit.
Nggak sedikit orang yang merasa tidak nyaman dengan luka jahitannya karena luka tersebut sering kali menimbulkan bekas luka. Agar luka jahitan bisa sembuh dengan baik dan tidak tampak terlalu berbekas, kamu perlu merawat luka jahitan tersebut dengan baik dan benar.
Bagaimana Anda mengobati jahitan yang terinfeksi? (Stitch abses)
Dokter Anda dapat meresepkan kompres hangat, kultur luka, salep antibiotik topikal, kursus antibiotik oral atau obat lainnya. Infeksi kecil dapat diobati dengan hanya menyeka luka dua kali sehari dengan disinfektan dan menjaganya tetap bersih, kering, dan tertutup. Infeksi yang lebih serius mungkin memerlukan operasi atau prosedur tambahan untuk mengobatinya.
Beberapa oozing atau perdarahan kecil mungkin normal dan diharapkan tergantung pada lukanya. Jika ada perdarahan kecil, ganti perban dengan yang baru yang bersih dan kering dan tekan selama beberapa menit untuk menghentikan perdarahan. Jika tidak berhenti atau jika terus terjadi, konsultasikan dengan dokter Anda.
Rujukan
- United Kingdom National Health Service
- Mayo Foundation for Medical Education and Research
4. Hindari paparan sinar matahari
Saat kulit terluka, baik karena luka jahitan atau cedera, sebisa mungkin hindari area tersebut dari paparan sinar matahari. Hal ini karena paparan sinar matahari pada kulit yang terluka bisa menyebabkan luka tampak berbekas.
Jika kamu harus bepergian saat luka jahitan masih dalam masa pemulihan, kenakan pakaian yang menutupi luka dan menyerap keringat. Kamu juga perlu mengenakan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet dari matahari.
5. Hindari menyentuh atau menggaruk luka
Luka jahitan memang akan terasa gatal di fase pemulihan. Hal ini normal, kok. Namun, jangan menyentuh, mengusapu-usap, apalagi sampai menggaruknya, ya. Menggaruk luka bekas jahitan dapat menyebabkan luka terbuka kembali dan memperlambat proses penyembuhan.
Tags: jahit luka jenis