... Jenis Limbah Keras Organik yang Dapat Diubah Menjadi Kerajinan: 5 Ide DIY Menarik!

"Karya Seni dari Limbah Organik - Jenis-jenis yang Dapat Dibuat!"

Karakteristik Bahan Limbah Keras Organik

Jenis bahan limbah keras organik adalah limbah yang terdiri atas kandungan bahan yang pejal, solid, kuat dan tidak mudah berubah bentuk.

Ia juga umumnya berasal dari sumber daya alam daratan dan lautan.

Beberapa contoh jenis bahan limbah keras organik ini antara lain:

  • Cangkang kerang laut
  • Sisik ikan keras
  • Tulang ikan
  • Tulang hewan berkaki empat (sapi, kerbau, kambing)
  • Tempurung kelapa
  • Potongan kayu

Hampir semua limbah keras organik ini bisa Moms manfaatkan kembali sebagai produk kerajinan.

Namun tampaknya akan dibutuhkan peralatan yang cukup kuat untuk membantu dalam pengerjaannya.

Beberapa contoh kerajinan limbah keras organik meliputi:

  • Pajangan dari susunan cangkang kerang
  • Tempat tisu yang dihiasi kerang atau potongan kayu
  • Gantungan kunci dari kulit kerang atau potongan tempurung kelapa
  • Kap lampu dari kerang atau tempurung kelapa
  • Anting-anting dari sisik ikan
  • Kalung dari sisik ikan
  • Miniatur kuda laut dari tulang ikan
  • Gelang dari tulang ikan
  • Wadah sambal atau gelas dari tempurung kelapa
  • Ikat pinggang tempurung kelapa
  • Sandal selop tempurung kelapa

Pembuatan Kerajinan yang Fokus pada Sustainable Design

Foto: Kerajinan Bahan Limbah Keras Organik (Mediaedukasiborneo.com)

Untuk membuat kerajinan bahan limbah organik bahan yang mendominasi haruslah bahan limbah.

Sementara bahan lainnya hanyalah pendukung saja.

Namun, selama membuatnya tetap harus sejalan dengan prinsip 3R.

Jangan sampai kegiatan produksi kerajinan bahan limbah malah menambah emisi karbon atau menghasilkan limbah lainnya.

Dengan begini, kerajinan yang dibuat tetap sejalan dengan rancangan bersifat berkelanjutan (sustainable design).

Jika suatu kerajinan ingin disebut sebagai produk yang berkelanjutan (sustainable design), tidak hanya cukup secara ekonomi saja.

Ia juga harus mengintegrasikan isu-isu lingkungan, sosial, dan budaya ke dalam produk.

Hal tersebut agar desain bisa bertanggung jawab dalam menjawab tantangan dalam masyarakat global.

Jadi, jangan sampai Moms malah menciptakan limbah baru saat membuat kerajinan bahan limbah keras organik.

Pastikan Moms tetap memerhatikan faktor lingkungan ya!

Limbah sisik ikan

Indonesia adalah negara maritim yang dua pertiga wilayahnya terdiri atas perairan. Inilah yang membuat produksi ikan negara kita melimpah. Beberapa tahun lalu, menurut Kementerian kelautan dan perikanan, produksi olahan ikan Indonesia mencapai 4,58 juta ton dan sudah tercapai menjadi 4,8 ton.

Dari jumlah ikan sebanyak itu, semuanya pasti memiliki sisik. Sementara daging ikannya dikonsumsi manusia, sisik-sisiknya hanya memenuhi tempat pembuangan sampah. Tidak hanya mencemari lingkungan, sisik-sisik yang dibairkan membusuk juga isa mengganggu kesehatan.

Padahal sebenarnya, limbah itu bisa menghasilkan produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi tinggi jika kita bisa mengolahnya. Sisik-sisik ini bisa dijadikan sebagai bahan utama pembuatan aksesori yang cantik dan menarik seperti anting-anting, cincin, kalung, bros, dan gelang.

Limbah dari sisik ikan, bisa menghasilkan produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis tinggi jika dapat mengolahnya. Setiap ikan menghasilkan sisik yang berbeda ukuran dan ketebalannya. Sisik ikan kakap lebih sering dapat digunakan sebagai produk kerajinan karena sisiknya ini lebih terlihat kokoh, tebal, dan besar jika dibandingkan sisik ikan mas atau ikan mujair.

Cara mengolah sisik ikan

Berikut ini adalah cara mengolah sisik ikan agar dapat dipakai menjadi bahan baku produk kerajinan.

  1. sisik-sisik ikan direndam selama 2 jam dengan air deterjen dan bilaslah dengan air bersih selama 3 kali hingga benar-benar bersih dari detergen.
  2. Rendam kembali sisik-sisik ikan dengan campuran air jeruk nipis dan air selama 2 jam, agar bau amisnya dapat hilang.
  3. Pisahkan sisik ikan sesuai ukuran dan ketebalan dan di tiriskan dengan saringan.
  4. Memberi warna pada sisik-sisik ikan diperlukan kehati-hatian. Rebuslah air hingga hangat dengan ditambahkan larutan benzoat sebagai pengawet.
  5. Masukkan pewarna wantex atau cat tekstil pada panci dan masukan pula sisik-sisik ikannya. Perlu diperhatikan jangan sampai air menajdi mendidih, karena sisik ikan akan menjadi matang dan menempel satu sama lain.
  6. Matikan kompor dan biarkan sisik-sisik ikan itu terendam zat warna selama 20 menit.
  7. Tiriskan sisik-sisik kan dan keringkan dengan cara diangin-anginkan, agar permukaan tidak melengkung.

Tags: kerajinan yang limbah keras jenis organik

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia