Keindahan Kerajinan Jarum dan DIY di Pusat Kerajinan Jepara
Kerajinan Tenun Troso Jepara
Kerajinan khas kota Jepara yang pertama adalah kain Tenun Troso. Ini adalah sebuah karya seni yang dipadukan oleh sebuah kain sehingga terbentuk sebuah keindahan dan kenyamanan saat digunakan. Tenunan ini sudah berkembang dari jaman kolonial Belanda hingga saat ini, sudah banyak sekali perkembangan modif dan motif untuk kain tenun Troso, sontohnya kain tenun ini berawal dari tenunan godok yang berkembang menjadi tenunan ikat.
Banyak sekali inovatif baru yang dikembangkan untuk kain Troso ini seperti baron, Batik, Blangket, Endek, Kamin, Kristik, Lobeng, Rang-rang, Sakura, Saraswati, Sarung, Songket, Tenun Ikat, Songket, Dll.
Tertarik untuk menjadikan tanun Troso ini sebagai buah tangan anda dari Jepara? Silahkan cari di kota Jepara, banyak sekali toko pakaian. Di kota Jepara sendiri sudah berbagai macam jenis diproduksi mulai dalam bentuk jadi pakaian maupun masih bahan kain.
Paling Terkenal Ukiran Jepara
Motif Jepara juga dikenal dengan istilah "Jumbai," yang ditandai oleh daun yang membuka layaknya kipas dengan ujungnya yang meruncing. Motif ini seringkali dihiasi dengan tiga atau empat biji yang tumbuh dari pangkal daunnya. Satu ciri khas yang tak terbantahkan adalah kemampuan tangkai relung dalam memutar dengan gaya memanjang dan menjalar membentuk cabang-cabang kecil yang mengisi ruang dan menambah keindahan karya seni tersebut. Ciri-ciri khas inilah yang menjadi identitas kuat dari ukiran Jepara.
Daerah di Jawa Tengah yang terkenal dengan kerajinan ukiran adalah Jepara, mereka bisa menampilkan sifat akomodatif yang mampu menjaga keseimbangan dan keselarasan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Keseimbangan ini menjadi prinsip penting karena masyarakat Jawa cenderung sangat menjunjung tinggi konsep keselarasan dalam hidup mereka. Ukiran di daerah pesisir, sebagai contoh, dapat terlihat lebih terbuka dan menyiratkan kepribadian yang berbeda.
Sejalan dengan keindahannya, kualitas produk ukiran Jepara sudah mendunia. Mereka menggunakan material bermutu tinggi, seperti kayu jati dan jenis kayu-kayu lain yang terbukti kualitasnya. Kayu jati, bahan utama dalam ukiran Jepara, memiliki daya tahan luar biasa, dapat bertahan selama lebih dari 20 tahun.
Jepara disebut sebagai daerah di Jawa Tengah yang terkenal dengan kerajinan ukiran, karena hasilnya memiliki tekstur halus dan memiliki serat yang tajam. Harga mebel Jepara relatif lebih tinggi, namun dengan kualitas tinggi dan nilai seni yang tinggi, harganya sebanding.
Salah satu tantangan terbesar dalam produk ukiran kayu adalah ketahanannya terhadap air dan serangan rayap atau ngengat. Namun, kualitas terbaik ukiran Jepara dibuktikan oleh kandungan minyak alami dalam kayu jati, yang membuat produk mereka tahan air dan tahan terhadap serangan rayap.
Tags: kerajinan pusat