Seni Tali Macrame - Panduan Lengkap dan Sumber Terbaik di Jogja
Zaara Textile & Gordyn Exclusive
cari kain yg bagus, lengkap, murah, disini. tp kalo udah kelamaan bisa kehabisan saking larisnyaa
Lumayan sering membeli kain disini, hampir setiap belanja kain selalu menyempatkan masuk kesini. Tempatnya lumayan luas, pelayanan oke, dan koleksi kain cukup lengkap dengan harga yang tentunya masih bisa bersaing dengan toko-toko kain sebelah nya. Recommended untuk belanja berbagai macam kain untuk memenuhi kebutuhan pembuatan pakaian.
Pelayanan kurang ramah. Pdhl barangnya bagus2, hrga jg lumayan (trgntg kualitas). Mau beli ksna lg, jujur males. Cz mbknya jutek
Kaine harga okee buat langganan..aku ud langganan lama d zaara..mau cari kain model apa macam apa komplit.bed cover gorden juga ada
parkir dibadan jalan, untuk mobil parkirnya 5k. cukup mahal karena tidak sesuai dengan pelayanannya
Kerajinan tangan bermodal murah, macrame cuma butuh tali benang aja
Doc Widiartati Adinegoro
“Untuk membuat macrame, kita butuh tali panjang. Pakai jenis tali apa aja bisa sebenernya. Tali yang halus bisa, yang kasar pun bisa, tapi kalau pakai yang kasar otomatis tangannya akan lebih sakit ketika membuat,” tutur Widiartati.
Untuk hasil yang berbeda, tali yang dipakai pun jenisnya berbeda. Misalnya untuk macrame gantungan pot, tali yang dipakai adalah tali kur karena kuat menahan beban. Selain itu, ukuran tali pun berbeda-beda, ada yang 3 mm, 4 mm, dan 5 mm. Ketiganya dapat dipakai sesuai kebutuhan.
Bikinnya mudah, Widiartati pun belajar mengkreasikan macrame secara otodidak nih
Doc Widiartati Adinegoro
Pertama kali membuat macrame, Widiartati belajar dari YouTube secara mandiri. Sambil melihat Youtube, dia memegang tali. Tali yang dia gunakan adalah tali pramuka bekas camping yang dipotong-potong. Memang, tali yang paling murah untuk membuat macrame adalah tali kur.
Editor’s picks
“Kebanyakan orang liat video tutorial terus tapi gak langsung dipraktekkin,” tutur Widiartati. “Lihat boleh, tapi sebaiknya sambil dicoba,” katanya, menambahkan.
Saat awal-awal membuat macrame, Widiartati pun tak luput dari banyak kesalahan. Seringkali kesalahan tersebut terjadi karena faktor lupa. Hingga akhirnya dia memotivasi diri-sendiri bahwa macramenya harus jadi apapun hasilnya.
Dia berkata, ”Mau jadinya kecil atau gimana, intinya harus jadi. Jangan sampai menggantung. Sebab, orang pasti akan lupa atau malah malas untuk memulai kembali apa yang sudah dia kerjakan sebelumnya.”
Dengan pengalamannya sekitar 1,5 tahun membuat sekaligus mengajar macrame, Widiartati menemukan bahwa untuk menguasai simpul-menyimpul diperlukan kemauan untuk terus menyimpul sehingga tangan akan hapal dengan sendirinya.
“Kalau kita bikin Macrame terus berhenti di tengah jalan, terus sambung lagi berhenti lagi, dst, kita gak akan inget-inget,” tegas Widiartati.
Tags: jual jogja