... Jual Tali Macrame Jogja: Temukan Panduan DIY dan Inspirasi Kerajinan Tangan di Yogyakarta

Seni Tali Macrame - Panduan Lengkap dan Sumber Terbaik di Jogja

Sejarah Awal Makrame

Para sejarawan meyakini bahwa kesenian makrame pertama kali muncul sekitar abad ke-13 di kalangan para penenun Arab. Kata makrame sendiri sejatinya berasal dari bahasa Arab mucharam yang berarti kisi-kisi atau susunan.

Sebelum kemunculannya, kesenian dari simpul tali memang sudah ada, namun belum menjadi sesuatu yang praktikal dan dapat digunakan seperti hasil karya makrame yang kala itu bisa menjadi shawl hingga handuk.

Selanjutnya, kesenian makrame mulai dibawa ke tanah Eropa, utamanya oleh para pelayar bangsa Moor selama perjalanan mereka dari Afrika Utara. Para pelayar tersebut menyibukkan diri dengan makrame agar tidak bosan dalam mengarungi laut lepas selama kurun waktu yang lama.

Berbagai barang dan simpul yang lebih rumit berhasil mereka temukan. Makrame kemudian pertama kali diperkenalkan di Spanyol pada abad 15, kemudian Italia di abad ke-16.

Pasang Surut Popularitas Makrame

Popularitas makrame memuncak di era Ratu Victoria di tanah Inggris (Victorian era). Kala itu makrame merupakan hobi favorit sebagian besar perempuan di semua kelas masyarakat. Makrame menemukan celah kejayaan di Amerika pada tahun 1970-an sebagai bentuk protes masyarakat terhadap produksi barang yang tidak etis.

Lalu, makrame sering ditemukan sebagai dekorasi rumah, sweater, hingga sandal. Sayangnya, mendekati akhir 70-an dan selama era 80-an, popularitas makrame menurun karena dianggap sebagai suatu hal yang ketinggalan zaman.

Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman dan perputaran tren, makrame kembali booming di masa kini, yakni abad 21. Hal ini khususnya disebabkan oleh banyaknya orang yang kembali menyukai gaya bohemian.

Kerajinan tangan bermodal murah, macrame cuma butuh tali benang aja

Doc Widiartati Adinegoro

“Untuk membuat macrame, kita butuh tali panjang. Pakai jenis tali apa aja bisa sebenernya. Tali yang halus bisa, yang kasar pun bisa, tapi kalau pakai yang kasar otomatis tangannya akan lebih sakit ketika membuat,” tutur Widiartati.

Untuk hasil yang berbeda, tali yang dipakai pun jenisnya berbeda. Misalnya untuk macrame gantungan pot, tali yang dipakai adalah tali kur karena kuat menahan beban. Selain itu, ukuran tali pun berbeda-beda, ada yang 3 mm, 4 mm, dan 5 mm. Ketiganya dapat dipakai sesuai kebutuhan.

Zaara Textile & Gordyn Exclusive

cari kain yg bagus, lengkap, murah, disini. tp kalo udah kelamaan bisa kehabisan saking larisnyaa

Lumayan sering membeli kain disini, hampir setiap belanja kain selalu menyempatkan masuk kesini. Tempatnya lumayan luas, pelayanan oke, dan koleksi kain cukup lengkap dengan harga yang tentunya masih bisa bersaing dengan toko-toko kain sebelah nya. Recommended untuk belanja berbagai macam kain untuk memenuhi kebutuhan pembuatan pakaian.

Pelayanan kurang ramah. Pdhl barangnya bagus2, hrga jg lumayan (trgntg kualitas). Mau beli ksna lg, jujur males. Cz mbknya jutek

Kaine harga okee buat langganan..aku ud langganan lama d zaara..mau cari kain model apa macam apa komplit.bed cover gorden juga ada

parkir dibadan jalan, untuk mobil parkirnya 5k. cukup mahal karena tidak sesuai dengan pelayanannya

Macrame ternyata udah jadi tren di Indonesia sejak 3 tahun lalu lho

Doc Widiartati Adinegoro

Di Indonesia, Macramé berkembang sekitar 2-3 tahun lalu (2015-2016). Keviralannya pun baru terjadi sekitar tahun 2018 saat tren Bohemian Style naik daun di mana salah satu dari elemen Bohemian adalah hiasan-hiasan dinding yang menggunakan Macrame.

Adapun hasil dari kerajinan macrame di Indonesia antara lain adalah tirai, wall hanging, gantungan pot, kap lampu, sarung bantal, pembatas ruangan, dan yang baru trend saat ini adalah Backdrop Wedding (pengganti gebyog).


Tags: jual jogja

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia