... Jual Tali Macrame Jogja: Temukan Panduan DIY dan Inspirasi Kerajinan Tangan di Yogyakarta

Seni Tali Macrame - Panduan Lengkap dan Sumber Terbaik di Jogja

Zaara Toko

Pelayanan sangat bagus, ramah² tapi ada satu pelayan yg tidak saya suka karna tidak mau mengecekkan stok tile polos di atas. Padahal saya langganan dan kalau membeli tile polos pun saya ikut pelayan naik sampai lantai 3. Baru pertama kali mbaknya seperti males ehehe. Tapi gapapa positif thinking dan saya harus nyari ke toko lain. tapi secara keseluruhan saya memilih zara karena pelayanannya sangat bagus ga pilih2, ramah semua dan pembayaran bisa pakai debit tanpa minimal pembelian 👍

Harga kain-kainnya murah-murah tapi kualitas top. Cocok banget buat yg mau bikin seragam keluarga. Pelayanan juga oke banget, pelayannya ramah-ramah bgt. Ga nyesel pokoknyaaa

Toko kain di mayestik versi jogja (a.k.a jl. Solo)Kainnya lengkap, pelayanan ramah, cekatan, harga cukup bervariasi. Banyak kain yg harganya ekonomis & sering ada promo kain tertentu . Kalo dateng pas lagi rame, ya harap stok sabar ya sis.

Tempat belanja kain yg memuaskan, mas²nya ramah&sabar banget bantu nyari&milihin.

Bikinnya mudah, Widiartati pun belajar mengkreasikan macrame secara otodidak nih

Doc Widiartati Adinegoro

Pertama kali membuat macrame, Widiartati belajar dari YouTube secara mandiri. Sambil melihat Youtube, dia memegang tali. Tali yang dia gunakan adalah tali pramuka bekas camping yang dipotong-potong. Memang, tali yang paling murah untuk membuat macrame adalah tali kur.

Editor’s picks

“Kebanyakan orang liat video tutorial terus tapi gak langsung dipraktekkin,” tutur Widiartati. “Lihat boleh, tapi sebaiknya sambil dicoba,” katanya, menambahkan.

Saat awal-awal membuat macrame, Widiartati pun tak luput dari banyak kesalahan. Seringkali kesalahan tersebut terjadi karena faktor lupa. Hingga akhirnya dia memotivasi diri-sendiri bahwa macramenya harus jadi apapun hasilnya.

Dia berkata, ”Mau jadinya kecil atau gimana, intinya harus jadi. Jangan sampai menggantung. Sebab, orang pasti akan lupa atau malah malas untuk memulai kembali apa yang sudah dia kerjakan sebelumnya.”

Dengan pengalamannya sekitar 1,5 tahun membuat sekaligus mengajar macrame, Widiartati menemukan bahwa untuk menguasai simpul-menyimpul diperlukan kemauan untuk terus menyimpul sehingga tangan akan hapal dengan sendirinya.

“Kalau kita bikin Macrame terus berhenti di tengah jalan, terus sambung lagi berhenti lagi, dst, kita gak akan inget-inget,” tegas Widiartati.

Zenko Textile

Tokonya terletak di sebelah Utara jalan. Space parkir motor tersedia cukup lega di bagian depan toko. Parkir kendaraan roda empat juga bisa di bagian depan toko persis maupun di sebelah depan kanan-kirinya. Parkiran mudah diakses. Bagian depan toko tersedia tempat cuci tangan untuk memenuhi penerapan protokol kesehatan yang baik.Toko luas. Bersih. Tersedia tempat duduk sebagai ruang tunggu. Pelayanan cepat dan cekatan tetapi juga ramah. Aneka model dan jenis kain lengkap tersedia di sini. Apabila bingung belum menemukan jenis yang dicari, pagawai toko dengan sigap memandu dan mencarikan jenis yang dimaksudHarga bersaing murahnya. Bersahabat dengan kantong. Bagian kasir ada sekat pelindung yang memisahkan jarak antara petugas kasir dengan pembeli. Protokol kesehatan dilaksanakan dengan cermat di sini. Overall semuanya oke dan mantaps. Lhaslheskan.

langganan sejak lama..sejak toko masih di tempat lama. paling syuka krn harganya bisa dpt lebih murah klo dah langganan. bahkan gk perlu nawar klo dah biasa belanja, lgsg dikasih harga murah. pelayanannya bagus,ramah2. sampe ownernya jg ramah bgt.

Pelayanan sangat baik, harganya terjangkau. Jenis lainnya juga banyak pilihan.

pelayanan nya bagus,. kain nya bnyk yg murah bagus2 dan cantik² 😂😂 dan makasih minum gratis nya 😘

Langganan beli bahan disini karena murah bos

Pasang Surut Popularitas Makrame

Popularitas makrame memuncak di era Ratu Victoria di tanah Inggris (Victorian era). Kala itu makrame merupakan hobi favorit sebagian besar perempuan di semua kelas masyarakat. Makrame menemukan celah kejayaan di Amerika pada tahun 1970-an sebagai bentuk protes masyarakat terhadap produksi barang yang tidak etis.

Lalu, makrame sering ditemukan sebagai dekorasi rumah, sweater, hingga sandal. Sayangnya, mendekati akhir 70-an dan selama era 80-an, popularitas makrame menurun karena dianggap sebagai suatu hal yang ketinggalan zaman.

Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman dan perputaran tren, makrame kembali booming di masa kini, yakni abad 21. Hal ini khususnya disebabkan oleh banyaknya orang yang kembali menyukai gaya bohemian.


Tags: jual jogja

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia