Seni Tali Macrame - Panduan Jual dan Beli di Malang untuk Penggemar Kerajinan Jarum dan DIY
Sejarah Awal Makrame
Para sejarawan meyakini bahwa kesenian makrame pertama kali muncul sekitar abad ke-13 di kalangan para penenun Arab. Kata makrame sendiri sejatinya berasal dari bahasa Arab mucharam yang berarti kisi-kisi atau susunan.
Sebelum kemunculannya, kesenian dari simpul tali memang sudah ada, namun belum menjadi sesuatu yang praktikal dan dapat digunakan seperti hasil karya makrame yang kala itu bisa menjadi shawl hingga handuk.
Selanjutnya, kesenian makrame mulai dibawa ke tanah Eropa, utamanya oleh para pelayar bangsa Moor selama perjalanan mereka dari Afrika Utara. Para pelayar tersebut menyibukkan diri dengan makrame agar tidak bosan dalam mengarungi laut lepas selama kurun waktu yang lama.
Berbagai barang dan simpul yang lebih rumit berhasil mereka temukan. Makrame kemudian pertama kali diperkenalkan di Spanyol pada abad 15, kemudian Italia di abad ke-16.
Deretan Benda Menarik dari Kerajinan Tali Simpul Makrame
Kerajinan Makrame untuk Hiasan Dinding
Kerajinan Makrame menjadi Tote Bag cc.Pinterest.com
Kerajinan Makrame menjadi Kap Lampu
Mengkreasikan kerajinan tali simpul makrame menjadi kap lampu sepertinya sangat jarang. Padahal ide kreatif ini patut dicoba lho ! Sebab, selain sebagai pelindung lampu, ia juga berfungsi menambah nuansa bohemian pada ruangan dari ciri kas tali simpul yang digunakan. Selain itu ia mampu menghasilkan efek pencahyaan yang kebih hidup dan mempengaruhi penerangan pada ruangan.
Itulah sahabat Rekreartive ulasan lengkap mengenai kerajinan tali simpul makrame. Semoga bermanfaat. Selamat berkarya. Jangan lupa share dan komen ya !
Pasang Surut Popularitas Makrame
Popularitas makrame memuncak di era Ratu Victoria di tanah Inggris (Victorian era). Kala itu makrame merupakan hobi favorit sebagian besar perempuan di semua kelas masyarakat. Makrame menemukan celah kejayaan di Amerika pada tahun 1970-an sebagai bentuk protes masyarakat terhadap produksi barang yang tidak etis.
Lalu, makrame sering ditemukan sebagai dekorasi rumah, sweater, hingga sandal. Sayangnya, mendekati akhir 70-an dan selama era 80-an, popularitas makrame menurun karena dianggap sebagai suatu hal yang ketinggalan zaman.
Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman dan perputaran tren, makrame kembali booming di masa kini, yakni abad 21. Hal ini khususnya disebabkan oleh banyaknya orang yang kembali menyukai gaya bohemian.
4. Yusnide – Kerajinan Tas Macrame
Kerajinan decoupage bisa dibilang masih cukup awam bagi banyak orang. Kerajinan decoupage adalah teknik menghias suatu obyek dengan menempelkan kertas tissue ke objek tersebut dengan beragam motif. Salah satu pelaku UMKM di Malang yang aktif menghasilkan karya-karya decoupage dan mengaplikasikannya melalui media tas adalah Nanda Collection. Tas decoupage hasil karya Nanda Collection dipasarkan melalui pameran nasional maupun pameran internasional. Dibanderol dengan harga mulai Rp. 300 ribu rupiah, tas decoupage menjadi barang favorit di Nanda Collection.
Jam Kerja Fleksibel! Berikut 6 Fakta Menarik Profesi Web ProgrammerSebenarnya produk lokal karya UMKM tak kalah dengan produk bermerk luar negeri. Dengan membeli produk mereka, artinya kita sudah membantu para pelaku UMKM untuk terus berkarya dan kita juga terlibat membantu perekonomian negara menjadi lebih baik lagi.
Dengan hadirnya program #PahlawanDigital, diharapkan pelaku UMKM di Malang dan Indonesia dapat terbantu dan semakin berjaya.
Tentang Pahlawan Digital
Tentang Jagoan Hosting
Tags: jual