Memory updatedPentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Menjahit
Cara menjahit kancing:
1 Tentukan lebih dulu posisi kancing. Anda bisa menggunakan pita ukur agar jarak dan letaknya pada pakaian rapi dan sejajar.
2 Siapkan benang dan jarum. Masukkan benang ke dalam lubang jarum, lalu ikat kedua ujung benang menjadi simpul. Tidak usah menggunakan benang yang terlalu panjang agar tidak mempersulit proses menjahit.
3 Masukkan benang ke dalam lubang kancing dan mulai menjahit. Untuk kancing dua lubang, masukkan benang melalui lubang satu dan keluar melalui lubang satunya. Untuk kancing empat lubang, Anda bisa menggunakan pola diagonal pada keempat lubang kancing. Jahit melalui setiap lubang sebanyak 4 sampai 6 kali untuk memastikan kancing terpasang kuat.
4 Ikat simpul yang longgar di dalam benang, masukkan jarum menembus kain dan dorong simpul sampai mencapai permukaan kain, lalu kuatkan simpul. Potong benang kira-kira sepanjang 1 cm dari simpul tersebut.
Safety Warning
Selalu berhati-hatilah dengan jarum saat menjahit agar tak melukai Anda. Hindarkan jarum dari jangkauan anak-anak.
Fungsi teknik menjahit jelujur adalah menyempurnakan segala bentuk jahitan. Tusuk jelujur juga merupakan dasar dari beragam jenis teknik menjahit yang berkembang
Pengertian tusuk jelujur adalah tusuk yang bergerak dengan pola dari kanan ke kiri. Tusuk ini punya tiga fungsi utama. Pertama menjahit sisi kain, lalu menutup sisi ujung suatu bentuk, dan ketiga memberikan kerutan pada kain. Namun fungsi utama tusuk jelujur adalah membuat jahitan terlihat lebih rapi dan sempurna.
Teknik jelujur sendiri terbagi menjadi tiga macam. Ada teknik jelujur biasa yang nggak memiliki jarak sama. Ada teknik jelujur tertentu yang menggunakan jarak secara konsisten dan terakhir ada teknik jelujur renggang yang menggunakan satu spasi setiap penjahitan.
Langkah-langkah penting
Untuk membuat dan menjahit sendiri baju Anda ikuti tips berikut:
Siapkan semua yang Anda butuhkan untuk proyek tersebutTambahkan dengan elemen-elemen dan teknik yang lebih kompleks seiring dengan bertambahnya percaya diri Anda
Pastikan Anda menghindari kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadiApakah Anda pernah bermimpi untuk merambah dunia busana dengan pakaian yang Anda jahit sendiri? Atau Anda ingin belajar cara menjahit di rumah tapi tak yakin untuk memulai dari mana? Simak bagaimana Anda bisa memanfaatkan alat jahit Anda yang tersembunyi di dalam lemari dengan mengikuti panduan lengkap belajar jahit untuk pemula yang mudah diikuti ini. Kami akan membahas dasar-dasar teknik jahit, mulai dari cara menjahit kancing, sampai dengan tips-tips penting dan kesalahan-kesalahan umum yang dapat Anda hindari.
Jika akan mendaur ulang baju lama Anda, pastikan baju tersebut tercuci bersih lebih dahulu.
10.21831/teknik busana.v10i1.17227
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi program Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) dalam praktik menjahit belahan busana di SMK N 1 Pengasih dilihat dari aspek: (1) alat pelindung diri (APD), (2) sikap kerja sesuai ergonomi, (3) 5R, dan (4) penggunaan mesin jahit dan mesin penyelesaian. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survey. Tempat penelitian yaitu SMK Negeri 1 Pengasih. Populasi adalah seluruh peserta didik kelas X Busana Butik SMK N 1 Pengasih yang berjumlah 64 peserta didik. Jumlah sampel menggunakan tabel Isaac dan Michael dengan hasil 55 sampel dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket model skala Likert dan dokumentasi. Validitas judgement expert dan korelasi product moment. Reliabilitas menggunakan rumus alpha cronbach. Hasil Implementasi program K3LH dalam praktik menjahit belahan busana di SMK N 1 Pengasih dalam kategori rendah. Hal ini dibuktikan dari aspek: (1) Alat Pelindung Diri (APD) belum diterapkan dengan baik yaitu 29 (52,7%) pada kategori rendah. (2) Sikap kerja sesuai Ergonomi belum diterapkan dengan baik yaitu 25 (45,5%) pada kategori rendah. (3) 5R sudah diterapkan dengan baik yaitu 29 (52,7%) pada kategori tinggi. (4) Penggunaan mesin jahit dan mesin penyelesaian belum diterapkan dengan baik yaitu 23 (41,8%) pada kategori rendah.
Kata Kunci: K3LH, Praktik Menjahit, SMK
The purpose of this study was to determine the implementation of Occupational Healt Safety, and Environmental Health (OHSEH) program in the practices of fragment fashion sewing at SMK N 1 Pengasih from the following aspects: (1) personal protective equipment (PPE), (2) work attitudes according to ergonomics, (3) 5R, and (4) sewing machine and finishing machine usage.
This research is classified as a descriptive quantitative research with a survey approach. The place is SMK Negeri 1 Pengasih. The population is all students of class X Boutique Fashion at SMK N 1 Pengasih, totaling 64 students. The technique of samples used the Isaac and Michael‟s tables with the results of 55 samples with simple random sampling technique. Data were collected using a Likert scale model questionnaire and documentation. The validity used expert judgment and product moment correlation with the results of 45 valid instrument items. The reliability used the Alpha Cronbach formula. The data analysis technique used descriptive analysis. The results showed that the implementation of the OHSEH program in the practice of sewing fragment at SMK N 1 Pengasih was in the low category. This is evidenced from the following aspects: (1) Personal protective equipment (PPE) has not been implemented properly and safely, namely 29 (52.7%) at low category. (2) Work attitudes according to ergonomics have not been implemented properly and safely with, namely 25 (45.5%) in the low category. (3) 5R have been implemented well, namely 29 (52.7%) in the high category. (4) The use of sewing machines and finishing machines has not been implemented properly and safely, namely 23 (41.8%) in the low category.
Keywords: OHSEH, Sewing practice, SMK
Keywords
Buntarto. (2015). Panduan Praktis Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk Industri. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Daryanto. (2010). Keselamatan Kerja Peralatan bengkel dan Perawatan Mesin. Bandung: Alfabeta.
Departemen Pendidikan Nasional. (2001). Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Dwijanti. (2013). Dasar Teknologi Menjahit
II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Ernawati. (2008). Tata Busana Jilid 1. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
Ernawati. (2008). Tata Busana Jilid 2. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
Ernawati. (2008). Tata Busana Jilid 3. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
Hartono, Arief. (2018). Pengaruh Pengetahuan, Sikap dan Kondisi Lingkungan Kerja Terhadap Persepsi Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jurnal Pendidikan Teknologi Kejuruan Volume 3 No. 3.
Hidayat, N. & Wahyuni, I. (2016). Kajian Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bengkel di jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik UNY. Jurnal Pendidikan Teknologi Kejuruan Volume 23 No. 1.
Indra Tri Juniarto. (2018). Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Di SMK Piri Sleman. Skripsi. FT Universitas Negeri Yogyakarta.
Iridiastadi, H. Dkk. (2014). Ergonomi: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Ismara, I. & Prianto, E. (2017). Bagaimanakah agar Laboratorium dan Bengkel Pendidikan Vokasi menjadi NYAMAN, SELAMAT dan SEHAT?.Yogyakarta: UNY Press.
Ismara, I. & Prianto, E. (2016). Keselamatan Dan Kesehatan Kerja di Bidang Kelistrikan (Electrical Safety). Solo: CV Adicandra Media Grafika.
Jerussalem, M.A. & Khayati, E.Z. (2010). Modul Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Yogyakarta:UNY.
Kusuma, Lina. (2014). Perilaku Peserta Didik dalam Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Mata Pelajaran Praktik Di SMK Negeri 6 Yogyakarta. Skripsi. FT Universitas Negeri Yogyakarta.
Tags: jahit