... Kain Benang Emas Sambas: Panduan Praktis untuk Teknik Sulaman dan Kerajinan Tangan

Seni Sulaman Tradisional - Kain Benang Emas Sambas dalam Dunia Kerajinan Tangan dan DIY

Mengulik Pesona Tenun Sambas, Berawal dari Abad 16 dan Corak Pucuk Rebung Sarat Makna

Nurleila, perajin Tenun Sambas dalam konferensi pers "LANGGAM 15 : Lima Belas Tahun Cita Tenun Indonesia Untuk Negeri" di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa, 7 November 2023. Foto: CANTIKA/ Ivana Felysitaswati Palla

CANTIKA.COM , Jakarta - Dalam acara puncak perayaan 15 tahun Cita Tenun Indonesia, perajin tenun Sambas Nurleila berbagi cerita soal pesona tenun di salah satu kabupaten di Kalimantan Barat itu. Menurut Nurleila, ciri khas tenun Sambas dari memiliki pinggiran yang menggunakan benang putih, motif pucuk rebung hingga benang emas.

“Motif tenun Sambas sangat bervariasi, termasuk motif mawar, serong, dan bertabur” jelasnya dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Selasa, 7 November 2023

Dalam perkembangannya, tenun Sambas melibatkan modifikasi dengan menambahkan tumpal di bagian tengah, elemen pucuk rebung, dan taburan benang emas untuk memberikan tampilan lebih modern dan bervariasi.

Sama seperti wastra Nusantara lainnya, proses pembuatan tenun Sambas membutuhkan waktu yang cukup lama. Kain-kain ini bak karya seni yang dikerjakan dengan dedikasi penuh.

Menurut Nurleila, pembuatan tenun bisa mencapai berbulan-bulan. Proses memintal hingga menggulung benang bisa mencapai dua bulan. Sementara untuk proses menenun bisa mencapai tiga minggu.

Dalam sehari, para penenun bisa menenun hingga 15 cm hari tergantung kompleksitas corak. Dan bukan main perjuangannya, jika ada kesalahan dalam penenunan, kain tersebut harus diganti.

Sejarah Tenun Sambas

Dikutip dari warisanbudayatakbenda.kemdikbud.go.id, masyarakat Melayu Sambas mulai mengenal dan melakukan praktik menenun secara tradisional (baik teknik ikat maupun teknik songket) pada masa pemerintahan Raden Bima (sultan Sambas yang ke-2, memerintah tahun 1668-1708) yang bergelas Sultan Muhammad Tajudin menggantikan ayahandanya Raden Sulaiman bin Raja Tengah. Sejak masa itulah, menenun menjadi seni kerajinan dan diwariskan secara turun-temurun sampai sekarang.

Di masa Hindia Belanda, gairah menenun dan jumlah kain tenun yang dihasilkan cukup menggembirakan, hampir di setiap kampung ada perajin dan memiliki alat tenun sendiri. Pada saat itu, Raja Sambas mendapat hadiah berupa seperangkat alat mesin tenun dari Kesultanan Brunei, sehingga menginginkan masyarakatnya belajar menenun.

Di momen itu, proses menenun diajarkan kepada masyarakat yang berada di sekitar keratin. Dan, hingga saat ini tenunan Sambas ini banyak dilakukan oleh masyarakat yang bermukim di sekitar keratin Sambas.

Kain Tenun Sambas dari Kain Emas Tanah Borneo

Jika anda pernah mendengar nama Sambas, mungkin pikiran anda akan langsung tertuju pada nama sebuah kabupaten di Kalimantan Barat. Selain digunakan sebagai nama kota, ada juga kerajinan daerah setempat yang menjadi kerajinan khas Kalimantan Barat dengan nama serupa, yaitu kain tenun Sambas.

Kerajinan kain Tenun Sambas atau biasa di sebut juga ” Kain Lunggi ” atau Kain Benang Emas, Hal ini disebabkan karena salah satu bahan yang digunakan adalah benang emas yang juga berwarna kuning emas.

Kerajinan Kain tenun Sambas memang masih belum begitu banyak dikenal masyarakat luas. Hal unik dari kain tenun Sambas ini adalah kain tenun ini memiliki 2 unsur motif yang berbeda seperti unsur china pada motif mawar dan ada juga unsur islam yang terdapat pada motif geometrik Kerajinan Kain Tenun Sambas merupakan kerajinan kain kebanggaan masyarakat Kabupaten Sambas.

Kain Sambas pada umumnya dipakai pada majelis-majelis perkawinan, menghadiri undangan- undangan dari orang pembesar daerah atau raja, khitanan, musyawarah, dan acara-acara lainnya. Namun, kerajinan kain tenun khas Sambas yang terkenal hingga ke negeri tetangga itu kini terancam punah.

Selain karena bahan baku yang mahal, perajin kain tenun juga makin berkurang. Sudah jarang generasi muda yang memiliki keterampilan untuk membuat kain tenun Sambas, pengrajin kain tenun Sambas yang tersisa adalah hanya pengrajin dari generasi tua.

Untuk motif, kain tenun Sambas sendiri terkenal akan motifnya yang khas, seperti lunggi pucuk rebung, dagin serong, dagin biasa dan cual padang terbakar. Karena bahan bakunya adalah benang emas maka pengerjaannya tenunan Sambas pun membutuhkan keterampilan khusus dan ketekunan tersendiri.

Pembuatan Kain tenun dengan benang emas ini biasanya di kerjakan secara tradisional dengan alat pemintal terbuat dari kayu belian. Kebanyakan dikerjakan oleh penduduk di sekitar pesisir Sungai Sambas sekitar Kota Sambas. Penenun ini tergolong unik karena kepandaian menenun ini didapat dari orang tuanya atau kepandaian ini diajarkan secara turun temurun.


Tags: benang

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia