Seni Sulaman Tradisional - Kain Benang Emas Sambas dalam Dunia Kerajinan Tangan dan DIY
Abstract
Pembuatan kain tenun yang dikenal masyarakat di sana biasa menyebutnya dengan menenun ini biasa dilakukan melalui proses persilangan 2 set benang dengan cara memasukan benang pakan secara melintang pada benang-benang lungsin. Proses penghanian adalah proses memasang benang-benang lungsing
secara sejajar satu sama lainnya pada alat tenun sesuai dengan lebar kain tenun yang akan dibuat. Alat tenun ini berfungsi untuk memegang setiap helai benang lungsin. Sementara benang pakan dimasukan secara melintang di antara benang�benang lungsin tersebut. Helai-helai benang lungsing dan benang pakan ini di tenun dengan pola menyilang. Pola menyilang benang-benang ini disebut dengan anyaman. «Motif pucuk rebung dengan menggunakan benang biasa. Sedangkan
benang harus dipintal, butuh waktu 2 bulan untuk memasang suri dan karang.
Kain Tenun Sambas adalah kerajinan tangan khas warga Sambas,
Kalimantan Barat, yang biasa disebut Kain Lungi atau Kain Emas. Kain Emas merupakan kerajinan tangan masyarakat Sambas yang ada sejak tahun 1675. Kenapa disebut Kain Emas, karena dalam membuatnya memang menggunakan benang emas. Wakil Bupati Kabupaten Sambas, Hairiah menuturkan, kain tenun
Lingu merupakan khas warga Sambas yang sudah ada sekitar 300 tahun yang lalu. Kain tenun banyak memiliki motif, yang jumlahnya hingga mencapai ratusan motif.
Kain tenun sambas sendiri terkenal karena mempunyai motif khas, seperti pucuk rebung, pagar kota mesir, anggur, bintang timur, Bahan bakunya adalah benang emas. Pengerjaannya tenunan sambas membutuhkan keterampilan khusus
dan ketekunan tersendiri. Tentu kita tahu bahwa kain tenun di setiap daerah memiliki ciri khas dan keunikannya tersendiri. Hal ini pun berlaku pada kain tenun sambas. Tenun Sambas punya punya ciri khas dan keunikannya tersendiri, selain Penggunaan kain emas, nyatanya motif yang dilekatkan pada kain ini juga memiliki arti yang mendalam bagi masyarakat sambas. Kain Tenun Sambas sangat banyak motif bahkan sampai hari ini banyak yang tidak bisa di lestarikan, karena pengerajin lupa pada pola garis atau cara memberi corak, yang di ingat hanya yang di kembangkan saat ini. Selain terlalu banyak motif dan corak, kain tenun pada masa kesultanan bahanya sangat langka dan khusus, seperti benang emas yang hari ini sangat langka dan harganya sangat mahal, kelangkaan bahan yang di perlukan sehingga banyak pengerajin mengalihkan corak dan motif di sesuaikan pada saat ini.
Bahan dan Alat Membuat Tenun Sambas
Tenun Sambas merupakan salah satu usaha masyarakat di Sambas secara turun-temurun. Pembuatan kain tenun ini dilakukan masyarakat secara manual atau tradisional.
Usaha tenun songket ini banyak dilakukan oleh penduduk yang bermukim di Daerah Keratondon, Dusun Semberang, Desa Sumber Harapan, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Sampai saat ini kerajinan tenun songket Sambas ini masih banyak sekali digeluti oleh masyarakat di sekitar daerah keratondan di sepanjang aliran sungai.
Scroll Untuk Melanjutkan
Alat tenun yang digunakan untuk menenun adalah alat tenun gedogan. Alat tersebut umumnya digunakan oleh masyarakat Melayu yang berada di pulau Sumatera seperti Riau, Sumatera Barat, Palembang, Lampung hingga Pulau Kalimantan, khususnya di pesisir Kalimantan Barat (Sambas).
Secara keseluruhan, peralatan tenun yang dipergunakan oleh penenun di Kabupaten Sambas termasuk tarauan, luwing, pleting, cucuk/karab, garub/suri, pase, berirak, benik, serarak, injakan, pencual, cacak, pencual dan tandaian, kuda-kuda, kedudukan, dan turak.
Tags: benang