... Kain Benang Emas Sambas: Panduan Praktis untuk Teknik Sulaman dan Kerajinan Tangan

Seni Sulaman Tradisional - Kain Benang Emas Sambas dalam Dunia Kerajinan Tangan dan DIY

Kain benang emas sambas

SEJARAH TENUN SAMBAS DAN PERKEMBANGANNYA

JAMI’AT, JAMI’AT (2022) SEJARAH TENUN SAMBAS DAN PERKEMBANGANNYA. Diploma thesis, IKIP PGRI PONTIANAK.

Text
RINGKASAN SKRIPSI.pdf - Published Version
Download (8kB)

Text
BAB I.pdf - Published Version
Download (350kB)

Text
BAB II.pdf - Published Version
Download (299kB)

Text
BAB III.pdf - Published Version
Download (191kB)

Text
BAB IV.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (298kB)

Text
BAB V.pdf - Published Version
Download (296kB)

Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (296kB)

Abstract

Pembuatan kain tenun yang dikenal masyarakat di sana biasa menyebutnya dengan menenun ini biasa dilakukan melalui proses persilangan 2 set benang dengan cara memasukan benang pakan secara melintang pada benang-benang lungsin. Proses penghanian adalah proses memasang benang-benang lungsing
secara sejajar satu sama lainnya pada alat tenun sesuai dengan lebar kain tenun yang akan dibuat. Alat tenun ini berfungsi untuk memegang setiap helai benang lungsin. Sementara benang pakan dimasukan secara melintang di antara benang�benang lungsin tersebut. Helai-helai benang lungsing dan benang pakan ini di tenun dengan pola menyilang. Pola menyilang benang-benang ini disebut dengan anyaman. «Motif pucuk rebung dengan menggunakan benang biasa. Sedangkan
benang harus dipintal, butuh waktu 2 bulan untuk memasang suri dan karang.
Kain Tenun Sambas adalah kerajinan tangan khas warga Sambas,
Kalimantan Barat, yang biasa disebut Kain Lungi atau Kain Emas. Kain Emas merupakan kerajinan tangan masyarakat Sambas yang ada sejak tahun 1675. Kenapa disebut Kain Emas, karena dalam membuatnya memang menggunakan benang emas. Wakil Bupati Kabupaten Sambas, Hairiah menuturkan, kain tenun
Lingu merupakan khas warga Sambas yang sudah ada sekitar 300 tahun yang lalu. Kain tenun banyak memiliki motif, yang jumlahnya hingga mencapai ratusan motif.
Kain tenun sambas sendiri terkenal karena mempunyai motif khas, seperti pucuk rebung, pagar kota mesir, anggur, bintang timur, Bahan bakunya adalah benang emas. Pengerjaannya tenunan sambas membutuhkan keterampilan khusus
dan ketekunan tersendiri. Tentu kita tahu bahwa kain tenun di setiap daerah memiliki ciri khas dan keunikannya tersendiri. Hal ini pun berlaku pada kain tenun sambas. Tenun Sambas punya punya ciri khas dan keunikannya tersendiri, selain Penggunaan kain emas, nyatanya motif yang dilekatkan pada kain ini juga memiliki arti yang mendalam bagi masyarakat sambas. Kain Tenun Sambas sangat banyak motif bahkan sampai hari ini banyak yang tidak bisa di lestarikan, karena pengerajin lupa pada pola garis atau cara memberi corak, yang di ingat hanya yang di kembangkan saat ini. Selain terlalu banyak motif dan corak, kain tenun pada masa kesultanan bahanya sangat langka dan khusus, seperti benang emas yang hari ini sangat langka dan harganya sangat mahal, kelangkaan bahan yang di perlukan sehingga banyak pengerajin mengalihkan corak dan motif di sesuaikan pada saat ini.

Mengenal Kain Songket: Sejarah, Jenis Motif dan Maknanya

Kain songket adalah – Indonesia memiliki banyak warisan dari leluhur dan tersebar di seluruh wilayah nusantara. Contohnya seperti Sumatera Barat yang terkenal dengan rumah gadang serta masakan khasnya berupa rendang dan kain bernama songket.

Kain songket adalah kain yang memiliki motif serta tekstur mewah dan salah satu komponen yang tidak boleh dilewatkan ketika mengenakan pakaian adat khas Sumatera Barat atau Minangkabau.

Sebab, biasanya kain songket dikenakan dalam upacara adat tingkat tinggi yang penting. Baik itu upacara pengangkatan pemimpin adat atau disebut Batagak Pangulu atau rangkaian proses upacara pernikahan dengan adat Sumatera Barat. Kain songket tidak hanya terkenal di Indonesia saja, kain ini juga cukup populer di luar negeri karena kekhasan dan tentunya ragam motifnya.

Kain Tenun Sambas dari Kain Emas Tanah Borneo

Jika anda pernah mendengar nama Sambas, mungkin pikiran anda akan langsung tertuju pada nama sebuah kabupaten di Kalimantan Barat. Selain digunakan sebagai nama kota, ada juga kerajinan daerah setempat yang menjadi kerajinan khas Kalimantan Barat dengan nama serupa, yaitu kain tenun Sambas.

Kerajinan kain Tenun Sambas atau biasa di sebut juga ” Kain Lunggi ” atau Kain Benang Emas, Hal ini disebabkan karena salah satu bahan yang digunakan adalah benang emas yang juga berwarna kuning emas.

Kerajinan Kain tenun Sambas memang masih belum begitu banyak dikenal masyarakat luas. Hal unik dari kain tenun Sambas ini adalah kain tenun ini memiliki 2 unsur motif yang berbeda seperti unsur china pada motif mawar dan ada juga unsur islam yang terdapat pada motif geometrik Kerajinan Kain Tenun Sambas merupakan kerajinan kain kebanggaan masyarakat Kabupaten Sambas.

Kain Sambas pada umumnya dipakai pada majelis-majelis perkawinan, menghadiri undangan- undangan dari orang pembesar daerah atau raja, khitanan, musyawarah, dan acara-acara lainnya. Namun, kerajinan kain tenun khas Sambas yang terkenal hingga ke negeri tetangga itu kini terancam punah.

Selain karena bahan baku yang mahal, perajin kain tenun juga makin berkurang. Sudah jarang generasi muda yang memiliki keterampilan untuk membuat kain tenun Sambas, pengrajin kain tenun Sambas yang tersisa adalah hanya pengrajin dari generasi tua.

Untuk motif, kain tenun Sambas sendiri terkenal akan motifnya yang khas, seperti lunggi pucuk rebung, dagin serong, dagin biasa dan cual padang terbakar. Karena bahan bakunya adalah benang emas maka pengerjaannya tenunan Sambas pun membutuhkan keterampilan khusus dan ketekunan tersendiri.

Pembuatan Kain tenun dengan benang emas ini biasanya di kerjakan secara tradisional dengan alat pemintal terbuat dari kayu belian. Kebanyakan dikerjakan oleh penduduk di sekitar pesisir Sungai Sambas sekitar Kota Sambas. Penenun ini tergolong unik karena kepandaian menenun ini didapat dari orang tuanya atau kepandaian ini diajarkan secara turun temurun.

Dilihat dari bahan, proses pembuatan, dan harga, songket dahulu adalah kain mewah bagi para bangsawan yang menunjukkan kemuliaan dan martabat pemakainya. Namun sekarang, songket tidak lagi hanya dimaksudkan untuk kelompok masyarakat kaya saja, karena adanya variasi harga yang mencakup yang terjangkau dan murah hingga yang eksklusif dan mahal.

Penggunaan benang emas sintetis juga membuat harga songket tidak lagi sangat mahal seperti dahulu yang menggunakan emas asli. Meskipun begitu, songket berkualitas terbaik masih dihargai sebagai bentuk seni yang indah dan harganya tetap cukup mahal.

Sejak dahulu hingga sekarang, songket tetap menjadi pilihan populer untuk busana adat pernikahan masyarakat Melayu, Palembang, Minangkabau, Aceh, dan Bali. Kain ini seringkali diberikan oleh pengantin laki-laki kepada pengantin wanita sebagai bagian dari hantaran pernikahan.

Saat ini, busana resmi laki-laki Melayu juga sering menggunakan songket sebagai kain yang dililitkan di atas celana panjang atau menjadi destar, tanjak, atau ikat kepala. Sementara itu, bagi perempuan, songket biasa dililitkan sebagai kain sarung yang dikombinasikan dengan kebaya atau baju kurung.

Pembuatan songket merupakan kerajinan tangan yang banyak ditemukan di beberapa pulau di Indonesia, seperti Sumatra, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Lombok, dan Sumbawa.

Daerah-daerah terkenal untuk kerajinan songket antara lain Songket Minangkabau di Pandai Sikek dan Silungkang di Sumatra Barat, Songket Palembang di Palembang di Sumatera Selatan, desa Sidemen dan Gelgel di Klungkung, Bali, desa Sukarara di kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, dan luar negeri seperti Malaysia dan Brunei.


Tags: benang

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia