Kaligrafi Ukiran Kayu - Seni Indah dalam Kerajinan Tusuk dan DIY
Alasan Kenapa Anda Mesti Menambahkan Hiasan Dinding Berupa Kaligrafi
Tentu ini ditujukan bagi Anda yang muslim ya, bahwa memasang hiasan dinding kaligrafi sepertinya sudah bukan ide baru lagi.
Kaligrafi sendiri adalah bentuk seni yang berupa tulisan arab. Di tulis dengan sedemikian rupa, sehingga bentuknya indah dan memberikan tulisan dengan nilai seni yang tinggi.
Karya seni ini memang sudah berkembang pesat dengan bentuk yang semakin menarik. Tidak heran jika banyak rumah bergaya desain mdeorn saat ini mengadospi hian dindingnya berupa kaligrafi.
Selain mendapatkan kesan indah yang tidak biasa, menambahkan hiasan dinding kaligrafi juga punya nilai religius.
Tentu tujuannya bukan untuk pamer, namun tidak ada salahnya jika tujuannya adalah untuk membuat tamu yang berkunjung jadi terkesan.
Termasuk juga membantu mereka ingat dengan nilai-nilai religiusitas yang tersampaikan secara tersirat memalui tulisan arab pada kaligrafi tersebut.
Nah, bicara soal modelnya, kaligrafi sendiri ada yang dibuat di atas kain, ada pula yang di atas kayu. Kali ini yang akan kita bahas adalah ukiran kaligrafi kayu yang lebih populer di pasaran.
Harapannya, hiasan dinding kaligrafi ini bisa Anda adopsi sebagai hiasan terbaik di rumah minimalis Anda.
3 Tips Merawat Ukiran Kaligrafi Kayu
Bahan kayu memang harus dirawat dengan sebaik mungkin, supaya tidak mudah termakan rayap dan warnanya tetap bagus. Begitu juga dengan ukiran kaligrafi kayu, Anda harus bisa merawatnya. Inilah tips merawat kaligrafi kayu supaya awet.
1. Letakan di tempat yang kering
Jangan letakkan ukiran kayu di tempat yang lembab atau terlalu panas, karena akan membuatnya cepat rusak, cepat pudar, dan berjamur. Jadi, menata hiasan dinding juga perlu cermat. Letakan hiasan ini di ruangan yang tidak lembab.
Misalnya pada ruang tamu, ruang keluarga, atau ruangan khusus untuk bekerja yang tidak ada berdekatan dengan sumber ruang area basah.
2. Hilangkan noda dengan cepat
Bila ukiran Anda terkena jipratan air, segera keringkan. Karena bila dibiarkan lama akan membuat bahan kayu berjamur dan meninggalkan noda.
Anda bisa membersihkan ukiran kayu ini, sehari sekali. Bisa gunakan kain biasa yang lembut dan membersihkannya juga harus pelan-pelan agar tidak sampai merusak struktur ukiran.
Bila ada noda membandel yang tidak cukup dibersihkan dengan kain, gunakan baking soda untuk membersihkannya. Baking soda mudah dicari karena termasuk salah satu bahan dapur.
3. Tambahkan lapisan pengkilap furniture
Supaya ukiran kayu Anda lebih tahan lama, lapisi dengan pengkilap furniture. Bahan ini akan membuat kayu lebih bagus dan tidak mudah terkena jamur.
Pengkilap furniture ini berwujud cair seperti minyak, Anda hanya perlu mengoleskannya ke semua bagian ukiran. Ketika membeli di tukang ukiran kayu, biasanya sudah dilapisi minyak ini. Tapi untuk membuatnya lebih tahan lama, Anda bisa mengoles ulang.
Seni Ukir: Pengertian, Jenis Motif, dan Fungsinya
Oleh: Ani Rachman, Guru SDN No.111/IX Muhajirin, Muaro Jambi, Provinsi Jambi KOMPAS.com - Pada zaman dahulu, seni ukir dibuat untuk menciptakan simbol-simbol kepercayaan dan pesan pada sebuah ritual. Bahan pembuatan seni ukir tidak hanya dari tanah liat, tetapi berkembang ke bahan lain seperti pelepah daun, kayu, batu, tulang, dan lain-lain. Baca juga: 9 Unsur Seni Rupa Pengertian seni ukir adalah termasuk seni krita yang umumnya digunakan untuk melengkapi serta memperindah sebuah benda. Ukiran merupakan seni yang membentuk gambar hias pada kayu, batu, atau bahan-bahan lain.
Bentuk ukiran dengan bagian-bagian cekung dan cembung yang menyusun suatu gambar yang indah. Ornamen dari ragam hias ini merupakan hasil rangkaian yang berelung-relung, saling menjalin, berulang, dan sambung menyambung sehingga mewujudkan hiasan.
Macam-macam Motif Ukiran
Seni ukir di setiap daerah di Indonesia tentunya mempunyai filosofi dan arti yang berbeda, baik itu berdasarkan sejarah nenek moyang, lingkungan kebudayaaan, dan lainnya.
Adapun daerah di Indonesia yang dikenal sebagai penghasil motif ukiran terbaik, diantaranya sebagai berikut.
1. Motif Ukir Yogyakarta
Motif ukir Yogyakarta memilki karakteristik bentuk seperti daun pokok yang merelung-relung lemah gemulai dengan ukiran daun cekung dan cembung.
Unsur-unsur yang terdapat pada motif ukir Yoyakarta antara lain:
Batang pokok berbentuk relung yang di ukir dalam bentuk pilin.
Daun motif ukir Yogyakarta tumbuh dari sepanjang batang pokok. Bentuknya bulat dengan bentuk krawing dan terdapat lipatan daun.
Bunga berbentuk bulat dengan di kelilingi oleh kelopak dan daun. Di dalam bunga terdapat pecahan sisik ikan.
Pecahan motif ukir Yogyakarta banyak digunakan untuk mengisi daun agar kelihatan lebih indah.
2. Motif Ukir Jepara
Jepara terkenal sebagai daerah pengolah sekaligus penghasil berbagai jenis kayu, seperti kayu jati dan mahoni.
Hasil karya ukiran Jepara memang sudah tidak bisa diragukan lagi, aneka furnitur yang dihasilkan menjadi salah satu bukti bahwa motif Jepara digemari oleh masyarakat.
Bahkan ada suatu daerah yang menjadi pusat seni ukir dan pembuatan patung di Jepara.
Motif seni ukir Jepara mempunyai beberapa ciri khas yaitu:
- Motif jumbai dan daun yang berbentuk relung.
- Tangkai dari bentuk tanaman dibuat melengkung dan rantingnya mengisi ruang.
- Ukiran daun berbentuk miring.
- Bersifat fleksibel sehingga dapat diaplikasikan pada benda interior dan eksterior.
Tags: kayu ukiran kaligrafi