... Kapan Perban Luka Jahitan Dibuka: Panduan Praktis DIY untuk Pekerjaan Jahitan

Kapan Waktu yang Tepat untuk Membuka Perban Jahitan pada Kerajinan Tangan dan DIY?

Langkah merawat luka yang perlu diperban

Berikut ini cara yang disarankan oleh American Academy of Dermatology Association untuk merawat luka yang perlu diperban dengan perlengkapan P3K di rumah.

1. Menghentikan perdarahan

Saat luka mengeluarkan darah, coba tahan luka untuk menghentikan keluarnya darah. Agar lebih efektif, Anda bisa mengangkat bagian tubuh yang terluka untuk menghambat aliran darah yang keluar.

Pastikan darah sudah benar-benar berhenti sebelum Anda melakukan langkah perawatan selanjutnya.

2. Bersihkan luka

Hindari membersihkan luka dengan alkohol atau obat merah yang mengandung hidrogen peroksida karena berisiko menyebabkan iritasi pada jaringan kulit yang rusak.

3. Pilih perban yang tepat

Saat merawat luka dengan perban, sebaiknya Anda memilih jenis perban yang sesuai dengan luka yang Anda alami.

Plester dapat digunakan untuk melindungi luka lecet atau gores sehingga tidak mudah teriritasi.

Umumnya, luka yang perlu diperban bisa ditutup dengan perban tempel antilengket atau perban gulung dari kain kasa.

Namun, sebaiknya hindari menggunakan kain kasa untuk membalut luka jika kulit mudah kering.

Pasalnya, kain kasa cenderung menyerap darah lebih banyak sehingga bisa sulit menjaga kelembapan luka. Gunakanlah jenis perban yang berbahan lebih tebal.

Hindari menempelkan perban terlalu rekat pada luka. Sebaiknya, beri sedikit ruang sehingga luka tidak terlalu tertekan.

4. Ganti perban secara berkala

Untuk menjaga agar luka tetap steril, Anda perlu mengganti perban setiap hari sampai luka benar-benar sembuh. Jika diperlukan, luka bisa dibersihkan setiap kali Anda mengganti perban.

Gunakan pinset untuk mengangkat kotoran yang menempel pada luka yang bisa berasal dari perban. Pastikan Anda mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh luka.

Apa yang dimaksud dengan luka terbuka?

Luka terbuka mengacu pada cedera pada jaringan, biasanya ketika kulit pecah dan jaringan internal terbuka. Luka ini dapat berupa goresan dan lutut yang terkelupas hingga luka akibat benda tajam seperti pisau dan alat tajam lainnya.

Sebaliknya, luka tertutup berarti kerusakan jaringan dan pendarahan terjadi di bawah permukaan kulit yang tidak pecah. Memar adalah contoh luka tertutup.

Sebagian besar waktu, luka terbuka ini bersifat ringan dan dapat sembuh tanpa intervensi medis. Namun, ada kalanya luka lebih parah, membutuhkan jahitan dan perhatian medis untuk sembuh dengan baik.

Kapan Anda membutuhkan perhatian medis yang mendesak?

Dalam kasus seperti ini, Anda harus dapat menentukan apakah perhatian medis segera diperlukan, karena risiko infeksi meningkat semakin lama luka dibiarkan terbuka.

Jenis-jenis luka terbuka

Luka terbuka dapat diklasifikasikan ke dalam 5 jenis.

Abrasi

Abrasi terjadi ketika kulit Anda tergosok atau tergores pada permukaan yang keras dan/atau kasar, seperti terjatuh di jalan raya. Pada jenis luka terbuka ini, kulit akan pecah dan hanya terjadi sedikit pendarahan. Luka lecet harus dibersihkan dengan benar dari puing-puing, seperti pasir atau partikel lainnya, dan perawatan diterapkan untuk mencegah infeksi.

Tusukan

Tusukan biasanya berarti lubang kecil pada jaringan. Hal ini dapat disebabkan oleh apa saja, mulai dari benda kecil seperti jarum atau paku, hingga benda yang lebih besar seperti es batu atau pisau. Luka tusukan bisa dangkal atau dalam, dengan tusukan yang dalam cenderung menyebabkan lebih banyak perdarahan dan kerusakan pada jaringan dan organ.

Avulsi

Avulsi terjadi ketika kulit dan jaringan di bawahnya robek sebagian atau seluruhnya. Hal ini sering kali terjadi akibat kecelakaan yang hebat seperti serangan hewan atau kecelakaan di jalan raya.

Luka sayat dan laserasi

Luka sayat dan laserasi mengacu pada robekan atau lubang pada kulit, yang sering kali disebabkan oleh benda tajam bermata seperti pisau dapur, silet, dan gunting. Luka semacam itu dapat menyebabkan pendarahan yang signifikan.

Apa saja jenis jahitan yang berbeda?

Ada 2 jenis utama – jahitan yang dapat diserap dan yang tidak dapat diserap.

Jahitan yang dapat diserap

Jahitan yang dapat diserap tidak perlu dilepas karena akan cepat rusak dan kehilangan kekuatan penahannya antara 5 - 60 hari. Jahitan ini lebih sering digunakan untuk luka dalam.

Jahitan yang tidak dapat diserap

Apa yang perlu diperhatikan agar luka jahitan dapat sembuh lebih cepat?

Cuci tangan

Jangan pernah menyentuh luka sebelum membersihkan tangan Anda! Cuci bersih dengan sabun antibakteri untuk menghilangkan bakteri dan kotoran lain yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi.

Mengkonsumsi makanan yang dapat mempercepat proses penyembuhan Luka

Tubuh Anda dapat sembuh dengan lebih efisien saat tubuh mendapatkan nutrisi yang baik, jadi cobalah untuk menjalani pola diet yang sehat. Beberapa makanan dipercaya bisa mempercepat proses pemulihan, contohnya adalah makanan yang tinggi protein, vitamin, dan seng.

Menggunakan obat-obatan yang mengurangi gejala peradangan pada luka jahitan

Tergantung pada jenis luka dan gejala yang muncul, beberapa perawatan dapat menghilangkan rasa sakit. Misalnya, lidah buaya dan petroleum jelly dapat membantu mengurangi peradangan pada luka bakar, kemudian menempelkan es pada daerah bekas luka jahitan juga dapat meringankan memar dan bengkak.

Hindari aktivitas yang dapat menyebabkan terjadinya komplikasi pada luka

Menahan diri dari menjalani aktivitas yang berat atau latihan yang intens yang dapat menyebabkan luka terbuka kembali, sehingga menunda proses penyembuhan.

Sejumlah kecil aktivitas fisik dapat membantu penyembuhan, hanya berhati-hatilah untuk tidak mendorong tubuh Anda terlalu jauh.

Shield HealthCare juga menyarankan untuk menghindari paparan bakteri berlebih, seperti berenang di laut atau kolam renang umum, menutupi luka dengan sepatu atau sarung tangan untuk jangka waktu yang lama.

Berkonsultasi dengan Dokter

Meskipun Anda bisa merawat luka ringan di rumah, jangan pernah ragu untuk melakukan kontrol rutin dengan dokter untuk evaluasi. Kontrol rutin sangat penting untuk penanganan luka yang dalam, serta luka yang menunjukkan tanda-tanda infeksi.

Walaupun tampak sepele, tetapi memperhatikan kebersihan perban dan melakukan penggantian perban secara berkala adalah salah satu faktor utama penyembuhan luka jahitan bekas operasi.

4. Hindari paparan sinar matahari

Saat kulit terluka, baik karena luka jahitan atau cedera, sebisa mungkin hindari area tersebut dari paparan sinar matahari. Hal ini karena paparan sinar matahari pada kulit yang terluka bisa menyebabkan luka tampak berbekas.

Jika kamu harus bepergian saat luka jahitan masih dalam masa pemulihan, kenakan pakaian yang menutupi luka dan menyerap keringat. Kamu juga perlu mengenakan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet dari matahari.

5. Hindari menyentuh atau menggaruk luka

Luka jahitan memang akan terasa gatal di fase pemulihan. Hal ini normal, kok. Namun, jangan menyentuh, mengusapu-usap, apalagi sampai menggaruknya, ya. Menggaruk luka bekas jahitan dapat menyebabkan luka terbuka kembali dan memperlambat proses penyembuhan.


Tags: jahit luka

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia