... Karya Kerajinan: Pentingnya Aspek Fungsional dan Kegunaan dalam Karya Rajut dan DIY

Karya Kerajinan - Harmoni Antara Kecantikan dan Fungsionalitas dalam Seni Menjahit dan DIY

PENGERTIAN KERAJINAN: Fungsi, Bahan, Jenis Jenis & Contoh

Pengertian Kerajinan – Banyak orang kerap mengagumi suatu hasil kerajinan. Baik itu karena detailnya yang rumit, idenya yang unik, maupun makna filosofisnya yang menyentuh hati.

Kerajinan dapat dibuat dari kayu, plastik, kain atau bahan-bahan sampah limbah yang sudah tidak digunakan. Ditangan-tangan kretif bahan tersebut dapat dibuah menjadi suatu benda bernilai ekonomis.

Dalam artikel ini kita akan membahas tentang apa itu kerajinan? mulai dari pengertian kerajinan, fungsi, tahapan, bahan dan juga jenis-jenis kerajinan.

Daftar Isi Artikel

  • Pengertian Kerajinan
  • Fungsi Kerajinan
  • Bahan Pembuat Kerajinan
  • Tahapan Pembuatan Kerajinan
  • Jenis-Jenis Kerajinan dan Contohnya
    • 1. Kerajinan Dari Tanah Liat
    • 2. Kerajinan Dari Kayu dan Bambu
    • 3. Kerajinan Dari Serat Alam
    • 4. Kerajinan Dari Logam
    • 5. Kerajinan dari Batu
    • 6. Kerajinan Dari Bahan Bekas
    Jenis-Jenis Seni Kriya

    Indonesia memiliki beragam bentuk dan jenis seni kriya yang dikerjakan dengan teknik dan anke bahan untuk membuatnya. Dari beragam bentuk hasil karya seni kriya di nusantara ada yang masih menggunakan hiasan atau ornamen tradisional daerah dan ada pula yang sudah memakai gaya meodern mengikuti perkembangan pasar. Berikut ini jenis-jenis seni kriya Nusantara berdasarkan bahan yang digunakan untuk membuatnya, antara lain,

    a. Seni Kriya Kayu
    Kriya kayu merupakan salah satu jenis seni kriya/ kerajinan yang dalam pengerjaannya selalu menggabungkan antara nilai kegunaan atau fungsi sekaligus nilai keindahan/ hias menggunakan bahan dari kayu. Pembuatan seni kriya kayu dapat dikerjakan dengan berbagai teknik seperti teknik pahat, ukir, dan lain-lain. Jenis kayu yang dapat dimanfaatkan untuk membuat karya seni kriya sangat beragam. Seni kriya kayu umumnya menggunakan bahan kayu keras seperti kayu jati, jayu mahoni, kayu akasia dan lain-lain. Hasil karya seni kriya kayu diantaranya seperti patung, topeng, wayang golek, furnitur, dan hiasan ukir-
    ukiran.

    b. Seni Kriya Tekstil
    Seni kriya tekstil adalah salah satu jenis kriya dengan bahan dasarnya berupa kain. Istilah tekstil memiliki lingkup yang luas dan mencakup bermacam-macam aneka jenis kain yang pembuatannya pembuatannya dilakukan dengan cara diikat, dipres, ditenun, dan masih banyak teknik pembuatankarya seni kriya menggunakan kain. Umumnya kain terbuat dari serat yang diputar atau dipilin agar menghasilkan benang yang panjang, selanjutnya dirajut atau ditenun agar menghasilkan kain berupa barang jadi. Jenis karya seni kriya tektil nusantara dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu kriya tenun dan kriya batik.

    c. Seni Kriya Keramik
    Seni kriya keramik adalah salah satu jenis seni kriya dari bahan tanah liat yang dibakar untuk menghasilkan beragam benda fungsional maupun benda estetis. Pembuatan seni kriya keramik dapat dikerjakan dengan teknik slab/lempeng, putar/throwing, pilin/pinching, atau teknik cetak tuang. Daerah-daerah penghasil seni kriya keramik diantaranya adalah daerah bandung, jepara, cirebon, banjarnegara, malang, purwerejo, jogyakarta, banjar negara, dan sulawesi selatan.

    Unsur Estetika dan Ekonomis Produk Kerajinan dari Bahan Keras

    Dalam perkembanganya produk, kerajinan tidak dapat melepaskan din dan unsur-unsur seni pada umumnya. Sentuhan-sentuhan estetik sangat penting untuk mewujudkan karya kerajinan atraktif dan bernilai ekonomis. Pada produk kerajinan, aspek fungsi menempati porsi utama. Maka, karya kerajinan harus mempunyai nilai ergonomis yang meliputi: kenyamanan, keamanan dan keindahan (estetika).

    Motif Ragam Hias Produk Kerajinan dan Bahan Keras, Produk kerajinan dan beberapa daerah di Indonesia sudah dikenal di mancanegara sejak zaman dahulu. Keanekaragaman produk kerajinan tersebut memiliki motif dan ragam hias yang khas di setiap daerah. Setiap motif dan ragam hias mempunyai nilai keindahan dan keunikan serta makna simbolis yang penuh perlambangan dan juga nasihat.

    Beberapa daerah yang terkenal ukiran atau pahatannya adalah Jepara, Yogyakarta, Cirebon, Bali, Toraja, Palembang, Kalimantan, dan masih ada daerah lainnya. Kita perlu mengenal dan melestarikan motif dan ragam hias Nusantara. Kekayaan kreasi bangsa Indonesia penlu kita syukuri sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

    Manfaat estetika

    Melalui ilmu estetika tersebut, ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh, di antaranya:

    • Memupuk kehalusan rasa pada umumnya
    • Memperdalam pengertian mengenai rasa indah yang pada umumnya serta mengenai kesenian secara khusus.
    • Memperluas pengetahuan serta penyempurnaan mengenai pengertian tentang unsur obyektif yang membangkitkan rasa indah terhadap manusia serta faktor obyektif yang berpengaruh pada pembangkitan pada rasa indah tersebut.
    • Memperkokoh rasa cinta pada kesenian serta kebudayaan bangsa pada umumnya dan mempertajam kemampuan dalam mengapresiasi kesenian serta kebudayaan bangsa Indonesia.
    • Memantapkan kemampuan dalam menilai karya seni yang secara tidak langsung ikut mengembangkan apresiasi seni dalam masyarakat pada umumnya.
    • Memperdalam pengertian tentang keterkaitan wujud berkesenian dengan tata kehidupan, kebudayaan dan perekonomian masyarakat yang bersangkutan.
    • Memperluas pengetahuan serta penyempurnaan tentang pengertian unsur subyektif yang berpengaruh pada kemampuan untuk menikmati rasa indah.
    • Memantapkan kewaspadaan atas pengaruh negatif yang akan merusak mutu kesenian serta berbahaya pada kelestarian aspek serta nilai tertentu pada kebudayaan bangsa Indonesia.

    Desain Ragam Hias

    Desain ragam hias yang terdapat di wilayah Indonesia ini beberapa di antaranya sudah merupakan pola baku ragam hias wilayah tertentu. Desain ragam hias dapat dikelompokkan dalam jenis pola sebagai berikut.

    1. Jenis pola tunggal (pattern), yaitu bentuk pola yang disusun dengan ukuran yang berdiri sendiri tanpa diberi bentuk yang lain.
    2. Jenis pola ulang himpunan (assemblage), yaitu bentuk pola yang tiap bagian merupakan suatu kelompok dan kumpulan dari beberapa bentuk atau unsur yang masih bersifat satu-kesatuan.
    3. Jenis pola ulang menyeluruh, yaitu ragam hias dengan kombinasi-kombinasi ulangan disertai dengan membubuhkan bentuk lain yang tidak tercakup dalam kelompok tanpa merusak bentuk pokok dari ragam hias tersebut.

    Pola pada ragam hias biasanya terdiri atas ragam hias pokok, ragam hias pendukung, dan ragam hias isian atau pelengkap. Proses penataan ragam hias secara garis besar dapat dikelompokkan dalam proses sebagai berikut:

    1. Proses pengulangan sejajar, baik secara vertikal maupun horizontal, disusun dalam posisi yang sama, jarak dan ukuran yang sama. Proses tersebut sangat mudah dijumpai dalam ragam hias geometris sebagai desain tepi maupun dalam susunan diagonal dan sudut.
    2. Proses pengulangan berpotongan, yaitu pada proses pembuatan motif saling bertumpangan dan berpotongan terhadap bidang gambar. Ragam hias pada tekstil tradisional pada umumnya menggunakan proses pengulangan yang disusun simetris. Pada tekstil modern, proses pengulangan ragam hias, baik yang sejajar maupun yang berpotongan, selain disusun secara simetris sering pula digunakan secara asimetris, bahkan bersifat acak.
    BACA: Alasan Wirausaha Selalu Mengevaluasi Strategi Usahanya
    Tags: kerajinan fungsi aspek

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia