Kasongan - Pusat Kreativitas Seni Kerajinan Jarum dan DIY yang Memikat
Harga Tiket Masuk Desa Wisata Kasongan
Desa Wisata Gerabah Kasongan Jogja menawarkan berbagai fasilitas bagi para pengunjung. Berikut ini adalah beberapa fasilitas yang tersedia di Desa Wisata Kasongan:
- Tempat Parkir: Terdapat area parkir kendaraan yang luas dan aman di Desa Wisata Kasongan.
- Toilet: Toilet umum tersedia di beberapa titik di dalam kawasan wisata.
- Warung dan Restoran: Ada beberapa warung dan restoran yang menyediakan makanan dan minuman di Desa Wisata Kasongan.
- Area Parkir Sepeda: Bagi pengunjung yang ingin berkeliling desa dengan sepeda, tersedia juga area parkir sepeda.
- Homestay: Di sekitar kawasan wisata, terdapat beberapa homestay yang dapat dipesan untuk menginap.
- Tempat Pembelajaran: Pengunjung juga dapat mempelajari cara membuat gerabah dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan kerajinan gerabah.
- Area Bermain Anak: Bagi pengunjung yang membawa anak-anak, tersedia pula area bermain anak yang dapat menambah keseruan liburan bersama keluarga.
- Tempat Belanja: Terdapat beberapa toko yang menjual kerajinan gerabah khas Desa Kasongan dan souvenir lainnya yang dapat dibeli oleh pengunjung.
Catatan bahwa fasilitas dapat berubah sewaktu-waktu, dan untuk informasi yang lebih terbaru, disarankan untuk mengunjungi situs web resmi Desa Wisata Kasongan atau menghubungi pengelola wisata langsung.
Keris
Keris merupakan senjata tradisional khas Jawa termasuk Yogyakarta yang sudah ada sejak dahulu kala. Bagi masyarakat Jogja keris bukan hanya sekedar senjata tetapi juga benda berharga yang mengandung nilai filosofi leluhur. Keris terbuat dari besi yang dibentuk meliuk-liuk hingga menampilkan kesah gagah dan eksotis. Setiap keris memiliki bentuk liukan atau disebut luk dengan jumlah ganjil mulai dari tiga hingga seterusnya.
Jumlah luk yang ganjil bukan tanpa maksud dalam artian ada maknanya sendiri. Makna tersebut adalah manusia tidak akan pernah bisa genap atau sempurna. Keris memiliki wadah pembungkus yang disebut dengan warangka. Cara mengeluarkan keris dari warangka pun memiliki arti. Apabila pemilik keris tersebut dikeluarkan dengan cara menarik warangkanya maka berarti pemilik tersebut menghormat pandai besi atau pembuat keris tersebut. Namun jika pemilik keris mengeluarkannya dengan cara menarik gagang keris itu menandakan ia akan menikam atau menusuk seseorang.
Selain sebagai senjata tradisional, keris juga merupakan simbol dari status sosial seperti keris Kanjeng Kyai Ageng Kopek yang hanya boleh digunakan dan dimiliki oleh sultan keraton Yogyakarta. Keris juga kerap dijadikan sebagai aksesoris pelengkap dalam berpakaian terutama pakaian adat.
15 Kerajinan Tangan Khas Yogyakarta Beserta Gambarnya
Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mempunyai banyak peminat. Banyak orang yang memasukkan Yogyakarta sebagai daftar tujuan wisata mereka. Tak hanya cantik, kota ini juga mempunyai beberapa kebudayaan dan ciri khas berupa kerajinan tangan. Apa saja kerajinan tangan khas kota gudeg? Simak pembahasannya berikut ini.
Batik merupakan kain tradisional bangsa Indonesia yang keberadaanya sudah diakui oleh dunia. Batik sendiri hadir sejak zaman dahulu bahkan pada masa kerajaan. Salah satu daerah dengan kerajinan batik yang paling terkenal berasal dari kota Yogyakarta. Sejarah mencatat batik di daerah Yogyakarta sudah ada sejak era Mataram kuno yang pada saat itu dipimpin oleh Panembahan Senopati. Daerah yang pertama kali memproduksi batik adalah daerah Plered.
Pada awalnya kegiatan membatik ini hanya dilakukan oleh kaum wanita yang datang dari keluarga keraton dan bangsawan. Namun seiring berjalannya waktu kegiatan ini diajarkan kepada seluruh wanita tanpa pandang bulu. Kegiatan membatik ini pun menyebar luas ke berbagai wilayah di luar Yogya.
Perbedaan batik Yogya dengan batik dari daerah Indonesia lainnya adalah memiliki warna dominan coklat dan motif yang tegas dan besar. Motif tersebut menjadikan batik Yogya terlihat gagah. Motif batik yang terkenal dari Yogya adalah batik garda dan batik parang.
Sentra kerajinan gerabah
Sapto Hudoyo seniman asal Yogyakarta, disebut-sebut sebagai orang yang membantu warga desa mengembangkan kerajinan di Kasongan pada 1970-an. Ia membina warga agar bisa membuat kerajinan yang lebih unik dan menarik sehingga bisa menambah nilai jual.
Hasil kerajinan dari gerabah yang diproduksi Kasongan umumnya berupa guci dengan berbagai motif (burung merak, naga, bunga mawar dan banyak lainnya), pot berbagai ukuran (dari yang kecil hingga seukuran bahu orang dewasa), cendera mata, pigura, hiasan dinding, dan berbagai macam perabotan.
Seiring waktu, produk gerabah yang dihasilkannya menjadi lebih bervariasi, meliputi bunga tiruan dari daun pisang, perabotan dari bambu, topeng-topengan dan masih banyak yang lainnya.
Produk gerabah Kasongan di Bantul terus berkembang hingga kini dan mampu menghasilkan produk-produk yang berkualitas. Karena keunggulan kualitasnya itu, gerabah kasongan mampu menembus pasar ekspor hingga ke Eropa dan Amerika.
Gerabah Kasongan: Keindahan Seni dan Kreativitas Desa Bangunjiwo
Lebih dari 300 pengrajin yang mengerahkan lebih dari seribu tenaga kerja, sentra kerajinan ini berhasil menembus pangsa pasar internasional. Deretan showroom yang tersusun rapi di sepanjang jalan, dikombinasikan dengan workshop para pengrajin, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan pengalaman langsung dalam proses pembuatan keramik. Selain itu, festival seni Kasongan yang diadakan setiap tahun menambah daya tarik, menjadikan Kasongan tak sekadar destinasi wisata kerajinan, tetapi juga pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pengunjungnya.
Tanah liat, bahan dasar dari kerajinan ini, menjadi media magis yang diolah oleh para pengrajin di Bangunjiwo. Dari tangan-tangan terampil ini, muncullah berbagai bentuk dan karya seni yang tak hanya terbatas pada perkakas dapur. Gerabah Kasongan melampaui batasan-batasan konvensional dan melahirkan aneka seni rupa, seperti asbak, guci, pot bunga, patung, dan souvenir yang memesona.
Tags: kerajinan hasil