... 10 Kata-Kata Inspiratif Penjahit untuk Menginspirasi Proyek Jahit Anda

"Rahasia-rahasia di Balik Kata-kata Penjahit - Kisah Inspiratif dari Dunia Jahitan"

3. Kalimat efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami dengan tepat pula. Kalimat efektif memiliki ciri-ciri-ciri sebagai berikut.

Perusahaan konveksi itu membutuhkan empat orang penjahit pakaian wanita. Kelompok kata penjahit pakaian wanita bermakna ganda.

Makna pertama penjahit yang berjenis kelamin wanita dan makna kedua penjahit yang hanya menjahit pakaian wanita. Agar tidak menimbulkan makna ganda, penulis perlu membubuhkan tanda hubung (-).

Jika yang dikehendaki adalah penjahit pakaian yang berjenis kelamin wanita, tanda hubung diletakkan di antara kata penjahit dan wanita (penjahit-pakaian wanita).

Sementara itu, jika yang dikehendaki adalah penjahit yang bisa menjahit pakaian wanita, tanda hubung diletakkan di antara kata pakaian dan wanita (penjahit pakaian-wanita) .

b. Subjek dan objek tidak didahului dengan kata depan

Kalimat efektif harus memiliki subjek yang jelas. Jika subjek didahului kata depan, subjek kalimat menjadi hilang sehingga tidak terbentuk kalimat efektif.

  • SMA Nusa Bangsa mengadakan kegiatan pentas seni. (SMA Nusa Bangsa = subjek)
  • Di SMA Nusa Bangsa mengadakan kegiatan pentas seni. (Subjek menjadi tidak jelas karena SMA Nusa Bangsa diawali dengan kata depan di)
Demikian pula objek juga tidak boleh didahului dengan kata depan. Contoh:
  • Mereka membicarakan kekayaan laut Indonesia. (efektif)
  • Mereka membicarakan tentang kekayaan laut Indonesia. (tidak efektif)

Kalimat efektif harus logis, masuk akal, dan cermat dalam penalaran. Ketidakcermatan dalam menyusun kalimat bisa menyebabkan kalimat menjadi tidak nalar. Contoh :

  • Ponsel harap dimatikan. (efektif)
  • Yang membawa ponsel harap dimatikan. (tidak efektif)

Kalimat efektif tidak menggunakan kata atau kelompok kata yang dirasa tidak perlu. Penggunaan kata yang berlebihan menyebabkan makna kalimat sudah dipahami. Contoh :

2. Kata Konotatif dan Denotatif

Kata konotatif adalah kata yang bermakna kiasan. Karena kata konotatif inilah, kalimat bisa bermakna ganda. Akibatnya kalimat bisa bermakna ambigu. Sementara itu, kata denotatif adalah kata-kata yang bermakna lugas. Pada karya ilmiah, kata yang digunakan adalah kata denotatif.

Kalimat Kata Makna
a. Petugas di kantor itu ditangkap karena menerima amplop dari calon tenaga kerja. b. Amplop yang diberikan oleh petugas itu berwarna putih.
Amplop Uang

Amplop
a. Saat ini banyak orang berebut kursi dengan menjatuhkan lawannya. b. Penonton berebut kursi agar mendapatkan tempat di depan. Kursi Jabatan
Tempat untuk duduk

Tags: jahit

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia