Kayu, Logam, dan Keramik - Ragam Jenis Kerajinan dalam Dunia Sulaman dan DIY
Fungsi Seni Kriya
Pada masa sekarang fungsi dari jenis karya seni ini banyak dipakai sebagai hiasan atau dekorasi, benda mainan dan sebagai benda terapan.
Sebagai Hiasan/Dekorasi
Dalam produk kerajinan tangan banyak dipakai sebagai benda pajangan, hiasan, atau dekorasi ruangan. Dalam hal ini, seni Kriya lebih mengutamakan fungsi estetika yang mana dapat memperindah suatu ruangan.
Berikut ini adalah contoh karya seni jenis ini yang dipakai sebagai hiasan/ dekorasi, antara lain:
- Patung
- Hiasan dinding
- Seni ukir
- Benda cinderamata
- Tembikar, dan lain-lain
Sebagai Benda Mainan
Selain sebagai hiasan/dekorasi, jenis karya seni ini juga banyak dipakai sebagai alat permainan. Umumnya jenis kriya seperti ini bentuknya dibuat sederhana dengan bahan yang cukup mudah didapatkan dan dikerjakan, serta harganya terjangkau.
Adapun contoh karya seni jenis ini yang dipakai sebagai alat permainan, yaitu:
- Boneka
- Congklak
- Kipas kertas, dan lain-lain
Sebagai Benda Terapan
Adapun jenis Kriya yang dipakai sebagai benda terapan (siap pakai) adalah benda yang lebih mengutamakan fungsinya ketimbang estetikanya. Umumnya seni Kriya sebagai benda terapan dapat digunakan dengan nyaman tanpa menghilangkan unsur estetikanya.
Berikut adalah contoh karya seni jenis ini yang digunakan sebagai benda terapan, antara lain:
- Kursi kayu
- Lemari hias
- Tempat tidur kayu
- Keramik, dan lain-lain
Sejarah dan Perkembangan Seni Kriya
Menurut informasi dari berbagai sumber, seni Kriya sudah banyak ditemukan sejak jaman prasejarah. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan benda-benda dari zaman Neolithikum (zaman batu muda) yang bentuknya seperti yang ada pada seni Kriya.
Pada zaman prasejarah, benda-benda tersebut dibuat dari bahan tanah liat, batu, dan logam dengan beragam fungsi dan manfaat. Ada yang digunakan sebagai alat untuk berburu, wadah dan untuk bertani.
Pada masa itu, seni Kriya dibuat secara sederhana dan lebih mengedepankan aspek fungsional atau untuk kebutuhan fisik. Namun, manusia zaman prasejarah sudah mulai mengerti tentang seni. Hal ini terlihat dari penemuan tembikar yang sudah terdapat hiasan berupa simbol-simbol kehidupan spiritual yang mereka percaya.
Seni Kriya Tradisional Klasik
Berikut contoh Kriya pada masa klasik diantaranya yaitu:
- Wayang kulit
- Pandai perak dan emas
- Ukiran-ukiran kayu
- Keris dan senjata lainnya
- Kerajinan topeng, dan lain-lain
Seni Kriya Tradisional Rakyat
Jenis karya seni Kriya tradisional disesuaikan dengan watak, adab, serta lingkungan pada masa itu. Dengan jenis dan teknik pembuatan Kriya ditentukan oleh bahan dan alat yang ada di sekitar tempat tinggal masyarakat.
Seni Kriya Indonesia Baru
Pada zaman kolonial, masyarakat Indonesia mendapatkan pendidikan yang mengedapankan nilai-nilai rasional dan kehidupan jasmaniah. Hal ini mengakibatkan kesadaran masarakat akan nilai-nilai tradisional seni Kriya menjadi luntur.
Beberapa orang menggabungkan Kriya seni tradisional dengan kriya baru dengan menggunakan bahan-bahan industri. Proses komersialisasi ini akhirnya membuat para seniman tidak bisa mewariskan keahlian mereka kepada generasi penerus.
Pada zaman modern seperti sekarang ini, seni Kriya digunakan sebagai benda terapan, dekorasi, hiasan, dan mainan.
Klasifikasi Keramik
Perlu diketahui bahwa keramik pada prinsipnya dibedakan menjadi 2 yakni, keramik tradisional dan keramik halus. Adapun penjelasan dari masing-masing keramik adalah sebagai berikut.
1. Keramik Tradisional
Keramik tradisional adalah keramik yang komposisi utamanya berasal bahan alam, seperti, kuarsa, kaolin, dsb. Contoh dari keramik tradisional yaitu, industri (refractory), barang pecah belah (dinnerware), dan keperluan rumah tangga (tile, bricks).
2. Keramik Halus
Keramik halus atau bahasa inggris disebut fine ceramics adalah keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-oksida logam, seperti, AI2O3, ZrO2, MgO, dsb.
Penggunaan elemen tersebut digunakan untuk pemanas, semikonduktor, komponen turbin dan juga sangat berguna dalam bidang medis.
Sifat Keramik
Sifat yang umum dan mudah sekali dilihat pada kebanyakan jenis keramik ialah mudah rapuh dan gampang pecah.
Hal ini dapat kita temukan pada jenis keramik tradisional seperti barang pecah belah yang meliputi gerabah, kendi, gelas dan lain sebagainya.
Namun sifat yang rapuh ini tidak berlaku pada jenis keramik tertentu, terutama pada jenis keramik hasil sintering dan campuran sintering antara keramik dengan logam.
Tahapan Pembuatan Kerajinan
Meskipun setiap material memiliki cara penanganannya masing-masing, namun secara umum cara yang diperlukan dalam membuat barang kerajinan dapat dijabarkan menjadi beberapa tahapan.
Pertama, Anda perlu untuk membuat rancangan terlebih dahulu. Pada tahap pertama ini, Anda perlu menuangkan ide yang ada di pikiran ke dalam rancang bangun yang kongkret. Anda bisa menggambar detailnya menggunakan pensil dan kertas, atau bisa juga dibuat secara digital menggunakan komputer.
Terakhir namun juga tak kalah penting adalah tahap penyelesaian. Rapikan kerajinan Anda dan bersihkan dari residu yang mungkin muncul selama proses pembuatan. Apabila memungkinkan, Anda juga dapat menambah dekorasi atau mempercantiknya dengan cat.
Tags: kerajinan kayu jenis logam