... Kegunaan Benang dalam Meronce: Tips dan Teknik DIY untuk Pekerjaan Jarum dan Benang

Manfaat Benang dalam Meronce - Teknik Penting dalam Kerajinan Tangan dan DIY

Pengertian meronce.

foto: Unsplash/Lisa Woakes

Meronce adalah kegiatan membuat hiasan atau kerajinan dengan cara menata atau menyusun bagian-bagian bahan yang berlubang atau sengaja dilubangi dan disusun menjadi satu dengan bantuan alat rangkai berupa seutas tali atau benang. Kegiatan meronce pada anak usia 5-6 tahun di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional PAUD merupakan bagian dari tingkat pencapaian perkembangan motorik halus yaitu melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan.

Arti lain dari kegiatan meronce adalah cara pembuatan benda hias atau benda pakai yang dilakukan dengan menyusun bagian-bagian bahan berlubang atau sengaja dilubangi dengan menggunakan bantuan tali, benang, dan sejenisnya. Beberapa ahli juga turut mengemukakan pendapatnya mengenai kegiatan meronce yaitu sebagai berikut:

1. Menurut Sumanto, meronce adalah cara pembuatan benda hias atau benda pakai yang dilakukan dengan menyusun bagian-bagian bahan berlubang atau sengaja dilubangi dengan bantuan benang, tali, dan sejenisnya. Kegiatan meronce memerlukan keterampilan koordinasi antara mata dengan tangan serta jari tangan untuk memasukkan benang ke dalam lubang roncean yang membutuhkan kecermatan dan kecepatan.

2. Sumantri berpendapat, meronce adalah salah satu contoh kegiatan pengembangan motorik halus di Taman Kanak-Kanak (TK), kegiatan menguntai dengan membuat untaian dari bahan-bahan yang berlubang dan disatukan dengan tali atau benang.

3. Hajar Pamadhi mendefinisikan meronce sebagai kegiatan menata dengan bantuan mengikat komponen dengan utas atau tali.

4. Menurut Sri Murtono, meronce adalah teknik membuat benda pakai atau benda hias dari bahan manik-manik, biji-bijian, atau bahan lain yang dapat dilubangi dengan menggunakan alat tusuk sehingga dapat dipakai.

Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa meronce dapat membantu kemampuan motorik halus, melatih koordinasi mata dan tangan, serta dapat meningkatkan perhatian dan konsentrasi sehingga anak bisa mendapatkan pengalaman keterampilan.

Aktivitas Meronce untuk Melatih Konsentrasi dan Seni

Bagaimana kabarnya? Semoga tetap waras ya, di tengah gelombang Omicron dan anak-anak kembali menjalani sekolah online atau Pendidikan jarak jauh (PJJ). Saya mau berbagi tentang aktivitas anak-anak meronce menggunakan paket meronce yang saya beli secara online.

meronce berarti menyusun benda atau merangkai benda menjadi satu dengan menggunakan seutas tali atau yang lain. Meronce manik-manik adalah kemampuan menyusun manik-manik menjadi satu dengan menggunakan seutas tali atau benang.

Ketika anak-anak kembali sekolah daring, kita sebagai orang tua memang harus berpikir ekstra agar mereka tetap fokus dan tidak bosan di dalam rumah.

Berbagai cara juga saya lakukan, termasuk aktivitas meronce. Namun apakah selalu berhasil? Tentu saja tidak. Acap kali saya sampai marah-marah karena gagal mengondikasikan mereka.

Saya lihat anak-anak terlalu banyak screen time, sehingga saya biarkan mereka berkreasi semau mereka. Risiko rumah kotor dan berantakan sudah saya pahami. Tetap sih, saya masih sambat kalau rumah berantakan bak kandang ayam.

Kenali, 7 Manfaat Meronce Manik-Manik untuk Perkembangan Balita

Freepik/A3pfamily

Seni manik-manik lebih dari sekadar menciptakan perhiasan atau dekorasi rumah yang indah. Selain menjadi hobi yang menyenangkan dan cocok untuk segala usia, meronce memiliki manfaat bagi perkembangan balita dan manfaat terapeutik.

Meronce manik-manik juga dapat bermanfaat bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Baik itu anak yang harus menghabiskan waktu lama di rumah sakit, anak dengan gangguan motorik halus, atau anak dengan gejala ADHD, autisme, dll.

Untuk mengetahui manfaat selengkapnya, kali ini Popmama.com akan membahas manfaat apa saja yang si Kecil dapatkan ketika mengisi waktu luang dengan melakukan meronce manik-manik. Simak informasinya di bawah ini ya, Ma!

Perhatikan Risiko dan Bahaya Menggunakan Benda Kecil untuk Bermain

"Bund. Adek nggak bisa napas. "

"Kenapa, Dek?" responku santai.

"Ini.. ada ini. masuk ke hidung," katanya sambil menunjuk butiran mutiara di paket meroncenya.

Sontak saya dan suami setengah melompat untuk memeriksa hidungnya. Saat kuintip dengan bantuan senter HP, sebutir manik-manik mainan itu masih terlihat, tak terlalu dalam masuk ke lubang hidungnya.

"Sakit nggak, Dek?"

"Tadi kenapa bisa masuk?" tanyaku sambil menenangkan debaran jantung.

"Tadi Adek mainan, trus gini.." katanya sambil mempraktikkan tangannya memasukkan mainan kecil itu ke hidung.

"Yasudah, segera bawa ke dokter ya, kita siap-siap."

Mungkin karena melihat mimik ayah/bundanya khawatir, anak itu hanya mengangguk dan mengikuti instruksi kami untuk bersiap menuju klinik.

Kakak S ke klinik berdua dengan Ayah, karena akan lebih ribet jika saya juga ikut, ada Baby N yang tidak bisa saya tinggal. Saya terus memantau perkembangan melalui WA, termasuk berkoordinasi bagaimana menjemput Kakak H pulang sekolah jika harus lama di klinik.

Menurut si Ayah, saat tiba di klinik kondisi sangat ramai dan antrean panjang. Ayah pun langsung menuju petugas penyelia yang biasanya stand by di dekat pintu masuk, mengatur orang-orang yang mengambil nomor antrean dan menunggu dipanggil.

Ayah pun langsung "menodong" untuk ke IGD, karena khawatir manik-manik di hidung Kakak S makin masuk. Melihat kondisi ini, mereka diprioritaskan untuk segera ditangani, sehingga antreannya tidak terlalu lama.

Alhamdulillah, manik-maniknya masih cukup mudah diambil oleh dokter karena belum terlalu dalam dan si Adek patuh untuk tidak mengorek/mendorong benda kecil itu selama perjalanan menuju klinik dan antre.

Sebenarnya, saat membeli paket meronce,saya sudah menyiapkan mental untuk hal seperti ini. Pasalnya, saya paham anak-anak selalu penasaran, serba ingin tahu. Terlebih saya pun beberapa kali mendengar kejadian serupa dialami orang lain. Meskipun tetap saja setengah panik saat mengalami sendiri.

Media dari Seni Meronce

Dalam pembelajaran seni meronce sendiri, terdapat beberapa media yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreativitas yang kamu miliki, sebagai berikut.

  • Seni meronce menggunakan bahan dari alam yang pada umumnya dapat diperoleh melalui sekitar lingkungan kita secara langsung. Contoh dari bahan alam yang dapat digunakan sendiri adalah bunga, jamur, buah, daun, kayu, ranting, kulit kerang, dan berbagai macam biji-bijian.
  • Seni meronce menggunakan bahan buatan yang merupakan bahan yang didapatkan dari hasil produksi maupun buatan manusia, yang pada umumnya berbentuk bahan jadi. Contoh dari bahan buatan yang dapat digunakan adalah manik-manik, monte, pita, kertas warna, sedotan minuman bahan dasar plastik, rantai berbahan plastik, plastik dan masih banyak lagi.
  • Seni meronce menggunakan bahan bekas. Contoh dari bahan bekas yang dapat digunakan adalah serutan kayu, gelas berbahan plastik, sedotan bekas, dan masih banyak lagi

Tags: benang meronce

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia