... Kegunaan Benang dalam Meronce: Tips dan Teknik DIY untuk Pekerjaan Jarum dan Benang

Manfaat Benang dalam Meronce - Teknik Penting dalam Kerajinan Tangan dan DIY

Tahapan meronce.

foto: Unsplash/Merve Sehirli Nasir

Kegiatan meronce memiliki beberapa tahap perkembangan. Anak dapat dikatakan siap diajari membaca jika sudah bisa meronce dengan menggunakan pola. Terdapat beberapa tahapan dalam kegiatan meronce yaitu sebagai berikut:

1. Meronce berdasarkan warna. Tahapan ini adalah tahapan yang paling dasar dalam kegiatan meronce. Anak belajar untuk memasukkan benang ke dalam lubang berdasarkan warna yang sama.

2. Meronce berdasarkan bentuk. Tahapan ini menjadi tahapan bagi anak untuk mengenal bentuk. Terdapat berbagai macam bentuk dalam meronce seperti bentuk kubus atau bulat.

3. Meronce berdasarkan warna dan bentuk. Pada tahapan ini, anak sudah mulai bisa menggabungkan mana benda yang memiliki bentuk dan warna yang sama. Anak dapat mengembangkan kreativitasnya dengan memilih bentuk dan warna yang disukai.

4. Meronce berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran. Tahapan ini menjadi tahapan yang paling sulit karena anak mulai belajar untuk menggabungkan tiga komponen secara bersamaan.

Sumber: Irfan dan Suarti. 2019. Jurnal Pendidikan dan Sains Volume 1 Nomor 2: Pengaruh Bermain Meronce Bunga Kamboja Terhadap Sikap Disiplin Anak Usia Dini. Mataram: Universitas Pendidikan Mandalika Mataram.

Recommended By Editor

Aktivitas Meronce untuk Melatih Konsentrasi dan Seni

Bagaimana kabarnya? Semoga tetap waras ya, di tengah gelombang Omicron dan anak-anak kembali menjalani sekolah online atau Pendidikan jarak jauh (PJJ). Saya mau berbagi tentang aktivitas anak-anak meronce menggunakan paket meronce yang saya beli secara online.

meronce berarti menyusun benda atau merangkai benda menjadi satu dengan menggunakan seutas tali atau yang lain. Meronce manik-manik adalah kemampuan menyusun manik-manik menjadi satu dengan menggunakan seutas tali atau benang.

Ketika anak-anak kembali sekolah daring, kita sebagai orang tua memang harus berpikir ekstra agar mereka tetap fokus dan tidak bosan di dalam rumah.

Berbagai cara juga saya lakukan, termasuk aktivitas meronce. Namun apakah selalu berhasil? Tentu saja tidak. Acap kali saya sampai marah-marah karena gagal mengondikasikan mereka.

Saya lihat anak-anak terlalu banyak screen time, sehingga saya biarkan mereka berkreasi semau mereka. Risiko rumah kotor dan berantakan sudah saya pahami. Tetap sih, saya masih sambat kalau rumah berantakan bak kandang ayam.

Meningkatkan keterampilan motorik halus

Freepik/denis_makulov

Banyak balita, terutama yang berkebutuhan khusus, berjuang dengan keterampilan motorik halus. Akibatnya, sangat penting untuk melibatkannya dalam kegiatan yang membantu mengembangkan dan memperkuat keterampilan vital ini.

Meronce manik-manik bisa bermanfaat, karena ini adalah aktivitas yang dapat dinikmati si Kecil, dan membantu meningkatkan keterampilan motorik halusnya. Ada beberapa cara berbeda untuk menggunakan manik-manik untuk tujuan ini.

Kegiatan pertama, sediakan manik-manik dengan lubang besar dan bantu anak memasukkannya ke tali atau karet gelang. Melakukan hal ini dapat meningkatkan keterampilan dan memungkinkan anak untuk membuat perhiasan yang dapat ia pakai atau bagikan dengan orang yang dicintai.

Untuk kegiatan kedua, manik-manik dapat ditempatkan di wadah plastik besar. Pertimbangkan untuk menggunakan manik-manik dalam berbagai warna, bentuk, dan tekstur, dan dorong balita untuk merasakan teksturnya dengan tangannya.

Saat merasakan manik-manik di antara jari-jarinya, anak akan merasakan seperti apa rasanya, tanpa disadari ini juga akan membangun keterampilan motorik halusnya.

Namun perlu diingat bahwa balita mungkin membuang wadah ke lantai, dan menciptakan kekacauan yang perlu disapu atau disedot. Barang-barang kecil seperti manik-manik bisa menjadi bahaya tersedak.

Pengawasan Mama dianjurkan untuk mencegah tumpahan dan insiden tersedak yang dapat terjadi.

Pengertian meronce.

foto: Unsplash/Lisa Woakes

Meronce adalah kegiatan membuat hiasan atau kerajinan dengan cara menata atau menyusun bagian-bagian bahan yang berlubang atau sengaja dilubangi dan disusun menjadi satu dengan bantuan alat rangkai berupa seutas tali atau benang. Kegiatan meronce pada anak usia 5-6 tahun di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional PAUD merupakan bagian dari tingkat pencapaian perkembangan motorik halus yaitu melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan.

Arti lain dari kegiatan meronce adalah cara pembuatan benda hias atau benda pakai yang dilakukan dengan menyusun bagian-bagian bahan berlubang atau sengaja dilubangi dengan menggunakan bantuan tali, benang, dan sejenisnya. Beberapa ahli juga turut mengemukakan pendapatnya mengenai kegiatan meronce yaitu sebagai berikut:

1. Menurut Sumanto, meronce adalah cara pembuatan benda hias atau benda pakai yang dilakukan dengan menyusun bagian-bagian bahan berlubang atau sengaja dilubangi dengan bantuan benang, tali, dan sejenisnya. Kegiatan meronce memerlukan keterampilan koordinasi antara mata dengan tangan serta jari tangan untuk memasukkan benang ke dalam lubang roncean yang membutuhkan kecermatan dan kecepatan.

2. Sumantri berpendapat, meronce adalah salah satu contoh kegiatan pengembangan motorik halus di Taman Kanak-Kanak (TK), kegiatan menguntai dengan membuat untaian dari bahan-bahan yang berlubang dan disatukan dengan tali atau benang.

3. Hajar Pamadhi mendefinisikan meronce sebagai kegiatan menata dengan bantuan mengikat komponen dengan utas atau tali.

4. Menurut Sri Murtono, meronce adalah teknik membuat benda pakai atau benda hias dari bahan manik-manik, biji-bijian, atau bahan lain yang dapat dilubangi dengan menggunakan alat tusuk sehingga dapat dipakai.

Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa meronce dapat membantu kemampuan motorik halus, melatih koordinasi mata dan tangan, serta dapat meningkatkan perhatian dan konsentrasi sehingga anak bisa mendapatkan pengalaman keterampilan.

Media dari Seni Meronce

Dalam pembelajaran seni meronce sendiri, terdapat beberapa media yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreativitas yang kamu miliki, sebagai berikut.

  • Seni meronce menggunakan bahan dari alam yang pada umumnya dapat diperoleh melalui sekitar lingkungan kita secara langsung. Contoh dari bahan alam yang dapat digunakan sendiri adalah bunga, jamur, buah, daun, kayu, ranting, kulit kerang, dan berbagai macam biji-bijian.
  • Seni meronce menggunakan bahan buatan yang merupakan bahan yang didapatkan dari hasil produksi maupun buatan manusia, yang pada umumnya berbentuk bahan jadi. Contoh dari bahan buatan yang dapat digunakan adalah manik-manik, monte, pita, kertas warna, sedotan minuman bahan dasar plastik, rantai berbahan plastik, plastik dan masih banyak lagi.
  • Seni meronce menggunakan bahan bekas. Contoh dari bahan bekas yang dapat digunakan adalah serutan kayu, gelas berbahan plastik, sedotan bekas, dan masih banyak lagi

Tags: benang meronce

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia