Manfaat Benang dalam Meronce - Teknik Penting dalam Kerajinan Tangan dan DIY
Pengertian Meronce Menurut Para Ahli
Menurut Sumantri (2005, p. 151), arti dari kata meronce sendiri merupakan sebuah kegiatan pengembangan motorik halus pada tingkatan TK, kegiatan yang melibatkan menguntai dan membuat untaian dari berbagai bahan yang berlubang dan disatukan dengan menggunakan tali maupun benang.
Cara memasukkan benang maupun tali kelubang yang ada juga dapat dibantu dengan menggunakan jarum maupun tidak. Kegiatan meronce juga dapat ditujukan dalam melatih koordinasi mata serta tangan dari seorang anak.
Agar mendapatkan hasil akhir yang menarik diperlukan memiliki keterampilan serta kekreatifitasan dalam melakukan seni meronce ini agar lancar tanpa mendapatkan luka maupun sakit pada jari tangan.
Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring
Jarum maupun bahan yang dapat digunakan dalam membuat seni meronce ini dapat diambil dari lingkungan sekitar rumah maupun sekolah sekreatif mungkin dalam mengkombinasikan susunan garis maupun bentuk dari roncean.
Terdapat pula pendapat dari ahli lain terkait definisi dari kata meronce, yaitu Pamadi (2008, pp. 9.4-9.5), dimana menurutnya meronce merupakan menata yang dibantu dengan mengikatkan komponen kepada seutas tali menggunakan teknik ini orang yang membuatnya dapat memanfaatkan bentuk ikatan tersebut dalam waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan benda yang ditata tanpa menggunakan ikatan.
Meronce sendiri merupakan sebuah seni menata yang memperhatikan bentuk, warna, serta ukuran dari benda yang digunakan. Seperti halnya irama dari musik yang memiliki tingkat rendah, keras, lunak, dan halus kasarnya nada serta suara dari sebuah musik. Berdasarkan perumpamaan ini, meronce juga digambarkan bukan hanya menata atau menyusun bentuk saja, melainkan menata menggunakan irama.
Berkaitan dengan anak di usia dini yang memiliki energi tinggi. Dipercaya bahwa energi tersebut dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas yang dapat bermanfaat dan berguna untuk meningkatkan keterampilan fisik yang memiliki kaitannya dengan motorik halus seperti megnenal huruf dari A sapai Z yang juga dapt dipelajari melalui buku Berlatih Motorik Mengenal Huruf.

Mengurangi stres terkait penyakit
Freepik/Lev.studio.x
Stres terkait penyakit tidak hanya berdampak pada orang dewasa. Ini juga memengaruhi anak balita. Dilansir dari Education and Behavior, seorang anak dapat merasakan stres dan kecemasan yang berasal dari penyakit dan gangguan.
Meronce manik-manik adalah aktivitas yang hampir semua orang bisa lakukan, karena ini tidak memerlukan persediaan khusus, dan dapat dilakukan hampir di mana saja.
Saat bermain dengan manik-manik dan berfokus pada merangkainya, mudah bagi si Kecil untuk melepaskan diri dari stres dan kecemasan untuk sementara waktu. Bahkan anak dapat menggunakan manik-manik sebagai sarana untuk melepaskan diri dari kecemasannya saat ini.
Ini juga merupakan aktivitas yang menyenangkan bagi semua orang, jadi anak dapat melakukan kegiatan ini bersama teman, saudara, atau anggota keluarga lainnya.
Secara umum, kerajinan bisa menjadi mekanisme koping yang baik untuk orang-orang dari segala usia. Jadi mendorong balita untuk meronce manik-manik adalah hal yang sangat positif.
Editors' Pick

Perhatikan Risiko dan Bahaya Menggunakan Benda Kecil untuk Bermain
"Bund. Adek nggak bisa napas. "
"Kenapa, Dek?" responku santai.
"Ini.. ada ini. masuk ke hidung," katanya sambil menunjuk butiran mutiara di paket meroncenya.
Sontak saya dan suami setengah melompat untuk memeriksa hidungnya. Saat kuintip dengan bantuan senter HP, sebutir manik-manik mainan itu masih terlihat, tak terlalu dalam masuk ke lubang hidungnya.
"Sakit nggak, Dek?"
"Tadi kenapa bisa masuk?" tanyaku sambil menenangkan debaran jantung.
"Tadi Adek mainan, trus gini.." katanya sambil mempraktikkan tangannya memasukkan mainan kecil itu ke hidung.
"Yasudah, segera bawa ke dokter ya, kita siap-siap."
Mungkin karena melihat mimik ayah/bundanya khawatir, anak itu hanya mengangguk dan mengikuti instruksi kami untuk bersiap menuju klinik.
Kakak S ke klinik berdua dengan Ayah, karena akan lebih ribet jika saya juga ikut, ada Baby N yang tidak bisa saya tinggal. Saya terus memantau perkembangan melalui WA, termasuk berkoordinasi bagaimana menjemput Kakak H pulang sekolah jika harus lama di klinik.
Menurut si Ayah, saat tiba di klinik kondisi sangat ramai dan antrean panjang. Ayah pun langsung menuju petugas penyelia yang biasanya stand by di dekat pintu masuk, mengatur orang-orang yang mengambil nomor antrean dan menunggu dipanggil.
Ayah pun langsung "menodong" untuk ke IGD, karena khawatir manik-manik di hidung Kakak S makin masuk. Melihat kondisi ini, mereka diprioritaskan untuk segera ditangani, sehingga antreannya tidak terlalu lama.
Alhamdulillah, manik-maniknya masih cukup mudah diambil oleh dokter karena belum terlalu dalam dan si Adek patuh untuk tidak mengorek/mendorong benda kecil itu selama perjalanan menuju klinik dan antre.
Sebenarnya, saat membeli paket meronce,saya sudah menyiapkan mental untuk hal seperti ini. Pasalnya, saya paham anak-anak selalu penasaran, serba ingin tahu. Terlebih saya pun beberapa kali mendengar kejadian serupa dialami orang lain. Meskipun tetap saja setengah panik saat mengalami sendiri.

Tags: benang meronce