... 5 Kelemahan Usaha Menjahit yang Perlu Diketahui untuk Pemula - Panduan DIY Terkini

"Kerugian Bisnis Jahit - Pandangan Dalam Dunia Mode"

Peluang usaha menjahit dengan profit besar

Ada banyak orang yang memandang sebelah mata pekerjaan penjahit. Saking dianggap sepele, saat ada kursus ketrampilan jahit banyak orang yang enggan mengikutinya.

Usaha ini memang tidak membutuhkan ijazah dari perguruan tinggi. Cukup dengan ketrampilan menjahit, Anda bisa membuka usahanya.

Ilmunya juga sangat beda jauh dengan materi pelajaran di bangku kuliah. Sehingga banyak yang gengsi untuk membuka usahanya.

Padahal jika mau mencoba, peluangnya yang besar dapat dioptimalkan. Apa saja peluang yang dimaksud?

  1. Semakin ke sini banyak orang yang ingin punya baju langsung pas di badan. Sebab baju yang dibeli ukurannya kebanyakan all size. Artinya, pangsa pasarnya semakin luas.
  2. Bisa jual jasa jahit pada konveksi besar.
  3. Menjual jasa jahit online.
  4. Bisnis di bidang jasa untungnya tinggi, profit marginnya bisa sampai 80 karena operasionalnya kecil. Uang atau pendapatannya khusus untuk diri sendiri atas ketrampilan yang dimiliki.
  5. Modalnya kecil karena perlengkapan yang dibutuhkan hanya sedikit.
  6. Bisa dilakukan di rumah.
  7. Tidak butuh ruangan yang sangat luas.
  8. Fleksibel, bisa dikerjakan sesuai dengan waktu yang dimiliki.
  9. Bisa sampingan permak.
  10. Pesaingnya tidak terlalu banyak.

Itulah beberapa hal yang membuat peluang usaha menjahit ini patut diperjuangkan dan layak buat dicoba.

Perhitungan modal usaha menjahit dan estimasi BEP

Berikut disajikan beberapa perhitungan modal, pendapatan, keuntungan dan estimasi balik modal usaha jahit ini:

Investasi dan modal bisnis menjahit

Yang pertama, Anda perlu menyiapkan:

  • Mesin jahit seharga Rp 2.250.000,-.
  • Mesin obras seharga Rp 1.000.000,-.
  • Gunting kain, benang, kertas seharga Rp 125.000,-.
  • Benang jahit berbagai warna dasar seharga Rp 70.000,-.
  • Benang obras berbagai warna nasar seharga Rp 50.000,-.
  • 1 set jarum, pendedel, kapur, penggaris, dll. seharga Rp 100.000,-.

Investasi di awalnya adalah Rp 3.595.000,-.

Dengan investasi ini, Anda sudah bisa mulai buka usaha jasa menjahit.

Namun sebelum itu, jangan lupa hitung biaya operasional bulanannya berupa listrik, misalnya sebesar Rp 150.000,-. Sehingga total awalnya adalah Rp 3.745.000,-.

Modal awal 3 jutaan ini hampir sama dengan modal usaha ternak kroto yang merupakan salah satu bisnis non jasa dengan omzet puluhan juta.

Pendapatan per bulan

Misalnya, sehari Anda bisa mengerjakan 3 potong baju dengan upah per baju rata-rata Rp 60.000,-. Maka sehari, Anda akan mengumpulkan uang 3 x Rp 60.000,- = Rp 180.000,-.

Artinya, dalam sebulan dengan asumsi libur di hari minggu (4 hari) adalah Rp 180.000,- x 26 = Rp 4.680.000,-.

BEP (break event point)

Dengan pendapatan di bulan pertama ini, berarti modal dan investasi yang dikeluarkan sudah langsung BEP. Bahkan, Anda masih punya sisa dana sebesar:

Rp 4.680.000,- – Rp 3.745.000,- = Rp 935.000,-

Uang ini sudah lebih dari cukup untuk membeli benang atau barang-barang keperluan lainnya seperti kancing, resleting, dll.

15 Kelemahan (Weaknesses) dalam Usaha Menjahit

1. Keterbatasan dana untuk pengembangan bisnis.

Penjelasan: Kami memiliki keterbatasan dana untuk melakukan investasi dan pengembangan bisnis yang lebih besar.

2. Ketergantungan pada satu sumber bahan baku.

Penjelasan: Kami tergantung pada satu pemasok untuk bahan baku kami. Jika pemasok ini mengalami masalah, ini dapat mempengaruhi produksi kami.

3. Kurangnya diversifikasi produk.

Penjelasan: Kami belum melakukan diversifikasi produk yang cukup. Kebanyakan produk kami adalah pakaian jadi, belum mencakup aksesori dan produk lainnya.

4. Kurangnya kehadiran online yang kuat.

Penjelasan: Meskipun kami memiliki toko online, kami belum memiliki kehadiran online yang kuat. Hal ini membatasi kami untuk menjangkau pelanggan di seluruh Indonesia.

5. Keterbatasan infrastruktur produksi.

Penjelasan: Fasilitas produksi kami terbatas dan kurang modern. Hal ini dapat membatasi kemampuan kami untuk meningkatkan kapasitas produksi.

6. Keterbatasan keterampilan teknologi.

Penjelasan: Tim kami masih perlu meningkatkan keterampilan dalam penggunaan teknologi terkini dalam proses produksi.

7. Kurangnya promosi dan branding yang konsisten.

Penjelasan: Kami belum secara konsisten melakukan promosi dan branding untuk memperkuat citra merek kami di pasar.

8. Tidak adanya sistem manajemen yang terintegrasi.

Penjelasan: Kami tidak memiliki sistem manajemen yang terintegrasi, yang dapat menghambat keefisienan operasional dan mengelola data pelanggan.

9. Kurangnya inovasi dalam pemasaran.

Penjelasan: Kami belum banyak berinovasi dalam strategi pemasaran kami. Kami perlu lebih kreatif dalam mencapai pelanggan potensial.

10. Keterbatasan tenaga kerja terampil.

Penjelasan: Sulit menemukan tenaga kerja yang terampil dalam bidang menjahit, sehingga kadang-kadang sulit untuk memenuhi permintaan pelanggan.


Tags: jahit usaha

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia