Kemeja Benang Smock - Eksplorasi Seni Jahit dan DIY yang Indah
Berbagai Jenis Jahitan Yang Digunakan Pada Pakaian
Jenis-Jenis Jahitan Pada Kemeja
Jenis Jahitan Pada Celana
Jenis Jenis Jahitan Pada Gaun
Jenis-Jenis Jahitan Pada Pakaian Dalam

Apa Itu Stitch (Tusuk Jahitan)?
Dalam tekstil, tusuk jahit atau stitch adalah serangkaian putaran tunggal yang berulang-ulang atau loop benang melalui interloping, intralooping, atau interlacing. Ini adalah elemen dasar untuk menjahit, merajut, menyulam, merenda, dan membuat renda jarum, baik dengan tangan atau mesin. Berikut adalah perbedaan atara interlooping, intralooping dan interlacing dalam menjahit:
- Interlooping adalah proses melewati satu lingkaran benang melalui lingkaran lain yang dibentuk oleh benang-benang yang berbeda.
- Intralooping adalah proses melewati loop lain dari thread yang dibuat oleh thread yang sama.
- Interlacing adalah proses melewatkan benang di atas atau di sekitar benang atau loop yang berbeda.

Cara Memilih Bahan Yang Cocok Untuk Kemeja PDH dan PDL
Memang ini adalah yang dilema saat memilih kain mana yang terbaik diantara yang lain. Kali ini kami akan memberikan solusi dan tips cara memilih bahan yang cocok untuk pembuatan kemeja anda.
- Perhatikan Serat Kain: Dengan memperhatikan serat kain yang ada, kamu akan mendapatkan kualitas yang terbaik dan cocok untuk kemeja kamu. Serat kain yang lembut, nyaman, serta mempunyai daya serap keringat yang bagus akan menjadi standard kemeja yang terbaik.
- Perhatikan Daya Tahan Kain: Perlu diperhatikan kain yang dipilih apakah cocok dengan kondisi lingkungan sekitar, lingkungan outdoor, ruangan ber-Ac. Jika tempat tersebut cenderung panas maka pilihlah kain yang dapat membuat tubuh kamu dingin. Jika tempat tersebut cenderung dingin maka pilihlah kain yang dapat membuat tubuh kamu tetap hangat.
- Perhatikan Harga:Harga memang yang harus terutama saat membeli kain karena menyesuaikan dengan budget yang ada. Pilihlah kain dengan harga yang terjangkau serta cocok untuk kondisi ruangan saat bekerja. Jika ingin yang paling terbaik maka kamu juga harus membayar lebih karena harga kainnya yang mahal.
Itulah beberapa jenis bahan untuk kemeja dan cara-cara memilih kain yang cocok. Memang dengan keinginan kita selalu ingin mempunyai kemeja yang nyaman saat dipakai bekerja. Jika anda ingin membeli kain tersebut, bisa langsung membeli di Toko Kain Surabaya Lunar Textile.
Terima Kasih Sudah Membaca 😀
Kelas 600- Covering Chain Stitch (Jahitan Rantai Penutup)/Flatlock Stitch
Jenis jahitan yang terbentuk oleh 3 set benang jahit (jarum, looper, dan spreader). Merupakan jenis-jenis jahitan tersulit dan terumit dibandingkan jenis lainnya. Bahkan, totalnya ada 9 benang termasuk 4 jarum yang digunakan untuk menghasilkan jahitan ini.
Tusuk tipe 602 merupakan tipe subkelas yang paling umum digunakan. Sering diaplikasikan untuk mengikat renda, benang jalinan, dan jahitan elastisitas ke kain rajut. Sementara itu, tusuk tipe 606 dapat digunakan untuk menjahit pakaian rajut dan dekoratif.
Kelemahan: rumit dan butuh hingga 9 benang.
Nah, itulah beberapa jenis-jenis jahitan berdasarkan standar ISO 4915-1891. Semoga pembahasan diatas bermanfaat ya!
Rumus Menghitung Kebutuhan Konsumsi Benang
Untuk menentukan konsumsi benang ada rumus standar. Dalam rumus tersebut kamu akan mendapatkan faktor pengali sesuai dengan jenis mesin dan kelas jahitan. Untuk menentukan konsumsi benang, Kamu hanya perlu mengalikan panjang jahitan dengan faktor tersebut. Dengan demikian, seseorang dapat memperkirakan total kebutuhan benang untuk membuat pakaian.
Berikut adalah 2 metode perhitungan konsumsi benang yang dipakai oleh suplier benang, Coats!
Metode Pertama
Metode pertama adalah dengan mengukur jumlah aktual benang yang dikonsumsi dalam panjang tertentu pada sebuah jahitan. Menghitung kebutuhan benang yang dipakai dengan metoda penirasan benang pada panjang tertentu, seam dan stitch yang ditentukan (s) kemudian dikalikan dengan panjang jahitan (p) kemudian tambahkan dengan allowance sebesar 15%
Total Konsumsi Benang = s (cm) x p (cm) + 15% Allowance
Metode Kedua
Metode yang kedua adalah dengan menggunakan rasio konsumsi kebutuhan benang yang dikalikan dengan panjang jahitan yang dipakai.
Total Konsumsi Benang (cm)= (Panjang Jahitan (cm) x Rasio) x % benang
Kamu bisa lihat rasio kebutuhan benang dengan metode Coats melalui tabel berikut:
Kelas Stitch | Jenis Mesin | Total Pemakaian Benang (cm) | % Benang Jarum | % Benang Looper atau Benang bawah |
---|---|---|---|---|
301 | Lockstich | 2,5 | 50% | 50% |
101 | Chainstitch | 4,0 | 100% | – |
401 | 2 Thread Chainstitch | 5,5 | 25% | 75% |
304 | Zig-Zag Lockstitch | 7,0 | 50% | 50% |
503 | 2 Thread Overlock | 12,0 | 55% | 45% |
504 | 3 Thread Overlock | 14,0 | 20% | 80% |
512 | 4 Thread Safety stitch | 18,0 | 25% | 75% |
516 | 5 Thread Safety stitch | 20,0 | 20% | 80% |
406 | 3 Thread Covering stitch | 18,0 | 30% | 70% |
602 | 4 Thread Covering stitch | 25,0 | 20% | 80% |
605 | 5 Thread Covering stitch | 28,0 | 30% | 70% |
Tags: benang kemeja smock