... Panduan Praktis: Cara Membuat Kemeja Benang Smock Sendiri untuk Pekerjaan Jahit DIY

Kemeja Benang Smock - Eksplorasi Seni Jahit dan DIY yang Indah

Kelas 600- Covering Chain Stitch (Jahitan Rantai Penutup)/Flatlock Stitch

Jenis jahitan yang terbentuk oleh 3 set benang jahit (jarum, looper, dan spreader). Merupakan jenis-jenis jahitan tersulit dan terumit dibandingkan jenis lainnya. Bahkan, totalnya ada 9 benang termasuk 4 jarum yang digunakan untuk menghasilkan jahitan ini.

Tusuk tipe 602 merupakan tipe subkelas yang paling umum digunakan. Sering diaplikasikan untuk mengikat renda, benang jalinan, dan jahitan elastisitas ke kain rajut. Sementara itu, tusuk tipe 606 dapat digunakan untuk menjahit pakaian rajut dan dekoratif.

Kelemahan: rumit dan butuh hingga 9 benang.

Nah, itulah beberapa jenis-jenis jahitan berdasarkan standar ISO 4915-1891. Semoga pembahasan diatas bermanfaat ya!

Kelas 400- Multi Thread Chain Stitch (Jahitan Rantai Benang Ganda)

Dalam jahitan jenis ini, loop yang terbentuk dalam 1 set benang jahit akan dilewatkan melalui kain. Kemudian, loop ini akan ditahan menggunakan sistem interloping & interlacing dengan loop yang terbentuk oleh set benang lain (benang looper).

Jenis jahitan ini akan tampak seperti jahitan lockstitch di bagian depan, namun memiliki efek rantai ganda dibagian belakang berkat adanya benang looper.

  • Jahitan lebih kuat karena kedua benang tidak saling mengunci.
  • Jenis-jenis jahitan ini juga mampu meminimalisir terjadinya kerutan pada kain.
  • Mesin yang menghasilkan jenis jahitan ini bergerak jauh lebih cepat dibandingkan mesin lockstitch, yakni di kecepatan 8000 rpm.
  • Memiliki tingkat kelenturan yang sama dengan tusuk kunci.
  • Kekuatan tusuk kelas 401> 301.
  • Konsumsi jumlah benangnya 2x lebih banyak dibandingkan tusuk kunci ganda.
  • Jika menggunakan kain tenun yang tipis, bagian bawah jahitan akan terlihat tebal.
  • Jika ada jahitan yang terloncati, maka rangkaian jahitan bisa terbuka dengan mudah.

Penggunaan: disesuaikan dengan jenisnya. Contoh: tipe 401 lebih cocok digunakan untuk membuat jahitan panjang di jeans dan celana. Sementara tipe 406 & 407 digunakan untuk membuat ikat pita/kepang di bahan yang elastis seperti sweater.

Mengenal Bahan Kemeja PDL dan PDH

  1. Taipan Tropical – merupakan bahan seragam kantor yang elegan dan adem saat dipakai. Memiliki serat dan tekstur yang hampir sama dengan nagata drill namun harga dari taipan tropical lebih mahal. Sering dipakai untuk pembuatan seragam kantor.
  2. Nagata Drill – jenis bahan kemeja ini tergolong dingin saat dipakai dan cocok dipakai di tempat yang beriklim tropis. Tekstur lebih lembut dan tidak begitu kaku saat digunakan. Bahan kain ini merupakan yang paling populer sekarang bahkan sangat direkomendasikan sebagai bahan kemeja PDH dan PDL.
  3. American Drill – kain kemeja yang sering dicari dan digunakan karena harganya yang terjangkau dan memiliki daya tahan yang kuat. Meskipun tidak sedingin kain nagata drill dan taipan tropical, namun banyak yang memilih bahan ini karena serat kain yang kuat dan cocok untuk diluar lapangan.
  4. Maryland Drill – kain maryland merupakan bahan yang terbuat dari teteron rayon yang mempunyai tekstur garis diagonal. Memiliki kelebihan yaitu tidak panas saat dipakai, lembut dan nyaman serta tampil elegan dengan menggunakan kain ini. Biasa dipakai untuk pembuatan jas almamater.
  5. Oxford – kain oxford biasa digunakan untuk jas lab dan kemeja kantor karena bahannya adem dan halus serta cukup nyaman waktu dipakai. Kain ini adalah campuran katun dan teteron yang dibuat dengan cara penyilangan dua benang yang membentuk tekstur titik-titik.
  6. Ribstop – merupakan kain yang mempunyai ciri khas motif kotak-kotak pada permukaan kainnya. Cocok dipakai diluar ruangan atau outdoor, contohnya kemeja tactical. Salah satu kelebihan lainnya adalah kain ini tahan terhadap robek.

Apa Itu Stitch (Tusuk Jahitan)?

Dalam tekstil, tusuk jahit atau stitch adalah serangkaian putaran tunggal yang berulang-ulang atau loop benang melalui interloping, intralooping, atau interlacing. Ini adalah elemen dasar untuk menjahit, merajut, menyulam, merenda, dan membuat renda jarum, baik dengan tangan atau mesin. Berikut adalah perbedaan atara interlooping, intralooping dan interlacing dalam menjahit:

  1. Interlooping adalah proses melewati satu lingkaran benang melalui lingkaran lain yang dibentuk oleh benang-benang yang berbeda.
  2. Intralooping adalah proses melewati loop lain dari thread yang dibuat oleh thread yang sama.
  3. Interlacing adalah proses melewatkan benang di atas atau di sekitar benang atau loop yang berbeda.

Kemeja benang smock

Seragam PDL dan PDH merupakan salah satu pakaian kerja sebagai penunjang pekerjaan untuk instansi pemerintah maupun swasta. Walaupun sama-sama merupakan seragam kerja, PDL dan PDH memiliki perbedaan. Tidak hanya dari segi penggunaannya saja, namun jenis kain yang dipakaipun juga berbeda. Oleh karena itu pembuatan seragam harus memperhatikan kebutuhan dan jenis bahan yang dipakai. Yuk ketahui lebih lanjut tentang PDL dan PDH!

Kemeja PDH adalah singkatan dari Pakaian Dinas Harian. Sesuai dengan namanya, seragam ini dikhususkan pada penggunaan harian yang biasanya berada di dalam ruangan ataupun kantor. Karena itulah seragam PDH biasanya menggunakan kain yang tidak terlalu tebal dan cenderung lebih halus.Seragam PDH dapat digunakan untuk seragam kantor, abdi negara, mahasiswa, pakaian organisasi dan lain sebagainya. Dari segi desain, seragam PDH dirancang dengan desain yang stylish dan elegan, mengingat penggunaannya di area kantor yang mengharuskan untuk terlihat rapi dan formal karena berinteraksi dengan klien.

Seragam PDH dapat digunakan untuk seragam kantor, abdi negara, mahasiswa, pakaian organisasi dan lain sebagainya. Dari segi desain, seragam PDH dirancang dengan desain yang stylish dan elegan, mengingat penggunaannya di area kantor yang mengharuskan untuk terlihat rapi dan formal karena berinteraksi dengan klien.


Tags: benang kemeja smock

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia