Kerajinan 2 Dimensi - Seni Jahit DIY yang Memukau dan Kreatif
Nilai Estetis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
Membahas tentang nilai estetis dalam karya seni rupa 3 dimensi tidak hanya semata-mata merujuk pada keindahan yang indah dipandang mata. Pada sebuah karya seni rupa juga terdapat nilai estetis yang dapat bersifat objektif dan subjektif.
a. Nilai estetis objektif, yaitu cara pandang terhadap keindahan karya seni rupa berdasarkan pada wujud karya seni itu sendiri. Artinya keindahan suatu karya seni yang tampak kasat mata. Keindahan sebuah karya seni rupa sesungguhnya tersusun dari komposisi bentuk yang baik, perpaduan warna-warna yang sesuai, serta penempatan objek yang membentuk kesatuan, keselarasan dan sebagainya. Perpaduan selaras dalam menata unsur-unsur visual inilah yang dapat mewujudkan sebuah karya seni rupa yang bernilai.
b. Nilai estetis subjektif, yaitu cara pandang terhadap keindahan seni rupa bukan hanya pada unsur-unsur fisik yang diserap oleh mata secara visual, tetapi juga ditentukan oleh selera penikmat atau orang yang melihatnya. Hal ini dapat dilihat pada saat seseorang menikmati sebuah karya seni lukis abstrak atau seni patung kontemporer, orang tersebut dapat menemukan nilai estetis dari penataan unsur rupa pada karya tersebut. Kemudian merasa tertarik pada sesuatu yang ditampilkan dalam karya tersebut dan merasa senang untuk terus melihat, bahkan ingin memilikinya.
Alat Berkarya Seni Rupa dua dimensi
Alat berkarya seni rupa sangat banyak jenis dan ragamnya. Ketika berkarya seni rupa 2 dimensi dikenal beberapa kategori alat utama, yaitu alat untuk menggambar, membentuk, dan mewarnai, h alat mencetak (melipatgandakan).
Seperti pada medium, dalam berkarya juga terdapat alat tidak secara khusus digunakan untuk kegiatan seni rupa, namun sangat diperlukan dalam kegiatan berkarya seni rupa seperti: alat pemotong (gunting atau pisau), alat pengukur, dan sebagainya.
Alat-alat tersebut bersifat penunjang untuk mempermudah proses pembuatan karya. Kemajuan teknologi juga saat ini membuat berkarya seni rupa dapat diasistensi atau dilakukan dengan menggunakan komputer.
Meskipun begitu, harus selalu disadari betul bahwa komputer hanyalah alat bantu. Karya seni ataupun desain yang identik dengan teknologi digital tetap membutuhkan kepekaan rasa yang sulit bahkan hampir tidak mungkin dapat diciptakan oleh program komputer.
Kepekaan rasa seni atau sense of art adalah kompetensi unik dan khas yang hanya dimilki oleh manusia. Setiap manusia biasanya memiliki gaya dan ciri khas yang berbeda antara satu orang dengan yang lainnya, dan inilah yang membuat seseorang dapat menjadi seorang seniman.
Teknik Berkarya Seni Rupa dua dimensi
Berkarya seni rupa 2 dimensi membutuhkan keterampilan teknis menggunakan alat dan mengolah bahan untuk mewujudkan karya yang garap. Sebagai contoh, untuk menciptakan karya lukisan, seorang perupa harus menguasai keterampilan teknis menggunakan kuas dan mencampur cat (mengolah bahan) pada kanvas (medium).
Beberapa teknik karya seni rupa juga dapat sangat spesifik terhadap satu bidang saja. Seni kriya Batik misalnya, membutuhkan teknik khas dan unik untuk membatik.
Suatu teknik berkarya seni rupa 2 dimensi mungkin saja secara khusus digunakan sebagai teknik utama dalam mewujudkan satu jenis karya seni rupa tetapi mungkin juga digunakan untuk mewujudkan jenis karya seni rupa lainnya.
Artinya, teknik adalah salah satu hal yang dapat dieksplorasi untuk menghasilkan karya yang unik. Misalnya, bagaimana jika kita menggunakan canting batik untuk melukis diatas kanvas? Coba saja, kreativitas itu tidak ada batasnya.
Karya Seni Rupa 3 Dimensi Hasil Modifikasi (Seni Patung)
Pengertian karya seni rupa 3 dimensi hasil modifikasi adalah karya seni rupa berbentuk 3 dimensi yang dikerjakan dengan cara membuat gubahan dari bentuk yang sudah ada menjadi bentuk baru dan berbeda dari sebelumnya.
Modifikasi karya seni rupa 3 dimensi dapat dilakukan oleh seniman, pengrajin maupun para pelajar dalam kegiatan belajar berkarya seni rupa. Seniman membuat karya seni rupa hasil modifikasi dari bentuk-bentuk objek yang ada di alam menjadi bentuk karya seni rupa 3 dimensi dari berbagai bahan. Para pengrajin memodifikasi karya seni rupa 3 dimensi untuk membuat tiruan sebuah karya seni rupa 3 dimensi yang secara visual hampir sama namun dapat berbeda dari segi ukurannya. Sedangkan bagi para pelajar biasanya dilakukan dalam praktik berkarya dengan meniru hasil karya seni yang sudah ada maupun objek-objek alam yang dimodifikasi untuk mengasah kemampuannya dalam berkarya seni.
Salah satu kegiatan dalam berkarya seni rupa 3 dimensi hasil modifikasi adalah membuat kerajinan patung. Kerajinan patung di Indonesia sudah ada sejak dahulu dan berkembang hingga sekarang. Jenis dan bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan patung pun beragam, baik dari bahan lunak (seperti kayu, tanah liat, semen) maupun bahan keras (seperti batu dan logam). Bentuknya pun beragam, seperti bentuk manusia, hewan, tumbuhan, atau bentuk lain hasil modifikasi.
Menurut bentuknya patung dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu sebagai berikut.
- Bentuk patung tubuh, yaitu bentuk patung yang wujudnya terdiri dari seluruh bagian objek.
- Bentuk patung dada (torso), yaitu bentuk patung yang wujudnya terdiri dari sebagian objek.
- Bentuk patung relief (gambar timbul), yaitu bentuk patung yang bagian belakangnya tidak kelihatan.
Patung relief ada tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
- Relief datar, yaitu apabila tebal patung tidak begitu menonjol dari permukaan bidang dasarnya. Contoh: bentuk relief pada uang logam.
- Relief tinggi, yaitu apabila tebal patung cukup menonjol dari permukaan bidang dasarnya. Contoh: patung relief yang dibuat pada dinding-dinding Candi Borobudur.
- Relief tembus, yaitu relief yang pada bagian-bagian tertentu dilubangi, tembus ke belakang bidang dasarnya.
Seni Rupa 2 Dimensi: Pengertian, Unsur, Alat, Teknik & Contoh
Seni rupa 2 dimensi adalah karya seni rupa yang hanya memiliki dua ukuran atau sisi, mudahnya karya ini hanya memiliki panjang dan lebar saja, tanpa dimensi ketiga yaitu: ruang (z). Contohnya adalah lukisan, seni grafis, ilustrasi dan karya rupa lain yang digambar diatas permukaan datar.
Istilah ini muncul ketika seni rupa dibedakan berdasarkan dimensinya, yaitu karya seni rupa dua dimensi dan seni rupa 3 dimensi. Penggolongan seperti ini dilakukan agar kita memahami seberapa jauh cakupan seni rupa dapat dibedakan. Selain itu, kategorisasi ini juga dapat membantu kita memahami berbagai perbedaannya guna untuk melakukan apresiasi dan penilaian yang sesuai terhadap masing-masing jenis karya (2d/3d).
Misalnya, seni rupa juga dapat dibedakan berdasarkan fungsinya. Yaitu, seni rupa terapan (applied art) yang pembuatannya melalui proses perancangan (desain), dan seni rupa murni, karya yang dibuat dengan tujuan untuk dinikmati keindahan dan keunikannya saja tanpa mempertimbangkan fungsi praktisnya.
Tentunya, jika kita menilai suatu desain sebagai seni rupa, maka penilaian kita tidak akan valid. Begitu juga sebaliknya, jika kita menilai karya seni rupa yang tidak memiliki fungsi sebagai karya desain, maka karya tersebut tidak akan ternilai sebagaimana mestinya.
Selain berdasarkan bentuk (dimensi) dan fungsinya, karya seni rupa juga dapat dibedakan berdasarkan karakteristik media (alat, teknik, dan bahan) dan orientasi pembuatannya. Berdasarkan karakteristik tersebut, seni rupa terbagi menjadi: seni lukis, seni grafis, seni patung, seni kriya, dan desain.
Ketika kita mengetahui setiap jenis seni rupa berdasarkan parameter fungsinya, maka akan jauh lebih mudah bagi kita untuk mengapresiasi atau menciptakan karya spesifik yang ingin kita pelajari. Karena setiap jenis karya seni rupa yang berbeda akan membutuhkan treatment yang berbeda pula.
Tags: kerajinan