Kerajinan 2 Dimensi - Seni Jahit DIY yang Memukau dan Kreatif
UNSUR-UNSUR KARYA SENI RUPA 2 DIMENSI
Untuk menghasilkan karya seni rupa 2 dimensi yang baik, sebuah karya seni rupa 2 dimensi harus memenuhi unsur-unsur seni rupa. Berikut unsur-unsur seni rupa yang harus dipenuhi dalam membuat karya seni rupa 2 dimensi agar karya seni rupa tersebut menjadi karya yang lebih baik.
TITIK
Titik adalah sebuah unsur seni rupa yang paling sederhana. Sebuah lukisan atau gambar dimulai dari sebuah unsur, yaitu titik.
GARIS
Garis adalah unsur yang berasal dari pertemuan beberapa titik. Garis ini dibagi menjadi dua, yaitu:
GARIS ALAMIAH
Garis alamiah adalah garis yang sudah ada atau garis cakrawala alam yang bisa dilihat sebagai batas antara langit dengan permukaan laut.
GARIS BUATAN
Garis buatan adalah garis yang sengaja dibuat atau tidak sengaja dibuat. Garis yang sengaja dibuat ini seperti garis hitam pada gambar ilustrasi. Sedangkan, garis yang tidak sengaja dibuat adalah garis yang muncul karena dihasilkan dari dua bidang dengan warna tekstur yang berbeda.
FUNGSI GARIS DALAM SENI RUPA
Garis memiliki beberapa fungsi dalam seni rupa, yaitu:
- Fungsi yang pertama adalah memberikan representasi, bentuk, dan bidang. Garis ini disebut garis kontour yang berfungsi sebagai batas gambar.
- Fungsi yang kedua adalah menekankan nilai ekspresu seperti nilai irama, gerak, dan arah. Garis ini biasanya disebut juga sebagai garis grafis.
- Fungsi yang ketiga adalah memberikan kesan dimensi dan barik. Garis seperti ini disebut juga garis arsir atau tekstur. Garis tekstur lebih bisa dirasakan dengan cara meraba.
SIFAT GARIS (BERKAITAN DENGAN JENIS GARIS)
- Garis memiliki beberapa sifat. Hal ini juga berkaitan dengan jenis garis. Berikut beberapa sifat garis.
- Garis lurus horizontal dan vertikal ini memiliki kesan stabil, statis, dan tenang.
- Garis putus-putus ini memiliki kesan gelisah.
- Garis diagonal ini memiliki kesan tegang, gerak, dan ragu-ragu.
- Garis lengkung ini memiliki kesan irama, lamban, dan santai.
Unsur-Unsur Seni Rupa 2 Dimensi
Unsur-unsur seni rupa adalah bagian terpenting yang mendukung terwujudnya suatu karya. Unsur seni rupa 2 dimensi ada delapan.
Daftar 8 unsur seni rupa 2 dimensi tersebut dan penjelasannya bisa disimak di bawah ini:
1. Titik
Titik merupakan unsur seni rupa paling sederhana dan mendasar. Setiap menyentuhkan pensil di kertas, yang akan muncul pertama adalah titik. Unsur titik tampak berarti dalam suatu karya seni rupa apabila jumlahnya cukup banyak atau ukurannya diperbesar menjadi bintik.
Kemudian dibutuhkan adanya titik untuk membentuk garis, bentuk, ataupun bidang. Dalam pembuatan unsur titik ini bisa dilakukan dengan variasi jarak yang berbeda, yaitu jarak sempit atau dengan jarak lebar dari titik itu sendiri. Perpaduan unsur titik dengan berbagai variasi warna bisa menjadikan sebuah karya seni yang elok dan bagus.
Teknik penggunaan titik dan perpaduan warna ini disebut dengan teknik Pointilis. Pengertian pointilis adalah salah satu teknik menggambar yang tersusun atas titik-titik kecil sehingga membentuk sebuah objek gambar.
2. Garis
Garis memiliki dimensi memanjang dan berarah. Garis juga memiliki beberapa sifat khusus seperti panjang, pendek, lurus, melengkung, vertikal, horizontal, dll.
Walau sangat sederhana, garis tetap mampu mengekspresikan suatu gagasan. Misalnya, garis lurus dan tebal menunjukkan ketegasan, sedangkan garis yang melengkung dan digambar tipis mencerminkan sesuatu yang lemah.
Infografik SC Unsur Seni Rupa 2 Dimensi. tirto.id/Fuad
Unsur seni rupa 2 dimensi yang ketiga adalah bidang. Bidang adalah unsur seni rupa hasil dari penggabungan sejumlah garis dalam keadaan tertentu. Ia bisa diamati secara visual dalam karya seni rupa berdasarkan bentuknya.
Seni Rupa 2 Dimensi: Pengertian, Unsur, Alat, Teknik & Contoh
Seni rupa 2 dimensi adalah karya seni rupa yang hanya memiliki dua ukuran atau sisi, mudahnya karya ini hanya memiliki panjang dan lebar saja, tanpa dimensi ketiga yaitu: ruang (z). Contohnya adalah lukisan, seni grafis, ilustrasi dan karya rupa lain yang digambar diatas permukaan datar.
Istilah ini muncul ketika seni rupa dibedakan berdasarkan dimensinya, yaitu karya seni rupa dua dimensi dan seni rupa 3 dimensi. Penggolongan seperti ini dilakukan agar kita memahami seberapa jauh cakupan seni rupa dapat dibedakan. Selain itu, kategorisasi ini juga dapat membantu kita memahami berbagai perbedaannya guna untuk melakukan apresiasi dan penilaian yang sesuai terhadap masing-masing jenis karya (2d/3d).
Misalnya, seni rupa juga dapat dibedakan berdasarkan fungsinya. Yaitu, seni rupa terapan (applied art) yang pembuatannya melalui proses perancangan (desain), dan seni rupa murni, karya yang dibuat dengan tujuan untuk dinikmati keindahan dan keunikannya saja tanpa mempertimbangkan fungsi praktisnya.
Tentunya, jika kita menilai suatu desain sebagai seni rupa, maka penilaian kita tidak akan valid. Begitu juga sebaliknya, jika kita menilai karya seni rupa yang tidak memiliki fungsi sebagai karya desain, maka karya tersebut tidak akan ternilai sebagaimana mestinya.
Selain berdasarkan bentuk (dimensi) dan fungsinya, karya seni rupa juga dapat dibedakan berdasarkan karakteristik media (alat, teknik, dan bahan) dan orientasi pembuatannya. Berdasarkan karakteristik tersebut, seni rupa terbagi menjadi: seni lukis, seni grafis, seni patung, seni kriya, dan desain.
Ketika kita mengetahui setiap jenis seni rupa berdasarkan parameter fungsinya, maka akan jauh lebih mudah bagi kita untuk mengapresiasi atau menciptakan karya spesifik yang ingin kita pelajari. Karena setiap jenis karya seni rupa yang berbeda akan membutuhkan treatment yang berbeda pula.
Tags: kerajinan