Kerajinan Akar Wangi - Seni DIY dan Kerajinan yang Menawan
Akar Wangi
Sepintas jika kita melihat gambar diatas yang muncul dalam pikiran kita adalah hanya rumput ilalang yang tumbuh subur di padang luas. Mungkin juga ada yang beranggapan itu merupakan tanaman serai. Akan tetapi, itu bukanlah rumput atau tanaman serai. Tanaman tersebut merupakan tanaman akar wangi. Akar wangi (Vetiveria zizanioides) merupakan jenis rerumputan yang dapat digunakan untuk menghasilkan minyak atsiri. Penampakan fisiknya menyerupai rumput atau tanaman serai karena tumbuhan ini memang masih sekeluarga dengan serai atau padi.
Salah satu usaha pembudidayaan dan penyulingan akar wangi di Kabupaten Garut berlokasi di kampung Lebok Pulus Jalan Raya Kamojang, Sukakarya Kecamatan Samarang. Pemilik dari usaha ini adalah Bapak H. Ede Kadarusman. Usaha akar wangi yang dibudidayakan oleh H. Ede di Daerah Garut Jawa Barat ini menghasilkan produk utama yaitu akar wangi kering, minyak atsiri sebagai hasil penyulingan, dan menghasilkan produk turunan dari akar kering berupa kerajinan yaitu tas, tikar, taplak meja, dan bahan rajutan lainnya. Semua produk tersebut bernilai jual yang tinggi terutama minyak atsiri dari hasil penyulingan akar wangi.
Dalam melakukan kegiatan budidaya, H. Ede menggunakan lahan tak kurang dari 20 hektar. H. Ede menggunakan bibit akar wangi yang diimpor langsung dari Belanda. H. Ede sengaja mendatangkan bibit akar wangi dari Belanda untuk menghasilkan tanaman yang berkualitas baik sehingga dapat menghasilkan minyak akar wangi dengan kualitas yang baik pula. Dari satu hektar lahan budidaya akar wangi milik H. Ede tersebut mampu menghasilkan akar basah sebesar 10-14 ton. Menurut H. Ede Perawatan budidaya tanaman akarwangi juga relatif lebih mudah seperti tanaman pada umumnya. Tetapi ada beberapa perlakuan khusus diantaranya dalam proses pemupukan tidak menggunakan urea karena urea dapat merangsang pertumbuhan daun sehingga pertumbuhan akar akan terbatas. Selain itu diperlukan juga kegiatan pemangkasan supaya pertumbuhan tanaman terkonsentrasi di akar. Tanaman akar wangi ini hampir sama dengan tanaman alang-alang yaitu relatif lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit sehingga pengendaliannya jarang dilakukan.
Rabu, 27 Januari 2016
Mendong adalah salah satu tumbuhan yang hidup di rawa, tanaman ini tumbuh di daerah yang berlumpur dan memiliki air yang cukup. Mendong merupakan salah satu jenis rumput, dan biasanya tumbuh dengan panjang lebih kurang 100cm. Di daerah Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, mendong biasanya dijadikan bahan dasar untuk pembuatan tikar dan sebelum dipergunakan, tanaman ini dijemur terlebih dahulu hingga kering.
Kerajinan mendong sudah sangat terkenal berasal dari Tasikmalaya. Mulai dari tikar, tempatpensil, dompet, tempat sampah, tempat tisu, tempat toples, tas, pigura dan lainnya banyak dihasilkan para pengrajin mendong. Pusat pengrajin mendong di Kota Tasikmalaya ada di daerah Kecamatan Purbaratu, Cibeureum, Tamansari, Indihiang. Sedangkan pusat pengrajin mendong di Kabupaten Tasikamalaya terdapat di Kecamatan Manonjaya, Cineam, Karangnunggal, Karangjaya, Gunungtanjung, Sukahening, Cikatomas, dan Salopa.
Sejarah kejayaan tanaman Mendong (Fimbristylis Globulosa) dimulai pada Era tahun 1940 an. Saat dimana jenis tanaman ini untuk pertama kalinya dibawa dari Pulau Sumbawa ke Pulau Jawa oleh 2 orang saudagar / pedagang kuda dari Purbaratu Tasikmalaya yaitu juragan Oneng dan H. Maksum.
Di Pulau yang banyak terdapat hewan kuda tersebut, awal mulanya kedua orang saudagar dari Purbaratu ini hanya melakukan perjalanan usaha jual beli kuda dengan penduduk setempat, namun karena sering melakukan perjalanan usaha ke daerah tersebut, lama kelamaan mereka mulai menyadari keunikan lain selain hewan kuda yaitu topi yang dikenakan oleh penduduk setempat. Topi yang dianyam secara sederhana tersebut terbuat dari tanaman yang sama sekali belum dikenal oleh kedua orang saudagar ini, sehingga muncullah ide untuk membawa benih tanaman ini untuk dikembangbiakkan atau dibudidayakan di tanah kelahiran mereka yaitu di Purbaratu Tasikmalaya.
Taplak Meja Mendong
Deskripsi Placemate Mendong
Harga : Rp 5.000
Ukuran : 35 x 45 cm
Placemate Mendong adalah Taplak Meja atau disebut juga alas tempat makan yang dibuat oleh pengrajin dengan bahan mendong.
Apa itu Mendong ? Mendong adalah salah satu tumbuhan yang hidup dirawa, tanaman ini tumbuh didaerah yang berlumpur dan memiliki air yang cukup, mendong merupakan salah satu jenis rumput dan biasanya tumbuh dengan panjang kurang lebih 100 cm.
Placemate mendong ini unik dan menarik sehingga Placemate Mendong ini cocok untuk dijadikan Souvenir di acara pernikahan ataupun seremonial lainnya.
Placemate mendong ini juga bisa dijadikan Undangan untuk pernikahan anda sehingga undangan anda terlihat mewah dan elegan.
Untuk Pemesanan Placemate Mendong ini minimal 100 Pcs.
Kami memiliki lebih dari 50 Motif Placemate.
Penulisan Nama tambah Rp 200/pcs
Untuk Placemate Undangan tambah Rp 1.000/pcs
Untuk Pemesanan minimal 2 minggu dari tanggal pemesanan.
Harga Placemate Mendong :
- Pemesanan dibawah 300 Pcs Harga Rp 5.000
- Pemesanan 300 s/d 500 Pcs Harga Rp 4.500
- Pemesanan diatas 500 Pcs Harga Rp 4.000
Harga belum termasuk Ongkir.
Tags: kerajinan