... Panduan Kerajinan Aksara Sunda: Inspirasi dan Tutorial DIY Terbaik

"Seni Membuat Huruf Sunda - Keindahan dan Kreativitas"

Jenis Aksara Sunda

Untuk mempelajari aksara Sunda, Moms harus terlebih dahulu mengetahui jenis-jenisnya.

Secara umum, ada lima jenis aksara Sunda yakni aksara tanda baca, rarangken, angka, dan swara.

Aksara Sunda ada 32 huruf yang nantinya akan dibagi menjadi huruf vokal dan konsonan.

Untuk penjelasan lengkapnya, Moms bisa mengeceknya di bawah ini!

1. Aksara Ngalagena

Untuk jenis yang pertama adalah aksara Ngalagena.

Aksara Sunda ini merupakan aksara yang terdiri dari lambang bunyi dari fonem konsonan sehingga sering dijuluki dengan nama aksara konsonan.

Aksara Ngalagena terdiri 15 huruf yakni, ka, ga, nga, ca, ja, nya, ta, da, na, pa, ba, ma, ya, ra, la, wa, sa, ha, fa, va, qa, xa, za, kha, dan sya.

Jika Moms perhatikan, aksara Ngalagena ini mengandung bunyi vokal a.

Untuk cara membacanya akan disesuaikan dengan sistem kedudukan alat ucap seperti pada kerongkongan, langit-langit mulut, gigi, dan bibir.

2. Aksara Swara

Ada aksara konsonan, ada juga aksara vokal yang dinamakan aksara Swara. Aksara Swara ini memiliki serapan harkat bunyi vokal.

Aksara Swara ini hanya terdiri dari tujuh huruf, yakni a, i, u, e, dan o, é, dan eu.

Dari ketujuhnya, ada tiga aksara Swara yakni a, é, dan i yang memiliki dua lambang pada penulisannya.

4. Aksara Pegon

Aksara Pegon adalah aksara Arab yang digunakan untuk menulis teks berbahasa Sunda dan juga bahasa Jawa. Jadi sudah tentu penggunaannya lebih dahulu diadakan penyesuaian dengan tatafonem kedua bahasa tersebut. Berdasarkan katalog naskah Sunda diperoleh gambaran bahwa Naskah Sunda yang menggunakan Aksara Arab atau Aksara Pegon jauh lebih banyak , jika dibandingkan dengan naskah-naskah Sunda yang menggunakan jenis aksara yang lainnya.

Perkiraan digunakannya aksara Arab untuk menuliskan naskah-naskah Sunda sesudah agama Islam menjadi anutan masyarakat di wilayah Sunda, mengingat Islam sangat konsisten memelihara kitab suci Al-Our’an yang ditulis dengan aksara Arab. Sejak itulah masyarakat sunda mengenal dan mempelajari serta mengembangkan keterampilan dalam menulis aksara Arab atau aksara Pegon.

Umumnya, aksara pegon dalam khazanah naskah Sunda memakai tanda vokalisasi, baik yang menggunakan bahasa Sunda maupun bahasa Jawa. Jika ada naskah Sunda yang ber-aksara Pegon dan atau bahasa Arab tanpa tanda vokalisasi, maka aksaranya disebut aksara Gundil atau aksara Arab-Gundul .

Dari segi bentuk, aksara Pegon sama saja dengan aksara Arab, tambahannya hanya berupa lambang-konsonan g, c, ng, ny, dan penanda vokal e dan eu yang merupakan kreasi dari orang Sunda.

Sejarah Aksara Sunda

Aksara Sunda konon sudah digunakan oleh masyarakat Jawa Barat sejak abad ke-14 hingga abad ke-18.

Perkembangannya terbilang cukup pesat pada masa tersebut.

Penemuan aksara Sunda berasal dari prasasti batu dan piagam naskah lontar, nipah, dan bambu di Jawa Barat.

Penemuan-penemuan ini tercatat dalam katalog naskah di tahun 1900-an.

Aksara Sunda memiliki sistem penulisan yang berbeda dengan alfabet biasa karena ditulis menggunakan huruf khusus.

Aksara ini memiliki tipe dasar aksara Pallawa Lanjut yang mirip dengan model aksara Tibet dan Punyab.


Tags: kerajinan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia