"Seni Anyaman Bambu yang Mengagumkan - Keindahan Malang yang Teranyam"
Refbacks
Copyright (c) 2019 Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS)
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Editorial and Administration Office:
This Journal is published by Universitas Negeri Malang, under the management of Faculty of Social Science.
Semarang St. No. 5 Building I3, Pos Code: 65145.
Phone. (0341) 551312.
Homepage: http://journal2.um.ac.id/index.php/jpds/index
JPDS Indexed By:
E-ISSN 2655-2469
3 Sentra Kerajinan Anyaman Rotan di Malang, Kualitas Ekspor
Tugumalang.id – Malang tidak hanya dikenal sebagai Kota Wisata dan Kota Pendidikan, melainkan juga kawasan industri kreatif yang beraneka ragam. Salah satunya adalah kerajinan anyaman rotan yang nilai seninya mumpuni dan memiliki nilai jual tinggi.
Kerajinan anyaman rotan adalah sebuah seni asli warisan budaya nusantara dengan cara menganyam bahan baku rotan untuk menghasilkan berbagai produk. Mulai dari meja kursi, tempat tisu, tas, aneka cendera mata, tudung saji, dan lain-lain yang dapat menjadi ikon oleh-oleh khas dari Malang.
Lonceng Angin dari Bambu
Lonceng angin dari bambu adalah contoh kerajinan dari bahan bambu yang dapat menghasilkan bunyi yang merdu dan menenangkan saat ditiup angin. Anda membutuhkan beberapa potong bambu dengan diameter dan panjang yang berbeda-beda, tali, benang, jarum, gunting, dan hiasan sesuai dengan selera Anda, misalnya manik-manik, kancing, atau daun kering. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat lonceng angin dari bambu:
- Pertama, potong bambu dengan panjang yang berbeda-beda, misalnya 5 cm, 10 cm, 15 cm, dan 20 cm. Pastikan Anda memotong di antara ruas bambu agar tidak bocor.
- Kedua, lubangi bambu dengan jarum di bagian tengahnya. Anda dapat menggunakan paku atau bor jika jarum tidak cukup kuat. Buat lubang sekecil mungkin agar bambu tidak pecah.
- Ketiga, masukkan tali ke dalam lubang bambu dan ikat di ujungnya. Buat simpul yang kuat agar bambu tidak lepas. Ulangi langkah ini untuk semua potong bambu.
- Keempat, susun bambu dengan tali secara vertikal dengan panjang yang berurutan dari yang terpendek hingga yang terpanjang. Jarakkan bambu sekitar 2 cm satu sama lain agar dapat berbunyi saat bersentuhan. Ikat ujung tali di atas bambu terpendek dengan simpul yang kuat.
- Kelima, buat lingkaran dari tali dengan diameter sekitar 20 cm. Ikat ujung tali dengan simpul yang kuat. Anda dapat melilitkan tali dengan benang atau kain untuk membuatnya lebih cantik.
- Keenam, ikat tali yang menggantung bambu ke lingkaran tali dengan jarak yang sama. Pastikan bambu terpusat di tengah lingkaran. Anda dapat menambahkan hiasan seperti manik-manik, kancing, atau daun kering di antara bambu dengan menjahitnya dengan benang dan jarum.
- Ketujuh, buat gantungan dari tali dengan panjang sesuai dengan keinginan Anda. Ikat gantungan ke lingkaran tali dengan simpul yang kuat. Anda dapat menambahkan hiasan di ujung gantungan jika Anda mau.
- Kedelapan, lonceng angin dari bambu siap digantung di tempat yang terkena angin, misalnya di teras, jendela, atau pohon. Nikmati bunyi yang dihasilkan oleh lonceng angin saat ditiup angin.
Keywords
BPS. 1983 Perkiraan Angka Kelahiran Dan Kematian. Hasil Sensus 1971 dan 1980. Jakarta, 1983.
BPS. 2015. Sensus Penduduk Indonesia Tahun 2010. Jakarta :BPS
Basundara, B. 2017. “Penerapan Material Kayu Laminasi Pada Konstruksi Pusat Kerajinan Rakyat di Kota Batu.” (Online) (arsitektur.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jma/article/download/98/95)
Dekranas. 2011.Permata Tersembunyi Kalimantan Timur, Seni Kriya Kutai Barat, Malinau, Nunukan. Jakarta: Dewan Kerajinan Nasional.
Farrelly, D. 1996. The Book of Bamboo. London: Thames & Hudson
Irhas, E. 2010. Kerajinan Tangan Dari Bambu.Jakarta: PT Multazam Mulia
Kualisi Kependudukan Jatim, 2014, Data dan Fakta Penduduk Jawa Timur. Surabaya: BKKBN Jatim
McClure, F.A. 1972. Bamboo as a building material. Washington: Departement of Housing and Urban Development.
Mutmainah, S. 2014. Karya Kerajinan Anyam dalam Upacara Tradisional di Indonesia. Jurnal Se Kualisi Kependudukan Jatim, 2014, Data dan Fakta Penduduk Jawa Timur. Surabaya: BKKBN Jatim
Kualisi Kependudukan Jatim, 2014, Data dan Fakta Penduduk Jawa Timur. Surabaya: BKKBN Jatim ni dan Budaya Padma Vol 9. No 2. September 2014, hal 29-38
Nadeak, M. N. 2009. “Deskripsi Budidaya Dan Pemanfaatan Bambu Di Kelurahan Balumbang Jaya.” Skripsi Sarjana, Institut Pertanian Bogor Fakultas Kehutanan Departemen Silvikultur, 2009.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.41/PRT/M/2007.
Prabawati, M. N.2016. Etnomatematika Masyarakat Pengrajin Anyaman Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya. Infinity Journal, 5(1), 25-31.
Retnowati. 2016. “Pemasaran Kerajinan Besek di Kabupaten Purworejo”. Skripsi sarjana agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiah Purworejo
Suyono, H. 1996 Warta Demografi Edisi Khusus 1997. LD (FEUI)
Swasta, B. 1985. Saluran Pemasaran. BPFE-UGM. Liberty, Yogyakarta.
Swasta dan Irawan. 2001. Manajemen Pemasaran Modern. Liberty. Yogyakarta.
Apa Itu Kerajinan Bambu?
Source : Pxfuel
Kerajinan dari bambu merupakan barang atau sesuatu yang memakai bambu sebagai bahan dasarnya. Bambu tumbuh subur di negara tropis termasuk di Indonesia. Tinggi pohon bambu bisa setinggi pohon kelapa dengan batang yang ramping dan menjulang ke atas.Tidak hanya batang bambu saja yang bermanfaat melainkan juga bagian akarnya.
Akar bambu muda dapat dimasak dan sering disebut dengan rebung. Sementara bambu yang sudah tua akan dijadikan kerajinan tangan maupun bahan untuk membuat rumah. Bambu bisa pula difungsikan sebagai alat musik seperti angklung, suling, dan calung.
Jenis bambu yang sering digunakan sebagai bahan dasar kerajinan antara lain bambu betung, bambu apus, bambu gombong dan lainnya. Laju pertumbuhan bambu bisa mencapai beberapa cm dalam waktu 24 jam saja.
Tags: kerajinan