Kerajinan Batok - Kreativitas Terinspirasi dari Alam dalam Seni Sulam dan DIY
Contoh Hasil Kerajinan dari Tempurung Kelapa
Kerajinan Asbak dari Batok Kelapa
Source : Lazada
Seperti yang diketahui bahwa asbak menjadi salah satu benda yang paling banyak dibutuhkan oleh para perokok aktif. Jika biasanya asbak dibuat menggunakan kaca, marmer, maupun besi, maka kali ini asbak dibuat dengan menggunakan batok kelapa. Tentunya ini akan menghasilkan asbak yang unik dan menarik.
Tidak hanya itu saja, asbak dari batok kelapa ini juga bisa dijadikan sebagai hiasan di ruang tamu lho. Dengan kesan yang klasik dan unik ini akan membuat ruang tamu menjadi lebih cantik dan bergaya.
Kerajinan Celengan Dari Batok Kelapa
Source : Bukalapak
Kerajinan unik dari batok kelapa mudah yang bisa dibuat selanjutnya adalah celengan. Jika pada umumnya celengan dibuat menggunakan plastik, besi, tanah liat maupun bahan lainnya. Maka kali ini Pins bisa membuat celengan dengan menggunakan bahan batok kelapa.
Celengan ini tentunya akan sangat unik dan menarik, juga bisa dijual lho dan pastinya menghasilkan nilai ekonomis. Tidak hanya itu saja, celengan yang satu ini juga bisa dijadikan hadiah untuk teman, sahabat maupun adik.
Kerajinan Lampu Hias Dari Batok Kelapa
Source : Tokopedia
Lampu hias adalah salah satu benda yang biasanya diletakkan di kamar. Lampu ini akan mengatur pencahayaan kamar menjadi lebih cantik dan nyaman untuk tidur. Jika biasanya lampu hias dibuat menggunakan bahan benang maupun lainnya, maka di sini lampu hias yang bisa dibuat berasal dari batok kelapa.
Blangkon
Jika kamu berkunjung ke keraton Yogyakarta dan daerah di Jawa Tengah lainnya kamu akan melihat para kaum pria mengenakan penutup kepala yang unik dan khas. Penutup kepala tersebut juga dapat kamu temui di berbagai tempat toko pakaian di Jogja. Lalu apa sebenarnya penutup kepala tersebut? Benda tersebut memiliki nama yaitu blangkon. Blangkon sudah ada sejak zaman kerajaan dan hanya dikenakan oleh kaum pria.
Blangkon juga kerap kali digunakan sebagai aksesoris penutup kepala dalam berpakaian adat. Namun tak sedikit pula yang mengenakannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada awalnya blangkon tidak berbentuk topi bulat seperti saat ini melainkan berupa kain bermotif.
Kain tersebut kemudian akan diikatkan hingga menutupi kepala. Lama kelamaan masyarakat melakukan inovasi dengan membuat blangkon siap pakai sehingga lebih praktis dan cepat. Blangkon Jogja berbeda dengan blangkon yang ada di daerah lain dimana bagian belakang blangkon jogja memiliki “mondolan”.
Mondolan adalah tempat untuk menaruh rambut panjang yang umumnya dimiliki oleh orang-orang Jogja pada zaman dahulu. Menyimpan rambut pada “mondolan” dimaknai dengan manusia seharusnya pandai menyimpan rahasia terutama aib baik diri sendiri maupun orang lain.
Sejarah dan Perkembangan Batik di Indonesia
Batik berasal dari kata ambatik yang artinya adalah sebuah kain yang memiliki banyak titik. Akhiran dari kata batik yaitu tik artinya adalah titik atau ujung yang digunakan untuk membuat sebuah titik.
Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud, kata batik juga berasal dari bahasa Jawa yaitu tritik, kata batik berasal dari gabungan dari dua kata yaitu amba yang maknanya adalah menulis serta titik yang maknanya adalah titik.
Secara historis, batik berasal dari zaman nenek moyang dan dikenal sejak abad ke 17. Pada saat itu, motif dari batik didominasi oleh bentuk binatang serta tanaman. Akan tetapi, kemudian motif batik pun berkembang dan beralih pada motif-motif yang menyerupai awan maupun relief candi.
Sejarah batik di Indonesia memiliki kaitan erat dengan perkembangan Kerajaan Majapahit serta penyebaran ajaran agama Islam di Pulau Jawa. menurut beberapa catatan, pengembangan dari batik banyak dilakukan pada zaman Kesultanan Mataram dan kemudian berlanjut pada zaman Kasunan Surakarta serta Kesultanan Yogyakarta.
Keberadaan dari kegiatan batik tertua diketahui berasal dari Ponorogo dengan nama Wengker, sebelum abad ketujuh, Kerajaan di Jawa Tengah mulai belajar batik dari Ponorogo. Oleh sebab itulah, batik-batik Ponorogo memiliki corak yang agak mirip dengan batik yang beredar di Jawa Tengah, hanya saja batik ponorogo merupakan batik yang dihasilkan dari lilin berwarna hitam pekat.
Selain itu, batik Ponorogo juga biasa disebut sebagai batik irengan dan dekat dengan unsur-unsur magis. Batik Ponorogo juga dikembangan oleh kerajaan-kerajaan di Jawa Tengah.
Eksistensi dari batik Ponorogo hingga abad ke 20 dan menjadi bagian surga bagi para pembatik, dikarenakan produksi batik di Ponorogo yang melampaui industri batik di Jawa Tengah ataupun Yogyakarta yang kemudian diambil oleh pengepul batik yang ada di Surakarta dan Pekalongan, selain itu, upah pembatik yang berada di Ponorogo pun tertinggi di Pulau Jawa.
Ada beberapa tokoh yang mengemukakan pendapat tentang pengertian batik, seperti Iwan Tirta, Santoso Doellah dan lainnya, berikut penjelasannya.
Nusjirwan Tirtaamidjaja
Nusjirwan Tirtaamidjaja mengemukakan pendapat tentang pengertian batik. Menurut Tirtaamidjaja, batik merupakan teknik menghias kain dengan menggunakan lilin melalui proses pencelupan warna serta seluruh proses dilakukan dengan menggunakan tangan.
Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring
Santoso Doellah
Santoso Doellah berpendapat bahwa batik merupakan sehelai kain yang dibuat dengan cara tradisional dengan corak serta pola hias tertentu. Teknik dalam proses pembuatan batik cukup beragam, sesuai dengan asal batik tersebut.
Iwan Tirta
Batik menurut Iwan Tirta merupakan menghias kain atau tekstil dengan menggunakan lilin dan metode pencelupan warna. Semua proses pembuatan batik dilakukan dengan bantuan tangan dan bukan mesin, seperti proses pembuatan batik modern.
Alif Syakur
Alif Syakur berpendapat bahwa seni batik merupakan sebentang warna yang meliputi berbagai macam proses dari proses pemalaman, pencelupan hingga melarutkan pada kain. Hasilnya adalah motif yang halus, dengan seni serta detail lukis yang tinggi.
UNESCO
UNESCO menilai batik sebagai identitas dari bangsa Indonesia dan menjadi bagian penting bagi seseorang di Indonesia sejak ia lahir hingga akhirnya meninggal dunia. Karena hal tersebutlah, pemerintah Indonesia menjadikan 2 Oktober sebagai hari Batik Nasional dan selalu diperingati bersama masyarakat.
Tags: kerajinan dari