... Kerajinan Besi Putih Morotai: Panduan Praktis untuk Kerajinan Sulaman DIY

Kecantikan Kerajinan Besi Putih Morotai dalam Dunia Jahitan dan Kerajinan DIY

Jumat, 13 April 2012

BIODATA MAHASISWA

Tempat/Tgl Lahir : Tobelo, Desa Luari, 28 Februari, 1986 Fakultas : Pertanian Universitas Indonesia Timur Makassar Judul Skripsi : Dampak Degradasi Hutan Alam Terhadap Penambangan Pasir Di Daerah Aliran Sungai Kali Mede Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara

Kepada Aparat Penindas Rakyat Di Sape

Ketika rakyat berdemo menolak tambang
adalah haknya sebagai warga Negara
tidaklah pantas menuduh rakyat memprovokasi
hingga melakukan penembakan secara membabi buta
mengakibatkan rakyat tewas dengan sia-sia
tiga orang meninggal puluhan lainnya luka berat
sungguh sangat memprihatinkan
segeralah bertanggungjawab
jangan mencari kambing hitam

MEMBANGUN SISTEM / TATANAN BARU DI LUAR BINGKAI NEOLIBERAL

"Neo-Liberalisme Adalah Variasi Dari Liberalisme Klasik Di Abad XIX Ketika Inggris Dan Imperialisme Lainnya Menggunakan Ideologi Kompetisi Pasar Dan Perdagangan Bebas Untuk Menyetujui Kapitalisme Di Negara Mereka Sendiri Dan Negeri Jajahan Mereka Di Seluruh Dunia"

Pertentangan yang mendasar dalam sistim kapitalisme neoliberalisme adalah bahwa produksi sifatnya sosial, produksi massal dan dikonsumsi orang banyak, sementara, kepemilikan terhadap alat-alat produksi dan hasil produksinya secara pribadi. Produksi terus-menerus mengalami perubahan, cabang-cabang produksi berkembang, perusahaan-perusahaan membesar yang terus menyerap tenaga kerja buruh dalam jumlah yang terus meningkat, bahkan perusahaan-perusahaan tersebut kini berkaitan dengan pasar nasional dan internasional. Konsentrasi buruh yang semakin lama semakin besar memberikan kapitalisme watak akumulatif. Untuk memahami dan melawan neoliberalisme dan angenda- agendanya, maka, menurut kami ada beberapa permasalahan penting yang kaji bersama yaitu:

Besi Putih

Kalung besi putih Ambon

Kalian pasti pernah melihat orang timur menggunakan kalung berbentuk bulat berwarna silver dengan liontin salib atau gelang besar dengan motif seperti rantai kan? Perhiasan berbahan dasar BESI PUTIH itulah kekayaan dan ciri khas orang timur, termasuk Ambon, yang terus dipertahankan. Ya, bahan dasarnya adalah besi putih, bukan perak ataupun emas putih.

Kreativitas mengubah besi putih menjadi kerajinan berbentuk perhiasan (kalung, gelang, cincin, dll) ini sebenarnya berawal dari Morotai, Maluku Utara. Sebagai salah satu tempat terjadinya Perang Dunia II, di Morotai terdapat banyak sekali peninggalan perang seperti mobil, senapan, pesawat atau kapal yang terbuat dari besi putih. Daripada menjadi barang rongsok, besi-besi putih tersebut kemudian diolah oleh masyarakat Morotai menjadi sebuah bentuk kerajinan.

Awalnya kerajinan yang dihasilkan dari besi putih ini hanya berupa alat-alat dapur saja seperti penggorengan, panci, sendok, dll. Namun lama kelamaan, muncul ide untuk mengubah besi putih menjadi asesoris di badan alias perhiasan. Semakin ke sini, makin banyak wujud lain dari olahan besi putih itu seperti pedang dan juga samurai.

Besi Putih ini sudah dipasarkan ke berbagai daerah di Inondesia dan luar negeri. Sama seperti minyak kayu putih, di Maluku sendiri, Besi Putih pun dipasarkan melalui Ambon yang menjadi pusat kota dan pemerintahan di Maluku.

Keuntungan memiliki perhiasan berbahan besi putih adalah kuat, anti karat dan yang paling penting harganya lebih murah bila dibandingkan dengan emas atau perak.

Tempat Pembelian: Bandara, Sekitar Pasar Mardika, Petak 10

Harga: Rp 15.000 – Rp 300.000/item

Mutiara

Kira-kira mutiaranya begini ya. (Lupa foto jadi pake gambar dari pixabay aja)

Kali ini kita main yang lebih mahal sedikit ya. Kalau kalian punya uang atau berkat lebih, kalian bisa mencoba untuk membeli mutiara dari Ambon sebagai oleh-oleh. Mutiara dari Ambon cukup terkenal karena memiliki kualitas yang sangat baik, terutama mutiara air lautnya.

Ya wajar saja, laut di Ambon masih sangat bagus dan cukup terjaga untuk membuat kerang-kerang mutiara bisa mendapatkan nutrisi yang tepat untuk menghasilkan mutiara. Mutiara-mutiara laut yang dihasilkan di Ambon ini adalah hasil budidaya. Jaman sekarang sudah sangat sulit untuk menemukan mutiara yang alami. Seandainya ada pun harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah per butirnya.

Harga mutiara ditentukan dari jenisnya, apakah itu mutiara air laut atau mutiara air tawar. Harga mutiara air tawar jauh lebih murah bila dibandingkan dengan mutiara air laut. Kalau 1 butir mutiara air tawar harganya Rp 25.000/butir, maka harga mutiara air laut bisa 4x lipatnya.

Tempat Pembelian: Desa Batu Merah dan Petak 10

Harga: Rp 25.000 – Rp 50.000/butir (Mutiara Air Tawar) dan Rp 100.000 – RP 500.000/butir (Mutiara Air Asin)

Itu tadi beberapa oleh-oleh non-makanan yang bisa kalian bawa pulang dari Ambon. Selain oleh-oleh yang didapat dengan harus mengeluarkan uang, sebenarnya ada juga lho oleh-oleh dari Ambon yang tidak perlu mengeluarkan uang untuk bisa dibawa pulang. Apakah itu? PENGALAMAN.

Panorama pantai, keramahan masyarakat, uniknya adat budaya Maluku, itulah oleh-oleh yang akan terus melekat di hati dan pikiran kita. Sayangnya oleh-oleh tersebut tidak bisa diberikan secara fisik. Hanya bisa dikenangkan dan diceritakan.

The Manner of Giving is Worth more than the Gift
— Pierre Corneille

Demi Massa

Kerajinan tangan Besi Putih berasal dari pulau Morotai. Kerajinan tangan ini dihasilkan dengan memanfaatkan sisa-sisa perlengkapan tempur PD. II yang banyak terdapat di sana. Biasanya sisa-sisa perlengkapan tempur itu diolah menjadi kalung, cincin, gelang, pisau komando dan beragam jenis lainnya. Besi Putih berbahan dasar besi putih yang mengandung unsur logam mulia sebesar 0,8 persen sehingga tidak mudah berkarat .

Besi putih memang sudah menjadi maskot tersendiri untuk wilayah morotai, morotai yang dulunya menjadi pusat perang dunia ke 2, ini menjadikan morotai banyak ditinggali barang sisa-sisa peperangan, baik berupa pesawat perang, mobil perang, panser, serta barang-barang lainnya. Barang-barang peninggalan sisa-sisa peperangan tersebut sebagian berbahan mentah besi putih, dan ini dijadikan sebagai salah satu bahan dasar mata pencaharian bagi beberapa masyarakat di morotai.

Beberapa masyarakat morotai memilikii mata pencaharian sebgai pengrajin perhiasan yang berasal dari besi putih. Salah satu yang terkenal adalah pengrajin besi putih marimoi. Ini juga menjadi salah satu pengrajin di daruba morotai. Salah satu pengrajin adalah bapak Ikram Paturoh, dia berusia 31 tahun, kegiatan sebagai pengrajin yang dia tekuni adalah sebagai warisan turunan keahlian yang diwariskan oleh keluarganya, dia generasi ke lima dalam memajukan usaha pengrajin perhiasan besi putih ini. Awal cerita usaha kerajinan besi putih ini hanya mengerjakan pemesanan berupa alat-alat masak, atau alat dapur lainnya, pada tahun 1978 usaha ini berkembang untuk memajukan dan menambah kerajinan dengan membuat perhiasan seperti gelang, cincin, dan kalung. Dalam sanggar pengrajin yang dimiliki oleh bapak ikram ini dijadikan pula sebagai sanggar latihan atau sanggar belajar oleh pengrajin-pengrajin baru untuk dapat membuatg perhiasan dari besi putih. Hingga saat ini kerajinan tersebut terus berjalan bahan-bahan diperoleh dari penjual besi-besi putih hasil sisa peperangan yang diperoleh dari dasar laut, berupa tempat penyimpanan peluru, ataupun alat lainnya yang memang berbahan besi putih. Kemajuan zaman menjadikan usaha yang dilakukan oleh pa ikram harus menjadi lebih kreatif, kini beliau juga merambah untuk membuat aksesoris lainnya, berupa pembuatan samurai dan sawalaku.

Sopi

Ada yang bisa membedakan yang mana sopi dan mana yang air putih

Sopi di sini bukanlah panggilan akrab untuk Sophia Latjuba atau Sophie Navita. Sopi merupakan minuman keras atau minuman beralkohol asli Ambon (berasal dari bahasa Belanda Zoopje yang artinya alkohol cair).

Meskipun termasuk salah satu minuman yang dilarang (karena terbukti memabukkan), sopi ini sudah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Maluku. Sopi kerap digunakan dalam upacara-upacara adat seperti seserahan pernikahan, penyambutan tamu atau media yang digunakan untuk berdamai ketika ada perkelahian.

Sopi dihasilkan dari campuran fermentasi air pohon aren dan akar Husir. Air hasil campuran tersebut kemudian dimasak dan hasil uapnya dikumpulkan tetes per tetes dalam sebuah wadah hingga siap jual atau siap minum. Semakin jernih warnanya (seperti air putih), semakin tinggi kadar alkoholnya dan semakin bagus kualitasnya. Harga jual sopi berbanding lurus dengan kualitas yang saya sebutkan tadi. Semakin tinggi kualitasnya semakin mahal harganya.

Sopi ini bagus untuk kalian yang sulit tidur. Minum sedikit, pasti kepala akan enak dan tidurpun menjadi nyenyak. Karena memabukkan, minumlah secara bertanggung jawab. Ada sedikit panduan untuk minum sopi yaitu “Satu botol itu TRADISI, 2 botol pasti EMOSI, 3 botol 100% masuk KANTOR POLISI”

Sopi banyak dihasilkan di daerah pedesaan karena di sinilah pohon aren masih banyak dan tumbuh subur. Untuk bisa membeli sopi, bertanyalah pada guide yang membawa kalian berkeliling Ambon karena barang ini tidak dijual secara terang-terangan.

Sangat sulit untuk bisa membawa sopi ke kota asal karena pemeriksaan bandara yang cukup ketat. Kalau ingin membewanya, belilah ukuran botol kecil saja (700ml).

Tempat Pembelian: .

Harga: Rp 35.000/botol (700 ml)


Tags: kerajinan putih

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia