... Kerajinan Besi Putih Morotai: Panduan Praktis untuk Kerajinan Sulaman DIY

Kecantikan Kerajinan Besi Putih Morotai dalam Dunia Jahitan dan Kerajinan DIY

Baju Motif Maluku

Baju Motif Maluku

Kaos dengan corak atau gambar dari suatu daerah memang oleh-oleh yang paling sering diberikan. Selain karena bukan barang habis pakai, kaos juga memiliki harga yang tidak begitu mahal.

Di Ambon, banyak sekali tempat yang menjual kaos dengan gambar-gambar atau tulisan berbahasa Maluku yang memiliki pesan. Kaos ini hampir tersedia di semua sentra oleh-oleh.

Namun untuk memberikan oleh-oleh tentu kita tidak ingin yang sembarangan kan? Kita ingin memberikan yang terbaik untuk orang yang kita kasihi. Nah, kalau kamu mau memberikan kaos motif Maluku dengan kualitas terbaik, datanglah ke Petak 10. Di tempat ini kamu bisa menemukan kaos dengan bahan terbaik, desain yang unik, autentik, dan tak jarang menggelitik.

Tempat Pembelian: Petak 10

Harga: Rp 90.000/buah

Pisang Goreng Mulut Bebek

Ternate mungkin bukan satu-satunya daerah yang mengolah buah pisang menjadi keripik. Pasalnya, ada Bandung, Jogja, Semarang dan kota lainnya yang turut mempopulerkan penganan yang identik dengan rasa manis ini. Meskipun begitu, keripik pisang Ternate dibuat dengan ciri khas tersendiri.

Dinamakan pisang mulut bebek, keripik ini memiliki bentuk yang cukup unik, yakni mirip paruh bebek.

Selain itu, cara penyajiannya pun berbeda. Alih-alih dijadikan makanan manis, kudapan ini malah dijadikan santapan berat. Penyajiannya dibarengi dengan sambal colo-colo, semangkuk ikan teri asin serta kacang kenari.

Sayangnya, kalau membelinya sebagai oleh-oleh, Anda hanya mendapatkan keripik pisangnya tanpa sambal colo-colo, ikan teri asin dan kenari.

Oleh-Oleh Khas Ternate

Bagea merupakan salah satu penganan yang cukup populer di Ternate. Setiap kali wisatawan hendak pulang, kue ini nyaris tak pernah dilewatkan.

Sebenarnya, rahasia di balik kelezatannya ada pada komposisi utamanya yang terdiri atas tepung sagu, kayu manis dan pala. Namun saat ini, bagea juga diberi variasi rasa, seperti rasa kenari dan kacang. Sehingga, rasanya pun semakin sedap.

Berbicara rasa, kue ini tidak seperti penampakannya yang terlihat sweet. Rasanya justru cenderung gurih. Sementara, teksturnya sangat keras, melebihi kerasnya kue kering, biskuit atau yang lainnya.

Oleh karenanya, kue ini biasa disajikan dengan secangkir kopi ataupun teh hangat. Menyantapnya cukup dengan cara dicelupkan pada minuman itu.

Jika ingin membelinya, Anda bisa mampir ke Toko Tara No Ate yang berlokasi di Jalan Sultan Djabir Syah. Bagaimana, berminat ?

Demi Massa

Kerajinan tangan Besi Putih berasal dari pulau Morotai. Kerajinan tangan ini dihasilkan dengan memanfaatkan sisa-sisa perlengkapan tempur PD. II yang banyak terdapat di sana. Biasanya sisa-sisa perlengkapan tempur itu diolah menjadi kalung, cincin, gelang, pisau komando dan beragam jenis lainnya. Besi Putih berbahan dasar besi putih yang mengandung unsur logam mulia sebesar 0,8 persen sehingga tidak mudah berkarat .

Besi putih memang sudah menjadi maskot tersendiri untuk wilayah morotai, morotai yang dulunya menjadi pusat perang dunia ke 2, ini menjadikan morotai banyak ditinggali barang sisa-sisa peperangan, baik berupa pesawat perang, mobil perang, panser, serta barang-barang lainnya. Barang-barang peninggalan sisa-sisa peperangan tersebut sebagian berbahan mentah besi putih, dan ini dijadikan sebagai salah satu bahan dasar mata pencaharian bagi beberapa masyarakat di morotai.

Beberapa masyarakat morotai memilikii mata pencaharian sebgai pengrajin perhiasan yang berasal dari besi putih. Salah satu yang terkenal adalah pengrajin besi putih marimoi. Ini juga menjadi salah satu pengrajin di daruba morotai. Salah satu pengrajin adalah bapak Ikram Paturoh, dia berusia 31 tahun, kegiatan sebagai pengrajin yang dia tekuni adalah sebagai warisan turunan keahlian yang diwariskan oleh keluarganya, dia generasi ke lima dalam memajukan usaha pengrajin perhiasan besi putih ini. Awal cerita usaha kerajinan besi putih ini hanya mengerjakan pemesanan berupa alat-alat masak, atau alat dapur lainnya, pada tahun 1978 usaha ini berkembang untuk memajukan dan menambah kerajinan dengan membuat perhiasan seperti gelang, cincin, dan kalung. Dalam sanggar pengrajin yang dimiliki oleh bapak ikram ini dijadikan pula sebagai sanggar latihan atau sanggar belajar oleh pengrajin-pengrajin baru untuk dapat membuatg perhiasan dari besi putih. Hingga saat ini kerajinan tersebut terus berjalan bahan-bahan diperoleh dari penjual besi-besi putih hasil sisa peperangan yang diperoleh dari dasar laut, berupa tempat penyimpanan peluru, ataupun alat lainnya yang memang berbahan besi putih. Kemajuan zaman menjadikan usaha yang dilakukan oleh pa ikram harus menjadi lebih kreatif, kini beliau juga merambah untuk membuat aksesoris lainnya, berupa pembuatan samurai dan sawalaku.


Tags: kerajinan putih

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia