Kecantikan Kerajinan Besi Putih Morotai dalam Dunia Jahitan dan Kerajinan DIY
Rayakan Perbedaan
Dokumentasi Biro Komunikasi Kemenparekraf Monumen Gong Perdamaian Dunia di Ambon.
Terkait
- Citilink Buka Rute Baru ke Palu, Ambon, dan Palangkaraya
- 20 Oleh-oleh Khas Medan, Ada Bika Ambon dan Lemang
- Sriwijaya Air Buka Rute Batu Makassar-Ambon-Langgur PP Mulai 10 September 2021
- Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Ambon, Ada Pantai Pintu Kota
- Intip Wajah Baru Terminal Penumpang Bandara Pattimura Ambon
- Demi Glenn Fredly, Wishnutama Berharap Festival Musik Ambon Terwujud
- Wali Kota Ambon akan Buatkan Museum atau Buku untuk Kenang Glenn Fredly
- Ambon Dinobatkan Jadi Kota Musik Dunia UNESCO
- Macam-macam Hidangan Berbahan Sagu Khas Ambon, Coba Yuk
- Nikmatnya Roti Kenari Ambon, Pasangan Pas untuk Ngopi
Adapun, beberapa makanan yang bisa dibawa pulang adalah kue kering kenari dan kue sagu. Selain itu, mereka juga bisa menemukan minyak kayu putih dan kerajinan besi putih.
Berikut Kompas.com rangkum rekomendasi sembilan oleh-oleh khas Ambon:
Jumat, 13 April 2012
BIODATA MAHASISWA
Tempat/Tgl Lahir : Tobelo, Desa Luari, 28 Februari, 1986 Fakultas : Pertanian Universitas Indonesia Timur Makassar Judul Skripsi : Dampak Degradasi Hutan Alam Terhadap Penambangan Pasir Di Daerah Aliran Sungai Kali Mede Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku UtaraKepada Aparat Penindas Rakyat Di Sape
Ketika rakyat berdemo menolak tambang
adalah haknya sebagai warga Negara
tidaklah pantas menuduh rakyat memprovokasi
hingga melakukan penembakan secara membabi buta
mengakibatkan rakyat tewas dengan sia-sia
tiga orang meninggal puluhan lainnya luka berat
sungguh sangat memprihatinkan
segeralah bertanggungjawab
jangan mencari kambing hitam
MEMBANGUN SISTEM / TATANAN BARU DI LUAR BINGKAI NEOLIBERAL
"Neo-Liberalisme Adalah Variasi Dari Liberalisme Klasik Di Abad XIX Ketika Inggris Dan Imperialisme Lainnya Menggunakan Ideologi Kompetisi Pasar Dan Perdagangan Bebas Untuk Menyetujui Kapitalisme Di Negara Mereka Sendiri Dan Negeri Jajahan Mereka Di Seluruh Dunia"
Pertentangan yang mendasar dalam sistim kapitalisme neoliberalisme adalah bahwa produksi sifatnya sosial, produksi massal dan dikonsumsi orang banyak, sementara, kepemilikan terhadap alat-alat produksi dan hasil produksinya secara pribadi. Produksi terus-menerus mengalami perubahan, cabang-cabang produksi berkembang, perusahaan-perusahaan membesar yang terus menyerap tenaga kerja buruh dalam jumlah yang terus meningkat, bahkan perusahaan-perusahaan tersebut kini berkaitan dengan pasar nasional dan internasional. Konsentrasi buruh yang semakin lama semakin besar memberikan kapitalisme watak akumulatif. Untuk memahami dan melawan neoliberalisme dan angenda- agendanya, maka, menurut kami ada beberapa permasalahan penting yang kaji bersama yaitu:
Besi Putih
Kalung besi putih Ambon
Kalian pasti pernah melihat orang timur menggunakan kalung berbentuk bulat berwarna silver dengan liontin salib atau gelang besar dengan motif seperti rantai kan? Perhiasan berbahan dasar BESI PUTIH itulah kekayaan dan ciri khas orang timur, termasuk Ambon, yang terus dipertahankan. Ya, bahan dasarnya adalah besi putih, bukan perak ataupun emas putih.
Kreativitas mengubah besi putih menjadi kerajinan berbentuk perhiasan (kalung, gelang, cincin, dll) ini sebenarnya berawal dari Morotai, Maluku Utara. Sebagai salah satu tempat terjadinya Perang Dunia II, di Morotai terdapat banyak sekali peninggalan perang seperti mobil, senapan, pesawat atau kapal yang terbuat dari besi putih. Daripada menjadi barang rongsok, besi-besi putih tersebut kemudian diolah oleh masyarakat Morotai menjadi sebuah bentuk kerajinan.
Awalnya kerajinan yang dihasilkan dari besi putih ini hanya berupa alat-alat dapur saja seperti penggorengan, panci, sendok, dll. Namun lama kelamaan, muncul ide untuk mengubah besi putih menjadi asesoris di badan alias perhiasan. Semakin ke sini, makin banyak wujud lain dari olahan besi putih itu seperti pedang dan juga samurai.
Besi Putih ini sudah dipasarkan ke berbagai daerah di Inondesia dan luar negeri. Sama seperti minyak kayu putih, di Maluku sendiri, Besi Putih pun dipasarkan melalui Ambon yang menjadi pusat kota dan pemerintahan di Maluku.
Keuntungan memiliki perhiasan berbahan besi putih adalah kuat, anti karat dan yang paling penting harganya lebih murah bila dibandingkan dengan emas atau perak.
Tempat Pembelian: Bandara, Sekitar Pasar Mardika, Petak 10
Harga: Rp 15.000 – Rp 300.000/item
Mutiara
Kira-kira mutiaranya begini ya. (Lupa foto jadi pake gambar dari pixabay aja)
Kali ini kita main yang lebih mahal sedikit ya. Kalau kalian punya uang atau berkat lebih, kalian bisa mencoba untuk membeli mutiara dari Ambon sebagai oleh-oleh. Mutiara dari Ambon cukup terkenal karena memiliki kualitas yang sangat baik, terutama mutiara air lautnya.
Ya wajar saja, laut di Ambon masih sangat bagus dan cukup terjaga untuk membuat kerang-kerang mutiara bisa mendapatkan nutrisi yang tepat untuk menghasilkan mutiara. Mutiara-mutiara laut yang dihasilkan di Ambon ini adalah hasil budidaya. Jaman sekarang sudah sangat sulit untuk menemukan mutiara yang alami. Seandainya ada pun harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah per butirnya.
Harga mutiara ditentukan dari jenisnya, apakah itu mutiara air laut atau mutiara air tawar. Harga mutiara air tawar jauh lebih murah bila dibandingkan dengan mutiara air laut. Kalau 1 butir mutiara air tawar harganya Rp 25.000/butir, maka harga mutiara air laut bisa 4x lipatnya.
Tempat Pembelian: Desa Batu Merah dan Petak 10
Harga: Rp 25.000 – Rp 50.000/butir (Mutiara Air Tawar) dan Rp 100.000 – RP 500.000/butir (Mutiara Air Asin)
Itu tadi beberapa oleh-oleh non-makanan yang bisa kalian bawa pulang dari Ambon. Selain oleh-oleh yang didapat dengan harus mengeluarkan uang, sebenarnya ada juga lho oleh-oleh dari Ambon yang tidak perlu mengeluarkan uang untuk bisa dibawa pulang. Apakah itu? PENGALAMAN.
Panorama pantai, keramahan masyarakat, uniknya adat budaya Maluku, itulah oleh-oleh yang akan terus melekat di hati dan pikiran kita. Sayangnya oleh-oleh tersebut tidak bisa diberikan secara fisik. Hanya bisa dikenangkan dan diceritakan.
The Manner of Giving is Worth more than the Gift
— Pierre Corneille![]()
Oleh-Oleh Khas Ternate
Bagea merupakan salah satu penganan yang cukup populer di Ternate. Setiap kali wisatawan hendak pulang, kue ini nyaris tak pernah dilewatkan.
Sebenarnya, rahasia di balik kelezatannya ada pada komposisi utamanya yang terdiri atas tepung sagu, kayu manis dan pala. Namun saat ini, bagea juga diberi variasi rasa, seperti rasa kenari dan kacang. Sehingga, rasanya pun semakin sedap.
Berbicara rasa, kue ini tidak seperti penampakannya yang terlihat sweet. Rasanya justru cenderung gurih. Sementara, teksturnya sangat keras, melebihi kerasnya kue kering, biskuit atau yang lainnya.
Oleh karenanya, kue ini biasa disajikan dengan secangkir kopi ataupun teh hangat. Menyantapnya cukup dengan cara dicelupkan pada minuman itu.
Jika ingin membelinya, Anda bisa mampir ke Toko Tara No Ate yang berlokasi di Jalan Sultan Djabir Syah. Bagaimana, berminat ?
![]()
Tags: kerajinan putih