Karya Seni Bonsai dari Akar Kayu - Keajaiban DIY dalam Kerajinan Rajutan dan Pembuatan Jarum
Bahan Dasar Kayu, Sangat Cocok Dijadikan Berbagai Kerajinan
Para pengrajin, memang sering menjadikan kayu sebagai bahan kerajinan yang bernilai tinggi. Meski tingkat kesulitan yang tinggi, ketimbang bahan dasar kerajinan lainnya, kayu juga sering dijadikan bahan untuk membuat kerajinan tangan handmade, sendiri di rumah.
Adapun berbagai jenis kayu yang biasa digunakan untuk membuat kerajinan ini, perlu diketahui juga. Pasalnya, setiap kayu, memiliki karakteristik, ciri khas, hingga kegunaan yang berbeda.
Bahkan, jika dilihat dari tekstur dan berat kayu, bisa dijadikan kerajinan yang berbeda-beda juga, sehingga kamu pun bisa menyesuaikan sesuai jenis dan kegunaannya. Nah, biar gak bingung dengan jenis-jenis kayu yang sering digunakan bahan kerajinan, yuk intip di sini:
Kayu Jati
- Lebih awet, bahkan disebut rajanya kayu
- Berwarna cokelat muda
- Daya retak renda
- Memiliki serat lurus
- Tekstur agak kasar
- Biasa dijadikan bahan mebel
- Banyak ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur
Kayu Pinus/ Kayu Jati Belanda
- Jenis kayu paling diidolakan
- Harganya murah
- Bobotnya ringan
- Memiliki warna kayu yang terang dan mudah ditimpa dengan warna lain
- Sering dibuat berbagai kerajinan dari kayu yang estetik
- Cocok digunakan untuk membuat perabot minimalis
Kayu Mahoni/Magohani
- Sering digunakan untuk bahan mebel dan alat olahraga
- Bisa digunakan untuk membuat alat musik
- Tingkat ketahanan dan keawetan pas
- Tak tahan rayap
- Sering digunakan untuk kerajinan tangan
Kayu Trembesi
- Memiliki warna apik putih di pinggiran dan cokelat di tengah
- Umumnya digunakan untuk membuat meja
- Sering digunakan untuk membuat furnitur
Cara Membentuk Bonsai dan Aturan-aturannya, Pelajaran untuk Pemula
Bonsai dapat diartikan sebagai tanaman kerdil, baik secara alami mempunyai postur yang kerdil maupun sengaja dikerdilkan. Biasanya bonsai ditanam di pot yang dangkal untuk mengimbangi bentuknya yang kerdil. Bonsai seolah-olah menjadi perwujudan dari pohon tua yang tumbuh di alam bebas dan memiliki postur yang sempurna sehingga nampak begitu agung, indah, dan menawan. Bonsai menjadi simbol dari keharmonisan alam semesta yang terdiri dari langit, bumi, dan manusia.
Makna tersebut terkandung di dalam bonsai yang selalu memiliki bentuk dasar segitiga asimetris. Titik tertinggi merupakan lambang dari langit. Titik terendah melambangkan bumi. Sedangkan titik di bagian tengah menjadi perlambang dari manusia. Makna tersirat yang terdapat di dalam bonsai membuat seni ini lantas mempunyai penggemar yang banyak sekali dan terus bertahan sampai sekarang. Ada sebuah kesenangan tersendiri ketika sedang membentuk bonsai, lalu berhasil mewujudkannya.
Salah satu syarat bonsai yang berkualitas tinggi yaitu mempunyai bentuk yang indah dan alami. Bonsai yang indah berarti bonsai tersebut memiliki postur yang harmonis serta nampak serasi dengan potnya. Sedangkan bonsai yang alami maksudnya bonsai tersebut mempunyai bentuk yang sama seperti ketika tumbuh di alam dan tidak menyimpang dari bentuk pohon aslinya. Bonsai yang indah dan alami memiliki nilai seni yang luar biasa.
Terdapat lima gaya dasar dari tanaman bonsai antara lain :
- Tegak lurus (chokkan)
- Tegak berliku (tachiki)
- Miring (shakan)
- Setengah menggantung (han kengai)
- Menggantung (kengai)
Alat dan Bahan yang Dibutuhkan untuk Membuat Bonsai
1. Pot Bonsai
Pot bonsai adalah wadah tempat tanaman bonsai ditanam. Pot bonsai terbuat dari berbagai macam bahan seperti tanah liat, keramik, atau plastik. Setiap jenis bahan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Pilih dasar pot bonsai yang sesuai dengan ukuran tanaman bonsai yang akan ditanam. Selain itu, menggunakan pot bonsai yang memiliki lubang pembuangan air agar tanah tidak tergenang dan akar tanaman tidak membusuk juga merupakan pertimbangan yang penting dalam memilih pot.
2. Tanaman
Pilih tanaman yang cocok untuk dijadikan bonsai sebab tidak semua tanaman dapat dijadikan bonsai. Tanaman bonsai umumnya akan dijual dengan berbagai macam pilihan dan jenis. Pilih tanaman yang sehat dan tidak memiliki penyakit atau hama.
Perlu diketahui bahwa biasanya bagian tanaman untuk menanam bonsai diambil dari bagian yang dikembangbiakan dengan metode setek, cangkok, okulasi, serta enten
Jika menggunakan tanaman dari stek, pilih stek yang memiliki daun dan batang tanaman yang sehat. Selanjutnya, agar bonsai dapat tumbuh dengan baik dalam jangka waktu yang panjang, pastikan untuk merawatnya dengan baik dan benar.
3. Tanah dan Agregat
Tanah dan agregat berfungsi sebagai media tanam bagi tanaman bonsai. Tanah yang baik untuk tanaman bonsai adalah tanah yang memiliki kadar nutrisi yang cukup dan bisa mengalirkan air dengan baik. Agregat seperti pasir atau kerikil bisa dicampurkan dengan tanah untuk meningkatkan drainase dan memperbaiki struktur tanah.
Tanah bonsai sendiri harus memiliki sifat yang baik seperti kemampuan menahan air dan nutrisi, serta memiliki drainase yang baik. Tanah bonsai dapat dibuat dengan mencampurkan serbuk gergaji kayu, serbuk sekam, dan pasir halus.
4. Pupuk
Pupuk berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi tanaman bonsai. Pastikan Anda memilih pupuk yang tepat untuk jenis tanaman bonsai yang akan dibuat dan ikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan.
Cara Membuat Bonsai
Berikut ini adalah cara membuat bonsai sendiri di rumah berdasarkan tanaman yang digunakan:
1. Cara Membuat Bonsai Beringin
Foto: detik.net.id
Bonsai beringin adalah salah satu jenis bonsai yang paling digemari. Kehadirannya di rumah jelas akan memberikan suasana yang asri.
Terlebih dengan ukurannya yang kecil, bisa membuat tanaman ini cocok dan mudah diletakan di mana saja. Bonsai beringin akan memiliki struktur yang kuat, tidak gampang mati, serta memiliki daun yang rimbun sehingga memudahkan proses pohon tersebut menjadi bonsai.
Berikut cara membuat bonsai beringin di rumah:
Jadi, hal yang perlu diperhatikan pada cara membuat bonsai adalah, pastikan bibit batang tidak memiliki ranting yang banyak. Dads dapat menemukan bibit bonggol beringin di toko tanaman atau mencangkoknya langsung dari pohon beringin yang besar.
Jika sudah mendapatkan bibit yang sesuai, segera bersihkan sela-sela batang pohon tersebut menggunakan kuas supaya tidak ada kotoran bekas pemisahan bonggol dari pohonnya.
Jika sudah siap ditanam, Dads harus tahu bahwa bonsai beringin memiliki cara yang berbeda dari tanaman hias pada umumnya. Jenis tanaman ini sangat membutuhkan nutrisi yang cukup.
Sebagai cara membuat bonsai selanjutnya, Dads perlu mengurangi zat hara yang berlebih untuk menjaga nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman.
Lalu, supaya tanah di dalam pot bonsai lebih padat, Dads bisa mencampurkan tanah humus dan kerikil kecil untuk menutupi akar bibit beringin tersebut.
Jika sudah berhasil menanam bonggol beringin, cara membuat bonsai selanjutnya adalah perlu menyiapkan kawat stainless steel berukuran 3 milimeter.
Kawat diperlukan untuk membentuk pohon bonsai yang sudah ditanam. Dads bisa melilit kawat sekencang mungkin pada dahan pohon sesuai dengan pola yang Dads inginkan. Dads juga perlu melakukan secara hati-hati agar tidak merusak kulit luar pohon.
Tags: kerajinan dari kayu bonsai