"Kerajinan Bunga Pinus - Kreativitas Luar Biasa dari Alam!"
Ciri Ciri Pohon Pinus
Pohon pinus, salah satu jenis tanaman perdu yang bisa mencapai ketinggian hingga 40 meter, adalah tumbuhan yang sering dimanfaatkan untuk beragam keperluan, baik itu kayu pinus nya maupun bagian lainnya.
Apa saja ciri-ciri dan karakteristik yang melekat pada pohon pinus ini? Mari kita simak:
1. Akar
Pohon pinus tumbuh dengan akar berbentuk akar tunggang yang kokoh, bercabang meluas, dan berwarna coklat.
Kemampuan akarnya untuk mencengkeram tanah sangat kuat, menjadikannya pelindung yang handal untuk mencegah erosi.
Struktur perakaran yang luar biasa ini memungkinkan pohon pinus untuk menjaga ketahanannya di lingkungannya.
Akar-akar lembaga pohon pinus berkembang seiring berjalannya waktu, membentuk banyak cabang tambahan yang makin halus. Kedalaman dan ekstensitas daerah perakaran ini sangat tergantung pada usia pohon tersebut.
Semakin tua pohon pinus, semakin luas daerah perakarannya dan kemampuannya untuk menyerap air juga meningkat. Ini berarti pohon pinus memiliki ketersediaan nutrisi yang melimpah.
Saat menanam pohon pinus, pastikan untuk memberikan jarak yang cukup agar akarnya dapat berkembang secara optimal.
Apabila pohon ini ditebang, menghilangkan akarnya menjadi tugas yang sulit, mengingat akarnya dapat menembus tanah hingga lebih dari 10 meter ke dalam.
2. Batang
Dalam pandangan awal, morfologi batang pohon pinus nampak serupa dengan pohon cemara. Batang pohon pinus memiliki silinder kokoh dengan ketinggian maksimal mencapai 40 meter, menjadikannya tumbuhan yang gagah, kuat, dan lurus tegak, dengan bagian bawahnya yang lebih besar.
Ketika diperhatikan dengan seksama, batangnya menampilkan goresan dalam dengan pola putaran yang teratur.
Pada cabang batang monopodial, kita temui satu batang utama yang tumbuh tanpa gangguan, ditambah dengan beberapa cabang di bagian atas, meskipun tidak terlalu melimpah.
Cara Membuat Bros dari Kain Flanel
Sebelum membuat bros bentuk boneka atau bunga, siapkanlah peralatannya di bawah ini :
- Kain flanel warna hijau dan merah(untuk bunga, warna kain disesuikan dengan slera)
- Lem tembak
- Alat untuk lem tembak
- kertas untuk menggambar pola)
- 1 buah pulpen
- Lem
- Peniti untuk bros
Jika 8 alat di atas sudah Anda persiapkan, maka langkah selanjutnya adalah membuat bross dari kain flanel.
15. Bros Kain Flanel Berbentuk Mawar
Untuk membuat bros berbentuk bunga mawar, berikut ini adalah caranya :
4. Gulunglah Pola Lingkaran.
Cara selanjutnya memberdayakan kain flanel untuk membuat bros bunga mawar adalah dengan menggulung ujug bagian luar sampai dalam. Gulung semua bagian kain sampai membentuk bunga mawar.
Jika sudah tergulung sampai terbentuk bunga mawar maka langkah yang terakhir adalah tempelkan daun dan pasanglah peniti di belakangnya.
16. Bros Bentuk Bunga
Cara membuat bros dari kain flanel adalah dengan membuatnya menjadi bentuk bunga yang ditempeli mutiara. Berbeda dengan bunga mawar, bentuk bunga satu ini bisa dikatakan masih tergolong mudah dan simple.
Hampir sama dengan bahan yang digunakan dalam membuat bros mawar, hanya saja untuk bunga satu ini memerlukan tambahan bahan mutiara dengan beberapa warna sesuai selera. Jika tambahan bahan dan alat sudah dipersiapkan, maka langkah selanjutnya adalah :
17. Bros dari Kain Flanel Bentuk Boneka Doraemon
Asal Pohon Pinus
Pada awalnya pohon ini hanya tumbuh di beberapa daerah tertentu yaitu di bagian bumi belahan selatan tepatnya di kawasan tropis, serta di beberapa belahan bumi utara. Namun kini spesies dari pohon pinus ini sudah tersebar di berbagai belahan dunia. Awalnya pohon ini tumbuh di Dunia Lama yang meliputi berbagai benua di dunia seperti Asia, Mediterania hingga Eropa.
Kemudian pertumbuhan ini mulai menyebar ke wilayah lainnya yaitu ke Dunia Baru yang meliputi AS, Meksiko bagian utara, Karibia dan Amerika Selatan dan lain sebagainya. Indonesia juga memiliki satu spesies pinus yang asli dan berasal dari Negara Indonesia yaitu di kawasan Tapanuli Selatan.
Pinus yang berasal dari Tapanuli Selatan ini memiliki nama latin yaitu Sumatran Pine atau Pinus merkusii Jungh. et de Vriese.
Jenis Pohon Pinus
Pohon Pinus bermacam-macam dalam bentuk dan ukuran, namun tidak semua jenis Pinus sesuai untuk keperluan membuat furnitur atau bahan bangunan.
Penting untuk memahami varietas yang sesuai dengan proyek kerajinan dan konstruksi Anda. Di bawah ini kami akan mengulas beberapa jenis kayu Pinus yang paling cocok untuk berbagai proyek:
Western White Pine
Jenis kayu Pinus ini sering disebut sebagai Pinus Perak. Pohon-pohon ini tumbuh di Pegunungan Rocky utara, Sierra Nevada, dan Pegunungan Cascade, mencapai ketinggian hingga 150 kaki dengan diameter batang hingga 5 kaki.
Kayu Pinus ini memiliki serat yang rata dengan tekstur sedang hingga kasar. Biasanya digunakan untuk membuat furnitur halus, ukiran, veneer, kayu lapis, dan kayu konstruksi.
Sugar Pine
Jenis ini tumbuh tinggi hingga lebih dari 200 kaki. Tekstur kayunya adalah yang paling kasar di antara semua jenis Pinus.
Pohon Sugar Pine cocok untuk membuat moulding, alat musik, dan pekerjaan penyeimbang interior dan eksterior. Jenis kayu ini termasuk yang berharga dan mahal
Shortleaf Pine
Mereka tumbuh setinggi 100 kaki dengan diameter batang maksimum 3 kaki. Pohon Pinus Shortleaf memiliki pertumbuhan yang cepat, sehingga sangat cocok untuk industri kayu.
Jenis Pinus ini terjangkau dan terutama digunakan untuk membuat veneer kayu lapis, bubur kayu, serta kayu untuk proyek konstruksi berat, termasuk balok, rel kereta api, dan jembatan.
Eastern White Pine
Jenis kayu Pinus ini tumbuh setinggi 100 kaki dengan diameter batang maksimum 4 kaki.
Pohon Eastern White Pine memiliki tekstur yang lebih halus daripada jenis Pinus lainnya, dengan lebih sedikit cadangan resin.
Kayunya digunakan untuk ukiran, pembuatan perahu, kayu konstruksi, dan pekerjaan interior pabrik.
Spruce Pine
Kayu Pinus ini mencapai ketinggian hingga 80 kaki dan biasanya tumbuh di tegakan yang padat. Cocok untuk kayu konstruksi berat, seperti rel kereta api, jembatan, kayu lapis, bubur kayu, veneer, balok, dan tiang.
Manfaat Pohon Pinus
Pinus bersifat agresif serta invasif sehingga penanaman pada pohon ini cukup mudah karena pohonnya memang mudah tumbuh. Bagi beberapa pengrajin di industri, hal itu menjadi keuntungan tersendiri karena hampir seluruh bagian di pohonnya bisa digunakan seperti misalnya bagian kayu, daun, kulit, getah dan sebagainya. Berikut ini beberapa manfaat dari pohon pinus :
1. Sebagai Bahan Baku Furnitur
Kualitas dari kayu yang dihasilkan pohon ini cukup baik dan memiliki struktur serat kayu yang halus, tak heran jika bagian kayu pinus ini sering dijadikan bahan baku furnitur yang mudah diolah dan kemudian dijadikan suatu produk meubeul.
2. Sebagai Bahan Baku Kertas dan Alat Tulis
Kayu pinus memiliki sifat yang halus dan memiliki tingkat kerapatan serta kepadatan yang rendah, sehingga kayunya lebih mudah hancur dan diproses kembali dalam pembuatan kertas dan pensil.
3. Sebagai Bahan Baku serta Pelarut Industri
Bagian betah pada pohon ini juga bisa diamanfaatkan dengan dipanen, lalu digunakan untuk pengolahan terpentin gondorukem. Proses pengolahannya melalui beberapa tahap seperti distilasi dan penyulingan, hingga akhirnya menghasilkan fraksi padat dan cair.
Manfaat dari keduanya adalah sebagai bahan pembuatan sizing suatu produk industri misalnya tinta, ban, sabun dan sebagainya. Untuk fraksi terpentin biasanya akan digunakan untuk bahan pelarut pada cat atau pada cairan disinfektan, misalnya wipol. Sering juga digunakan sebagai bahan pada aroma terapi.
4. Bahan Baku Kerajinan dan Peralatan
Beberapa jenis kerajinan tangan tertentu juga dibuat dari hasil olahan kayu pinus, seperti misalnya aksesoris, mainan anak-anak, korek api, sumpit dan sebagainya.
5. Bahan Baku Peti Kemas
Bahan peti kemas juga sering dibuat dalam industri ekspor dan impor, bahan tersebut biasanya dibuat dari kayu pinus yang menggunakan palet atau packing kayu.
Tags: kerajinan bunga