Kerajinan Cetak Saring - Kreativitas dan Keahlian dalam Seni Sulam DIY
Alat dan bahan sablon
- Meja
- Screen (kain kasa berbingkai kayu atau alumunium)
- Alat penyaput screen yang terbuat dari karet dan digunakan untuk menyablon adalah Rakel. Biasanya berbentuk panjang serta terbuat dari alumunium, kayu, atau karet.
- Busa kecil
- Kaca seukuran screen
- Tempat zat warna atau emulsi (mangkok, botol, maupun gelas ukur)
- Hair dryer (pengering cat)
- Sendok (mencampur dan mengambil cat juga cairan emulsi)
- Air (mencuci screen)
Bahan yang diperlukan untuk sablon:
- Emulsi (obat afdruk)
- Lakban
- Cat warna
- Kain atau media yang akan disablon
- Larutan pengencer (solvent)
Langkah awal yang perlu diperhatikan dalam proses penyablonan adalah karakteristik bahan yang akan disablon. Semua benda yang akan disablon memiliki sifat yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Hal ini perlu diketahui agar pada waktu penyablonan kita dapat dengan benar menggunakan screen dan tinta yang cocok dengan sifat benda tersebut.
Tabel 2. Sifat, jenis benda dan ukuran penggunaan screen dalam teknik cetak sablon
| Sifat Benda | Nama Benda | Ukuran Screen | Keterangan |
| Benda Meresap | Jenis karung dan tekstil, kain tebal, handuk, selimut | 90 T, 77 T, 61 Tsampai nomor kerapatan |
Berdasarkan tabel di atas, maka dalam mempelajari kerajinan cetak sablon ini seseorang perlu mengenali sifat benda, nama benda dan sceen yang biasa digunakan pada proses sablon. Semua benda yang akan disablon memiliki sifat yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Hal ini perlu diketahui agar pada waktu penyablonan kita dapat dengan benar menggunakan screen dan tinta yang cocok dengan sifat benda tersebut.
Yudeseputro (1983:119) berpendapat bahwa: Seorang yang akan membuat benda kerajinan sebaiknya mengenal bahan, artinya mengenali watak bahan, mengolah dan mempergunakannya berdasarkan berbagai teknik. Dalam prakteknya, sebelum menyablon adalah memasang screen pada catok. Kemudian beri tanda patokan posisi benda (anleg) berupa pengeleman kertas membentuk siku.
Patokan posisi sablon ini dibuat dengan cara menyablonkan pada kaca meja sablon kemudian diberi tanda anleg. Cara lainnya, menerawangkan gambar yang ada pada screen dengan benda yang akan disablon yang diletakan di bawahnya, kemudian digeser-geser hingga posisi yang dikehendaki.
Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Seni Anyaman adalah
![]()
Teknik Seni Cetak Saring
Berikut adalah beberapa teknik yang umum digunakan dalam seni cetak saring:
1. Teknik Stencil
Teknik ini melibatkan pembuatan stencil atau pola pada layar cetak saring. Stencil dapat dibuat dengan menggunakan bahan sensitif seperti emulsi foto atau stencil film. Area yang diinginkan untuk dicetak dibiarkan terbuka pada layar, sementara area yang tidak diinginkan ditutup. Tinta kemudian diterapkan pada layar dan ditekan melalui daerah terbuka, menciptakan gambar pada media cetak.
2. Teknik Tusukan
3. Teknik Transfer
4. Teknik Degradasi Warna
Teknik ini melibatkan penerapan tinta dengan gradien warna atau perubahan warna bertahap pada gambar. Ini dapat dicapai dengan menggunakan beberapa layar cetak yang masing-masing memiliki tinta dengan intensitas atau warna yang berbeda. Proses cetak dilakukan secara berurutan, dengan tinta yang berbeda diterapkan pada setiap langkah, menciptakan perubahan warna yang halus atau gradien pada gambar.
5. Teknik Overprinting
Teknik ini melibatkan mencetak lapisan tinta tambahan pada gambar yang sudah dicetak sebelumnya. Dalam hal ini, cetakan pertama harus benar-benar kering sebelum cetakan kedua diterapkan. Overprinting dapat menghasilkan efek layering dan menciptakan perpaduan warna dan tekstur yang menarik.
6. Teknik Pencampuran Tinta
Teknik ini melibatkan pencampuran tinta dengan warna dan intensitas yang berbeda untuk menciptakan nuansa warna yang unik. Pencampuran tinta dapat dilakukan pada palet atau langsung pada layar cetak saring, memungkinkan seniman untuk menciptakan palet warna yang khusus sesuai dengan kebutuhan karyanya.
Setiap teknik memiliki karakteristik dan efek yang berbeda dalam seni cetak saring. Pilihan teknik tergantung pada preferensi seniman dan hasil yang diinginkan dalam menciptakan karya cetak yang unik dan menarik.
![]()
Sablon: Pengertian, Alat, Bahan, Proses, dan Contohnya
KOMPAS.com - Seni rupa memiliki banyak jenis mulai dari seni lukis, seni instalasi, seni ilustrasi, seni patung, hingga seni kriya. Seni kriya sendiri memiliki banyak jenis dan teknik dalam pembuatannya, salah satunya adalah teknik cetak saring atau yang lebih kita kenal dengan sebutan sablon. Dilansir dari Widewalls, teknik cetak saring atau sablon pertama kali ditemukan di China pada era Dinasti Song sekitar tahun 960 hingga 1.279 masehi untuk pembuatan topeng khusus. Teknik ini kemudian dikembangkan di Eropa dan Prancis, sehingga menjadi populer seperti sekarang ini. Cetak saring adalah proses pembuatan karya seni dengan cara penggunaan stensil untuk membentuk gambar. Baca juga: Jenis-Jenis Seni Kriya
Stensil adalah kertas atau kain yang dilubangi membentuk suatu gambar yang diinginkan. Dilansir dari The Met, teknik sablon membuat area tertentu pada layar tahan terhadap tinta sedangkan area lainnya bisa dilewati tinta, sehingga membentuk gambar sesuai cetakan.
![]()
Contoh Kerajinan Tekstil
Sekarang, mari kita lihat beberapa contoh konkret dari kerajinan tekstil yang dapat ditemukan di berbagai penjuru dunia. Kerajinan tekstil mencakup berbagai jenis teknik dan gaya, dan berikut adalah beberapa contoh yang mencerminkan keragaman dan kreativitas dalam bidang ini:
1. Batik
Batik adalah salah satu kerajinan tekstil yang paling terkenal dari Indonesia. Teknik ini melibatkan pewarnaan kain dengan menggunakan malam (lilin) untuk menciptakan pola-pola yang rumit. Setiap daerah di Indonesia memiliki gaya batik yang unik, seperti batik Jawa, batik Bali, dan batik Sumatra. Batik digunakan untuk berbagai produk, termasuk baju, sarung, dan kain hiasan.
2. Sulam
Sulam adalah teknik membuat hiasan atau gambar dengan menggunakan benang dan jarum. Sulam dapat digunakan untuk menghias pakaian, linen, atau bahkan membuat karya seni dinding yang indah. Setiap wilayah memiliki gaya sulam yang khas, seperti sulam Portugal, sulam India, dan sulam Amerika.
3. Kain Perca
Kain perca adalah potongan-potongan kecil kain yang digabungkan untuk membuat pola atau desain. Ini adalah cara yang bagus untuk mendaur ulang kain bekas dan menciptakan karya seni unik. Kain perca sering digunakan dalam quilting dan pembuatan aksesori seperti tas tangan.
4. Jahit Tindas
Jahit tindas, atau quilting, melibatkan penyambungan potongan-potongan kain kecil menjadi satu kesatuan dengan menggunakan jahitan. Quilt sering kali memiliki desain yang artistik dan digunakan sebagai selimut atau hiasan dinding.
![]()
Tags: kerajinan cetak