Kerajinan Cetak Saring - Kreativitas dan Keahlian dalam Seni Sulam DIY
Sejarah Cetak Saring (Sablon)
Sejak itu teknik cetak sablon mulai merambah ke negara-negara. Akan tetapi cetak sablon pada masa itu berkembang tidak terlalu baik, penggunaan kain gasa atau screen sebagi acuan, cetak sebelum di kenal, penyablonan masih menggunakan teknik pengecapan atau menggunakan model cetak atau mal. Pada tahun 1907, seorang pria kebangsaan Inggris, Samuel simon, mengenalkan teknik sablon denghan menggunakan Chiffon sebagai pola (form) untuk mencetak. Chiffon merupakan bahan rajut yang terbuat dari gasa atau kain saring. Gambar yang tercetak akan mengikuti pola gambar yang ada pada kain gasa. Itu sebabnya teknik ini dikenal dengan sebutan silk screen printing yang berarti mencetak dengan menggunakan kain saring sutra.
Usai perang Dunia kedua, teknik cetak saring terus berkembang pest. Inovasi-inovasi terus dilakukan hingga memunculkan genre baru yaitu teknik cetak saring moderen. Namun, teknik dasar yang di gunakan cetak saring tetap sederhana, mudah, dan murah untuk di praktekan. Karenanya, selama bertahun-tahun, pandangan orang pada teknik saring ini tetap sama, yakni usaha sambilan tetapi menghasilkan.
Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Seni Dekoratif adalah
Istilah teknik cetak saring di Indonesia kurang di kenal. Istilah yang lebih popular digunakan adalah cetak sablon. Konon, kata sablon berasal dari bahasa belanda, yakni Schablon. Kata tersebut berkulturasi dan menjadi bahasa sarapan hingga bermetamorposis menjadi kata sablon.
Cetak tinggi
Cetak tinggi menjadi prinsip awal teknik cetak di China, dengan acuan cetak papan kayu hingga mesin cetak Guttenberg. Dalam cetak tinggi, zat pewarna ditempatkan pada permukaan tertinggi dari acuan cetak (bidang pencetak). Bidang tersebut dapat berupa balok kayu, karet, logam, atau yang lain. Baca juga: Wirausaha Produk Grafika
Sebelumnya, bidang pencetak sudah diberi gambar atau tulisan yang sering disebut dengan desain. Acuan cetak yang sudah diberi desain kemudian dicukil atau dibentuk sehingga menghasilkan bagian yang tinggi dan rendah. Warna yang sudah dipilih dioleskan pada permukaan bahan yang sudah diukir (bagian yang tinggi). Kemudian dicetak ke permukaan bahan datar dengan cara ditekan baik menggunakan tangan atau mesin cetak. Gambar yang dihasilkan akan berupa gambar kebalikan dari gambar yang ada di bidang pencetak atau acuan cetak. Contoh teknik cetak tertinggi adalah cap atau stempel dan cukil kayu.
Sablon: Pengertian, Alat, Bahan, Proses, dan Contohnya
KOMPAS.com - Seni rupa memiliki banyak jenis mulai dari seni lukis, seni instalasi, seni ilustrasi, seni patung, hingga seni kriya. Seni kriya sendiri memiliki banyak jenis dan teknik dalam pembuatannya, salah satunya adalah teknik cetak saring atau yang lebih kita kenal dengan sebutan sablon. Dilansir dari Widewalls, teknik cetak saring atau sablon pertama kali ditemukan di China pada era Dinasti Song sekitar tahun 960 hingga 1.279 masehi untuk pembuatan topeng khusus. Teknik ini kemudian dikembangkan di Eropa dan Prancis, sehingga menjadi populer seperti sekarang ini. Cetak saring adalah proses pembuatan karya seni dengan cara penggunaan stensil untuk membentuk gambar. Baca juga: Jenis-Jenis Seni Kriya
Stensil adalah kertas atau kain yang dilubangi membentuk suatu gambar yang diinginkan. Dilansir dari The Met, teknik sablon membuat area tertentu pada layar tahan terhadap tinta sedangkan area lainnya bisa dilewati tinta, sehingga membentuk gambar sesuai cetakan.
Contoh Seni Cetak Saring
Berikut adalah beberapa contoh seni cetak saring yang terkenal dan sering digunakan dalam praktik seni dan desain:
1. Karya Andy Warhol
Andy Warhol, seniman pop art terkenal, menggunakan teknik cetak saring untuk menciptakan karya-karya ikoniknya. Misalnya, seri “Campbell’s Soup Cans” merupakan contoh karya cetak saring yang terkenal dari Warhol.
2. Karya Shepard Fairey
Shepard Fairey, seniman dan desainer grafis, menggunakan teknik cetak saring dalam karyanya yang terkenal seperti “Hope” yang menggambarkan wajah Barack Obama. Karyanya sering memadukan desain grafis dengan pesan politik dan sosial.
3. Karya Barbara Kruger
Barbara Kruger, seniman feminis dan kontemporer, menggunakan teknik cetak saring untuk menciptakan karya-karya yang berfokus pada pesan teks yang kuat. Karyanya sering memadukan gambar dan kata-kata dalam komposisi yang kuat.
Banksy, seniman jalanan anonim, menggunakan teknik cetak saring dalam stencil-stencilnya yang ikonik. Karyanya sering menyampaikan pesan politik dan sosial dengan gaya yang unik dan mencolok.
5. Karya Roy Lichtenstein
Roy Lichtenstein, seniman pop art, menggunakan teknik cetak saring untuk menciptakan karya-karya dengan gaya komik dan garis tebal. Karyanya sering memadukan elemen pop culture dengan estetika komik.
Tags: kerajinan cetak