Kerajinan Cetak Saring - Kreativitas dan Keahlian dalam Seni Sulam DIY
Langkah awal yang perlu diperhatikan dalam proses penyablonan adalah karakteristik bahan yang akan disablon. Semua benda yang akan disablon memiliki sifat yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Hal ini perlu diketahui agar pada waktu penyablonan kita dapat dengan benar menggunakan screen dan tinta yang cocok dengan sifat benda tersebut.
Tabel 2. Sifat, jenis benda dan ukuran penggunaan screen dalam teknik cetak sablon
| Sifat Benda | Nama Benda | Ukuran Screen | Keterangan |
| Benda Meresap | Jenis karung dan tekstil, kain tebal, handuk, selimut | 90 T, 77 T, 61 Tsampai nomor kerapatan |
Berdasarkan tabel di atas, maka dalam mempelajari kerajinan cetak sablon ini seseorang perlu mengenali sifat benda, nama benda dan sceen yang biasa digunakan pada proses sablon. Semua benda yang akan disablon memiliki sifat yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Hal ini perlu diketahui agar pada waktu penyablonan kita dapat dengan benar menggunakan screen dan tinta yang cocok dengan sifat benda tersebut.
Yudeseputro (1983:119) berpendapat bahwa: Seorang yang akan membuat benda kerajinan sebaiknya mengenal bahan, artinya mengenali watak bahan, mengolah dan mempergunakannya berdasarkan berbagai teknik. Dalam prakteknya, sebelum menyablon adalah memasang screen pada catok. Kemudian beri tanda patokan posisi benda (anleg) berupa pengeleman kertas membentuk siku.
Patokan posisi sablon ini dibuat dengan cara menyablonkan pada kaca meja sablon kemudian diberi tanda anleg. Cara lainnya, menerawangkan gambar yang ada pada screen dengan benda yang akan disablon yang diletakan di bawahnya, kemudian digeser-geser hingga posisi yang dikehendaki.
Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Seni Anyaman adalah
![]()
Sejarah Cetak Saring (Sablon)
Sejak itu teknik cetak sablon mulai merambah ke negara-negara. Akan tetapi cetak sablon pada masa itu berkembang tidak terlalu baik, penggunaan kain gasa atau screen sebagi acuan, cetak sebelum di kenal, penyablonan masih menggunakan teknik pengecapan atau menggunakan model cetak atau mal. Pada tahun 1907, seorang pria kebangsaan Inggris, Samuel simon, mengenalkan teknik sablon denghan menggunakan Chiffon sebagai pola (form) untuk mencetak. Chiffon merupakan bahan rajut yang terbuat dari gasa atau kain saring. Gambar yang tercetak akan mengikuti pola gambar yang ada pada kain gasa. Itu sebabnya teknik ini dikenal dengan sebutan silk screen printing yang berarti mencetak dengan menggunakan kain saring sutra.
Usai perang Dunia kedua, teknik cetak saring terus berkembang pest. Inovasi-inovasi terus dilakukan hingga memunculkan genre baru yaitu teknik cetak saring moderen. Namun, teknik dasar yang di gunakan cetak saring tetap sederhana, mudah, dan murah untuk di praktekan. Karenanya, selama bertahun-tahun, pandangan orang pada teknik saring ini tetap sama, yakni usaha sambilan tetapi menghasilkan.
Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Seni Dekoratif adalah
Istilah teknik cetak saring di Indonesia kurang di kenal. Istilah yang lebih popular digunakan adalah cetak sablon. Konon, kata sablon berasal dari bahasa belanda, yakni Schablon. Kata tersebut berkulturasi dan menjadi bahasa sarapan hingga bermetamorposis menjadi kata sablon.
![]()
Contoh Seni Cetak Saring
Berikut adalah beberapa contoh seni cetak saring yang terkenal dan sering digunakan dalam praktik seni dan desain:
1. Karya Andy Warhol
Andy Warhol, seniman pop art terkenal, menggunakan teknik cetak saring untuk menciptakan karya-karya ikoniknya. Misalnya, seri “Campbell’s Soup Cans” merupakan contoh karya cetak saring yang terkenal dari Warhol.
2. Karya Shepard Fairey
Shepard Fairey, seniman dan desainer grafis, menggunakan teknik cetak saring dalam karyanya yang terkenal seperti “Hope” yang menggambarkan wajah Barack Obama. Karyanya sering memadukan desain grafis dengan pesan politik dan sosial.
3. Karya Barbara Kruger
Barbara Kruger, seniman feminis dan kontemporer, menggunakan teknik cetak saring untuk menciptakan karya-karya yang berfokus pada pesan teks yang kuat. Karyanya sering memadukan gambar dan kata-kata dalam komposisi yang kuat.
Banksy, seniman jalanan anonim, menggunakan teknik cetak saring dalam stencil-stencilnya yang ikonik. Karyanya sering menyampaikan pesan politik dan sosial dengan gaya yang unik dan mencolok.
5. Karya Roy Lichtenstein
Roy Lichtenstein, seniman pop art, menggunakan teknik cetak saring untuk menciptakan karya-karya dengan gaya komik dan garis tebal. Karyanya sering memadukan elemen pop culture dengan estetika komik.
![]()
Tags: kerajinan cetak