Kerajinan Cetak Saring - Kreativitas dan Keahlian dalam Seni Sulam DIY
Kerajinan Tekstil: Jenis, Teknik, dan Contohnya [Lengkap]
Kerajinan tekstil adalah bentuk seni yang memanfaatkan bahan-bahan tekstil seperti kain, benang, dan serat untuk menciptakan karya-karya yang memukau. Seni ini memungkinkan seseorang untuk mengekspresikan kreativitas, keahlian, dan budaya melalui serat-serat yang terjalin indah.
Baca Lainnya
Kerajinan Tangan Khas Mojokerto Cocok untuk Souvenir dan Oleh-oleh
Potensi Bisnis Ternak Kenari di Indonesia
Kerajinan tekstil juga mencerminkan perkembangan teknologi dan desain dari masa ke masa. Dari teknik tenun yang sederhana hingga seni batik yang rumit, kerajinan ini selalu berkembang seiring berjalannya waktu.
Apakah Anda pernah terpesona oleh indahnya kain yang diolah menjadi karya seni yang unik? Apakah Anda ingin lebih memahami mengapa kerajinan tekstil menjadi bagian yang penting dalam budaya kita? Mari kita bahas bersama-sama.
Fungsi Kerajinan Tekstil
Sekarang, mari kita bahas mengenai fungsi dari kerajinan tekstil. Kerajinan tekstil memiliki berbagai peran penting dalam kehidupan sehari-hari, budaya, dan industri. Fungsinya jauh lebih dari sekadar produk kain atau benang, mereka membawa makna yang dalam dalam berbagai aspek kehidupan. Di bawah ini, kita akan menjelaskan berbagai fungsi kerajinan tekstil:
1. Pemenuhan Kebutuhan Sandang atau Fashion
Salah satu fungsi utama dari kerajinan tekstil adalah pemenuhan kebutuhan sandang. Ini mencakup pembuatan berbagai jenis pakaian seperti baju, celana, rok, jaket, dan sepatu. Kerajinan tekstil dalam fashion bukan hanya sekadar untuk menutup tubuh tetapi juga sebagai wujud ekspresi gaya pribadi.
2. Pelengkap Interior
Kerajinan tekstil digunakan untuk melengkapi interior rumah atau ruangan. Mereka termasuk dalam pembuatan sarung kursi, taplak meja, hiasan dinding, dan kain untuk tirai. Produk-produk ini memberikan nuansa dan gaya pada ruangan.
3. Pelengkap Rumah Tangga
Kerajinan tekstil juga digunakan dalam berbagai keperluan rumah tangga seperti pembuatan keset, sarung bantal, taplak, sprei, dan lain-lain. Mereka tidak hanya memberikan fungsi praktis tetapi juga menciptakan estetika di dalam rumah.
4. Sebagai Wadah Benda
Kerajinan tekstil juga dapat berfungsi sebagai wadah untuk berbagai barang. Ini termasuk pembuatan dompet, tas, sarung tangan, dan sarung hp. Fungsi ini tidak hanya memudahkan penggunaan sehari-hari tetapi juga menambah keindahan.
5. Sebagai Alat Ritual atau Tradisi Tertentu
Dalam banyak budaya, kerajinan tekstil digunakan dalam upacara ritual atau tradisi tertentu. Mereka sering kali memiliki makna simbolis dan dipakai dalam konteks acara khusus. Contohnya termasuk kain ikat celup untuk penutup jenazah, kain tapis dalam pernikahan Lampung, dan kain songket dalam pernikahan dan khitanan.
Langkah awal yang perlu diperhatikan dalam proses penyablonan adalah karakteristik bahan yang akan disablon. Semua benda yang akan disablon memiliki sifat yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Hal ini perlu diketahui agar pada waktu penyablonan kita dapat dengan benar menggunakan screen dan tinta yang cocok dengan sifat benda tersebut.
Tabel 2. Sifat, jenis benda dan ukuran penggunaan screen dalam teknik cetak sablon
| Sifat Benda | Nama Benda | Ukuran Screen | Keterangan |
| Benda Meresap | Jenis karung dan tekstil, kain tebal, handuk, selimut | 90 T, 77 T, 61 Tsampai nomor kerapatan |
Berdasarkan tabel di atas, maka dalam mempelajari kerajinan cetak sablon ini seseorang perlu mengenali sifat benda, nama benda dan sceen yang biasa digunakan pada proses sablon. Semua benda yang akan disablon memiliki sifat yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Hal ini perlu diketahui agar pada waktu penyablonan kita dapat dengan benar menggunakan screen dan tinta yang cocok dengan sifat benda tersebut.
Yudeseputro (1983:119) berpendapat bahwa: Seorang yang akan membuat benda kerajinan sebaiknya mengenal bahan, artinya mengenali watak bahan, mengolah dan mempergunakannya berdasarkan berbagai teknik. Dalam prakteknya, sebelum menyablon adalah memasang screen pada catok. Kemudian beri tanda patokan posisi benda (anleg) berupa pengeleman kertas membentuk siku.
Patokan posisi sablon ini dibuat dengan cara menyablonkan pada kaca meja sablon kemudian diberi tanda anleg. Cara lainnya, menerawangkan gambar yang ada pada screen dengan benda yang akan disablon yang diletakan di bawahnya, kemudian digeser-geser hingga posisi yang dikehendaki.
Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Seni Anyaman adalah
![]()
Pengertian Seni Cetak Saring Menurut Ahli
Berikut adalah pengertian seni cetak saring menurut beberapa ahli:
1. Michael Knigin
Menurut Michael Knigin dalam bukunya “The Complete Printmaker,” seni cetak saring adalah teknik cetak yang melibatkan penggunaan layar yang berlubang untuk mentransfer tinta ke media cetak. Ia menjelaskan bahwa seni cetak saring adalah teknik yang fleksibel dan dapat menghasilkan karya dengan warna yang jelas dan tajam.
2. Jonathan Stephenson
Menurut Jonathan Stephenson dalam bukunya “The Complete Screenprint and Lithograph: The Art and Technique of the Screenprint and Lithograph,” seni cetak saring adalah teknik cetak yang melibatkan penggunaan layar dengan daerah terbuka dan tertutup untuk mencetak gambar ke media cetak. Ia mencatat bahwa seni cetak saring adalah teknik yang serbaguna dan dapat digunakan untuk mencetak pada berbagai media, termasuk kertas, kain, plastik, dan kayu.
3. John F. Ross
Menurut John F. Ross dalam bukunya “The Complete Guide to Screenprinting,” seni cetak saring adalah teknik cetak yang menggunakan layar berlubang untuk menerapkan tinta pada media cetak. Ia menjelaskan bahwa layar cetak saring dibuat dengan metode fotosensitif atau menggunakan stencil film, dan tinta ditekan melalui layar menggunakan rakel untuk menciptakan gambar yang dicetak dengan presisi.
Pengertian seni cetak saring menurut ahli-ahli tersebut secara umum mengacu pada teknik cetak yang melibatkan penggunaan layar berlubang untuk mentransfer tinta ke media cetak. Seni cetak saring dikenal sebagai teknik yang fleksibel dan serbaguna, dan digunakan dalam berbagai aplikasi seni, desain grafis, dan produksi komersial.
![]()
Sejarah Cetak Saring (Sablon)
Sejak itu teknik cetak sablon mulai merambah ke negara-negara. Akan tetapi cetak sablon pada masa itu berkembang tidak terlalu baik, penggunaan kain gasa atau screen sebagi acuan, cetak sebelum di kenal, penyablonan masih menggunakan teknik pengecapan atau menggunakan model cetak atau mal. Pada tahun 1907, seorang pria kebangsaan Inggris, Samuel simon, mengenalkan teknik sablon denghan menggunakan Chiffon sebagai pola (form) untuk mencetak. Chiffon merupakan bahan rajut yang terbuat dari gasa atau kain saring. Gambar yang tercetak akan mengikuti pola gambar yang ada pada kain gasa. Itu sebabnya teknik ini dikenal dengan sebutan silk screen printing yang berarti mencetak dengan menggunakan kain saring sutra.
Usai perang Dunia kedua, teknik cetak saring terus berkembang pest. Inovasi-inovasi terus dilakukan hingga memunculkan genre baru yaitu teknik cetak saring moderen. Namun, teknik dasar yang di gunakan cetak saring tetap sederhana, mudah, dan murah untuk di praktekan. Karenanya, selama bertahun-tahun, pandangan orang pada teknik saring ini tetap sama, yakni usaha sambilan tetapi menghasilkan.
Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Seni Dekoratif adalah
Istilah teknik cetak saring di Indonesia kurang di kenal. Istilah yang lebih popular digunakan adalah cetak sablon. Konon, kata sablon berasal dari bahasa belanda, yakni Schablon. Kata tersebut berkulturasi dan menjadi bahasa sarapan hingga bermetamorposis menjadi kata sablon.
![]()
Tags: kerajinan cetak