"Seni Kreatif dari Bahan Non-Organik"
Pengertian Limbah Non Organik
Limbah non organik adalah limbah yang berasal dari mineral dan pengelolaan sistem industri, hal ini tentusaja kebalikan dari limbah organik yang biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan. Jika kita tidak menyadarinya, ada berbagai macam perbedaan antara limbah anorganik dan organik. Sebagian besar perbedaan ini berasal dari fakta bahwa kedua limbah tersebut berasal dari sumber yang berbeda.
Meskipun banyak orang yang berkebun ‘membuat kompos’ sebagian dari dapur dan limbah kebun mereka, sebagian besar limbah rumah tangga masuk ke tempat pembuangan sampah dan seringkali menjadi limbah paling berbahaya.
Komponen sampah organik dari TPA diuraikan oleh mikro-organisme untuk membentuk ‘lindi’ cair yang mengandung bakteri, bahan busuk dan mungkin kontaminan kimia dari TPA. Cairan tersebut dapat menimbulkan bahaya yang serius jika mencapai anak sungai atau memasuki permukaan air.
Pengertian Limbah Anorganik Menurut Para Ahli
Adapun definisi limbah anorganik menurut para ahli, antara lain:
- Peace Corp, Limbah anorganik adalah semua limbah dari non-biologis (asal industri atau proses non-alami), misalnya botol soda plastik, gelas, cangkir yogurt, sendok, plastik, kaleng aluminium, kantong plastik.
- Sacramento States, Limbah anorganik adalah jenis bahan kimia yang berasal dari mineral, sedangkan limbah organik adalah bahan kimia yang biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan.
Ciri dan Karakterisitik
Sampah anorganik lebih mudah diolah dibandingkan sampah organik. Pengolahan sampah ini sangat penting, sebab jika dilakukan secara tepat akan mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan.
Pixabay
Ciri-ciri sampah anorganik, antara lain:
1. Sulit Terurai
Ciri utama dari sampah non alami adalah sulit terurai. Limbah anorganik bukan tidak dapat terurai sama sekali, melainkan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk membusuk dan terurai secara alami. Bahkan beberapa jenis sampah memerlukan waktu puluhan tahun agar terurai menjadi unsur yang lebih kecil, misalnya sampah plastik di laut.
Karakteristik tersebut menjadikan sampah anorganik sering menjadi sumber masalah lingkungan. Akibat sulit terurai, sampah yang terbuang di alam akan menumpuk dan mengganggu makhluk hidup lain.
2. Terbuat dari Bahan Pabrikasi
Ciri berikutnya adalah diproduksi dari bahan-bahan pabrikasi atau sintesis. Contohnya ialah styrofoam yang termasuk sampah non alami. Styrofoam terbuat dari campuran bahan-bahan sintesis, seperti polistirena dan gas CFC (freon) yang dapat merusak lapisan ozon.
3. Bisa di Daur Ulang
Meski sulit terurai, keunggulan sampah anorganik mudah diolah kembali. Baik diolah untuk kebutuhan lain, atau diolah kembali menjadi barang baru yang lebih bermanfaat. Misalnya, botol plastik bisa dimanfaatkan menjadi kerajinan, pot tanaman, dan lainnya.
Selain itu, botol plastik yang terkumpu juga bisa diolah menjadi botol plastik baru dengan bentuk dan kemasan yang baru.
Tags: kerajinan dari bahan organik