Kerajinan Tangan Unik dan Menarik dari Banten
Nasi Sumsum
Kuliner lainnya yang bisa kamu jadikan oleh-oleh saat pulang dari Kota Serang adalah ‘Nasi Sumsum’. Kota Serang memiliki satu nasi bakar yang cukup berbeda dengan nasi bakar Khas Sunda dan Jawa. Nasi Bakar khas Serang adalah nasi bakar yang diisi dengan sumsum yang lembut sebagai pengganti ikan teri atau daging ayam.
Sumsum inilah yang membuat nasi bakar menjadi terasa lebih nikmat, saat dimakan pun sumsumnya sangat lembut. Kamu bisa membeli kuliner ini di kaki lima di sekitar Kota Serang, dengan harga sekitar Rp16.000an saja. Saat dirumah kamu bisa membakarnya di Teflon atau dimasukkan kedalam microwave agar nasi kembali hangat.
G. Makanan dan Minuman Tradisional Banten
Makanan khas Banten salah satunya adalah Rabeg. Rabek adalah makanan khas Banten yang bentuknya mirip dengan gulai kambing atau rawon. Makanan ini terbuat dari daging dan jeroan kambing. Makanan kaum bangsawan dan sultan ini hanya terdapat di Kabupaten Serang.
Ada juga makanan khas Banten lainnya, seperti nasi sumsum dari Kabupaten Serang yang terbuat dari nasi putih dan sumsum tulang kerbau. Makanan khas lainnya yang dapat ditemui di Provinsi Banten yaitu mahbub, jejorong, sup sirip hiu, satai bandeng, sup bebek, satai bebek khas Cibeber, sapo terung lemang malimping, laksa tangerang, ketan bintul, ketan cuer, dendeng kerbau, emping melinjo, kue pasung, buah kranji, emping jengkol, dan kulit tangkil.
Demikian ulasan tentang "Mengenal Kebudayaan Daerah Banten" yang dapat kami sampaikan. Artikel ini dikutib dari buku "Selayang Pandang Banten : Giyarto". Baca juga artikel kebudayan Indonesia menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.
C. Pakaian Adat Tradisional Daerah Banten
Masyarakat Banten mengenal tiga jenis pakaian adat yang digunakan untuk upacara pengantin. Pakaian adat tersebut, antara lain pakaian pengantin Banten Kebesaran, Banten Lestari, dan Banten Gaya Tangerang. Setiap jenis pakaian adat ini memiliki ciri khas dan tujuan pemakaian tersendiri.
Pada pakaian adat Banten Kebesaran, kedua mempelai mengenakan kain berbahan beludru dengan warna hijau atau hitam. Terdapat berbagai macam hiasan pada pakaian dengan menggunakan benang emas. Penutup kepala mempelai pria disebut makutaraja. Mempelai wanita juga mengenakan penutup kepala yang disebut makuta. Mempelai pria memakai selop serta tombak pendek sebagai pelengkap pakaiannya. Sebagai pelengkap pakaian, mempelai wanita mengenakan kalung , giwang, gelang, dan selop.
Tags: kerajinan dari