Kerajinan Tangan Unik dan Menarik dari Banten
Sate Bandeng
Salah satu oleh-oleh khas Serang yang paling banyak dicari adalah Sate Bandengnya. Kuliner khas Serang ini termasuk dalam jajaran kuliner legendari yang ada di Provinsi Banten. Sate Bandeng ini memiliki tekstur yang empuk dengan rasa yang manis dan tanpa adanya tulang. Kuliner satu ini bisa jadi oleh-oleh yang cocok untuk kamu berikan pada orang tua di rumah.
Menurut cerita para orang tua, sate bandung ini dulunya bukanlah makanan yang biasa loh. Sate bandeng ini dulu hanya disajikan pada para raja saja pada masanya. Jika kamu ingin membelinya kamu bisa datang ke beberapa toko sate bandeng terkenal di Serang. Seperti Sate Bandeng Hj. Maryam yang sudah berdiri sejak 1970-an atau Sate Bandeng Ibu Aliyah yang dirintis sejak tahun 1989.
Dzikir Saman
Pada awalnya, kesenian Dzikir Saman tumbuh dan berkembang dibawa oleh para ulama ketika sedang menyebarkan agama Islam di Banten. Dalam perkembangannya, kesenian ini sudah banyak mengalami perubahan.
Salah satunya, muncul tarian dari penonton yang mengikuti irama vokal (beluk) musik kesenian ini. Perubahan pada tarian merupakan desakan dari penonton yang menghendaki tarian Saman lebih variatif. Sehingga sekarang gerakan dalam kesenian Dzikir Saman tidak hanya pada kaki melainkan ditambah dengan gerakan tangan.
Penamaan kesenian ini diambil dari kata “saman” yang berarti delapan.
Waditra atau alat bantu yang digunakan pada kesenian ini adalah berupa benda menyerupai kipas yang terbuat dari kulit kerbau berukuran 40X40 cm dengan tangkai pegangan dari rotan sepanjang 70 cm. Alat ini disebut “hihid”. Cara memainkan “hihid” dengan memukulkan secara berpasangan satu dengan yang lain, sehingga menghasilkan sebuah irama.
D. Kesenian Tradisional Daerah Banten
Salah satu kesenian tradisional asli Banten adalah Debus. Kesenia debus adalah kombinasi dari seni tari, seni suara, dan seni kabatinan yang bernuansa magis. Pertunjukan debus dilakukan dengan beberapa tahapan. Pertama-tama debus diawali dengan pembukaan (gembung), yaitu pembacaan salawat nabi dan dzikir kepada Allah swt. Selanjutnya beluk, yaitu lantunan zikir dengan suara keras, nyaring dan saling bersahutan diiringi tetabuhan. Bersamaan dengan itu dipertunjukkan atraksi-atraksi kekebalan tubuh seperti menyayat bagian tubuh, memakan kaca, tidur diatas papan berpaku, atau memasak dengan tungku diatas kepala yang diperagakan para pemainnya. Atraksi ini diakhiri dengan gemrung, yaitu permainan alat musik tetabuhan.
Debus hanyalah salah satu seni pertunjukan di Banten. Masih banyak jenis pertunjukan yang lain, seperti jipeng, rudat, pencak silat, pantun buhun, rampak gendang, reog, wayang golek, dan wayang garing.
Banten memiliki beragam tarian tradisional yang biasanya dipentaskan dalam berbagai upacara adat, penyambutan tamu, atau pentas budaya. Salah satu kesenian tari tradisional Banten yang cukup terkenal adalah tari Cokek yang berasal dari Tangerang. Tarian ini dibawakan oleh sepuluh penari wanita dan diiringi alat musik gambang kromong yang dimainkan oleh tujuh pemusik pria. Dahulu tarian yang berkesan erotis ini digunakan untuk hiburan orang-orang Belanda pada masa penjajahan. Pada masa sekarang tarian ini hanya dipertunjukkan pada acara-acara tertentu. Tari cokek merupakan kolaborasi budaya Sunda dan Cina dengan iringan musik Betawi.
Selain itu, ada juga tari Cukin yang merupakan pengembangan dari tari Cokek jyang dipandang tabu. Tari Cukin menggambarkan kegembiraan muda-mudi yang sedang bersendau gurau pada malam hari. Tarian ini dibawakan oleh lima penari wanita dan satu penari pria dengan diiringi sepuluh pemain musik. Selain kedua jenis tarian tersebut masih ada lagi tarian Banten yang lainnya, diantaranya seperti tari Saman, tari Katuran, tari Topeng, tari Dala'il Wajun, dan tari Ketuk Tilu.
A. Bahasa Daerah Banten
Bahasa Sunda adalah bahasa yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Banten, terutama wilayah Banten Selatan yang mayoritas didominasi oleh masyarakat dari suku Sunda. Namun, ada perbedaan dialek dari bahasa Sunda aslinya di Priangan. Bahasa banten memiliki dialek bahasa Sunda yang terdengar kasar. Hal ini sesuai dengan karakter orang Banten yang tegas dan keras selaras kondisi alamnya di sekitar pesisir pantai.
Suku Jawa yang beanyak bermukim di Banten Utara menggunakan bahasa Jawa dialek Banten dalam pergaulan sehari-harinya. Begitupula mayarakat yang berasal dari Lampung menggunakan bahasa Lampung dialek Sunda-Banten sebagai bahasa sehari-harinya. Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional lebih banyak digunakan oleh masyarakat perkotaan, terutama masyarakat Banten Timur (Kota Tangerang).
Tags: kerajinan dari