Seni Sulaman Lontar - Keindahan dan Kreativitas dalam Kerajinan Tangan
Pemerian [ sunting | sunting sumber ]
Pohon palma yang kokoh kuat, berbatang tunggal dengan tinggi 15-30 m dan diameter batang sekitar 60 cm. Sendiri atau kebanyakan berkelompok, berdekat-dekatan.
Daun-daun besar, terkumpul di ujung batang membentuk tajuk yang membulat. Helaian daun serupa kipas bundar, berdiameter hingga 1,5 m, bercangap sampai berbagi menjari, dengan taju anak daun selebar 5–7 cm, sisi bawahnya keputihan oleh karena lapisan lilin. Tangkai daun mencapai panjang 1 m, dengan pelepah yang lebar dan hitam di bagian atasnya, sisi tangkai dengan deretan duri yang berujung dua.
Karangan bunga dalam tongkol, 20–30 cm dengan tangkai sekitar 50 cm. [2] Buah-buah bergerombol dalam tandan, hingga sekitar 20 butir, bulat peluru berdiameter 7–20 cm, hitam kecoklatan kulitnya dan kuning daging buahnya bila tua. Berbiji tiga butir dengan tempurung yang tebal dan keras.
Kerajinan Tangan Daun Lontar yang Inspiratif dan Layak Dikoleksi
Lontar adalah tumbuhan pepohonan yang hampir mirip dengan pohon kelapa, namun batang pohon lontar tampak lebih gelap. Seperti pohon pada umumnya, pohon lontar juga mempunyai akar, batang, daun, bunga serta buah.
Setiap bagian dari pohon lontar memiliki kegunaan bagi manusia, namun bagian dari pohon lontar yang selalu digunakan untuk menciptakan kerajinan tangan unik dan keren adalah daunnya.
Daun lontar dapat diolah menjadi kerajinan tangan yang sangat berguna bagi manusia. Kerajinan tangan dari daun lontar sudah ada dari zaman dahulu yang kemudian dilestarikan turun-temurun hingga generasi sekarang.
Ayo lihat 4 kerajinan berbahan dasar daun lontar dari tangan pengrajin bisa menjadi inspirasi kalian!
3. Bakul mini
Lain padang lain belalang, peribahasa ini cocok untuk mendefinisikan bahan dasar dari bakul. Ada daerah yang membuat bakul dengan bahan dasar bambu, ada yang menggunakan daun pandan, ada yang menggunakan batang aur, dan ada pula yang menggunakan daun lontar.
Di Kabupaten Alor, pengrajin menggunakan bambu dan daun lontar sebagai bahan dasar membuat bakul. Bagi pengrajin yang tinggal di pesisir, mereka menggunakan daun lontar untuk membuat bakul. Bakul berbahan dasar daun lontar ini dapat bertahan lama dan ringan sehingga dapat dibawa ke mana-mana.
Bakul ini dilengkapi dengan 2 wadah kecil yang bisa digunakan untuk menyimpan makanan.
Daerah pegunungan, bakul berfungsi untuk menyimpan bahan-bahan makanan saat hendak ke kebun serta mengisi gula, beras dan sebagainya jika pergi ke pesta. Namun bagi kalian yang tinggal di perkotaan, bakul ini cocok dijadikan pengganti rantang makanan saat liburan ke pantai atau ke taman.
Manfaat Pohon Siwalan
Membahas manfaat pohon lontar atau siwalan tentu enggak ada habisnya. Sebagai tumbuhan sejuta guna, pohon yang satu ini bermanfaat untuk berbagai macam kebutuhan.
Bahkan, seluruh bagian dari flora ini sangat berguna bagi kehidupan manusia. Misal, siwalan merupakan penghasil nira yang masyarakat konsumsi sebagai minuman (atau legen).
Nira dari buah pohon lontar sendiri dapat melalui proses menjadi gula. Total gula dalam 100 cc nira setara 10,93 gram, dengan kandungan protein, nitrogen, mineral, kalsium, fosfor dan zat besi di dalamnya.
Selain itu, terdapat segudang kegunaan lain dari pohon siwalan, di antaranya:
- Fermentasi air nira lontar dapat menjadikannya arak atau cuka tradisional,
- Tepung dari empelur batang pohonnya dapat menjadi bahan baku kue,
- Buah siwalan muda kaya akan vitamin C dan B1, sehingga sangat baik jika masyarakat konsumsi,
- Bagian daunnya biasa warga sulap untuk membuat alat musik Sasando,
- Daun tersebut juga berguna sebagai bahan atap serta kerajinan anyaman,
- Gagang daun bisa warga manfaatkan untuk pegangan panci, pagar halaman dan kayu bakar,
- Bagian batang pohon yang keras sebagai bahan material bangunan atau jembatan, lalu
- Bagian dalam batang atau bagian tengahnya sebagai papan.
Buah siwalan muda kaya akan vitamin C dan B1, sehingga sangat baik dikonsumsi. Foto: Shutterstock.
Manfaat Pohon Siwalan dalam Dunia Medis
Ditambah lagi, dalam dunia medis tanaman yang satu ini juga memiliki khasiat sebagai obat untuk berbagai macam penyakit, mulai dari penyakit dalam hingga penyakit luar, seperti:
- Buah pohon lontar berguna sebagai obat kulit,
- Ekstrak akarnya ampuh melancarkan air seni dan sebagai obat cacing,
- Rebusan akar muda pohon lontar bermanfaat mengobati pernapasan,
- Bunga atau abu mayang bisa digunakan untuk pengobatan penyakit lever,
- Arang kulit batang digunakan untuk menyembuhkan sakit gigi, serta
- Garam yang dicampur rebusan kulit batang lontar berkhasiat sebagai obat pembersih mulut.
Nira [ sunting | sunting sumber ]
Penelitian ini merupakan eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor I adalah suhu penyimpanan (4 °C dan 25 °C). Faktor II adalah Lama penyimpanan (1 hari, 2 hari, 3 hari dan 4 hari) dari kedua faktor tersebut di kombinasikan dengan penambahan Ekstrak Biji Kelengkeng. Kontrol dibuat tanpa perlakuan baik suhu maupun lama penyimpanan dengan penambahan ekstrak biji kelengkeng.
Daunnya digunakan sebagai bahan kerajinan dan media penulisan naskah lontar. Barang-barang kerajinan yang dibuat dari daun lontar antara lain adalah kipas, tikar, topi, aneka keranjang, tenunan untuk pakaian dan sasando, alat musik tradisional di Timor.
Sejenis serat yang baik juga dapat dihasilkan dengan mengolah tangkai dan pelepah daun. Serat ini pada masa silam cukup banyak digunakan di Sulawesi Selatan untuk menganyam tali atau membuat songkok, semacam tutup kepala setempat. [1]
Kayu dari batang lontar bagian luar bermutu baik, berat, keras dan berwarna kehitaman. Kayu ini kerap digunakan orang sebagai bahan bangunan atau untuk membuat perkakas dan barang kerajinan.
Dari karangan bunganya (terutama tongkol bunga betina) disadap orang nira lontar. Nira ini dapat dimasak menjadi gula atau difermentasi menjadi legen atau tuak, semacam minuman beralkohol buatan rakyat.
Buahnya juga dikonsumsi, terutama yang muda. Biji yang masih muda itu masih lunak, demikian pula batoknya, bening lunak dan berair (sebenarnya adalah endosperma cair) di tengahnya. Rasanya mirip kolang-kaling. Biji yang lunak ini kerap diperdagangkan di tepi jalan sebagai “buah siwalan” (nungu, bahasa Tamil). Adapula biji siwalan ini dipotong kotak-kotak kecil untuk bahan campuran minuman es dawet siwalan yang biasa didapati dijual didaerah pesisir Jawa Timur, Paciran, Lamongan. Rasa minuman es dawet siwalan ini terasa lezat karena gulanya berasal dari sari nira asli.
Tags: kerajinan dari daun