Seni Sulaman Lontar - Keindahan dan Kreativitas dalam Kerajinan Tangan
Kerajinan Tangan Daun Lontar yang Inspiratif dan Layak Dikoleksi
Lontar adalah tumbuhan pepohonan yang hampir mirip dengan pohon kelapa, namun batang pohon lontar tampak lebih gelap. Seperti pohon pada umumnya, pohon lontar juga mempunyai akar, batang, daun, bunga serta buah.
Setiap bagian dari pohon lontar memiliki kegunaan bagi manusia, namun bagian dari pohon lontar yang selalu digunakan untuk menciptakan kerajinan tangan unik dan keren adalah daunnya.
Daun lontar dapat diolah menjadi kerajinan tangan yang sangat berguna bagi manusia. Kerajinan tangan dari daun lontar sudah ada dari zaman dahulu yang kemudian dilestarikan turun-temurun hingga generasi sekarang.
Ayo lihat 4 kerajinan berbahan dasar daun lontar dari tangan pengrajin bisa menjadi inspirasi kalian!

Pohon Siwalan: Alas Tulis Jadul, Bahan Baku Arak, sampai Obat Sakit Gigi
Pohon Siwalan atau Pohon Lontar kaya manfaat dan dapat berguna dalam berbagai kebutuhan. Bahkan, di kawasan Pulau Sabu dan Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), peran tumbuhan ini terbilang sangat penting. Saking pentingnya, masyarakat setempat menyebutnya sebagai Pohon Al-Hayat atau Pohon Kehidupan.
Dari sejarahnya, kehadiran lontar juga bermanfaat bagi peradaban manusia. Bagaimana tidak, zaman dahulu kala daun lontar yang lebar kerap menjadi media untuk menulis dan menggambar.
Di Indonesia sendiri, beberapa literatur zaman kolonial Belanda menyebutkan bahwa para penghulu Suku Sasak hingga akhir abad ke-19 masih menggunakan daun pohon siwalan untuk menulis surat, lho.

Mengenal Pohon Lontar, Memberikan Berkah dan Manfaat bagi Sekitar
Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya, lontar merupakan salah satu bukti bagaimana pohon tersebut memberikan banyak manfaat. Lontar sendiri termasuk produk unggulan daerah yang kemudian menjadi produk unggulan nasional.
Tumbuhan jenis palma ini, hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan. Bagian yang dimaksud mulai dari akar sampai buah untuk bahan pangan, bagunan, hingga perabot rumah tangga.
Nah, artikel kali ini akan membahas tentang pohon lontar, mulai dari taksonomi, persebaran, dan manfaat-manfaat nya. Yuk simak ulasannya!
- Pohon Lontar Itu Apa?
- Ciri-Ciri Pohon Lontar
- Persebaran
- Kandungan Buah Lontar
- Manfaat Bagian-Bagian Pohon Lontar
- FAQ
- Apa manfaat dari pohon lontar?
- Pohon lontar ada dimana?
Habitat dan Ciri Pohon Lontar
Meski populer di kawasan Nusa Tenggara, pohon siwalan ternyata bukan flora endemik Indonesia. Tanaman ini tumbuh di India dan Srilanka, lalu menyebar ke Arab Saudi hingga Asia Tenggara.
Secara umum, pohon lontar atau Borassus Flabellifer Linn dapat tumbuh di daerah tropis, kering, tandus dan berbatu, dengan ketinggian wilayah mencapai 500 meter dari permukaan laut.
Itu sebabnya, tanaman yang satu ini bisa dengan mudah kita jumpai di seluruh pesisir Sumatera, Aceh sampai Lampung, Pulau Jawa, Sulawesi, Maluku, Bali, Nusa Tenggara hingga Papua.
Secara morfologi, pohon siwalan termasuk tumbuhan berbatang tunggal dan kasar. Tingginya bisa mencapai 15-30 m, dengan ukuran tangkai daun 60-120 cm, serta memiliki suri yang kasar.
Lontar adalah tanaman berumah dua, sebab bisa menghasilkan bunga jantan dan bunga betina. Bunga tersebut majemuk, tersusun dalam tongkol bunga betina, serta dalam susunan bulir bunga jantan.
Panjang tongkol bunga mencapai 50 cm, sedangkan susunan bunga bulir panjangnya antara 25-30 cm.
Menariknya lagi, flora yang satu ini terbilang tumbuhan multifungsi, seluruh bagian tanaman bisa bermanfaat untuk berbagai macam kebutuhan. Mau tahu apa saja? Simak ulasannya di bawah.
Siwalan
Halaman ini berisi artikel tentang sejenis tanaman palma. Untuk daun siwalan sebagai bahan naskah, lihat Lontar. Untuk kegunaan lain, lihat Lontar (disambiguasi).
Siwalan juga dikenal dengan nama pohon lontar (diambil dari bahasa jawa yang berarti daun pohon siwalan) atau tal, adalah sejenis palma yang tumbuh di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Di banyak daerah, pohon ini juga dikenal dengan nama-nama yang mirip seperti lonta (Min.), ental (Sd., Jw., Bal.), taʼal (Md.), talaʼ (Mks.), taʼ (Bug.), dun tal (Sas.), jun tal (Sumbawa), lontara (Toraja), lontoir (Ambon), koli (maluku Tenggara). Juga manggita, manggitu (Sumba) dan tua (Timor). [1]
Tags: kerajinan dari daun