Seni Sulaman Lontar - Keindahan dan Kreativitas dalam Kerajinan Tangan
Mengenal Pohon Lontar, Memberikan Berkah dan Manfaat bagi Sekitar
Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya, lontar merupakan salah satu bukti bagaimana pohon tersebut memberikan banyak manfaat. Lontar sendiri termasuk produk unggulan daerah yang kemudian menjadi produk unggulan nasional.
Tumbuhan jenis palma ini, hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan. Bagian yang dimaksud mulai dari akar sampai buah untuk bahan pangan, bagunan, hingga perabot rumah tangga.
Nah, artikel kali ini akan membahas tentang pohon lontar, mulai dari taksonomi, persebaran, dan manfaat-manfaat nya. Yuk simak ulasannya!
- Pohon Lontar Itu Apa?
- Ciri-Ciri Pohon Lontar
- Persebaran
- Kandungan Buah Lontar
- Manfaat Bagian-Bagian Pohon Lontar
- FAQ
- Apa manfaat dari pohon lontar?
- Pohon lontar ada dimana?
FAQ
Apa manfaat dari pohon lontar?
Setiap bagian dari pohon lontar dapat dimanfaatkan. Air nira/lontar selain diminum dapat diolah menjadi gula merah hingga arak. Daunnya dapat dijadikan kerajinan tangan dan sebagai media tulis pada zaman dahulu. Batangnya dapat dijadikan pondasi bangunan untuk rumah-rumah tradisional.
Pohon lontar ada dimana?
Pohon lontar cenderung tumbuh pada daerah-daerah yang kering/memiliki curah hujan yang rendah. Ia sering dijumpai di daerah di Jawa Tengah(Brebes, Pekalongan, dan Semarang), Jawa Timur (Tuban, Gresik, dan Lamongan), Madura, Bali (Karangasem dan Buleleng), Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi selatan.
Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan berikut ini adalah:
Sulibra. K. 2015. KONSERVASI (PERAWATAN NASKAH LONTAR). Fakultas Ilmu Budaya Univ. Udayana. Workshop Nasional UPT Perpustakaan, Auditorium Widya Sabha Mandala.
Waluyohadi, Blasius Fabianus Nico (2020) Proses Pewarnaan Alami dengan Penerapan Teknik Mordanting pada Daun Lontar. bachelor thesis, Podomoro University.
rsud.sawahluntokota.go.id. 11 Manfaat Buah Lontar Ini Tak Disangka!. Diakses pada 14 Maret 2023, di https://rsud.sawahluntokota.go.id/11-manfaat-buah-lontar-ini-tak-disangka/
Fattach An’im, dkk. 2022. “Inovasi Daun Lontar untuk Meningkatkan Produktivitas Masyarakat Desa Lawanganagung” dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (JPkMN) Vol. 3 No. 1. Universitas Islam Lamongan. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v3i1.299.
Tambunan Parlindungan. 2010. “Potensi Kebijakan Pengembangan Lontar untuk Menambah Pendapatan Penduduk” dalam Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan Vol.7 No.1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman. https://doi.org/10.20886/jakk.2010.7.1.27-45.
Pohon Siwalan: Alas Tulis Jadul, Bahan Baku Arak, sampai Obat Sakit Gigi
Pohon Siwalan atau Pohon Lontar kaya manfaat dan dapat berguna dalam berbagai kebutuhan. Bahkan, di kawasan Pulau Sabu dan Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), peran tumbuhan ini terbilang sangat penting. Saking pentingnya, masyarakat setempat menyebutnya sebagai Pohon Al-Hayat atau Pohon Kehidupan.
Dari sejarahnya, kehadiran lontar juga bermanfaat bagi peradaban manusia. Bagaimana tidak, zaman dahulu kala daun lontar yang lebar kerap menjadi media untuk menulis dan menggambar.
Di Indonesia sendiri, beberapa literatur zaman kolonial Belanda menyebutkan bahwa para penghulu Suku Sasak hingga akhir abad ke-19 masih menggunakan daun pohon siwalan untuk menulis surat, lho.
Pemerian [ sunting | sunting sumber ]
Pohon palma yang kokoh kuat, berbatang tunggal dengan tinggi 15-30 m dan diameter batang sekitar 60 cm. Sendiri atau kebanyakan berkelompok, berdekat-dekatan.
Daun-daun besar, terkumpul di ujung batang membentuk tajuk yang membulat. Helaian daun serupa kipas bundar, berdiameter hingga 1,5 m, bercangap sampai berbagi menjari, dengan taju anak daun selebar 5–7 cm, sisi bawahnya keputihan oleh karena lapisan lilin. Tangkai daun mencapai panjang 1 m, dengan pelepah yang lebar dan hitam di bagian atasnya, sisi tangkai dengan deretan duri yang berujung dua.
Karangan bunga dalam tongkol, 20–30 cm dengan tangkai sekitar 50 cm. [2] Buah-buah bergerombol dalam tandan, hingga sekitar 20 butir, bulat peluru berdiameter 7–20 cm, hitam kecoklatan kulitnya dan kuning daging buahnya bila tua. Berbiji tiga butir dengan tempurung yang tebal dan keras.
Nira [ sunting | sunting sumber ]
Penelitian ini merupakan eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor I adalah suhu penyimpanan (4 °C dan 25 °C). Faktor II adalah Lama penyimpanan (1 hari, 2 hari, 3 hari dan 4 hari) dari kedua faktor tersebut di kombinasikan dengan penambahan Ekstrak Biji Kelengkeng. Kontrol dibuat tanpa perlakuan baik suhu maupun lama penyimpanan dengan penambahan ekstrak biji kelengkeng.
Daunnya digunakan sebagai bahan kerajinan dan media penulisan naskah lontar. Barang-barang kerajinan yang dibuat dari daun lontar antara lain adalah kipas, tikar, topi, aneka keranjang, tenunan untuk pakaian dan sasando, alat musik tradisional di Timor.
Sejenis serat yang baik juga dapat dihasilkan dengan mengolah tangkai dan pelepah daun. Serat ini pada masa silam cukup banyak digunakan di Sulawesi Selatan untuk menganyam tali atau membuat songkok, semacam tutup kepala setempat. [1]
Kayu dari batang lontar bagian luar bermutu baik, berat, keras dan berwarna kehitaman. Kayu ini kerap digunakan orang sebagai bahan bangunan atau untuk membuat perkakas dan barang kerajinan.
Dari karangan bunganya (terutama tongkol bunga betina) disadap orang nira lontar. Nira ini dapat dimasak menjadi gula atau difermentasi menjadi legen atau tuak, semacam minuman beralkohol buatan rakyat.
Buahnya juga dikonsumsi, terutama yang muda. Biji yang masih muda itu masih lunak, demikian pula batoknya, bening lunak dan berair (sebenarnya adalah endosperma cair) di tengahnya. Rasanya mirip kolang-kaling. Biji yang lunak ini kerap diperdagangkan di tepi jalan sebagai “buah siwalan” (nungu, bahasa Tamil). Adapula biji siwalan ini dipotong kotak-kotak kecil untuk bahan campuran minuman es dawet siwalan yang biasa didapati dijual didaerah pesisir Jawa Timur, Paciran, Lamongan. Rasa minuman es dawet siwalan ini terasa lezat karena gulanya berasal dari sari nira asli.
Tags: kerajinan dari daun