... 7 Ide Kerajinan Menarik dari Daun Lontar untuk Hobi Rajut DIY Anda

Seni Sulaman Lontar - Keindahan dan Kreativitas dalam Kerajinan Tangan

3. Bakul mini

Lain padang lain belalang, peribahasa ini cocok untuk mendefinisikan bahan dasar dari bakul. Ada daerah yang membuat bakul dengan bahan dasar bambu, ada yang menggunakan daun pandan, ada yang menggunakan batang aur, dan ada pula yang menggunakan daun lontar.

Di Kabupaten Alor, pengrajin menggunakan bambu dan daun lontar sebagai bahan dasar membuat bakul. Bagi pengrajin yang tinggal di pesisir, mereka menggunakan daun lontar untuk membuat bakul. Bakul berbahan dasar daun lontar ini dapat bertahan lama dan ringan sehingga dapat dibawa ke mana-mana.

Bakul ini dilengkapi dengan 2 wadah kecil yang bisa digunakan untuk menyimpan makanan.

Daerah pegunungan, bakul berfungsi untuk menyimpan bahan-bahan makanan saat hendak ke kebun serta mengisi gula, beras dan sebagainya jika pergi ke pesta. Namun bagi kalian yang tinggal di perkotaan, bakul ini cocok dijadikan pengganti rantang makanan saat liburan ke pantai atau ke taman.

Habitat dan Ciri Pohon Lontar

Meski populer di kawasan Nusa Tenggara, pohon siwalan ternyata bukan flora endemik Indonesia. Tanaman ini tumbuh di India dan Srilanka, lalu menyebar ke Arab Saudi hingga Asia Tenggara.

Secara umum, pohon lontar atau Borassus Flabellifer Linn dapat tumbuh di daerah tropis, kering, tandus dan berbatu, dengan ketinggian wilayah mencapai 500 meter dari permukaan laut.

Itu sebabnya, tanaman yang satu ini bisa dengan mudah kita jumpai di seluruh pesisir Sumatera, Aceh sampai Lampung, Pulau Jawa, Sulawesi, Maluku, Bali, Nusa Tenggara hingga Papua.

Secara morfologi, pohon siwalan termasuk tumbuhan berbatang tunggal dan kasar. Tingginya bisa mencapai 15-30 m, dengan ukuran tangkai daun 60-120 cm, serta memiliki suri yang kasar.

Lontar adalah tanaman berumah dua, sebab bisa menghasilkan bunga jantan dan bunga betina. Bunga tersebut majemuk, tersusun dalam tongkol bunga betina, serta dalam susunan bulir bunga jantan.

Panjang tongkol bunga mencapai 50 cm, sedangkan susunan bunga bulir panjangnya antara 25-30 cm.

Menariknya lagi, flora yang satu ini terbilang tumbuhan multifungsi, seluruh bagian tanaman bisa bermanfaat untuk berbagai macam kebutuhan. Mau tahu apa saja? Simak ulasannya di bawah.

Mengenal Pohon Lontar, Memberikan Berkah dan Manfaat bagi Sekitar

Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya, lontar merupakan salah satu bukti bagaimana pohon tersebut memberikan banyak manfaat. Lontar sendiri termasuk produk unggulan daerah yang kemudian menjadi produk unggulan nasional.

Tumbuhan jenis palma ini, hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan. Bagian yang dimaksud mulai dari akar sampai buah untuk bahan pangan, bagunan, hingga perabot rumah tangga.

Nah, artikel kali ini akan membahas tentang pohon lontar, mulai dari taksonomi, persebaran, dan manfaat-manfaat nya. Yuk simak ulasannya!

  • Pohon Lontar Itu Apa?
  • Ciri-Ciri Pohon Lontar
  • Persebaran
  • Kandungan Buah Lontar
  • Manfaat Bagian-Bagian Pohon Lontar
  • FAQ
    • Apa manfaat dari pohon lontar?
    • Pohon lontar ada dimana?

    FAQ

    Apa manfaat dari pohon lontar?

    Setiap bagian dari pohon lontar dapat dimanfaatkan. Air nira/lontar selain diminum dapat diolah menjadi gula merah hingga arak. Daunnya dapat dijadikan kerajinan tangan dan sebagai media tulis pada zaman dahulu. Batangnya dapat dijadikan pondasi bangunan untuk rumah-rumah tradisional.

    Pohon lontar ada dimana?

    Pohon lontar cenderung tumbuh pada daerah-daerah yang kering/memiliki curah hujan yang rendah. Ia sering dijumpai di daerah di Jawa Tengah(Brebes, Pekalongan, dan Semarang), Jawa Timur (Tuban, Gresik, dan Lamongan), Madura, Bali (Karangasem dan Buleleng), Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi selatan.

    Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan berikut ini adalah:

    Sulibra. K. 2015. KONSERVASI (PERAWATAN NASKAH LONTAR). Fakultas Ilmu Budaya Univ. Udayana. Workshop Nasional UPT Perpustakaan, Auditorium Widya Sabha Mandala.

    Waluyohadi, Blasius Fabianus Nico (2020) Proses Pewarnaan Alami dengan Penerapan Teknik Mordanting pada Daun Lontar. bachelor thesis, Podomoro University.

    rsud.sawahluntokota.go.id. 11 Manfaat Buah Lontar Ini Tak Disangka!. Diakses pada 14 Maret 2023, di https://rsud.sawahluntokota.go.id/11-manfaat-buah-lontar-ini-tak-disangka/

    Fattach An’im, dkk. 2022. “Inovasi Daun Lontar untuk Meningkatkan Produktivitas Masyarakat Desa Lawanganagung” dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (JPkMN) Vol. 3 No. 1. Universitas Islam Lamongan. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v3i1.299.

    Tambunan Parlindungan. 2010. “Potensi Kebijakan Pengembangan Lontar untuk Menambah Pendapatan Penduduk” dalam Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan Vol.7 No.1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman. https://doi.org/10.20886/jakk.2010.7.1.27-45.

    Nira [ sunting | sunting sumber ]

    Penelitian ini merupakan eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor I adalah suhu penyimpanan (4 °C dan 25 °C). Faktor II adalah Lama penyimpanan (1 hari, 2 hari, 3 hari dan 4 hari) dari kedua faktor tersebut di kombinasikan dengan penambahan Ekstrak Biji Kelengkeng. Kontrol dibuat tanpa perlakuan baik suhu maupun lama penyimpanan dengan penambahan ekstrak biji kelengkeng.

    Daunnya digunakan sebagai bahan kerajinan dan media penulisan naskah lontar. Barang-barang kerajinan yang dibuat dari daun lontar antara lain adalah kipas, tikar, topi, aneka keranjang, tenunan untuk pakaian dan sasando, alat musik tradisional di Timor.

    Sejenis serat yang baik juga dapat dihasilkan dengan mengolah tangkai dan pelepah daun. Serat ini pada masa silam cukup banyak digunakan di Sulawesi Selatan untuk menganyam tali atau membuat songkok, semacam tutup kepala setempat. [1]

    Kayu dari batang lontar bagian luar bermutu baik, berat, keras dan berwarna kehitaman. Kayu ini kerap digunakan orang sebagai bahan bangunan atau untuk membuat perkakas dan barang kerajinan.

    Dari karangan bunganya (terutama tongkol bunga betina) disadap orang nira lontar. Nira ini dapat dimasak menjadi gula atau difermentasi menjadi legen atau tuak, semacam minuman beralkohol buatan rakyat.

    Buahnya juga dikonsumsi, terutama yang muda. Biji yang masih muda itu masih lunak, demikian pula batoknya, bening lunak dan berair (sebenarnya adalah endosperma cair) di tengahnya. Rasanya mirip kolang-kaling. Biji yang lunak ini kerap diperdagangkan di tepi jalan sebagai “buah siwalan” (nungu, bahasa Tamil). Adapula biji siwalan ini dipotong kotak-kotak kecil untuk bahan campuran minuman es dawet siwalan yang biasa didapati dijual didaerah pesisir Jawa Timur, Paciran, Lamongan. Rasa minuman es dawet siwalan ini terasa lezat karena gulanya berasal dari sari nira asli.


    Tags: kerajinan dari daun

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia