... 7 Ide Kerajinan Menarik dari Daun Lontar untuk Hobi Rajut DIY Anda

Seni Sulaman Lontar - Keindahan dan Kreativitas dalam Kerajinan Tangan

Pemerian [ sunting | sunting sumber ]

Pohon palma yang kokoh kuat, berbatang tunggal dengan tinggi 15-30 m dan diameter batang sekitar 60 cm. Sendiri atau kebanyakan berkelompok, berdekat-dekatan.

Daun-daun besar, terkumpul di ujung batang membentuk tajuk yang membulat. Helaian daun serupa kipas bundar, berdiameter hingga 1,5 m, bercangap sampai berbagi menjari, dengan taju anak daun selebar 5–7 cm, sisi bawahnya keputihan oleh karena lapisan lilin. Tangkai daun mencapai panjang 1 m, dengan pelepah yang lebar dan hitam di bagian atasnya, sisi tangkai dengan deretan duri yang berujung dua.

Karangan bunga dalam tongkol, 20–30 cm dengan tangkai sekitar 50 cm. [2] Buah-buah bergerombol dalam tandan, hingga sekitar 20 butir, bulat peluru berdiameter 7–20 cm, hitam kecoklatan kulitnya dan kuning daging buahnya bila tua. Berbiji tiga butir dengan tempurung yang tebal dan keras.

Habitat dan Ciri Pohon Lontar

Meski populer di kawasan Nusa Tenggara, pohon siwalan ternyata bukan flora endemik Indonesia. Tanaman ini tumbuh di India dan Srilanka, lalu menyebar ke Arab Saudi hingga Asia Tenggara.

Secara umum, pohon lontar atau Borassus Flabellifer Linn dapat tumbuh di daerah tropis, kering, tandus dan berbatu, dengan ketinggian wilayah mencapai 500 meter dari permukaan laut.

Itu sebabnya, tanaman yang satu ini bisa dengan mudah kita jumpai di seluruh pesisir Sumatera, Aceh sampai Lampung, Pulau Jawa, Sulawesi, Maluku, Bali, Nusa Tenggara hingga Papua.

Secara morfologi, pohon siwalan termasuk tumbuhan berbatang tunggal dan kasar. Tingginya bisa mencapai 15-30 m, dengan ukuran tangkai daun 60-120 cm, serta memiliki suri yang kasar.

Lontar adalah tanaman berumah dua, sebab bisa menghasilkan bunga jantan dan bunga betina. Bunga tersebut majemuk, tersusun dalam tongkol bunga betina, serta dalam susunan bulir bunga jantan.

Panjang tongkol bunga mencapai 50 cm, sedangkan susunan bunga bulir panjangnya antara 25-30 cm.

Menariknya lagi, flora yang satu ini terbilang tumbuhan multifungsi, seluruh bagian tanaman bisa bermanfaat untuk berbagai macam kebutuhan. Mau tahu apa saja? Simak ulasannya di bawah.

Pohon Siwalan: Alas Tulis Jadul, Bahan Baku Arak, sampai Obat Sakit Gigi

Pohon Siwalan atau Pohon Lontar kaya manfaat dan dapat berguna dalam berbagai kebutuhan. Bahkan, di kawasan Pulau Sabu dan Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), peran tumbuhan ini terbilang sangat penting. Saking pentingnya, masyarakat setempat menyebutnya sebagai Pohon Al-Hayat atau Pohon Kehidupan.

Dari sejarahnya, kehadiran lontar juga bermanfaat bagi peradaban manusia. Bagaimana tidak, zaman dahulu kala daun lontar yang lebar kerap menjadi media untuk menulis dan menggambar.

Di Indonesia sendiri, beberapa literatur zaman kolonial Belanda menyebutkan bahwa para penghulu Suku Sasak hingga akhir abad ke-19 masih menggunakan daun pohon siwalan untuk menulis surat, lho.

Manfaat Bagian-Bagian Pohon Lontar

Setiap bagian dari pohon lontar memiliki kegunaan tersendiri dalam menunjang kehidupan manusia. Pun di setiap daerah, masyarakatnya memiliki cara tersendiri dalam memanfaatkannya

Seperti pada masyarakat Gresik dan Tuban, profesi penyadap pohon lontar cukup banyak ditemui di sana. Mereka akan mengambill air lontar/nira. Air lontar cukup populer di Jawa Timur, masyarakat di sana menyebutnya dengan air legen.

Rasa yang dihasilkan air nira cukup manis dan sedikit asam. Selain untuk diminum, air nira juga dapat diolah menjadi gula merah hingga arak. Sebagian masyarakat Karangasem, Bali mengolah air nira untuk dijadikan minuman tradisional Arak bali. Arak bali merupakan minuman beralkohol yang dibuat dengan cara memfermentasi air lontar.

Air nira juga dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Boti dan Rote Ndao, NTT untuk bertahan hidup dari musim kemarau panjang. Musim panas yang cukup panjang membuat mereka kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Salah satu cara yang dilakukan agar tetap terhidrasi dan berenergi adalah dengan meminum air lontar.

Air lontar memiliki kandungan gula yang cukup tinggi dan beberapa nutrisi lainnya seperti protein, kalsium, fosfor, dan zat besi.

Pohon lontar juga berperan dalam perkembangan literasi di Indonesia. Banyak naskah-naskah kuno yang menggunakan daun lontar sebagai media tulis sebelum adanya kertas.

Selain itu, daun dari pohon ini juga dapat dijadikan kerajinan tangan seperti anyaman tikar, tudung, tas dan lain-lain. Produk-produk kerajinan tangan yang dihasilkan dari daun lontar banyak dijumpai di daerah NTT.

Maka tak heran jika pohon lontar dijuluki oleh banyak masyarakat sebagai pohon al-hayat atau pohon kehidupan. Sebab, ada berbagai manfaat yang bisa didapatkan oleh masyarakat dari banyaknya bagian yang ada.


Tags: kerajinan dari daun

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia