Kerajinan Cantik dari Hebel - Ide Kreatif DIY untuk Karya Sulaman dan Rajutan
Apa Itu Hebel?
Sebelum membahas jenis hebel dan ukurannya lebih lanjut, ada baiknya pahami terlebih dahulu pengertian hebel. Secara garis besar, hebel atau bata ringan merupakan bata yang terbuat dari campuran adonan pasir silika, gypsum, batu kapur, semen, air serta aluminium bubuk.
- 6 Fungsi Plamir Tembok (Pengertian, Cara Penerapan & Harga)
- 15 Kelebihan dan Kekurangan Besi Beton Polos & Ulir
- √ Apa Itu Batako : Fungsi, Jenis, Ukuran, Harga,…
- √ Batako Hitam : Kegunaan, Ukuran, Harga, Kelebihan…
- 20 Kelebihan dan Kekurangan Atap Polycarbonate :…
- 10 Kelebihan dan Kekurangan Atap Fiber : Jenis,…
Adonan tersebut nantinya akan diawetkan dengan cara dipanaskan pada tekanan atau suhu tinggi menggunakan alat autoclave. Dengan begitu, material bahan bangunan tersebut mampu memberikan kedapan suara serta tahan terhadap api ataupun jamur .
Harga Hebel
Secara umum, batu bata ringan ini punya banyak jenis. Setiap jenisnya punya harga yang berbeda-beda.
Apalagi ada banyak sekali brand atau merek yang menjual batu bata ini. Mala harganya pun semakin bervariasi.
Anda bisa menyiapkan budget sekitar 600 hingga 800 ribu rupiah untuk membeli batu bata ringan ini. Ini adalah kisaran harga umum yang dibanderol di pasaran.
Menggunakan batu bata ringan bisa jadi keputusan yang lebih baik untuk bangunan yang baik pula.
Meskipun hadir dengan bobot ringan, namun batu bata ini tetap menonjolkan keunggulannya dalam hal kuat dan tahan lama.
Demikian pembahasan Hebel dari Japdesain, jika ada pertanyaan tentang hebel dan bahan bangunan lainnya silahkan tuliskan pada kolom komentar dibawah.
Yudha Jordan Follow Lulusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya yang suka menulis tentang dunia arsitek, desain, bangun rumah dsb. Saat ini memiliki perusahaan konstruksi PT. Jordan Artha Perkasa dan Jasa Desain Arsitek Japdesain yang berlokasi di Jogja.
Jenis Hebel
Sebagaimana diketahui, hebel dapat dimanfaatkan sebagai material dinding sebuah bangunan, entah itu interior maupun eksterior. Selain itu, proses pemasangannya tergolong cepat dan mudah juga menjadikan bata hebel populer di kalangan masyarakat Indonesia.
Hingga sampai saat ini, setidaknya bata ringan terbagi menjadi 2 jenis, yaitu jenis AAC dan jenis CLC. Daripada penasaran apa saja perbedaan dari kedua jenis hebel tersebut, langsung saja simak baik-baik pembahasannya di bawah ini.
Hebel AAC
Bata hebel jenis AAC ialah beton seluler dengan gelembung udara yang terbuat dari reaksi kimia. Jenis AAC ini biasanya terbuat dari bahan dasar pasir kwarsa, semen, sedikit gypsum, kaour, air serta aluminium pasta sebagai bahan pengisi udara atau bahan pengembang secara kimiawi.
Salah satu hal menarik dari jenis bata ringan AAC yaitu proses pembuatannya menggunakan peralatan sederhana di sebuah industri rumahan. Karakteristik bata hebel AAC yaitu memiliki warna putih dengan bobot cenderung lebih ringan
Hebel CLC
Jenis hebel sselanjutnya yaitu ada CLC. Bata ringan CLC adalah beton konvensional yang menukar material krikil dengan gelembung udara. Proses pembuatannya menggunakan busa organik kurang stabil sebagai media pembungkus udara sehingga tidak ada reaksi kimia pada saat pencampurannya.
Umumnya bata jenis CLC memiliki warna abu-abu dan bobotnya lebih berat dibandingkan jenis AAC. Hal tersebut dikarenakan jenis CLC dibuat menggunakan bahan dasar pasir sungai atau pasir tambang.
Selain itu, bata ringan jenis CLC ini dibuat melalui proses pencetakan menggunakan peralatan canggih dan modern. Oleh karena itu, jenis CLC dinilai memiliki ukuran seragam serta kualitas lebih baik jika dibandingkan jenis AAC.
Cara Pasang Hebel
Di antara tahapannya adalah sebagai berikut:
- Bersihkan dan siapkan tempat yang akan dijadikan pemasangan batu bata ringan. Membersihkannya bisa dilakukan dengan cara menyapunya. Kemudian sirami atau basahi area pemasangan tersebut, sehingga nantinya penyerapan perekat bata bisa lebih optimal.
- Rendam batu bata ringan tersebut dengan air satu ember penuh. Hal ini dilakukan agar batu bata nantinya tidak menyerap air secara berlebihan dari perekat yang ada. Pengerasan pemasangan batu bata pun nantinya bisa lebih optimal terjadi.
- Buatlah adonan perekat. Adonannya ini dibuat dengan semen instan yang dicampur dengan air secukupnya. Pastikan adonannya sudah bersifat homogen. Bagi Anda yang masih awam, biasanya tersedia petunjuk pembuatan pada bungkus semen perekat.
- Mulailah menyusun batu bata ringan ini dan berikan perekat di sela-sela batu bata yang tersusun ini. Perekat yang diberikan, sebaiknya diukur dengan ketebalan yang sama rata, sehingga hasil susunan batu bata juga bisa jadi lebih rapi dan kuat.
- Keringkan susunan batu bata yang sudah direkatkan. Untuk memperoleh hasil yang kering, sebaiknya tunggu hingga sehari semalam sebelum memplester agar bangunan dinding bisa lebih halus dan tinggal dibaluri warna cat.
Apa Itu Hebel?
Lantas tahukah Anda apa yang dimaksud dengan bahan dengan istilah tersebut?
Dalam definisi umumnya, hebel merupakan jenis batu bata ringan yang dipanaskan dengan autoclave agar awet digunakan.
Deri proses pembuatannya, batu bata ringan ini bisa tahan terhadap panas saat dipasang pada bangunan.
Ia juga akan menghasilkan bata yang kedap suara. Massanya yang ringan, cenderung membuatnya mudah dipasang pada kerangka bangunan.
Tahukah Anda hebel terbuat dari apa ? Batu bata ringan ini ternyata dibuat dengan bahan semen, batu kapur, pasir silika, aluminium bubuk, gypsum, serta air.
Semua bahan ini akan dicampur menjadi adonan, lantas akan dipadatkan dan dipanaskan agar awet.
Ukuran hebel umumnya ada beraneka ragam, bergantung pada kebutuhan sebuah bangunan.
Batu bata ringan ini memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya populer di kalangan masyarakat.
Penggunaannya sudah sangat familiar untuk sebuah bangunan.
Tags: kerajinan dari