Kreasi Cantik - Kerajinan DIY yang Menggunakan Kartu Domino dalam Seni Sulam
Contoh Kerajinan Tangan Dari Sedotan
Kerajinan tangan dari sedotan sangat populer tiap tahunnya. Ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kesadaran akan pentingnya praktik daur ulang dan upaya untuk mengurangi limbah plastik. Karya seni ini sangat menarik karena memungkinkan ekspresi kreatif yang luas dengan berbagai macam desain dan pola yang dapat dibuat. Nah, bagi kamu yang sedang mencari contoh kerajinan tangan dari sedotan yang mudah ditiru dan menggunakan bahan yang sederhana, perhatikan ulasan dibawah ini.
Bunga adalah salah satu contoh kerajinan tangan dari sedotan yang paling populer karena sangat mudah ditiru dan cocok bagi pemula. Dengan sedotan disusun sedemikian rupa sehingga menyerupai kelopak bunga yang nyata akan membuat kaeya sedotan menjadi lebih menarik.
Untuk menciptakan kombinasi yang warna yang menarik, sebaiknya pilihlah warna yang sesuai agar kesannya lebih ceria dan memikat. Dari vas bunga yang ditambahkan sebai pot, akan memberikan sentuhan estetik dan keindahan yang unik dalam setiap ruangan.

Apa Itu Kerajinan Makrame? Mengenal Seni dan 7 Contoh Pemanfaatannya
Apa Itu Kerajinan Makrame? Mengenal Seni dan 7 Contoh Pemanfaatannya – Halo Knittopreneurs! Ada yang suka dengan produk-produk handmade ? Bagi yang menggemarinya, mungkin familiar dengan seni kerajinan tangan yang menggunakan bahan benang atau tali ini.
Produk akhir dari kerajinan makrame memiliki banyak kegunaan pada kehidupan sehari-hari, dan cara membuatnya pun bisa dipelajari. Yuk, kita ketahui serba-serbi mengenai makrame!
- Apa Itu Makrame?
- Bagaimana Asal-Usul Makrame?
- Apa Saja Fungsi Kerajinan Makrame?
- Mengenal Teknik Dasar dalam Membuat Makrame
- Memahami Berbagai Jenis Simpul Kerajinan Makrame
- 7 Contoh Produk Kerajinan Makrame untuk Sehari-Hari
- Cara Merawat Produk dari Kerajinan Makrame

Pilihlah Daun yang Tepat
Sebelum membuat kreasi kerajinan dari daun kering, langkah awal adalah dengan memilih jenis daun yang tepat. Seseorang bisa memilih daun yang menarik dari segi bentuk dan warnanya contohnya daun palem kering, daun pisang, daun pandan, daun salam dan lainnya.
Merendam daun kering dilakukan untuk menghilangkan noda-noda yang menempel di daunnya. Tapi ingat, jangan rendam daun kering terlalu lama, Cukup rendam 5-10 menit saja. Jika dilakukan dengan waktu yang lama, daun akan rusak dan kreasi tak bisa diciptakan.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengeringkan daun, mulai dari mendiamkan saja hingga kering sampai menggunakan wadah tertutup berisikan silica gel. Dengan memakai silica gel, warna daun tidak akan rusak dan warna keasliannya terjaga dengan baik.

Bagaimana Asal-Usul Makrame?
Menurut Wikipedia, makrame berasal dari bahasa Arab, tepatnya dari kata “migramah” (مقرمة), yang berarti “hiasan tepi” atau “handuk berumbai.” Awalnya populer di kalangan pelaut, sebagai cara menghabiskan waktu luang selama berlayar, dan untuk membuat barang-barang seperti jaring ikan dan tali pengikat dari simpul.
Kemudian, makrame menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Eropa dan Asia. Kerajinan makrame disebut juga dengan kerajinan yang mewakili kebudayaan dan tradisi setempat. Pada abad ke-19, makrame menjadi sangat populer sebagai bagian dari dekorasi rumah, terutama selama era Victoria.
Kini, makrame semakin populer digunakan sebagai bagian dari seni tangan dan kerajinan, bahkan menjadi peluang usaha yang memiliki potensi besar. Berbagai produk yang dibuat dengan menggunakan teknik makrame pun dapat kita temukan sehari-hari..

Sejarah
Sejarah domino yang tertulis memunculkan banyak versi yang berbeda. Namun yang jelas dari semua versi itu sepakat bahwa permainan domino pertama kali lahir dan dikenal di Tiongkok.
Buku manual domino tertua yang diketahui adalah 《宣和牌譜》 (Manual of the Xuanhe Period) yang ditulis oleh Qu You (1341–1437), [1] tetapi beberapa sejarawan Tiongkok percaya bahwa manual ini bukanlah yang tertua. [2]
Domino Tiles [1] [2] Unicode Consortium code chart (PDF) | ||||||||||||||||
0 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | A | B | C | D | E | F | |
U+1F03x | 🀰 | 🀱 | 🀲 | 🀳 | 🀴 | 🀵 | 🀶 | 🀷 | 🀸 | 🀹 | 🀺 | 🀻 | 🀼 | 🀽 | 🀾 | 🀿 |
U+1F04x | 🁀 | 🁁 | 🁂 | 🁃 | 🁄 | 🁅 | 🁆 | 🁇 | 🁈 | 🁉 | 🁊 | 🁋 | 🁌 | 🁍 | 🁎 | 🁏 |
U+1F05x | 🁐 | 🁑 | 🁒 | 🁓 | 🁔 | 🁕 | 🁖 | 🁗 | 🁘 | 🁙 | 🁚 | 🁛 | 🁜 | 🁝 | 🁞 | 🁟 |
U+1F06x | 🁠 | 🁡 | 🁢 | 🁣 | 🁤 | 🁥 | 🁦 | 🁧 | 🁨 | 🁩 | 🁪 | 🁫 | 🁬 | 🁭 | 🁮 | 🁯 |
U+1F07x | 🁰 | 🁱 | 🁲 | 🁳 | 🁴 | 🁵 | 🁶 | 🁷 | 🁸 | 🁹 | 🁺 | 🁻 | 🁼 | 🁽 | 🁾 | 🁿 |
U+1F08x | 🂀 | 🂁 | 🂂 | 🂃 | 🂄 | 🂅 | 🂆 | 🂇 | 🂈 | 🂉 | 🂊 | 🂋 | 🂌 | 🂍 | 🂎 | 🂏 |
U+1F09x | 🂐 | 🂑 | 🂒 | 🂓 | ||||||||||||
Catatan 1. ^ Per Unicode versi 8.0 2. ^ Abu-abu berarti titik kode kosong |

Tags: kerajinan dari