Kerajinan Menarik dari Karung Goni - Ide DIY dan Keterampilan Jahit yang Kreatif
Sejarah Kain Goni
Sejarah mencatat bahwa di kawasan pemukiman Dusun Bendorejo kabupaten Blitar, pernah berdiri pusat industri yang memproduksi karung goni dan merupakan yang terbesar di zaman kolonial Belanda.
Bangunan pabrik ini dulunya banyak memproduksi karung dari kain goni dan tapioca, lalu diekspor ke berbagai belahan dunia.
Ternyata, karung goni dan tapioka yang dibuat pabrik ini memiliki peranan penting dalam aktivitas perdagangan internasional kala itu.
Karung yang terbuat dari kain goni ini banyak digunakan sebagai wadah yang aman untuk gula kristal, tepung, dan beras yang diangkut saat itu.
Peperangan yang sering terjadi juga menjadikan karung goni banyak dijadikan sebagai bahan pembuat benteng untuk perlindungan pasukan perang saat itu.
Sementara tapioca yang diproduksi juga banyak dimanfaatkan untuk dijadikan bahan baku pembuatan lem, permen karet, mebel, dan tekstil.
Dahulu, kain goni umumnya banyak digunakan sebagai wadah untuk menyimpan makanan kebutuhan. Kain goni sering digunakan sebagai tempat menyimpan hasil panen, gula, biji-bijian, hingga untuk menyimpan beras.
Pada zaman penjajahan jepang, sebagian besar masyarakat kita malah menggunakan kain goni sebagai bahan dasar pakaian mereka, walaupun bahan kain yang kasar tentunya membuat kurang nyaman.

Bermanfaat dan Ramah Lingkungan
Sejak zaman dulu hingga sekarang, kain goni ternyata selalu menjadi bagian penting dari setiap industri kerajinan dan perekonomian kita.
Bukan hanya untuk wadah beras dan gula kristal, kain goni yang ramah lingkungan ini malah menjadi keunikan tersendiri dalam industri kerajinan tangan dan fashion.
Kain goni juga bisa menjadi pembungkus souvenir pernikahan, souvenir gantungan yang unik dan klasik, yang selalu disukai banyak orang.
Jika ingin menjadikan kain goni sebagai kerajinan tangan yang unik, maka kita harus memberikan sentuhan kreatifitas di dalamnya. Berikan desain unik dan menarik, sehingga orang selalu tertarik untuk memilikinya.
Yang terakhir, kain goni merupakan bahan yang ramah lingkungan. Selain mendukung kampanye go green, kain yang terbuat dari 100% serat tumbuhan ini limbahnya lebih mudah didegradasi dan reusable.
You Might Also Like
8 Tas Etnik Khas Indonesia yang Cocok Untuk Hangout dan Santai, Sudah Punya?
16 April 2022
7 Tips Memilih Souvenir Pernikahan, Awas Over Budget!
23 April 2022

Harga Karung Goni Berapa, ya? Ini Referensinya!
Sektor industri yang menggunakan karung goni yaitu sektor industri kreatif yang pada umumnya membuat kerajinan tangan cantik dan unik. Kerajinan tangan yang bisa dibuat dari karung goni, antara lain tas, dompet, boneka, storage, dan lain sebagainya.
Selain cantik untuk digunakan sebagai bahan pembuat kerajinan tangan, kain goni adalah kain yang ramah lingkungan. Pasalnya, bahan dasar pembuatan karung goni dari tumbuhan rami yang tumbuh subur di daerah tropis.
Perlu kamu ketahui, jika karung goni tidak begitu memiliki banyak jenis. Mungkin bisa dibilang hanya satu jenis karung goni. Biasanya karung goni dibedakan berdasarkan motif anyamannya, yaitu anyaman liris dan catur.

Pemanfaatan Kain Goni
Semakin berkembangnya zaman, kain goni lebih banyak digunakan dalam industri kerajinan tangan, yaitu sebagai bahan dasar untuk membuat souvenir dan industri fashion seperti tas wanita, dompet, dan lain sebagainnya.
Kain goni juga cukup sering menjadi bahan bagi peralatan rumah tangga di rumah, seperti taplak meja, hiasan lampu, dan lain sebagainnya. Kain goni juga mendukung kampanye go green, khususnya dalam mengurangi sampah plastic dari cetakan Undangan pernikahan.
Kamu mungkin juga pernah melihat gantungan biji kopi yang dibungkus di dalam kain goni? Hal tersebut juga merupakan salah satu kelebihan dari penggunaan kain goni. Tekstur kainnya yang sedikit berlubang, dapat menyebarkan aroma kopi yang enak itu.
Industri kerajinan tangan menjadi salah satu yang banyak memanfaatkan kain goni saat ini. Salah satu produsen kerajinan tangan, tas etnik, dan souvenir kota Solo, menggunakan kain burlap untuk beberapa produknya.
Lintangkejoragift adalah produsen souvenir dan tas etnik Solo, serta pusat pelatihan kerajinan tangan bagi para wanita di Solo, memproduksi tas etnik dari kain goni.
Beberapa produk tas etnik dari kain goni yang pernah diproduksi seperti Menur bag, Tote hori, Serut goni, Selempang hori goni, dan lain sebagainya.
Teknik-teknik dan cara membuat tas dari kain goni juga akan diberikan dalam pelatihan kerajinan tangan di lintangkejoragift, kamu bisa mulai berbisnis tas etnik dari kain goni yang cantik ini.
Berapa Harga Karung Goni?
Pasti kamu bertanya-tanya tentang harga karung goni, kan? Harga setiap karung goni ini berbeda-beda, tergantung dari karung goni bekas atau baru, ukurannya, dan kualitasnya. Berikut ini kisaran harga satuan karung goni dan harga karung goni per meter di pasaran, baik offline maupun online.
Variasi Ukuran Karung Goni | Harga |
Karung Goni Bekas 25 kg (45 cm x 75 cm) | Rp10.500 |
Karung Goni Bekas 50 kg (60 cm x 100 cm) | Rp15.000 |
Karung Goni Baru 100 kg (75 cm x 115 cm) | Rp35.000 |
Karung Goni Baru 500 kg (120 cm x 180 cm) | Rp40.000 |
Karung Goni Lokal Grade A per meter (100 cm x 115 cm) | Rp57.500 |
Itulah perkiraan harga karung goni baru dan bekas. Di pasaran masih banyak karung ukuran lain tentunya dengan kualitas yang berbeda, serta harga yang bervariasi pula.
Setiap tahun harga karung goni mengalami kenaikan, karena demand dari masyarakat sangat tinggi. Banyak yang menggunakan karung goni untuk dijadikan kerajinan dan nantinya kerajinan tersebut dijual kembali, bahkan ada yang dijual sampai luar negeri.
Tags: kerajinan dari