"Seni Kreatif dari Kertas HVS - Inspirasi Tak Terbatas!"
Ukuran Kertas HVS Paling Umum
Nentuin ukuran kertas yang pas itu penting banget dalam segala urusan percetakan, entah buat tugas kuliah, kerjaan kantor, atau urusan pribadi. Ukuran kertas bisa bener-bener berpengaruh pada tampilan dan kemudahan orang untuk membaca kontennya.
Harus kamu inget, pilihan ukuran kertas sebaiknya nyambung sama jenis tugasnya. Misalnya, kalo pengen nampilin diagram detail yang butuh banyak ruang, mending pake ukuran A3. Tapi kalo cuma nulis-nulis teks simpel, ukuran A4 udah cukup.
Selain itu, pilihan ukuran kertas juga bisa ngaruh ke ongkos dan dampak lingkungan. Ukuran kertas yang lebih gede biasanya lebih mahal dan butuh lebih banyak sumber daya. So, penting banget tuh buat mikirin hal-hal ini pas milih ukuran kertas.
Nah, ngertiin aturan dan kebutuhan ukuran kertas sesuai konteks-nya itu bakal ngejamin hasil kerjamu tampil maksimal dan profesional. Bahkan bisa juga ngebantumu tuk lebih hemat biaya dan ramah lingkungan.
Ukuran Kertas HVS B5
Ukuran dari HVS B5 ialah 18.2 x 25.7 cm.
Biasanya, kamu bakal nemu kertas ini sebagai isian binder. Karena sifatnya yang gak glossy, pas banget buat nulis-nulis catetan. Cepet nyerap tinta pula gar tulisanmu tampil tegas dan jelas.
Tampilan HVS B5 seringkali nampak beda karena warna-warnanya yang cerah. Tentu sengaja dibuat demikian agar konten tampil lebih pop up sekaligus tetap mudah ngebacanya. Beberapa warna yang sering kami gunakan misalnya pink, biru, kuning serta hijau.
Dalam lingkup percetakan, kertas HVS ukuran B5 ini sering jadi bahan print buku-buku bacaan semacam novel. Ukurannya memang pas banget buat keperluan kayak gitu, dan kualitas kertasnya memastikan tulisan atau gambar yang tercetak keliatan jelas dan tajam.
Selain itu, berat kertasnya juga bisa bervariasi. Misalnya, kertas HVS B5 bisa ada yang beratnya 75 gram. Seperti pada bagian sebelumnya, berat kertas ini ngaruh ke ketebalan dan daya tahannya.

Sekilas Riwayat Produksi Kertas HVS
Proses produksi kertas HVS melibatkan beberapa tahap. Pertama, bahan baku, bisa berupa sekam jagung atau bahan berkepadatan selulosa lainnya. Lanjut kemudian menjalani pre-treatment dulu buat ngilangin tinta dan nambahin kandungan selulosa. Pre-treatment ini melibatkan penggunaan kalium permanganat (KMnO4) buat pisahin lignin dari selulosa, trus kemudian ada proses celup ke dalam senyawa hidrogen peroksida (H2O2) buat ilangin tinta.
Tapi, produksi kertas HVS ini punya dampak lingkungan yang signifikan. Industri pulp dan kertas itu salah satu konsumen energi terbesar, menyumbang empat persen dari total penggunaan energi dunia. Selain itu, industri ini melepaskan jumlah emisi yang besar ke udara, air, dan tanah. Daerah Kanada misalnya, industri pulp dan kertas melepaskan sekitar 174.000 ton emisi pada tahun 2015. Sementara Amerika Serikat, pada industri yang sama melepaskan sekitar 79.000 ton emisi pada tahun yang sama.
Untuk mengatasi masalah lingkungan ini, sekarang ada upaya ramah lingkungan pada industri pulp dan kertas. Para pelaku usahanya mulai berusaha mengurangi penebangan hutan, penggunaan air, emisi gas rumah kaca, konsumsi bahan bakar fosil, dan membersihkan dampaknya pada pasokan air lokal dan polusi udara.
Dengan demikian, meski kertas HVS A3 ini pilihan yang serbaguna dan populer buat berbagai kebutuhan, proses produksinya punya dampak lingkungan yang besar.
Penting banget buat menggunakan kertas dengan tanggung jawab dan pilih kertas daur ulang atau berkelanjutan kapan pun bisa. Selain itu, penggunaan kertas yang efisien, kayak ngeprint di kedua sisi atau pake alternatif digital kapan pun bisa, bisa membantu mengurangi kerusakan lingkungan.
Oke deh, sampai sini dulu info kami terkai ukuran kertas HVS.
Semoga bermanfaat ya…
Bilamana kamu punya unek-unek atau pengen nanya, silakan tulis pada kolom komentar.
Kuroko
Slow writer dengan info akurat bagai passing Kuroko Tetsuya. Meski lambat tapi tetep suka dengan tulis menulis. Kalau lagi dapat wangsit biasanya bisa lebih cepet dikit nulisnya ^^

Tags: kerajinan dari