... 7 Inspirasi Kerajinan Kreatif dari Kotak Susu UHT untuk Hobi Rajut dan DIY

Kreasi Cantik - Mengubah Kotak Susu UHT Menjadi Kerajinan Menakjubkan

Kandungan susu UHT

Jenis susu yang kerap diolah menggunakan teknik UHT adalah susu sapi. Susu yang ditemukan di pasaran, terbagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu susu rendah lemak, susu skim , dan susu whole milk atau full cream .

Berikut kandungan gizi segelas susu sapi UHT sebesar 240 ml.

  • Protein: 7,99 gram.
  • Karbohidrat: 12 gram.
  • Kalsium: 205 mg.
  • Natrium: 101 mg.
  • Asam lemak: 0,192 gram.

Tak hanya itu, susu UHT juga kaya akan berbagai jenis zat gizi lainnya, seperti:

  • vitamin B kompleks,
  • kolin,
  • magnesium,
  • fosfor, dan
  • zink.

Proses UHT memang bisa memecah kandungan protein susu. Namun, pemilihan kualitas susu yang baik dan kondisi pemrosesan susu dengan tepat dapat mempertahankan kandungan protein susu.

Proses pembuatan susu UHT tidak merusak zat gizi yang diperlukan tubuh. Proses ini hanya membunuh bakteri mikroorganisme jahat agar susu lebih awet dan terhindar dari keracunan.

Apa bedanya susu UHT dengan susu biasa?

Perbedaan susu UHT dan susu biasa adalah dari proses pengolahannya. Susu UHT diolah dengan teknologi u ltra-high temperature, y akni pemanasan dalam suhu tinggi, sedangkan susu biasa diolah dengan proses pasteurisasi yaitu pemanasan dalam suhu yang lebih rendah.

Bahaya susu UHT

Meskipun memiliki manfaat untuk kesehatan, jenis susu ini juga bisa menimbulkan bahaya apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Selain itu, tidak semua orang cocok mengonsumsi susu. Lantas, apa saja bahayanya?

1. Anemia

Konsumsi susu sapi berlebih ternyata bisa meningkatkan risiko anemia . Mengapa demikian?

Susu sapi kaya akan kalsium dan protein bernama kasein yang membuat tubuh sulit menyerap zat besi. Padahal, zat besi diperlukan untuk memproduksi hemoglobin agar terhindar dari anemia.

2. Intoleransi laktosa

Setiap olahan susu hewani bisa memicu masalah pada orang dengan intoleransi laktosa. Perlu diketahui, laktosa adalah gula alami yang ada pada susu hewani.

Intoleransi laktosa muncul akibat tubuh kekurangan atau tidak memiliki enzim laktase. Akibatnya, laktosa tidak dapat diserap dan menimbulkan masalah pencernaan, seperti:

  • mual,
  • perut kembung,
  • kram perut,
  • muntah, dan
  • diare.

3. Alergi susu sapi

Pada sebagian orang, protein pada susu sapi bisa menyebabkan reaksi alergi. Kondisi ini biasanya muncul pada bayi dan anak-anak.

Namun, alergi susu sapi UHT biasanya berkurang ketika anak sudah berusia 6 tahun. Berikut beberapa gejala alergi yang bisa timbul.

  • Kulit gatal dan ruam.
  • Napas bunyi.
  • Gatal dan sensasi tersengat di sekitar mulut.
  • Pembengkakan pada bibir, tenggorokan, dan lidah.
  • Sesak napas dan batuk.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Nyeri perut.

4. Jerawat

Mengutip studi yang dipaparkan dalam American Academy of Dermatology Association (AAD), minum susu sapi 2 gelas per hari bisa meningkatkan risiko wanita mengalami jerawat hingga 44 persen.


Tags: kerajinan dari kotak

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia