Keajaiban Jarum - 10 Ide Kerajinan Menakjubkan dari Kulit Hewan untuk Dicoba Sendiri
8 Jenis Kulit Hewan Yang Dapat Dijadikan Bahan Kerajinan
1. Kulit Sapi
Jenis kulit sapi merupakan bagian yang sering digunakan, salah satunya adalah pembuatan jaket. Hal ini dikarenakan kelebihannya yang berupa ukurannya lebih besar. Selain itu, terdapat sejumlah keunggulan yang lain, diantaranya :
- Harga yang murah
- Jumlah yang sangat banyak
- Daya tahan yang sangat baik pada debu dan air
- Karakter lebih baik, lebih tahan lama, dan lebih keras.
Tidak hanya itu saja, jaket kulit yang menggunakan kulit sapi memang didesain untuk aktivitas outdoor atau aktivitas berkendara. Bahkan jaket kulit sapi bisa melindungi dari pengaruh udara serta cuaca. Akan tetapi, pengguna harus membiasakan memakai kulit tersebut. Sebab ketika awal beli, jaket ini mempunyai sifat atau tekstur yang kaku.
2. Kulit Anak Sapi (Calfskin)
Sebenarnya kulit anak sapi mirip dengan kulit sapi. Akan tetapi kulit anak sapi mempunyai perbedaan yang mencolok, seperti memiliki permukaan yang halus, lebih lembut, dan memberikan rasa nyaman kepada pengguna.
Karakter dari jenis kulit ini adalah lebih berat dan tebal dibandingkan kulit domba atau kambing. Namun lebih tipis dan ringan daripada milik sapi. Maka dari itu, banyak orang yang mengatakan apabila kulit anak sapi merupakan perpaduan antara kulit domba dan sapi. Sehingga memberikan rasa ringan seperti domba atau lembut seperti kulit sapi.
3. Kulit Ular
Semua orang tahu bahwa kulit ular memiliki motif yang bermacam bentuknya. Sehingga bisa dibilang apabila kulit ular disebut paling eksotis. Hal ini dikarenakan kulit ular mempunyai tekstur yang tipis dan lembut. Akibatnya, bahan yang berasal dari ular tidak terlalu kuat. Selain itu, corak dari kulit ular sangat unik dan indah. Maka dari itu, kerajinan yang berasal dari kulit ular banyak diminati masyarakat.
Tips Mengetahui Keaslian Produk Kerajinan Kulit
Saat ini banyak sekali penjual culas yang menjual produk kerajinan dari sintetis namun diakui sebagai kerajinan kulit asli. Oleh karena itu, anda harus pintar dan jeli dalam memilihnya. Berikut beberapa tips agar anda tidak tertipu oleh seller nakal yang menjual produk imitasi !
1. Tes Menggunakan Air
Kulit hewan memiliki karakteristik yang sama dengan kulit manusia. Salah satu sifatnya yaitu mampu menyerap air. Untuk membedakan produk kulit asli dan imitasi, anda bisa mengujinya dengan air. Coba tuangkan sedikit air pada permukaan kerajinan kulit. Apabila air terserap, itu berarti produk tersebut asli.
2. Tes Menggunakan Api
Selain air, api juga bisa dijadikan alat untuk mengetes keaslian kerajinan kulit. Caranya cukup mudah, anda tinggal menempatkan api pada permukaan kerajinan selama 5-10 detik. Dengan cara ini kulit yang berbahan dasar sintetis akan terbakar seluruhnya karena terbuat dari plastik. Sedangkan kerajinan kulit asli hanya akan terbakar sedikit saja.
3. Cium Aroma Produk
Meskipun diolah sedemikian rupa tetapi kulit hewan tetap akan mengeluarkan bau khasnya. Untuk itu, anda bisa mencium aroma produk tersebut untuk menguji keasliannya.
Nah, itulah ulasan lengkap mengenai macam-macam produk kerajinan kulit. Jika Anda ingin membeli aneka macam produk kerajinan kulit, Anda bisa membelinya di darikulit.com. Darikulit.com Menyediakan berbagai macam produk kerajinan kulit asli dan berkualitas premium dan melayani pengiriman seluruh wilayah di Indonesia
Bagaimana Proses Penyamakan Kerajinan Kulit ?
Bahan penyamak kulit sangat beragam, ada yang terbuat dari mineral, nabati, sintetis, hingga minyak. Yang pembuatannya tergantung pada jenis yang akan Anda hasilkan. Kulit sendiri digolongkan menjadi dua yaitu hide untuk kulit hewan besar, dan skin untuk kulit yang tergolong seperti kambing, domba, hingga reptile.
Untuk penyamakan nabati biasanya bahannya alami seperti tumbuhan (daun, ranting, kulit, akar, serta buah). Hasilnya akan memberikan warna coklat mudah atau merah muda. Sifatnya kaku namun tetap empuk. Biasanya digunakan oleh tumbuhan yang mengandung zat tanin.
Zat tanin ini berfungsi untuk mengikat kolagen protein pada kulit yang biasanya digunakan untuk gantungan kunci kulit, dompet stnk, dan lain sebagainya.
Sehingga dapat dipastikan bahwa zat yang digunakan bisa lebih baik dan bahkan lebih cepat untuk proses selanjutnya untuk penyamakan mineralnya.
Sedangkan, untuk penyamakan mineral biasanya digunakan pada zat kromium yang memiliki tekstur lemas. Senyawa krom sulfatnya sering digunakan karena dianggap paling efektif. Jika masih mentah maka kulit kromnya memiliki warna biru keabuan.
Waktu penyamakannya lebih cepat dibandingkan jika menggunakan penyamakan nabati. Bisa saja untuk jenis kulit ini digunakan sebagai pembuatan tas ransel serut, dompet kulit, tas kulit wanita, dan lain sebagainya.
Selain itu, terdapat penyamakan kombinasi yang menggunakan lebih dari satu bahan untuk zat-zatnya agar bisa melengkapi. Penyamakan sintetis ini kurang lebih sama seperti penyamakan nabati, dengan begitu hasilnya akan lebih baik lagi.
Bahan-bahan yang digunakan yaitu sintesis organik polyacid yang berwarna putih.