Membuat Kerajinan Cantik dari Kulit Kacang Tanah - Panduan DIY untuk Seni Jahit
Daun Kacang Tanah
Siapa siy yang tidak tahu dengan kacang tanah?
Tanaman yang termasuk sebagai tanaman budidaya ini dipanen bijinya yang kaya akan protein dan lemak.
Biji tanaman ini dapat dimakan mentah, direbus (di dalam polongnya), digoreng, dijadikan sambal, kue dan lain sebagainya.
Di Amerika Serikat, kacang tanah diolah menjadi selai dan merupakan industry yang menguntungkan. Selain biji atau polongnya, batang dan daunnya juga dipanen yang biasanya dijadikan sebagai makanan ternak.
Daun pada tanaman ini memiliki warna hijau muda sampai hijau tua.
Memiliki daun yang majemuk bersirip genap. Terdiri dari anak daun dengan tangkai yang panjang dan keberadaannya berfungsi untuk mendapatkan cahaya matahari sebanyak-banyaknya.
Ada empat daun berbentuk bulat, oval, agak lancip dan berbulu. Daun tanaman ini mengandung zat kapur dan protein sehingga bagus untuk makanan ternak.
Sebagai makanan ternak, daun tanaman ini tidak boleh diberikan dalam keadaan segar (baru dipangkas) dalam jumlah yang berlebihan. Karena hal tersebut dapat menyebabkan sakit perut (bloat) pada ternak.
Pada negara dingin, daun tanaman ini banyak digunakan sebagai pakan ternak.
Daun tanaman ini diawetkan dengan cara dikeringkan yaitu brangkasan-brangkasan kacang tanah ditumbuk di dalam tumpukan kecil.
Sehingga akan timbul uap panas dan kemudian dihamparkan agar menjadi kering serta tidak membusuk. Makanan itu disebut hay yang sangat digemari oleh ternak pada umumnya.
Morfologi Kacang Tanah
Kacang tanah banyak digemari oleh banyak orang karena memiliki aroma dan rasa yang khas.
Pada awalnya ia ditanam oleh suku Indian dan sekarang tanaman ini sudah tersebar di hampir seluruh dunia.
Negara pemasok kacang tanah terbesar di dunia yaitu Negara Brazil.
Di Indonesia sendiri kacang jenis ini banyak dimanfaatkan untuk membuat sambal, bumbu gado-gado, kue dan lain sebagainya.
Sebenarnya kacang tanah memiliki berbagai jenis, tetapi yang banyak kita temui di pasaran yaitu jenis yang memiliki nama latin Arachis hypogaea L.
Tanaman ini memiliki 3 bagian utama diantaranya yaitu daun, akar, serta batang.
Sedangkan untuk bagian organ reproduksi tanah yaitu bunga, buah serta biji kacang tanah.
Pada umumnya budidaya tanaman ini dibagi menjadi dua tipe yang sesuai dengan bentuk atau letak cabang lateral yaitu tipe menjalar dan tipe lurus.
Adapun morfologi dari tanaman kacang tanah yaitu:
Akar
Bentuk akar dari perakaran tanaman kacang ini yaitu tunggang dengan akar cabang tumbuh pada akar tunggang tersebut.
Adanya hubungan symbiosis mutualisme antara kacang tanah dengan bakteri N. Rhizobium Sp. menyebabkan akar pada tanaman ini memiliki nodul atau berbintil.
Batang, daun dan bunga
Tanaman kacang tanah memiliki batang yang pendek serta berbuku-buku.
Pada awalnya batang tumbuh tunggal tetapi lama-kelamaan batang tumbuh bercabang seperti berumpun. Tinggi tanaman ini mencapai 30-50 cm tergantung dari varietasnya.
Bentuk daun majemuk bersirip genap, terdiri empat anak daun berbentuk bulat, oval, atau agak lancip dan berbulu.
Sedangkan bunga dari tanaman ini berbentuk seperti kupu-kupu. Memiliki warna kekuningan, tangkai Panjang dan tumbuh dari ketiak daun.
Tips Mengolah Limbah Pertanian Kulit Kacang Tanah
Limbah pertanian kulit kacang tanah memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Limbah ini dapat diolah menjadi berbagai macam produk bermanfaat, seperti pakan ternak, pupuk organik, briket arang, dan kerajinan tangan. Berikut adalah beberapa tips untuk mengolah limbah pertanian kulit kacang tanah:
Tip 1: Kumpulkan limbah kulit kacang tanah
Kumpulkan limbah kulit kacang tanah dari petani atau pengepul. Pastikan kulit kacang tanah yang dikumpulkan masih dalam kondisi baik dan tidak berjamur.
Tip 2: Bersihkan limbah kulit kacang tanah
Bersihkan limbah kulit kacang tanah dari kotoran dan benda asing. Pencucian dapat dilakukan dengan menggunakan air bersih atau mesin pencuci.
Tip 3: Keringkan limbah kulit kacang tanah
Keringkan limbah kulit kacang tanah hingga kadar airnya kurang dari 10%. Pengeringan dapat dilakukan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari atau menggunakan oven.
Tip 4: Giling limbah kulit kacang tanah
Giling limbah kulit kacang tanah hingga menjadi tepung. Tepung kulit kacang tanah dapat digunakan sebagai bahan pakan ternak atau pupuk organik.
Tip 5: Buat briket arang dari limbah kulit kacang tanah
Briket arang dari limbah kulit kacang tanah dapat dibuat dengan cara mencampur tepung kulit kacang tanah dengan air dan bahan perekat. Campuran tersebut kemudian dibentuk menjadi briket dan dikeringkan.
Tip 6: Buat kerajinan tangan dari limbah kulit kacang tanah
Limbah kulit kacang tanah dapat diolah menjadi berbagai macam kerajinan tangan, seperti hiasan dinding, bingkai foto, dan aksesoris fesyen. Kerajinan tangan dari limbah kulit kacang tanah dapat dijual untuk menambah penghasilan.
Tip 7: Manfaatkan limbah kulit kacang tanah sebagai bahan bakar
Limbah kulit kacang tanah dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak atau menghangatkan ruangan. Limbah kulit kacang tanah dapat dibakar langsung atau diolah menjadi briket arang terlebih dahulu.
Bunga Kacang Tanah
Kacang tanah memiliki bunga dengan warna kuning dan mekar pada malam hari. Proses penyerbukan bunga dilakukan pada malam hari sebelum bunga mekar.
Bunga pada tanaman ini menandakan adanya polong, namun yang berhasil menjadi polong hanya berkisar antara 15 sampai 20 %.
Bunga ini tersusun dalam bentuk bulir dan muncul pada ketiak daun serta termasuk bunga sempurna. Karena dalam satu bunga terdapat alat kelamin jantan dan alat kelamin betina.
Mahkota bunganya berwarna kuning yang terdiri dari 5 helai dan bentuknya berlainan satu sama lain.
Tanaman kacang tanah melakukan penyerbukan bunga sendiri, untuk oenyerbukan silang bisa saja terjadi namun jumlahnya sangat rendah.
Ginofora ini dapat tumbuh memanjang dan mencapai ukuran sekitar 6 cm sampai 17 cm.
Apabila ginofora tumbuh lebih dari 15 cm di atas permukaan tanah maka akan menyebabkan ginofora tidak dapat menembus tanah.
Sehingga tidak akan terbentuk polong di dalam tanah. Hal tersebut terjadi karena pertumbuhan dan perkembangan ginofora menjadi polong memerlukan kondisi kelembaban serta cahaya seperti yang ada di dalam tanah.
Boneka dari Kulit Jagung
Boneka dari kulit jagung sangat menarik dan cocok sebagai hiasan atau koleksi. Untuk membuat boneka dari kulit jagung, kita membutuhkan bahan dan alat sebagai berikut:
- Kulit jagung yang sudah kering
- Dakron atau kapas
- Benang
- Pewarna makanan
- Gunting
Cara membuat boneka adalah sebagai berikut:
- Potong kulit jagung yang panjang menjadi dua bagian, rebus potongan tersebut dengan pewarna makanan kurang lebih 3 menit.
- Ambil satu lembar kulit jagung panjang dan pelintir bagian tengahnya untuk membuat kepala boneka.
- Isi salah satu ujung kulit jagung dengan dakron atau kapas kemudian tutup dengan ujung lainnya.
- Ambil beberapa helai lagi untuk membuat badan boneka dengan menyelipkannya di bagian kepala dan ikat menggunakan benang.
- Siapkan beberapa helai panjang untuk tangan dan helai pendek yang sudah diberi pewarna untuk lengan baju.
- Gulung helai panjang kemudian tutup dengan helai pendek di salah satu ujung tapi jangan terlalu ke ujung dan ikat menggunakan benang.
- Balik helai pendek ke arah luar sehingga menutupi ikatan benang.
- Buat untuk lengan kanan dan kiri dengan gulungan helai yang sama namun di sisi lainnya.
- Satukan tangan, badan, dan kepala dengan menyelipkan gulungan tangan di bawah ikatan kepala.
- Ikat beberapa helai kulit jagung di badan menggunakan benang sebagai baju.
- Boneka perempuan cukup rapikan saja bagian bajunya sedangkan boneka laki-laki di bagi menjadi 2 pada bagian bawah untuk membentuk kaki.
Tags: kerajinan dari kulit