Kreativitas Mengagumkan - Kerajinan Cantik dari Limbah Kaca untuk Hobi Sulaman dan DIY
Lonceng Angin dari Potongan Kaca
Kamu pasti pernah melihat hiasan di dekat jendela yang berbunyi atau bergerak-gerak ketika ada angin? Hiasan itu disebut lonceng angin atau genta angin ataupun windchime.
Nah, lonceng angin bisa lho kita buat sendiri dari potongan-potongan kaca.
Untuk membuat lonceng angin ini, bahan yang harus kamu siapkan adalah 2 buah ram ring (lingkaran untuk kerajinan menyulam, kadang disebut pembidangan/bidangan di Indonesia) yang ukurannya berbeda, cat, benang tebal, dan potongan kaca berwarna-warni.
Kamu bisa mengganti potongan kaca dengan manik-manik kaca jika sulit mencarinya. Warnanya terserah keinginanmu.
Ikatlah ram ring tadi satu sama lain, dengan lingkaran yang kecil berada di dalam seperti gambar di atas. Pastikan tali terpasang dengan kencang/tegang supaya lingkaran yang berada di dalam terikat kencang.
Ikatlah potongan kaca atau manik kaca yang sudah kamu siapkan. Kamu bisa mengikatnya seperti di gambar, ataupun diikat dengan lebih kuat lagi supaya tidak copot.
Gunakan ukuran dan warna yang beragam supaya kerajinan kaca milikmu lebih menarik.
Lampu Hias dari Toples Kaca
Cara membuat hiasan dari kaca yang satu ini sangat mudah. Pertama-tama kamu hanya perlu menyiapkan toples kaca yang agak tinggi (jangan yang ceper seperti toples kue), kawat, tali rami, gelas kaca trasparan ukuran tanggung, dan manik-manik kaca warna.
Kamu bisa menggunakan warna apapun yang kamu suka. Ukuran manik-manik pun bisa kamu sesuaikan dengan seleramu.
Kalau semua bahan sudah siap, mulailah dengan memasukkan gelas kaca ke dalam toples. Letakkan gelasnya di tengah-tengah, lalu gunakan manik-manik kaca warna untuk mengisi ruang antara gelas dan toples.
Posisikan manik-manik sampai menutupi gelas.
Sampai di sini, toples kurang lebih akan tersusun seperti gambar di atas. Kamu tinggal melilitkan kawat untuk mengelilingi bagian leher toples dan membuat cantolannya.
BACA JUGA Seni Lukis Kaca (Pengertian, Sejarah Kerajinan di Cirebon & Keunikannya)Terakhir, gunakan tali rami untuk menutupi kawat di bagian leher toples kaca.
Jika ingin menggunakannya, kamu hanya perlu menaruh lilin di dalamnya saat malam hari dan lampu romantis dari toples kaca pun sudah jadi. Kamu bisa memajang kerajinan kaca ini di ruang keluarga, teras, ataupun balkon dekat taman rumahmu.
Teknik Pengolahan Limbah Keras
Hampir semua limbah keras organik dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk kerajinan. Hanya saja, diperlukan peralatan yang cukup kuat untuk membantu proses pengolahannya.
Demikian juga limbah keras anorganik turut membutuhkan suatu teknologi khusus untuk mengolahnya hingga dapat dimanfaatkan ulang, seperti teknologi pemanasan, pembakaran, dan penghancuran untuk memproses ulang limbah anorganik tersebut.
Meskipun begitu, tidak semua limbah keras dapat diolah kembali menjadi karya kerajinan karena keterbatasan alat dan teknologi.
Pada dasarnya pengolahan limbah masih berkaitan dengan prinsip 3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle. Di sisi lain, terdapat pula prinsip 5R, yaitu Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, dan Disposal.
1. Reduce
Prinsip reduce atau pengurangan dilakukan dengan cara mengurangi produksi limbah. Hal itu dapat dimulai dengan cara sederhana seperti dengan membawa kantung belanja sendiri.
2. Reuse
Prinsip reuse dilakukan dengan cara memanfaatkan kembali material yang aman untuk digunakan, salah satunya dengan cara membuat kerajinan tangan atau proses upcycle.
3. Recycle
Prinsip recycle dilakukan dengan cara mendaur ulang limbah, dilakukan dengan meleburkan, mencacah, hingga melelehkannya untuk dibentuk kembali menjadi produk baru yang dapat digunakan ulang.
4. Recovery
Selanjutnya, recovery dilakukan dengan cara menghasilkan energi atau material baru dari hasil proses sampah-sampah yang tidak bisa didaur ulang tersebut (residu).
5. Disposal/Pembuangan
Limbah produk sisa dari proses recovery yang umumnya berupa abu atau material sisa lainnya dibawa ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) untuk diolah dan diproses ulang agar tidak merusak lingkungan.
Kaca hias (kaca patri, kaca inlay, kaca grafir, dan lain-lain)
Karya seni kaca yang satu ini berbeda dari kerajinan kaca yang ditulis di atas. Kaca hias biasa digunakan sebagai hiasan rumah berupa kaca jendela, kaca pintu atau kaca hias ruang tamu.
BACA JUGA Variasi Kaca Jendela (Macam-macam Model, Bentuk & Bahan)Jika kamu pernah datang ke masjid atau gereja yang besar, kamu biasanya bisa melihat contoh kaca patri terpasang di sana. Tempat-tempat ibadah tersebut umumnya memiliki kaca-kaca hias yang indah dan megah.
Berbagai jenis karya bisa diciptakan dengan teknik kaca hias yang satu ini. Misalnya kaca bermotif mozaik, lukisan kaca bercorak Naturalisme dan Realisme, atau karya abstrak seperti Kubisme.
Selain ukuran dan kerumitannya berbeda dengan kerajinan kaca yang dijelaskan sebelumnya, seni kerajinan yang satu ini perlu pendalaman khusus untuk dapat membuatnya.
Saking istimewanya, pembuatan kerajinan kaca yang satu ini bahkan dijadikan mata pencaharian bagi banyak pengrajin.
Tidak hanya proses pembuatan kaca hias yang sulit, tapi teknik yang digunakan pun bermacam-macam.
Ada teknik kaca patri yang menggunakan bingkai logam, teknik kaca grafir yang dibuat dengan menyemprotkan pasir, ataupun kaca bevel yang digerinda berkali-kali.
Tidak heran hal ini membuat harga kaca jendela bergambar pun cukup tinggi. Bisa mencapai jutaan rupiah per meternya lho.
Walaupun begitu, ada juga kaca hias yang relatif mudah dibuat yaitu kaca lukis. Jenis kaca hias yang satu ini bisa dibuat dalam ukuran kecil. Alat dan bahan yang diperlukan pun hanya cat minyak dan kuas saja, seperti saat menggunakan teknik melukis dinding untuk membuat mural.
2. Limbah Keras Anorganik dan Contohnya
Jenis selanjutnya adalah limbah keras anorganik yang umumnya berasal dari kegiatan industri dan pertambangan. Beberapa ciri yang ditemukan dari limbah keras anorganik, yaitu:
- Berwujud keras
- Padat
- Sangat sulit atau bahkan tidak bisa diuraikan
- Tidak bisa membusuk
- Tidak mudah dihancurkan dengan alat biasa, kecuali dengan teknologi tertentu yang dapat memanaskan, membakar, dan menghancurkan limbah keras tersebut.
Di antara contoh limbah keras anorganik, yaitu:
- Pelat-pelat dari logam
- Pecah-pecahan keramik
- Pecahan kaca
- Wadah/botol plastik
- Kaleng bekas
Limbah anorganik di atas dapat diolah menjadi kerajinan limbah. Beberapa contoh kerajinan limbah keras non-organik, yaitu:
- Kerajinan Botol Plastik
- Kerajinan Pecahan Keramik
- Kerajinan Kaca
Tags: kerajinan dari limbah