Kerajinan Cantik dari Limbah Rumah Tangga - Ide Kreatif untuk Menyulam dan DIY
Contoh Limbah Rumah Tangga dan Cara Mengelolanya
(Kompas)
Limbah rumah tangga yang satu ini mungkin terlihat sepele karena tidak akan terlihat jika dibuang bersama limbah lainnya. Hanya saja, membuang minyak jelantah sembarangan dapat menimbulkan bahaya besar bagi lingkungan, seperti pencemaran tanah dan air.
Mungkin minyak jelantah yang kamu buang memang tidak seberapa. Namun, tahukah kamu bahwa volume minyak jelantah di Indonesia bisa mencapai 1,1 juta ton per tahun?
Bayangkan jika minyak jelantah sebanyak ini dibuang begitu saja hingga mencemari tanah dan perairan kita. Maka dari itu, mengelola minyak jelantah dengan baik mengurangi kontribusi pencemaran lingkungan.
Cara mengelola minyak jelantah pun mudah. Alih-alih membuangnya ke wastafel, kumpulkan minyak di dalam botol. Bila sudah banyak, salurkan ke pengepul minyak jelantah, seperti platform Beli Jelantah yang nantinya dimanfaatkan jadi biodiesel.
Pemanfaatan Sampah Organik
Jenis sampah organik yang dihasilkan oleh rumah tangga adalah sampah dapur berupa sisa sayuran, sisa makanan dan sampah guguran dedaunan pada pohon sekitar rumah.
Sampah dapur bisa dimanfaatkan kembali sebagai pupuk kompos. Cara pembuatan pupuk kompos tidak sulit, yaitu dengan cara mengumpulkan sampah organik, kemudian ditumpuk dalam suatu lubang di pekarangan dengan tujuan pembusukan.
Pembusukan ini menggunakan unsur alami, antara lain nitrogen, kalium dan fosfor. Pupuk kompos yang sudah layak pakai berguna untuk membantu menyuburkan tanaman.
Sampah ranting dan dedaunan juga dapat digunakan sebagai briket, yaitu bahan bakar pengganti minyak tanah.
Pembuatan briket dimulai dengan cara membakar bahan baku, berupa sampah organik sehingga menjadi arang.
Arang ini kemudian ditumbuk dan direkatkan dengan lem alami (daun talas, lem aci) serta dijemur selama 2-3 hari. Dalam jangka panjang, briket dapat mengatasi krisis energi bahan bakar yang saat ini marak terjadi.
Tags: kerajinan dari limbah rumah