... 10 Ide Kerajinan DIY Kreatif dari Limbah Rumah Tangga untuk Dihias dengan Rajutan

Kerajinan Cantik dari Limbah Rumah Tangga - Ide Kreatif untuk Menyulam dan DIY

Berbagai Kerajinan Unik dan Keren dari Botol Bekas

Untuk mengubah limbah botol bekas yang ada dimana-mana ini cukup bermodalkan kreatifitas tanpa batas, keuletan, dan ide kreatif.

Kemungkinan besar barang ciptaan sesimpel itu bisa berfungsi sebagai fasilitas yang berguna untuk kehidupan tiap hari.

Mendaur ulang bahan limbah ini secara tak langsung ikut aktif berperan dalam mengkampanye penyelamatan lingkungan dari limbah. Berikut ini beberapa ide kerajinan dari limbah yang bisa jadi input untuk Anda.

1. Wadah Pensil Unik

Ide kerajinan dari limbah yang pertama adalah bikin wadah pensil dari limbah botol plastik. Bentuk wadah pensil kekinian yang lucu dan imut di letakkan di meja belajar untuk memberi efek refreshing saat anak Anda merasa jenuh ketika belajar.

Cara membuat wadah lucu ini sangat simpel, namun bagi sebagian orang menganggap kalau kerajinan ini sulit dibuat dan memakai bahan yang sukar ditemukan.

Padahal wadah tersebut terbuat dari botol bekas dengan sedikit bumbu kreativitas yang menjadikan botol olahan ini tak ingin dibuang.

2. Hiasan Berbentuk Pinguin dari Botol Plastik

Ide kerajinan dari limbah yang kedua adalah bikin pinguin dari botol. Bila hiasan berbentuk imut ini di rumah Anda, pasti banyak orang yang tak menyangka kalau hiasan lucu itu dibuat dari limbah botol plastik. Jadi jika Anda memiliki botol bekas jangan cepat membuangnya.

Coba saja untuk membuat kreatifitas dari sampah botol ini, dengan cepat, mudah, dan tak kalah unik hingga bisa menjadi produk bernilai jual tinggi hanya mengandalkan alat sederhana.

Hasil barang keterampilan yang Anda buat selain dapat dipakai sendiri, bisa juga untuk hadiah teman maupun adik yang ingin Anda beri hiasan lucu ini. Kado imut ini pasti sangat berkesan, jadi hadiah yang berkesan tidak selalu yang mahal. Kerajinan ini dapat mewakilkan hal itu.

Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Agar Tidak Mencemari Lingkungan

Berikut ini tata cara pengelolaan sampah rumah tangga agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

tirto.id - Sampah merupakan bagian tidak bisa dipisahkan dari peradaban manusia, mulai dari sampah plastik, limbah rumah tangga, sampai dengan limbah industri. Perkara sampah ini, apabila tidak dikelola dengan baik, akan berdampak pada pencemaran lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga permasalahan sosial ekonomi. Berikut ini tata cara pengelolaan sampah rumah tangga agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

Sampah pada dasarnya merupakan sisa bahan yang terbuang atau sengaja dibuang dari hasil aktivitas manusia atau proses alam. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah (PDF), yang dimaksud sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam.

Dari jenisnya, sampah dibedakan menjadi dua, yaitu sampah organik dan sampah anorganik.

Sampah organik adalah sampah yang bisa membusuk dan terurai oleh lingkungan, misalnya sampah makanan dan dedaunan. Sementara itu, sampah anorganik adalah sampah yang tidak bisa terurai, contohnya sampah plastik dan kaleng bekas.

Kemudian, berdasarkan bentuknya, sampah dibagi menjadi dua juga: sampah padat dan cair.

Sampah padat merupakan material yang dibuang manusia, seperti plastik bekas, pecahan gelas dan kaleng bekas.

Sementara itu, sampah cair merupakan bahan cair yang tidak dibutuhkan lagi dari aktivitas manusia, seperti cairan dari toilet, sampah cair dapur, hingga cairan dari tempat cucian.

Prinsip 4R dalam Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga Agar Tidak Mencemari Lingkungan

Setiap rumah tangga lazimnya menghasilkan sampah rumah tangga. Karena itu, anggota keluarga tidak boleh abai terhadap proses pengelolaan sampah agar tidak mencemari lingkungan. Bagaimanapun juga, sikap tak peduli terhadap perkara sampah berdampak buruk pada lingkungan hidup dalam jangka panjang.

Untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah, harus diadakan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, misalnya dari setiap keluarga yang tentunya membuang sampah rumah tangga mereka.

Maka dari itu, yang dapat dilakukan masyarakat untuk berperan serta dalam pengelolaan sampah adalah dengan menerapkan prinsip 4R: reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (daur ulang) dan replace (mengganti).

Selain prinsip 4R, memisahkan sampah organik dan anorganik merupakan hal yang penting. Cara ini apabila dapat diterapkan dengan baik dalam setiap rumah tangga, nantinya akan berdampak sangat besar bagi lingkungan.

Pertama, prinsip reduce (mengurangi) mempunyai arti bahwa bahwa masyarakat dapat berusaha lebih sedikit dalam menghasilkan sampah.

Kedua, prinsip reuse (menggunakan kembali suatu produk dengan tujuan yang sama), yaitu masyarakat dapat memakai kembali wadah-wadah bekas.

Ketiga, recycle adalah prinsip mendaur ulang sampah, misalnya dengan cara membuat pupuk kompos sampah organik, membuat kerajinan dari barang bekas, atau kreativitas lainnya agar sampah tidak terbuang sia-sia.

Terakhir, prinsip replace berarti mengganti bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan dengan bahan ramah lingkungan.

Sebagai misal, lebih mengutamakan keranjang dibandingkan tas kresek dan tidak menggunakan styrofoam karena kedua bahan tersebut tidak dapat terurai secara alami.

Pemanfaatan Sampah Organik

Jenis sampah organik yang dihasilkan oleh rumah tangga adalah sampah dapur berupa sisa sayuran, sisa makanan dan sampah guguran dedaunan pada pohon sekitar rumah.

Sampah dapur bisa dimanfaatkan kembali sebagai pupuk kompos. Cara pembuatan pupuk kompos tidak sulit, yaitu dengan cara mengumpulkan sampah organik, kemudian ditumpuk dalam suatu lubang di pekarangan dengan tujuan pembusukan.

Pembusukan ini menggunakan unsur alami, antara lain nitrogen, kalium dan fosfor. Pupuk kompos yang sudah layak pakai berguna untuk membantu menyuburkan tanaman.

Sampah ranting dan dedaunan juga dapat digunakan sebagai briket, yaitu bahan bakar pengganti minyak tanah.

Pembuatan briket dimulai dengan cara membakar bahan baku, berupa sampah organik sehingga menjadi arang.

Arang ini kemudian ditumbuk dan direkatkan dengan lem alami (daun talas, lem aci) serta dijemur selama 2-3 hari. Dalam jangka panjang, briket dapat mengatasi krisis energi bahan bakar yang saat ini marak terjadi.

Ide Kerajinan dari Limbah Lingkungan

Seperti apa yang sudah dikutip di atas, bahwa sampah lingkungan kian hari kian menggunung. Dibutuhkan cara tersendiri untuk mengurangi volume sampah lingkungan.

Salah satunya dengan menciptakan ide kerajinan dari limbah tersebut. Kreativitas sangat diperlukan untuk menghasilkan sebuah karya.

Kerajinan tidak harus sempurna, tetapi yang utama adalah adanya kemuan untuk mengelola limbah menjadi lebih bernilai.

Berkreasi dengan Limbah Botol Bekas

Penumpukan limbah bahan bekas di titik area TPS atau bahkan di sudut jalan maupun pinggir jalan, sungguh penampakan yang sangat memprihatinkan.

Namun seandainya Anda memiliki imajinasi dan kreativitas tinggi serta tergerak melakukan inovasi, limbah ini bisa dimanfaatkan untuk diolah jadi barang yang lebih berguna.

Misalnya pengolahan ide kerajinan dari limbah dengan kreatif dan inovatif dapat menghasilkan produk baru yang tak hanya bermanfaat untuk kegiatan harian, namun kerajinan ini memiliki nilai komersial.

Sebelum menjelaskan kerajinan apa saja yang bisa Anda buat dari barang bekas ini, ada beberapa hal yang mesti dipahami. Seperti manfaat daur ulang botol bekas dan mengapa memilih limbah tersebut.

Untuk Kerajinan Mengapa Mesti Memanfaatkan Botol Bekas?

Sampah botol adalah salah satu jenis barang yang dianggap sebagai limbah pengganggu dalam kelestarian alam, faktanya makin lama semakin banyak penggunaan botol untuk kebutuhan barang dagang berupa cair.

Di mana produk itu kebanyakan memakai botol. Misalnya botol kaca, botol kaleng, botol plastik, dan berbagai tipe botol lainnya.

Umumnya botol-botol jenis ini sangat banyak dan memenuhi tumpukan sampah. Bukan di kota besar saja, namun limbah ini hampir ditemui semua tempat dan hal ini mengakibatkan pencemaran lingkungan.


Tags: kerajinan dari limbah rumah

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia