... 10 Ide Kerajinan DIY Kreatif dari Limbah Rumah Tangga untuk Dihias dengan Rajutan

Kerajinan Cantik dari Limbah Rumah Tangga - Ide Kreatif untuk Menyulam dan DIY

Jenis-Jenis Limbah Rumah Tangga

Sesuai pengertiannya, limbah domestik atau limbah rumah tangga adalah bahan/zat sisa yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga. Selama kegiatan masih berlangsung di tiap rumah, limbah padat, cair, dan gas dari aktivitas domestik akan selalu ada.

Dari bentuknya, limbah domestik bisa dibedakan menjadi setidaknya 3 jenis, meskipun 2 di antaranya menjadi yang paling umum. Mengutip laman Waste 4 Change dan sejumlah sumber lainnya, berikut ini penjelasan tentang jenis-jenis limbah domestik:

1. Limbah domestik cair

Limbah domestik cair adalah cairan limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga. Apa saja contoh limbah domestik cair? Di dalamnya termasuk air bekas cucian pakaian, air bekas mandi (air sabun), kotoran manusia (air tinja), hingga sisa minyak goreng.

Banyak limbah cair domestik mengandung bahan-bahan kimia. Bahan tersebut ditemukan pada produk sabun mandi, deterjen, minyak goreng, dan lain sebagainya.

2. Limbah domestik padat

Limbah domestik padat adalah limbah dari kegiatan rumah tangga dalam bentuk padat. Apa saja limbah padat domestik?

Jenis limbah padat domestik ini bisa berupa sampah organik dan anorganik yang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Contoh limbah padat domestik yang paling mudah ditemukan adalah sisa makanan, bungkus bumbu, kantong plastik, kasur atau spring bed bekas pakai, pakaian bekas, hingga barang-barang elektronik yang sudah aus.

Apa itu limbah domestik organik? Sampah organik merupakan limbah rumah tangga dari bahan-bahan alami yang mudah terurai. Contohnya sisa makanan, bungkus makanan dari daun, hingga limbah manusia.

Apakah kayu termasuk limbah domestik? Kayu-kayu yang sudah tidak dimanfaatkan lagi dapat dikategorikan sebagai limbah domestik padat jenis organik. Agar tak terbuang jadi sampah, kayu bisa diolah menjadi karya kerajinan atau barang pakai lainnya.

Adapun sampah anorganik domestik merupakan limbah domestik yang tidak mudah terurai begitu saja di dalam. Limbah ini akan menumpuk di pembuangan sampah jika tidak dilakukan pengelolaan. Contohnya yaitu sampah plastik, sisa barang elektronik, perabot rumah yang tidak terpakai, baterai bekas pakai, dan lain sebagainya.

10 Jenis Limbah Rumah Tangga dan Cara Mengelolanya yang Tepat

Pins tahu tidak kalau limbah rumah tangga yang selama ini kamu buang ternyata bisa didaur ulang? Sayangnya, hanya sekitar 6 sampai 11 persen yang didaur ulang dari total keseluruhan sampah, dilansir dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Artinya lebih dari 90 persen sampah berakhir di tempat pembuangan sampah, mengotori sungai, ruang publik, dan bahkan mencemari laut. Selain itu, sampah yang diambil oleh tukang sampah pun tidak selamanya berakhir dengan baik.

Faktanya, sampah-sampah rumah tangga yang terkumpul hanya menumpuk di tempat pembuangan sampah tanpa adanya pengelolaan memadai. Tumpukan sampah ini justru mendatangkan masalah baru, mulai dari perkembangbiakan bakteri hingga mencemari sumber air bersih.

Maka, untuk mengurangi dampak buruk berkelanjutan, yang bisa kita lakukan adalah mengelola limbah rumah tangga. Yuk, simak 10 jenis limbah rumah tangga dan cara mengelolanya yang tepat berikut ini.

Prinsip 4R dalam Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga Agar Tidak Mencemari Lingkungan

Setiap rumah tangga lazimnya menghasilkan sampah rumah tangga. Karena itu, anggota keluarga tidak boleh abai terhadap proses pengelolaan sampah agar tidak mencemari lingkungan. Bagaimanapun juga, sikap tak peduli terhadap perkara sampah berdampak buruk pada lingkungan hidup dalam jangka panjang.

Untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah, harus diadakan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, misalnya dari setiap keluarga yang tentunya membuang sampah rumah tangga mereka.

Maka dari itu, yang dapat dilakukan masyarakat untuk berperan serta dalam pengelolaan sampah adalah dengan menerapkan prinsip 4R: reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (daur ulang) dan replace (mengganti).

Selain prinsip 4R, memisahkan sampah organik dan anorganik merupakan hal yang penting. Cara ini apabila dapat diterapkan dengan baik dalam setiap rumah tangga, nantinya akan berdampak sangat besar bagi lingkungan.

Pertama, prinsip reduce (mengurangi) mempunyai arti bahwa bahwa masyarakat dapat berusaha lebih sedikit dalam menghasilkan sampah.

Kedua, prinsip reuse (menggunakan kembali suatu produk dengan tujuan yang sama), yaitu masyarakat dapat memakai kembali wadah-wadah bekas.

Ketiga, recycle adalah prinsip mendaur ulang sampah, misalnya dengan cara membuat pupuk kompos sampah organik, membuat kerajinan dari barang bekas, atau kreativitas lainnya agar sampah tidak terbuang sia-sia.

Terakhir, prinsip replace berarti mengganti bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan dengan bahan ramah lingkungan.

Sebagai misal, lebih mengutamakan keranjang dibandingkan tas kresek dan tidak menggunakan styrofoam karena kedua bahan tersebut tidak dapat terurai secara alami.

Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Agar Tidak Mencemari Lingkungan

Berikut ini tata cara pengelolaan sampah rumah tangga agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

tirto.id - Sampah merupakan bagian tidak bisa dipisahkan dari peradaban manusia, mulai dari sampah plastik, limbah rumah tangga, sampai dengan limbah industri. Perkara sampah ini, apabila tidak dikelola dengan baik, akan berdampak pada pencemaran lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga permasalahan sosial ekonomi. Berikut ini tata cara pengelolaan sampah rumah tangga agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

Sampah pada dasarnya merupakan sisa bahan yang terbuang atau sengaja dibuang dari hasil aktivitas manusia atau proses alam. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah (PDF), yang dimaksud sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam.

Dari jenisnya, sampah dibedakan menjadi dua, yaitu sampah organik dan sampah anorganik.

Sampah organik adalah sampah yang bisa membusuk dan terurai oleh lingkungan, misalnya sampah makanan dan dedaunan. Sementara itu, sampah anorganik adalah sampah yang tidak bisa terurai, contohnya sampah plastik dan kaleng bekas.

Kemudian, berdasarkan bentuknya, sampah dibagi menjadi dua juga: sampah padat dan cair.

Sampah padat merupakan material yang dibuang manusia, seperti plastik bekas, pecahan gelas dan kaleng bekas.

Sementara itu, sampah cair merupakan bahan cair yang tidak dibutuhkan lagi dari aktivitas manusia, seperti cairan dari toilet, sampah cair dapur, hingga cairan dari tempat cucian.

25 Contoh Limbah Domestik

Contoh limbah domestik sangat banyak yang dapat disebutkan. Berikut berbagai limbah domestik yang sering dihasilkan dari kegiatan rumah tangga:

Dampak Limbah Domestik untuk Lingkungan

Dampak limbah domestik berpengaruh pada pencemaran lingkungan baik air, tanah, maupun udara. Dampak limbah domestik ini tidak hanya membuat lingkungan tercemar tapi juga menimbulkan masalah kesehatan.

Misalnya, limbah domestik cair bisa menurunkan kualitas air yang membuatnya tidak dapat dipakai kembali untuk keperluan rumah tangga.

Dampak air tercemar lainnya yakni tidak bisa dipakai pada kegiatan industri usaha hingga keperluan pertanian dan perikanan. Oleh sebab itu, air dari limbah domestik tidak bisa dipakai dalam irigasi. Tingkat pH air juga berubah drasti yang tidak lagi dapat dipakai untuk tempat hidup ikan.

Tidak hanya itu, limbah domestik padat organik juga memengaruhi lingkungan. Limbah organik dari kegiatan rumah tangga akan diurai mikroorganisme dan menimbulkan bau busuk. Bau tersebut berasal dari pelepasan gas dalam proses penguraian.

Berbagai limbah rumah tangga ini memicu pula pada risiko kesehatan. Potensi bahaya kesehatan dari pengelolaan limbah domestik yang tidak tepat antara lain penyakit diare, kencing tikus, hingga masalah kulit seperti kudis dan kurap.

Dampak lebih luas lagi saat limbah domestik bermuara ke laut. Limbah pertanian atau peternakan, misalnya, ketika berada di laut membuat perairan menjadi subur.

Contoh limbah pertanian yaitu pupuk yang ikut terbawa dalam air. Saat perairan subur akan terjadi peningkatan populasi alga dan fitoplankton.

Banyaknya alga dan fitoplankton membuat kematian massal pada kehidupan air di bagian bawah. Penyebabnya kandungan karbondioksida sangat tinggi di air, imbas dari sisa respirasi. Perairan menjadi anoxic dan memicu kematian hewan air secara massal.


Tags: kerajinan dari limbah rumah

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia