Kerajinan Cantik dari Limbah Rumah Tangga - Ide Kreatif untuk Menyulam dan DIY
10 Jenis Limbah Rumah Tangga dan Cara Mengelolanya yang Tepat
Pins tahu tidak kalau limbah rumah tangga yang selama ini kamu buang ternyata bisa didaur ulang? Sayangnya, hanya sekitar 6 sampai 11 persen yang didaur ulang dari total keseluruhan sampah, dilansir dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Artinya lebih dari 90 persen sampah berakhir di tempat pembuangan sampah, mengotori sungai, ruang publik, dan bahkan mencemari laut. Selain itu, sampah yang diambil oleh tukang sampah pun tidak selamanya berakhir dengan baik.
Faktanya, sampah-sampah rumah tangga yang terkumpul hanya menumpuk di tempat pembuangan sampah tanpa adanya pengelolaan memadai. Tumpukan sampah ini justru mendatangkan masalah baru, mulai dari perkembangbiakan bakteri hingga mencemari sumber air bersih.
Maka, untuk mengurangi dampak buruk berkelanjutan, yang bisa kita lakukan adalah mengelola limbah rumah tangga. Yuk, simak 10 jenis limbah rumah tangga dan cara mengelolanya yang tepat berikut ini.
25 Contoh Limbah Domestik
Contoh limbah domestik sangat banyak yang dapat disebutkan. Berikut berbagai limbah domestik yang sering dihasilkan dari kegiatan rumah tangga:
Dampak Limbah Domestik untuk Lingkungan
Dampak limbah domestik berpengaruh pada pencemaran lingkungan baik air, tanah, maupun udara. Dampak limbah domestik ini tidak hanya membuat lingkungan tercemar tapi juga menimbulkan masalah kesehatan.
Misalnya, limbah domestik cair bisa menurunkan kualitas air yang membuatnya tidak dapat dipakai kembali untuk keperluan rumah tangga.
Dampak air tercemar lainnya yakni tidak bisa dipakai pada kegiatan industri usaha hingga keperluan pertanian dan perikanan. Oleh sebab itu, air dari limbah domestik tidak bisa dipakai dalam irigasi. Tingkat pH air juga berubah drasti yang tidak lagi dapat dipakai untuk tempat hidup ikan.
Tidak hanya itu, limbah domestik padat organik juga memengaruhi lingkungan. Limbah organik dari kegiatan rumah tangga akan diurai mikroorganisme dan menimbulkan bau busuk. Bau tersebut berasal dari pelepasan gas dalam proses penguraian.
Berbagai limbah rumah tangga ini memicu pula pada risiko kesehatan. Potensi bahaya kesehatan dari pengelolaan limbah domestik yang tidak tepat antara lain penyakit diare, kencing tikus, hingga masalah kulit seperti kudis dan kurap.
Dampak lebih luas lagi saat limbah domestik bermuara ke laut. Limbah pertanian atau peternakan, misalnya, ketika berada di laut membuat perairan menjadi subur.
Contoh limbah pertanian yaitu pupuk yang ikut terbawa dalam air. Saat perairan subur akan terjadi peningkatan populasi alga dan fitoplankton.
Banyaknya alga dan fitoplankton membuat kematian massal pada kehidupan air di bagian bawah. Penyebabnya kandungan karbondioksida sangat tinggi di air, imbas dari sisa respirasi. Perairan menjadi anoxic dan memicu kematian hewan air secara massal.
Tags: kerajinan dari limbah rumah