Kreasi Cantik - Pandan Berduri dalam Kesenian Sulam dan DIY
Contoh Kerajinan dari Daun Pandan
| ">No | ">Hasil Kerajinan dari Daun Pandan |
| ">1 | ">Kerajinan Anyaman Tikar dari Daun Pandan |
| ">2 | ">Kerajinan Bingkai Foto dari Daun Pandan |
| ">3 | ">Kerajinan Dompet dari Daun Pandan |
| ">4 | ">Kerajinan Gantungan Kunci dari Daun Pandan |
| ">5 | ">Kerajinan Keranjang dari Daun Pandan |
| ">6 | ">Kerajinan Kipas dari Daun Pandan |
| ">7 | ">Kerajinan Kotak Pensil dari Daun Pandan |
| ">8 | ">Kerajinan Miniatur Rumah dari Daun Pandan |
| ">9 | ">Kerajinan Pot atau Vas Bunga dari Daun Pandan |
| ">10 | ">Kerajinan Sandal dari Daun Pandan |
| ">11 | ">Kerajinan Tas dari Daun Pandan |
| ">12 | ">Kerajinan Tas Hand Bag dari Daun Pandan |
| ">13 | ">Kerajinan Tas Motif dari Daun Pandan |
| ">14 | ">Kerajinan Tas Ransel dari Daun Pandan |
| ">15 | ">Kerajinan Tempat Pensil dari Daun Pandan |
| ">16 | ">Kerajinan Tempat Tisu dari Daun Pandan |
| ">17 | ">Kerajinan Topi dari Daun Pandan |
Manfaat [ sunting | sunting sumber ]
Varietas atau forma yang berbeda-beda menghasilkan manfaat yang berlainan pula. Umumnya varietas atau kultivar P. tectorius yang dibudidayakan di Jawa adalah untuk diambil daunnya sebagai bahan anyaman. [9] [10] Di wilayah Pasifik, ratusan varietas dikenali oleh penduduk pulau-pulau di sana, sebagiannya bermanfaat sebagai bahan anyaman, dan sebagian lagi dipujikan buahnya yang enak. [3]
Beberapa varietas yang disebut-sebut Heyne, di antaranya: [4]
- Pandan samak (P. tectorius var. samak (Hassk.) Warb.), barangkali merupakan jenis pandan yang paling penting di Jawa sebagai penghasil bahan anyaman (topi, tikar, dll.). Nama-nama lainnya, di antaranya, pandan tikar (Ind.), pandan abu (Sumbar), pandan kapur atau pandan putih (Tnr., karena daunnya keputih-putihan berlapis lilin), pandan cucuk (Banten, cucuk: duri), pandan samak (Sd.), pandan jaksi (Sd.) atau jeksi (Jw.).
- Pandan sari, dari Kedu, sebagai bahan anyaman halus. Juga untuk menutup tepian anyaman. [9]
- Pandan jaran (Jw. jaran: kuda), untuk anyaman kasar. Kurang disukai karena daunnya agak kaku, dan warnanya bebercak kekuningan. [9]
- Pandan bĕtok, dari Blora, untuk anyaman kasar.
- Pandan kali, dari Yogyakarta, untuk anyaman kasar.
- Pandan tebu, untuk anyaman, dari Bawean.
- Pandan pudak atau pandan tak berduri (P. tectorius var. laevis Warb.), dipakai sebagai bahan anyaman halus (tempat rokok, tempat sirih, tikar halus). Bunga jantannya (Jw., pudak) dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan dan pakaian, meskipun tak berapa tahan lama. Nama-nama lainnya, di antaranya, pandan pudak, pandan pudak emprit (Btw., Sd., Jw.), pandan lengis (Bl.), pandang puda (Mak., Bug.), pandan kasturi (Ambon), pandan puteri, pandan putih (Mink.), dan lain-lain.
- Pandan menjalar, yang disebut oleh Rumphius dengan nama Pandanus repens, [11] dan dipersamakan oleh Merrill dengan Pandanus sabotan Blanco dari Filipina. [4] Daun-daun pandan ini dimanfaatkan untuk membuat tudung, dan tikar kasar. Di Ternate dan Banda tumbuhan ini disebut kokoya, di Ambon disebut leut, dan di Seram dinamai rune. [11]
Jenis yang serupa [ sunting | sunting sumber ]
Pandanus tectorius sangat bervariasi dalam morfologi dan sifat-sifatnya. Para ahli umumnya belum bersepakat mengenai status taksonomi P. tectorius dan kerabat dekatnya, P. odorifer (Forssk.) Kuntze (sin. P. odoratissimus L.f.). Sebagian pakar memandang bahwa takson yang satu adalah anak jenis takson yang lain, sementara sebagian yang lain menganggapnya sebagai dua spesies yang berbeda.
Pandan pudak duri (P. odorifer), yang harum bunganya tahan jauh lebih lama, sering dianggap sama dengan P. tectorius, baik karena perawakannya yang mirip, maupun karena biasa ditemukan pada habitat yang sama di hutan pantai. P. odorifer juga disebut pandan laut (Ind.) atau pandan pasir (Jw.). P. odorifer memiliki duri yang berukuran lebih besar, dengan warna putih atau lebih pucat dari duri P. tectorius yang kehijauan. [3]
Pandan bidur (P. dubius Spreng.) memiliki perawakan dan habitat pantai yang serupa pula. Buah pandan bidur bertangkai panjang (60–80 cm), batang dan akarnya dengan banyak jerawat (lentisel). [3]
Tags: kerajinan dari