Kerajinan Cantik dari Parafin - Ide Kreatif untuk Hobi Rajut dan DIY
Karakteristik
1. Wujudnya Padat
Senyawa ini merupakan zat padat dalam suhu ruangan. Senyawa ini memiliki titik leleh yang berkisar antara 45 o C hingga 70 o C atau sekitar 113 o F hingga 158 o F. Kisaran titik leleh ini akan tergantung pada jenis serta kadar senyawa yang dimaksud.
2. Tidak Berbau
Senyawa ini secara umum juga tidak memiliki bau. Oleh sebab itu, sangat pas jika dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan produk tanpa aroma apapun.
3. Tidak Bisa Larut
Ya, senyawa ini merupakan senyawa yang tidak bisa larut di dalam air. Akan tetapi, kalau dalam pelarut organik tertentu misalnya mineral spirit atau benzena, senyawa ini akan larut dengan baik.
4. Reaktivitasnya Rendah
Sifat yang satu ini membuat senyawa yang dimaksud jadi lebih stabil sekaligus memperkecil kemungkinan untuk mengalami reaksi kimia, khususnya dalam kondisi normal.
5. Konduktivitas Rendah
Karakteristik selanjutnya ialah konduktivitas termalnya rendah. Dengan kata lain, senyawa ini bukanlah konduktor yang baik. Hal ini membuat senyawa yang dimaksud sangat bermanfaat dalam aplikasi yang memerlukan retensi panas, misalnya penghalang thermal.
6. Mudah Terbakar
Walaupun merupakan konduktor panas yang buruk, senyawa ini merupakan senyawa yang mudah terbakar khususnya ketika terkena api di ruangan yang terbuka. Hal ini membuat senyawa hidrokarbon tadi sangat pas dijadikan sumber bahan bakar pada lilin
7. Toksisitasnya Rendah
Senyawa ini dianggap mempunyai tingkat toksisitas yang rendah. Akan tetapi, jika terpapar oleh uap atau asapnya secara berlebihan akan menimbulkan iritasi pada kulit atau bahkan pada sistem pernafasan.
Metode Produksi Parafin
Seperti yang sudah disebutkan di atas, parafin berasal dari minyak mentah atau minyak bumi. Minyak bumi ini akan disuling sehingga mengalami distilasi fraksional. Minyak tadi akan dipanaskan kemudian dipisahkan sehingga terpisah menjadi sejumlah fraksi dengan berdasarkan titik didihnya.
Nah, senyawa ini didapatkan sebagai salah satu fraksi dari berlangsungnya proses tersebut. Untuk proses lebih lanjut akan menghilangkan kotoran seperti bau, pewarna, dan minyak dari senyawa yang dimaksud.
Proses ini akan membuat kemurnian dan kualitas senyawa jadi meningkat sehingga kemudian bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Bukan hanya itu saja, lilin parafin terbuat dari gas alam. Tetapi kali ini melalui suatu proses yang dinamakan dengan sintesis Fischer-Tropsch.
Pada saat pertama kali ditemukan, pembuatan senyawa ini relatif tinggi. Namun seiring dengan berjalannya waktu, sumber-sumber yang baru dan metode pemurnian yang biaya lebih murah ditemukan, proses pembuatannya pun lebih rendah harganya.
Tags: kerajinan dari